Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang

repository.poltekkes-smg.ac.id
Not a member yet
    28611 research outputs found

    ASUHAN KEPERAWATAN INTOLERANSI AKTIVITAS PADA IBU POST PARTUM DENGAN PRE EKLAMSI DI RUANG NIFAS MELATI RSUD Dr. R SOETIJONO BLORA

    No full text
    Latar Belakang: Pre eklamsi adalah sekumpulan gejala yang timbul pada wanita hamil, bersalin dan nifas yang terdiri hipertensi, edema dan proteinuria tetapi tidak menunjukkan tanda-tanda kelainan vaskuler atau hipertensi sebelumnya yang biasanya muncul setelah kehamilan umur 28 minggu atau lebih. Gejala yang timbul yaitu mengalami kelemahan fisik dan mudah lelah saat melakukan aktivitas sehari-hari. Pada ibu post partum dengan Pre eklamsi akan mengalami kesulitan untuk beraktivitas yang biasanya disebut dengan intoleransi aktivitas menurut Purwaningsih dan Fatmawati (2010); Reeder dkk (2011)Tujuan: Penulis dapat menggambarkan asuhan keperawatan pada ibu post partum dengan pre eklamsi diruang nifas Metode: Metode yang digunakan yaitu deskriptif dan penyajian data dalam bentuk narasi hasil dari respon klien. Pengumpulan data yang dilakukakan meliputi wawancara, observasi dan dokumentasi.Hasil: Pengkajian dilakukan dengan anamnesa, observasi, pemeriksaan fisik dan studi dokumentasi hingga didapatkan prioritas masalah intoleransi aktivitas. Intervensi yang diimplementasikan selama 3 hari sesuai dengan tujuan yang sudah ditentukan. Evaluasi yang didapatkan hasil pasien 1 masalah dapat teratasi dan pasien 2 masalah teratasi sebagian karena masih merasa ketakutan pada saat melakukan aktivitas.Kesimpulan : Pasien yang mengalami intoleransi aktivitas dapat diatasi dengan melakukan tindakan sesuai dengan rencana yang sudah ditentukan, salah satunya bisa dengan melakukan aktivitas sehari-hari dengan baik tanpa bantuan

    PENGELOLAAN KONSTIPASI PADA IBU HAMIL TRIMESTER 3

    No full text
    Latar belakang : Selama kehamilan terjadi beberapa perubahan baik secara fisik maupun psikologis, salah satu perubahan fisik yang terjadi yakni perubahan pada saluran pencernaan yaitu konstipasi. Konstipasi merupakan kesulitan dalam melakukan buang air besar dengan konsistensi padat dan frekuensinya dua atau tiga kali dalam seminggu ditandai dengan adanya ketidaknyamanan pada perut dan kesulitan mengejan. Konstipasi dimaksudkan sebagai suatu keadaan yang sering dihubungkan dengan kurangnya konsumsi serat, kurangnya asupan cairan dan kurangnya aktifitas fisik. Tujuan karya tulis ini adalah untuk memberikan penjelasan tentang bagaimana pengelolaan konstipasi pada ibu hamil trimester 3.Metode : Metode yang digunakan dalam memberikan asuhan keperawatan menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus (case study) dan menggunakan proses pendekatan keperawatan yang dilakukan pada 2 responden.Hasil : Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 4 hari pada kedua responden dengan memberikan penyuluhan kesehatan, menganjurkan untuk mengkonsumsi makanan tinggi serat, meningkatkan asupan cairan dan melakukan aktivitas fisik ringan dapat mengatasi masalah konstipasi. Simpulan : Masalah konstipasi pada ibu hamil trimester 3 dapat teratasi setelah dilakukan penyuluhan kesehatan, pemenuhan kebutuhan nutrisi dan asupan cairan dengan diet tinggi serat serta melakukan aktivitas fisik yang ringan secara teratur

    ASUHAN KEPERAWATAN GANGGUAN RASA NYAMAN (NYERI AKUT) PADA PASIEN POST OPERASI FRAKTUR DENGAN TINDAKAN ORIF DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BENDAN KOTA PEKALONGAN

    No full text
    Latar belakang: Fraktur adalah terputusnya perkembangan jaringan tulang yang kemungkinan besar penyebabnya ialah adanya tekanan atau trauma. Tindakan untuk mengembalikan reposisi tulang yaitu dengan ORIF (Open Reduction Internal Fixation) merupakan fiksasi internal dengan pembedahan terbuka bertujuan untuk mengistirahatkan fraktur dengan tindakan pembedahan dengan platinum,screw,pen,plate yang dimasukkan kedalam tempat fraktur yang bertujuan untuk menguatkan atau mengikat bagian-bagian tulang yang terjadi fraktur secara bersamaan. Setelah dilakukannya suatu tindakan pembedahan biasanya pasien akan merasakan timbulnya rasa nyeri, hal tersebut diakibatkan oleh insisi pembedahan). Luka insisi setelah dilakukan pembedahan akan menimbulkan pengeluaran impuls nyeri yang terjadi oleh ujung saraf bebas dengan perantaranya yaitu oleh saraf sensori. Nyeri merupakan suatu pengalaman baik itu secara emosional dan sensori yang dirasa tidak menyenangkan yang diakibatkan jaringan yang rusak secara aktual atau potensial yang dirasakan yang digambarkan dalam bentuk kerusakan.Metoda: Metode yang digunakan menggunakan metode deskriptif dengan rancangan studi kasus. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah dua pasien yaitu Sdr.A dan Tn.I dengan menggunakan metode purposive sampling, adalah suatu teknik untuk menetapkan sampel dengan cara memilih secara khusus dengan berdasarkan pada tujuan penelitian.Hasil: Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3x 24 jam didapatkan hasil keluhan nyeri menurun, meringis menurun, kesulitan tidur menurun, pola tidur membaik.Simpulan: Gangguan rasa nyaman (nyeri akut) pada pasien mengalami perubahan setelah dilakukan asuhan keperawatan

    ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN ISOLASI SOSIAL : MENARIK DIRI DI RUMAH SAKIT JIWA DAERAH Dr. ARIF ZAINUDIN SURAKARTA

    No full text
    Latar belakang : isolasi sosial merupakan tindakan seseorang dalam menghindari interaksi dengan oranglain, menghindari hubugan maupun komunikasi dengan oranglain. Seseorang yang mengalami hal tersebut apabila dibiarkan dapat mengalami halusinasi, menciderai diri, dan penurunan aktivitas.Tujuan : mengetahui dan menambah pengalaman mengenai respons pasien isolasi sosial : menarik diri setelah dilakukan asuhan keperwatan dengan mengajari berkenalan.Metode : metode yang diguakan adalah metode deskriptif, penulis mengguakan sample dua pasien. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, pengamatan, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi, yang selanjutnya dianalisa dan disajikan dalam bentuk teks atau narasi.Hasil : asuhan keperawatan dilakukan 3 hari namun hanya sampai SP 3 pasien dikarenakan keterbatasan waktu dan tidak ada keluarga pasien yang menjenguk, pasien yang patuh dan terjalinnya hubungan baik dengan perawat ruangan sehingga pasien dapat melakukan berkenalan secara bertahap.Simpulan : tindakan asuhan keperawatan dengan cara mengajari berkenalan sangat berpengaruh pada pasien isolasi sosial : menarik diri

    ASUHAN KEPERAWATAN KETIDAKEFEKTIFAN MANAJEMEN KESEHATAN KELUARGA PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEMBARAN 2 KABUPATEN BANYUMAS

    No full text
    Latar Belakang : Diabetes merupakan kasus kesehatan masyarakat yang penting dan sebagai salah satu dari empat penyakit tidak menular prioritas yang menjadi sasaran tidak lanjut oleh berbagai manca negara. Dalam perawatan pasien diabetes melitus di rumah, sangat dibutuhkan dukungan oleh keluarga terdekat. Keluarga yang kurang perhatian terhadap penyakit, gagal melaksanakan tindakan mengurangi faktor resiko, dan ketidaktepatan aktifitas didalam keluarga untuk memenuhi tujuan kesehatan dapat memicu munculnya masalah keperawatan keluarga yaitu ketidakefektifan manajemen kesehatan keluarga, sehingga perlu dilaksanakan upaya preventif dengan cara mengatur manajemen kesehatan keluarga dalam mengelola diabetes melitus yaitu dengan pemberian pendidikan kesehatan kepada keluarga. Tujuan karya tulis ilmiah ini adalah untuk menggambarkan asuhan keperawatan keluarga pada klien diabetes melitus dengan ketidakefektifan manajemen kesehatan keluarga di wilayah Puskesmas Kembaran 2 Kabupaten Banyumas..Metode : Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif menggunakan dua pasien atau dua keluarga dengan masalah keperawatan dan diagnosa medis yang sama.Hasil : Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3x kunjungan, masalah teratasi sesuai dengan kriteria yang ditetapkan ditandai dengan kedua keluarga setuju untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, melaksanakan aktifitas fisik secara rutin, dan membatasi pola makannya.Simpulan : Keluarga berperan aktif dan selalu mendampingi dalam proses perawatan anggota keluarga yang menderita diabetes melitus, seperti memeriksakan kesehatan ke fasilitas kesehatan terdekat, mengingatkan klien untuk minum obat, dan mendampingi klien untuk melaksanakan latihan fisik senam kaki diabetes melitus.Kata kunci : Diabetes Melitus, Ketidakefektifan Manajemen Kesehatan Keluarga

    ASUHAN KEPERAWATAN GANGGUAN NYERI AKUT PADA PASIEN POST APENDIKTOMI DI RSUD RAA SOEWONDO PATI

    No full text
    Latar Belakang: Appendictomy adalah pembedahan untuk mengangkat apendiks. Pembedahan diindikasikan bila diagnosa appendiksitis telah ditegakkan. Salah satu keluhan paling sering terjadi setelah tindakan pembedahan adalah nyeri. Pasca pembedahan klien merasakan nyeri hebat dan penderita mempunyai pengalaman yang kurang menyenangkan akibat kurangnya pengelolaan nyeri yang tidak adekuat. Ada 2 teknik manajemen nyeri untuk mengatasi nyeri pasca pembedahan yaitu farmakologi dan nonfarmakologi. Teknik relaksasi merupakan salah satu metode dalam penangganan nyeri secara nonfarmakologi. Manajemen dengan tindakan relaksasi mencakup latihan pernafasan diafragma.Tujuan: Menggambarkan asuhan keperawatan pada klien post appendictomy meliputi pengkajian, intervensi, implementasi dan evaluasi keperawatan.Metode: Metode yang digunakan yaitu deskriptif dan penyajian data dalam bentuk narasi hasil dari respon klien. Pengumpulan data yang dilakukakan meliputi wawancara, observasi dan dokumentasi.Hasil : pengkajian dilakukan dengan anamnesa, observasi, pemeriksaan fisik dan studi dokumentasi hingga didapatkan prioritas masalah nyeri akut. Intervensi yang diimplementasikan selama 3 hari sesuai dengan tujuan yang sudah ditentukan. Evaluasi yang didapatkan hasil klien 1 dan klien 2 masalah teratai sebagian.Kesimpulan : klien yang mengalami nyeri akut post apendiktomi bisa diatasi dengan melakukan tindakan sesuai dengan rencana yang sudah ditentukan, salah satunya bisa dengan mengajarkan teknik relaksasi ataupun dengan memberikan analgesik sesuai indikasi dokter

    ASUHAN KEPERAWATAN GANGGUAN CITRA TUBUH UNTUK MEMBANGUN RASA PERCAYA DIRI PADA ANAK REMAJA DENGAN ACNE VULGARIS DI KECAMATAN AJIBARANG

    No full text
    Abstrak Latar belakang: Remaja merupakan masa peralihan tumbuh kembang manusia setelah anak-anak menuju dewasa dengan batasan usia 10-19 tahun. Proses hormonal pada tumbuh kembang remaja sering kali menimbulkan banyak masalah, salah satunya adalah penyakit kulit Acne vulgaris (AV). Acne vulgaris merupakan penyakit multifactorial (Sibero, Ahmad, & Dwi 2019). Hasil riset Acne Vulgarismenyerang 85% populasi dunia yang berusia 11-30 tahun (lestari, 2021) Acne vulgaris yang di alami oleh anak remaja sering kali menimbulkan masalah yang berkaitan dengan konsep gangguan citra tubuh, berdampak pada berkurangnya rasa percaya diri dalam lingkungan sosialnya. Metode: Penyusunan karya tulis ilmiah ini menggunakan desain penelitian deskriptif dengan pendekatan fenomenologi dan menggunakan 2 subyek penelitian.Hasil: Setelah dilakukan pengkajian ditemukan 2 klien yang sama sama memiliki masalah gangguan citra tubuh akibat acne vulgaris.Kesimpulan: Kriteria didapatkan masalah An. A teratasi Sebagian atau kurang maksimal karna tindak mencapai pada nilai tujuan 5. sedangkan. Pada An. O masalah teratasi dengan point sempurna mencapai 5, secara konsisten An. O telah menunjukan progress yang baik

    ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN ARTHRITIS GOUTFOKUS STUDI NYERI SENDI DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS BOGOREJO

    No full text
    Latar Belakang : Athritis gout merupakan hasil metabolism akhir dari metabolisme purin didalam tubuh. Asam urat yang berlebih tidak akan tertampung dan termetabolisme seluruhnya oleh tubuh, sehingga terjadi peningkatan kadar asam urat pada darah,Kadar asam urat yang melebihi batas normal disebut Hiperurisemia (Sunanto,2009). Menurut refrensi kesehatan kadar arthritis gout normal pria dewasa adalah tidak lebih dari 7,0 mg/dL, dan untuk wanita dewasa tidak lebih dari 6,0 mg/Dl (Misnadiarly,2007). Menurut Badan Penelitian RI 2013 Prevalensi asam urat pada populasi di USA diperkirakan 13,6/100.000 orang, sedangkan menurut sumber yang sama di Indonesia diperkirakan 1,6-14,6/100.000 orang, WHO mendata penderita gangguan sendi di Indonesia mencapai 81% dari populasi (WHO 2013). Di jawa tengah prevalensi penyakit gout belum di ketahui secara pasti. Pada tahun 2014 di dapatkan klinis sesuai WHO terhadap 4683 sampel berusia 15-45 tahun, didapatkan prevalensi arthritis gout sebesar 24,3% (Nengsi dkk,2014). Data yang didapatan dari UPTD Puskesmas Bogorejo yang positif terkena gout pada tahun 2020 sebanyak 38 orang, dan pada tahun 2021 dari bulan januari-september terdapat 20 orang, Nurjanah,L (2021).Metode : metode yang digunakan dalam memberikan asuhan keperawatan menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus (case study) dan menggunakan proses pendekatan keperawatan. Sampling yang digunakan meliputi 2 pasien.Hasil : Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3x24 jam pada kedua responden didapat hasil kedua responden dimana kedua pasien mengalami arthritis gout dengan diagnosa nyeri sendi, setelah dilakukan tindakan keperawatan pada pasien 1 dan 2 masalah dapat teratasi sebagian tetapi pasien masih harus melakukan perawatan.Kesimpulan : masalah yang dialami oleh kedua responden yaitu arthritis gout dengan nyeri sendi dapat teratasi sebagian setelah dilakukan asuhan keperawatan

    ASUHAN KEPERAWATAN GANGGUAN RASA NYAMAN NYERI AKUT PADA PASIEN HIPERTENSI DI RSUD RAA SOEWONDO PATI

    No full text
    AbstrakLatar belakang : Hipertensi adalah suatu penyakit yang dideskripsikan sebagai peningkatan tekanan darah secara menetap. Umumnya, seseorang dikatakan mengalami hipertensi jika tekanan darah berada di atas 140/90 mmHg. Penyebab terjadinya hipertensi belum diketahui secara pasti. Namun ada beberapa faktor yang dapat mengakibatkan peningkatan tekanan darah. Seseorang yang menderita penyakit hipertensi akan mengalami beberapa masalah, salah satunya yaitu akan terjadi penyempitan pembuluh darah. Bila pembuluh darah menyempit maka peredaran arteri akan terganggu. Jaringan yang terganggu akan mengakibatkan penurunan O2 dan CO2 lalu terjadilah metabolisme anaerob pada tubuh yang akan menaikan asam laktat serta menstimulasi peka nyeri kapiler di otak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pelaksanaan Asuhan Keperawatan Gangguan Rasa Nyaman (Nyeri Akut) Pada Pasien Hipertensi.Metoda : Metoda penelitian ini adalah studi kasus deskriptif dengan tujuan untuk membuat gambaran tentang gangguan rasa nyaman (nyeri akut) pada pasien hipertensi di Ruang Gading dan Ruang Flamboyan RSUD RAA Soewondo Pati. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 2 responden yaitu Ny. S dan Tn. N diberikan asuhan keperawatan selama 3 hari menggunakan pendekatan proses keperawatan.Hasil : Kedua pasien menunjukan respon yang berbeda yaitu berupa tingkat skala nyeri yang berbeda, pada Ny. S skala nyeri 2 dan pada Tn. N skala nyeri 3 dengan masalah teratasi yang ditandai dengan pasien mengatakan nyeri yang dirasakan berkurang ( nyeri ringan ), tampak rileks dan tidak meringis.Kesimpulan : Asuhan keperawatan dalam melakukan tindakan pada pasien hipertensi untuk lebih mengutamakan pemberian tindakan dalam pengelolaan nyeri serta pemberian latihan teknik non farmakologi berupa teknik relaksasi, pasien lebih mengerti akan penatalaksanaan saat pulang dari rumah sakit

    4

    full texts

    28,611

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    repository.poltekkes-smg.ac.id
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇