Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang

repository.poltekkes-smg.ac.id
Not a member yet
    28611 research outputs found

    ASUHAN KEPERAWATAN PADA LANSIA DENGAN DEMENSIA FOKUS STUDI DEFISIT PERAWATAN DIRI DI PANTI PELAYANAN SOSIAL LANJUT USIA MARGO MUKTI REMBANG

    No full text
    Latar belakang: Menua atau menjadi tua adalah suatu keadaan yang terjadi di masa kehidupan manusia. Menjadi tua adalah proses alamiah yang berarti seseorang telah melalui tiga tahap kehidupan yaitu anak, dewasa dan tua.usia tua berarti mengalami beberapa kemunduran, misalnya kemunduran fisik yang ditandai dengan kulit yang memudar.selain mengalami kemunduran pada fisiknya lansia juga mengalami penurunan daya ingat yang biasa diisebut dengan pikun atau demensia.lansia yang mengalami demensia memiliki beberapa kendala dalam kehidupan sehari-hari seperti perawatan diri. Maka dari itu lansia yang mengalami demensia memerlukan penganganan yang lebih lanjut guna untuk meningkatkan kualitas hidup di masa tua. Jumlah penderita demensia meningkat terus pada setiap tahunnya. Insiden demensia Alzeimer di seluruh dunia meningkat dengan cepat dan saat ini mendekati angka 46, atau 50 juta orang yang di diagnosa demensia. Gejala aal denmensia adalah lupa akan peristiwwa yang baru saja terjadi, tetapi bisa juga berawal dari depresi, ketakutan, dan kecemasan. Dikarenkan demensia adalah penyakit yang menyebabkan lupa penderita penyakit ini pada umumnya tidak bisa melakukan perawata diri sehari hari . penderita penyakit ini bisa dibilang bergantung pada orang lain untuk melakukan segala sesuatu hal.Metoda : motode yang digunakan dalam memberikan asuhan keperawatan adalah metode deskriftif dengan pendekatan studi kasus ( cause study ) dan menggunakan proses pendekatan keperawatan.Hasil : setelah dilakukan asuhan keperawatan pada lansia yang mengalami demnsia selama 3 hari. Pada kedua responden didapatkan hasil bahwa mengalami penurunan daya ingat selain itu pada kedua responden jg mengalami defisit perawatan diri.Simpulan: setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3 hari kepada lansia dengan demensia yang mengalami defisit perawatan diri belum bisa di katakana berhasil karena pada umumnya sulit merubah perilaku lansia dengan demensia menjadi lebih mandiri dalam hal perawatan diri

    ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY. AUMUR 26 TAHUN DI PUSKESMAS BLORAKABUPATEN BLORA

    No full text
    Masa kehamilan, persalinan, nifas, neonatus merupakan proses fisiologis yang mungkin dapat mengancam jiwa ibu dan bayi bahkan dapat menyebabkan Kematian. Dalam proses ini tidak ada yang mengalami masalah kesehatan sehingga dapat mengurangi AKI dan AKB. Di Indonesia sendiri, sebagian besar kematian ibu pada tahun 2020 disebabkan oleh perdarahn sebanyak 1.330 kasus, hipertensi dalam kehamilan sebanyak 1.110 kasus, dan gangguan sistem peredarahan sebanyak 230 kasus. Wilayah Blora mengalami penurunan AKI pada 2020, namun tetap saja perdarahan masih menjadi penyebab utama kematian ibu, dan BBLR juga masih menjadi penyebab tertinggi kematian pada bayi Menurut WHO (2021).Penulisan Laporan Tugas Akhir ini dalam bentuk studi kasus dengan menggunakan pendekatan manajemen kebidanan 5 langkah Varney dan catatan perkembangan didokumentasikan dalam bentuk SOAP.Hasil Asuhan Komprehensif ini diperoleh dari Ny. A umur 26 tahun G1P0A0 usia kehamilan 37+5 minggu kehamilan fisiologis, dengan keluhan nyeri punggung, dengan persalinan fisiologi dengan keluhan nyeri dan kecemasan menghadapi rasa sakit selama persalinan yang diikuti masa nifas fisiologis dengan kebutuhan pendidikan kesehatan mengenai dorongan sosial dan pemelihan alat kontrasepsi selama menyusui, dan bayi baru lahir fisiologis dengan kebutuhan pendidikan kesehatan mengenai pola menyusui dengan frekuensi minimal 8-12 kali dalam sehari. Asuhan kehamilan, asuhan persalinan, dan asuhan pada BBL tidak ada kesenjangan dalam pemberian asuhan, namun terjadi kesenjangan dalam penggunaan APD dalam asuhan nifas yaitu APD yang digunakan level 1.Kesimpulan dari hasil penelitian ini yaitu pada penatalaksanaan asuhan terdapat kesenjangan antara teori dan praktek asuhan yang ada dilahan. Meskipun pada penatalaksanaannya APD yang digunakan ada yang tidak sesuai dengan teori, tetapi seluruh asuhan kebidanan dapat diterapkan dilahan dengan baik dan efektif sesuai dengan teori

    PENGELOLAAN PASIEN DEPRESI DENGAN SPIRITUAL HEALING THERAPY

    No full text
    Latar belakang: Depresi pada remaja bukan sekedar perasaan stress ataupun sedih seperti hal yang datang dan pergi begitu saja, melainkan sebuah kondisi serius yang mempengaruhi perilaku, emosi, dan cara berpikir para remaja tersebut.Depresi pada remaja dapat disebabkan oleh beberapa hal, salah satunya perceraian orang tua. Tujuan dari studi kasus ini yaitu untuk menurunkan tingkat depresi pada klien menggunakan spiritual healing membaca dan mendengarkan shalawat.Metoda: Asuhan keperawatan jiwa dengan metode studi kasus dengan melibatkan dua klien sesuai kriteria inklusi yang telah ditetapkan dan diberikan fokus intervensi keperawatan selama tiga hari. Intervensi keperawatan dengan menggunakan SIKI dengan modifikasi membaca dan mendengarkan shalawat. Pengukuran sebelum dan sesudah intervensi dilakukan menggunakan Geriatric Depresi Scale (GDS). Adapun evaluasi keperawatan menggunakan indikator SLKI.Hasil: Kedua klien menunjukkan adanya penurunan tingkat depresi dimana klien pertama mengalami penurunan tingkat depresi dari skor 10 poin menjadi 8 poin. Sedangkan pada klien kedua mengalami penurunan tingkat depresi dari 11 poin menjadi 9 poin.Simpulan: Depresi yang dialami oleh kedua klien mengalami penurunan dan respon yang baik setelah diberikan asuhan keperawatan menggunakanmetode spiritual healing therapy membaca dan mendengarkan shalawat. Oleh karena itu, spiritual healing therapy membaca dan mendengarkan shalawat sangat disarankan untuk dapat digunakan oleh remaja yang mengalami depresi secara mandiri.Latar belakang: Depresi pada remaja bukan sekedar perasaan stress ataupun sedih seperti hal yang datang dan pergi begitu saja, melainkan sebuah kondisi serius yang mempengaruhi perilaku, emosi, dan cara berpikir para remaja tersebut.Depresi pada remaja dapat disebabkan oleh beberapa hal, salah satunya perceraian orang tua. Tujuan dari studi kasus ini yaitu untuk menurunkan tingkat depresi pada klien menggunakan spiritual healing membaca dan mendengarkan shalawat.Metoda: Asuhan keperawatan jiwa dengan metode studi kasus dengan melibatkan dua klien sesuai kriteria inklusi yang telah ditetapkan dan diberikan fokus intervensi keperawatan selama tiga hari. Intervensi keperawatan dengan menggunakan SIKI dengan modifikasi membaca dan mendengarkan shalawat. Pengukuran sebelum dan sesudah intervensi dilakukan menggunakan Geriatric Depresi Scale (GDS). Adapun evaluasi keperawatan menggunakan indikator SLKI.Hasil: Kedua klien menunjukkan adanya penurunan tingkat depresi dimana klien pertama mengalami penurunan tingkat depresi dari skor 10 poin menjadi 8 poin. Sedangkan pada klien kedua mengalami penurunan tingkat depresi dari 11 poin menjadi 9 poin.Simpulan: Depresi yang dialami oleh kedua klien mengalami penurunan dan respon yang baik setelah diberikan asuhan keperawatan menggunakanmetode spiritual healing therapy membaca dan mendengarkan shalawat. Oleh karena itu, spiritual healing therapy membaca dan mendengarkan shalawat sangat disarankan untuk dapat digunakan oleh remaja yang mengalami depresi secara mandiri

    ASUHAN KEPERAWATAN DEFISIT PERAWATAN DIRI DENGAN SKIZOFRENIA PARANOID DI RUMAH SAKIT JIWA DAERAH DR. ARIF ZAINUDIN SURAKARTA

    No full text
    Latar belakang : Defisit perawatan diri merupakan salah satu gejala yang dialami oleh pasien skizofrenia sebagai gejala negatif yang mengakibatkan gangguan kesehatan seperti gangguan interaksi sosial. Defisit perawatan diri adalah keadaan seseorang mengalami kelainan dalam kemampuan untuk melakukan atau menyelesaikan aktivitas kehidupan sehari-hari secara mandiri. Tujuan : tujuan karya tulis ini adalah memberikan Asuhan Keperawatan klien dengan Prioritas Masalah defisit perawatan diri Metode : Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif berupa studi kasus yang bertujuan untuk menerangkan atau menggambarkan masalah penelitian yang terjadi berdasarkan tempat,waktu, umur, jenis kelamin, sosial, ekonomi, pekerjaan, status perkawinan, cara hidup (pola hidup), dan lain lain Hasil pengkajian : didapatkan bahwa klien mengalami defisit perawatan diri. Setelah dilakukan implementasi keperawatan dengan menggunakan strategi pelaksanaan, SP 1 klien mampu melakukan cara kebersihan diri, SP 2 klien mampu melakukan cara berdandan dengan benar, SP 3 klien mampu melakukan cara makan dan minum dengan benar,Klien dengan masalah defisit perawatan diri membutuhkan komunikasi terapeutik yang baik

    ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY. I UMUR 27 TAHUN DI UPTD PUSKESMAS NGAWEN KECAMATAN NGAWEN KABUPATEN BLORA

    No full text
    Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan SemarangProgram Studi Kebidanan Blora Program Diploma Tiga 2022ABSTRAKIzzah Kholidatul Adillah1, Krisdiana Wijayanti2Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. I Umur 27 Tahun di UPTD Puskesmas Ngawen, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Bloraxiv + 117 Hal + 13 Tabel + 10 LampiranTingginya Angka Kematian Ibu dan Bayi membutuhkan adanya upaya kesehatan yang komprehensif. Upaya percepatan penurunan AKI dan AKB yang berkualitas. AKI di Jawa Tengah pada tahun 2020 yaitu 98,6/100.000 KH, dan AKB sebanyak 7,79/1.000 KH. Blora menduduki peringkat 18 di Jawa Tengah. AKI di Kabupaten Blora mencapai 5 kasus pada semester pertama di tahun 2020, sedangkan AKB 48 kasus. Angka kematian ibu hamil pada tahun 2021 yaitu sebanyak 23 kasus, sedangkan angka kematian bayi sebanyak 118 kasus. Penulisan Laporan Tugas Akhir ini dalam bentuk studi kasus dengan menggunakan pendekatan manajemen kebidanan 5 langkah Varney dan catatan perkembangan didokumentasikan dalam bentuk SOAP.Hasil studi kasus yang diperoleh pada Ny. I didapatkan diagnosa G2P1A0 usia kehamilan 38 minggu dengan kehamilan fisiologis tanpa penyulit dan komplikasi. Keluhan fisiologis yang timbul nyeri punggung pada trimester III menjelang waktu persalinan. Keluhan tersebut sudah teratasi dengan berbagai asuhan yang diberikan seperti body mekanik dan endorphine massage. Proses persalinan fisiologis dengan keluhan nyeri kala I dan sudah teratasi dengan intervensi kompres hangat. Dikuti dengan masa nifas fisiologis dengan intervensi mobilisasi dini untuk mempercepat luka perineum dan pijat oksitosin untuk memperbanyak produksi ASI. Dan selanjutnya bayi baru lahir fisiologis tanpa kelainan dan penyulit. Pada asuhan keluarga berencana ibu memilih KB suntik 3 bulan sebagai metode kontrasepsinya.Asuhan yang diberikan dari masa kehamilan tidak ditemukan kesenjangan, pada proses persalinan ditemukan kesenjangan yaitu tidak memakai APD sesuai 60 Langkah APN, nifas, KB, dan bayi baru lahir tidak ditemukan kesenjangan antara teori dan praktik. Diharapkan bagi tenaga kesehatan khususnya bidan untuk menerapkan asuhan Continuity of Care ini di lapangan dan di masyarakat dalam membantu menurunkan AKI dan AKB di Indonesia.________________________________________Kata Kunci: Kehamilan, Persalinan, Nifas dan KB, BBLPustaka : 67 pustaka (2014 s/d 2021

    HASIL PEMERIKSAAN HEPATITIS B SURFACE ANTIGEN(HBSAG) METODE IMUNOKROMATOGRAFI PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS MRANGGEN III

    No full text
    Hepatitis merupakan penyakit akibat peradangan pada hati yang disebabkan oleh virus hepatitis B dan dapat ditularkan secara vertikal maupun horizontal oleh ibu hamil. Hepatitis B pada ibu hamil dapat berisiko tinggi komplikasi pada ibu, janin dan neonates, serta tenagamedis. Tujuan dari penelitian .ini ialah .untuk mengetahui hasil pemeriksaan HBsAg pada ibu hamil di Puskesmas Mranggen III tahun periode 2021. Penelitian ini menggunakan metode penelitian observasional deskriptif dengan desain penelitian cross sectional. Jumlah sampel 707 pasien ibu hamil yang melakukan screening HBsAg. Hasil reaktif screening HBsAg pada ibu hamil tertinggi berdasarkan kelompok usia yaitu kelompok usia 20-34 tahun sebanyak 8 pasien (72,73%), berdasarkan usia kehamilan yaitu ibu hamil dengan trimester kedua sebanyak 6 pasien (54,55%), dan berdasarkan paritas yaitu paritas 1 dan 2 masing - masing sebanyak 4 pasien (36,36%). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu sebanyak 11 dari 707 pasien atau sekitar 1,6% reaktif HBsAg. Oleh karena itu, diharapkan ibu hamil melakukan screening kehamilan terutama HBsAg dan selalu menjaga kesehatan, sertapemantauan pada ibu hamil dan pemberian vaksinasi kepada masyarakat oleh puskesmas

    PENGARUH MEDIA E-MODUL TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU MENSTRUAL HYGIENE REMAJA PUTRI

    No full text
    Menurut (Kementerian Kesehatan RI, 2017) menunjukkan bahwa pengetahuan mengenai kesehatan terhadap reproduksi belum memadahi atau masih dalam kategori rendah 35,3% pada remaja perempuan. kesadaran perilaku hidup bersih, sehat saat menstruasi masih rendah 63% yang memahami ketika terjadi menstruasi. (kemenkes,2017). upaya meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku remaja putri tentang menstrual hygiene dapat dilakukan dengan pendidikan kesehatan menggunakan e-modul yaitu media elektronik audio visual yang didalamnya terdapat materi, gambar, video, rekaman suara sehingga menarik minat pembaca. Bertujuan mengetahui pengaruh e-modul dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku remaja putri tentang menstrual hygiene. Metode Quasy Eksperiman One grup prettest posttest design dengan sampel 32 responden menggunaka teknik purposive sample. Instrument penelitian menggunakan kuesioner. Analisa data dengan uji Wilcoxon.Hasil terdapat perbedaan tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku remaja putri tentang menstrual hygiene sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan dengan media e-modul. Hasil uji wilcoxon tingkat pengetahuan p value 0,000 < 0,05. Sikap p value 0,00

    ASUHAN KEPERAWATAN GANGGUAN POLA TIDUR PADA AN. N DAN AN. A DENGAN BRONCHOPNEUMONIA DI RUANG SEKAR JAGAD RSUD BENDAN KOTA PEKALONGAN

    No full text
    ASUHAN KEPERAWATAN GANGGUAN POLA TIDUR PADAAN. N DAN AN. A DENGAN BRONCHOPNEUMONIADI RUANG SEKAR JAGAD RSUD BENDANKOTA PEKALONGANPuji Setiani1), Mardi Hartono2), Yuniske Penyami2), Tri Anonim2)(1)Mahasiswa program studi Diploma III Keperawatan, 2)Dosen Pembimbing)Program Studi DIII Keperawatan Pekalongan Jurusan Keperawatan PoltekkesKemenkes SemarangKoresponden : [email protected] belakang : Bronchopneumonia adalah penyakit saluran pernapasan yangterjadi pada bagian bronkus hingga alveolus paru. Bronchopneumonia biasanyamenimbulkan beberapa permasalahan seperti sesak napas yang cepat dan tidakteratur, mual muntah, lemas, tidak berenergi, sulit makan minum dan termasukgangguan pola istirahat/tidur. Menurut data rekam medis RSUD Bendan KotaPekalongan tahun 2017, kejadian kasus Bronchopneumonia menempati posisipertama dari kejadian pada anak yaitu sebesar 31,60% atau 250 pasien. MenurutSujono Riyadi dan Suharsono, masalah yang sering dihadapi pada penderitaPneumonia salah satunya adalah gangguan pola tidur.Tujuan : Dapat menggambarkan asuhan keperawatan gangguan pola tidur padaanak dengan bronchopneumonia.Metode : Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif denganpendekatan studi kasus dan menggunakan proses pendekatan keperawatansampling yang digunakan meliputi 2 klien.Hasil : Hasil dari penelitian ini adalah masalah keperawatan gangguan pola tidurteratasi sebagian dikarenakan pasien membutuhkan penyesuaian terhadaplingkungan baru yang dan bising serta proses penyembuhan yang belum teratasisecara keseluruhan.Saran : Perawat dapat memberikan kontribusi dalam peningkatan kualitaspelayanan asuhan keperawatan gangguan pola tidur pada anak denganbronchopneumonia.Kata kunci : Gangguan pola tidur, pasien anak, bronchopneumoni

    4

    full texts

    28,611

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    repository.poltekkes-smg.ac.id
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇