Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang

repository.poltekkes-smg.ac.id
Not a member yet
    28611 research outputs found

    MANAJEMEN TEKANAN DARAH DENGAN WALKING EXERCISE PADA PASIEN HIPERTENSI DI RSUD KRATON KABUPATEN PEKALONGAN

    No full text
    Latar Belakang: Salah satu penyakit yang sulit diatasi dan menjadi persoalan kesehatan yang relatif besar yaitu Hipertensi. Hipertensi yaitu situasi dimana tekanan darah sistolik lebih dari sama dengan 140 mmHg dan tekanan diastolik lebih dari sama dengan 90 mmHg. Penatalaksanaan non farmakologis hipertensi adalah salah satunya dengan melakukan latihan fisik ringan seperti walking exercise. Salah satu penyebab hipertensi ialah kurangnya aktifitas fisik. Dimana hipertensi bisa dicegah dengan rajin berolahraga atau melakukan aktivitas fisik salah satunya yaitu walking exercise. Walking Exercise bekerja melalui melalui penurunan resistensi perifer, di saat otot berkontraksi melalui aktifitas fisik akan terjadi peningkatan sirkulasi darah 30 kali lipat saat kontraksi dilakukan secara ritmik.Tujuan: Menggambarkan manajemen tekanan darah dengan walking exercise pada pasien hipertensi.Metoda: Metode yang digunakan dalam melakukan asuhan keperawatan adalah metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus dan proses keperawatan komperhensif. Sampel pada penelitian ini berjumlah dua pasien yang dipilih sesuai krtiteria inklusi.Hasil: Setelah dilakukan tindakan keperawatan 4 x 24 jam dengan walking exercise didapatkan hasil kedua klien mengalami penurunan tekanan darah sebelum dan setelah walking exercise. Didapatkan hasil rata rata tekanan darah sebelum melakukan walking exercise 165,6/98,8 dan setelahnya 161/96,5.Simpulan: Tekanan darah pada kedua klien mengalami penurunan setelah melakukan walking exercise

    GAMBARAN HASIL PEMERIKSAAN WIDAL DETEKSI SALMONELLA TYPHI PADA PENDERITA CORONAVIRUS DISEASE 2019 DI RSUD KARDINAH KOTA TEGAL TAHUN 2021

    No full text
    Latar Belakang: Coronavirus Disease 2019 disebabkan oleh Virus SARS-Cov-2. Virus yang telah berikatan dengan ACE-2 R akan masuk ke saluran gastrointestinal sehingga pada awalnya gejala akan menyerupai infeksi gastroenteritis yang mirip dengan demam tifoid. Miripnya gejala, serta adanya riwayat demam tifoid pada penderita COVID-19 membuat dokter melakukan analisis pemeriksaan imunoserologi untuk mendeteksi demam tifoid yaitu pemeriksaan widal.Tujuan Penelitian: Mengetahui gambaran hasil pemeriksaan widal deteksi Salmonella typhi pada penderita Coronavirus Disease 2019 di RSUD Kardinah Kota Tegal tahun 2021.Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan case study berdasarkan data sekunder yang diambil dari Rekam Medis dan laboratorium RSUD Kardinah Kota Tegal.Hasil Penelitian: Hasil pemeriksaan widal terhadap 31 responden, hasil reaktif ditemukan pada 21 responden, pada aglutinin O dengan titer 1/80 (28,6%) responden, dan titer 1/160 (9,5%) responden. Sedangkan pada aglutinin H jumlah responden dengan titer 1/80 (19,0%) responden, titer 1/160 (28,6%) responden, dan titer 1/320 yaitu (14,3%) responden. Hasil pemeriksaan dari 31 penderita COVID-19 yang melakukan pemeriksaan widal, didapatkan 42% responden positif dan 58% responden negatif demam tifoid.Simpulan: Terdapat adanya koinfeksi antara virus COVID-19 serta Bakteri Salmonella typhi pada 42% responden di RSUD Kardinah Kota Tegal tahun 2021

    ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN RISIKO PERILAKU KEKERASAN DI RSJD DR. RM. SOEDJARWADI PROVINSI JAWA TENGAH

    No full text
    Latar belakang : Risiko perilaku kekerasan merupakan suatu bentuk tingkah laku seseorang yang dapat membahayakan atau melukai diri sendiri, orang lain, maupun lingkungan yang akan berakibat fatal dan merusak jika tidak segera ditangani. Dampak yang ditimbulkan dari masalah risiko perilaku kekerasan yaitu dapat mencederai atau membahayakan diri sendiri dan orang lain bahkan menimbulkan kematian, serta merusak lingkungan yang pada akhirnya akan menimbulkan banyak kerugian dan stigma masyarakat pada ODGJ. Tindakan yang dapat dilakukan oleh perawat dalam mengatasi risiko perilaku kekerasan adalah dengan menggunakan strategi pelaksanaan masalah risiko perilaku kekerasan dan terapi spiritual istighfar.Tujuan : Melaksanakan dan mendokumentasikan asuhan keperawatan pada klien dengan risiko perilaku kekerasan.Metoda: Penelitian deskriptif dengan rancangan studi kasus yang menggunakan pendekatan asuhan keperawatan pada klien risiko perilaku kekerasan berdasarkan strategi pelaksanaan.Hasil : Masalah keperawatan utama pada Karya Tulis Ilmiah ini yaitu risiko perilaku kekerasan dengan melakukan 5 SP pasien, 3 SP keluarga, dan terapi spiritual istighfar. Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 5 kali pertemuan didapatkan hasil bahwa SP Pasien dapat tercapai, namun SP keluarga belum tercapai dikarenakan ketiadaan kunjungan keluarga. Klien mampu menunjukkan perilaku yang konstruktif dan koping individu yang adaptif

    PENGARUH EDUKASI MEDIA SCRAPBOOK TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG ASI EKSKLUSIF

    No full text
    Angka cakupan pemberian ASI eksklusif yang rendah di Puskesmas Sayung II berdasarkan data Profil Kesehatan Kabupaten Demak tahun 2020 sebesar 52,8%, dipengaruhi oleh beberapa macam faktor, salah satunya yaitu belum maksimalnya kegiatan edukasi tentang ASI eksklusif. Edukasi merupakan suatu kegiatan yang dapat memberikan kemampuan serta pengetahuan kepada seseorang atau lebih dengan pembelajaran. scrapbook adalah salah satu media yang digunakan untuk edukasi dan masuk ke media 2 dimensi yang bentuknya sesuai keinginan pembuatnya dengan teknik menempel. Untuk mengetahui pengaruh edukasi media scrapbook terhadap peningkatan pengetahuan ibu hamil trimester III tentang ASI eksklusif yang dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Sayung II. Desain penelitian ini menggunakan desain penelitian eksperimen semu dan rancangan penelitian ini menggunakan pretest-posttest with control group. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret sampai April 2022. Metode pengambilan sampel menggunakan Teknik total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 48 orang. Analisis data menggunakan uji Paired Sample T-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan pengetahuan ibu hamil tentang ASI eksklusif setelah diberikan edukasi pada kedua kelompok. Pada kelompok intervensi diperoleh p-value 0,00

    HUBUNGAN ANTARA TINGKAT STRESS DAN INDEKS MASSA TUBUH DENGAN SIKLUS MENSTRUASI PADA WARGA BINAAN DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN PEREMPUAN KELAS IIA SEMARANG

    No full text
    Meninggalkan keluarga dan menyandang status narapidana dapat memicu stress dan berdampak pada kesehatan salah satunya siklus menstruasi yang tidak normal yang dapat menimbulkan masalah kesehatan. Oleh karena itu, peneliti melakukan studi pendahuluan pada 10 orang di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Semarang dan tertarik untuk mengkorelasikan antara tingkat stress dan indeks massa tubuh dengan siklus menstruasi .Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dan indeks massa tubuh dengan siklus menstruasi pada warga binaan di lembaga pemasyarakatan perempuan kelas IIA Semarang.Penelitian ini dilakukan di lembaga pemasyarakatan perempuan kelas IIA Semarang. Jenis penelitian ini adalah analitik korelasional dan pendekatan yang digunakan adalah cross sectional. Populasi dalam penelitian ini seluruh warga binaan yang berusia 15-49 tahun dengan jumlah sampel sebesar 72 warga binaan. Teknik pengambilan sampel menggunakan Simple Random Sampling menggunakan kuesioner DASS-42. Analisi bivariat yang digunakan yaitu uji Rank Spearman.Hasil penelitian ini adalah tidak ada hubungan antara tingkat stress dengan siklus menstruasi pada warga binaan dengan nilai Sig. (2 tailed) sebesar 0,412 dan nilai Correlation Coefficient sebesar 0,099 artinya korelasi antar variabel sangat lemah dan arah hubungan searah. Kemudian tidak ada hubungan antara indeks massa tubuh dengan siklus menstruasi pada warga binaan dengan nilai Sig. (2 tailed) sebesar 0,849 dan nilai Correlation Coefficient sebesar -0,023 artinya korelasi antar variabel sangat lemah dan arah hubungan tidak searah.Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai referensi serta memberikan kontribusi untuk pengembangan ilmu

    IDENTIFIKASI KANDUNGAN FORMALIN PADA IKAN ASIN DI PASAR MANIS PURWOKERTO TAHUN 2022

    No full text
    Ikan asin adalah ikan yang yang tela di awetkan dengan cara penggaraman pengawetan ini terdiri dari 2 proses, yaitu penggaraman dan pengeringan. Formalin merupakan bahan tambahan pangan kimia yang penggunaannya dilarang karena berbahaya bagi Kesehatan manusia. Tujuan peneliatian Mengetahui kandungan formalin pada ikan asin, mendeskripsikan secara organoleptik ciri-ciri fisik ikan asin yang mengandung formalin, mengetahui secara laboratorium kandungan Formalin pada ikan asin, mendeskripsikan tingkat pengetahuan pedagang mengenai ikan asin berformalin.Metode penelitian yang diguanakan adalaha deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui kandungan formalin di Pasar Manis Purwokerto, mengetahui secara organoleptip pada ikan asin di Pasar Manis Purwokerto, mengetahui tingkat pengetahuan pada pedagang di Pasar Manis Purwokerto.Hasil penelitian laboratorium kandungan formalin terhadap 7 sampel ikan asin menunjukan ke 7 sampel ikan asin negatif formalin. Hasil uji organoleptik pada 7 sampel 2 sampel ada kemungkinan terdapat bahan tambahan pangan, wawancara pengetahuan 2 pedagang ikan asin terdapat 1 pedagang dengan tingkat pengetahuan yang kurang.Simpulan dari penelitian 7 sampel ikan asin negatif formalin, uji organoleptik dari ke 7 sampel 2 sampel kemungkinan terdapat bahan tambahan pangan formalin, dari 2 pedagang ikan asin 1 pedagang tingkat pengetahun kurang. Saran pemeriksaan secara rutin oleh Dinas Kesehatan dan Bada POM, bagi penjual dan pembeli selalu lebih hati-hati dalam membeli ikan asin

    ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN FOKUS STUDI PENATALAKSANAAN KETIDAKSTABILAN KADAR GULA DARAH PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DI WILAYAH KERJA PUSKEMAS LAMPER TENGAH

    No full text
    Latar belakang : Diabetes melitus merupakan kondisi dimana kadar gula darah diatas rentang normal yang disebabkan oleh ketidakmampuan tubuh dalam memproduksi hormon insulin. Penyakit ini apabila tidak segera ditangani dapat mengakibatkan beberapa komplikasi seperti stroke, penyakit jantung coroner, bahkan amputasi pada kaki. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan dalam mengendalikan kadar gula darah dalam tubuh, yakni dengan kepatuhan dalam minum obat (terapi farmakologis), diet karbohidrat, latihan fisik (senam kaki diabetes), dan juga dukungan atau keterlibatan keluarga dalam pelaksanaannya. Tujuan : Karya tulis ilmiah ini bertujuan untuk menggambarkan asuhan keperawatan keluarga pada penderita Diabetes Melitus tipe 2. Metode : Metode yang digunakan dalam memberikan asuhan keperawatan menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus (case Study). Sampling yang digunakan meliputi 2 keluarga. Hasil : Setelah dilakukan asuhan keperawatan keluarga selama 3x pertemuan, didapatkan hasil adanya penurunan kadar gula darah dan peningkatan pengetahuan pada kedua responden, namun hanya satu responden saja yang dapat mengontrol kadar gula darah dalam rentang normal

    4

    full texts

    28,611

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    repository.poltekkes-smg.ac.id
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇