Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang

repository.poltekkes-smg.ac.id
Not a member yet
    28611 research outputs found

    PROSEDUR PEMERIKSAAN COLON IN LOOP PADA KLINIS INFLAMMATORY BOWEL DISEASE (IBD) DI INSTALASI RADIOLOGI RS PKU MUHAMMADIYAH GAMPING

    No full text
    PROSEDUR PEMERIKSAAN COLON IN LOOP PADA KLINISINFLAMMATORY BOWEL DISEASE (IBD) DI INSTALASI RADIOLOGIRS PKU MUHAMMADIYAH GAMPINGHarlan Putra Wibowo1) Fatimah2)INTISARIProsedur pemeriksaan Colon In Loop pada klinis Inflammatory BowelDisease (IBD) di Instalasi Radiologi RS PKU Muhammadiyah Gamping. Latarbelakang dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan proyeksi yang digunakan,alasan tidak menggunakan proyeksi PA Post Evacuation dan teknik pemasukkanmedia kontras secara bertahap. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahuiprosedur pemeriksaan Colon In Loop pada klinis Inflammatory Bowel Disease(IBD), alasan tidak menggunakan proyeksi PA Post Evacuation, dan mengetahuialasan teknik pemasukkan media kontras dilaksanakan secara bertahap.Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan study kasusdilaksanakan dengan metode pengumpulan data berupa observasi, wawancara,dokumentasi. Subjek penelitian yaitu satu dokter spesialis radiologi, tigaradiographer, satu dokter pengirim. Analisis data dilakukan dengan interaktifmodel.hasil penelitian bahwa pada prosedur pemeriksaan Colon In Loop padaklinis Inflammatory Bowel Disease (IBD) di Instalasi Radiologi RS PKUMuhammadiyah Gamping menjelaskan tentang persiapan pasien, alat dan bahan,teknik pemasukkan media kontras dan teknik pemeriksaan. Alasan tidakdigunakan proyeksi PA Post Evacuation karena sudah sesuai SOP dan menurutpendapat dokter radiolog sudah cukup informatif. Alasan teknik pemasukkanmedia kontras dilakukan secara bertahap yaitu karena kecenderungan khususkelainan yang sering terjadi di bagian area Rectosigmoid sehingga pengamatandan pencermatan dilakukan area itu.Kata Kunci : Colon In Loop, Inflammatory Bowel Disease (IBD), RS PKUMuhammadiyah Gamping1)Mahasiswa Program Studi Radiologi Purwokerto Program Diploma Tiga JurusanTeknik Radiodiagnostik dan Radioterapi Politeknik Kesehatan KemenkesSemarang2)Dosen Jurusan Teknik Radiodiagnostik dan Radioterapi Politeknik KesehatanKemenkes Semaran

    PENERAPAN PENDIDIKAN KESEHATAN PENYAKIT MENULAR SEKSUAL DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA AUDIOVISUAL TERHADAP PENGETAHUAN REMAJA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LEYANGAN

    No full text
    Latar Belakang: Kesehatan reproduksi dan seksualitas menjadi salah satu masalah dalam kesehatan remaja. Menurut World Health Organization (WHO) hampir separuh kasus PMS yaitu dengan umur dibawah 25 tahun. Pencegahan penyakit menular seksual dilakukan dengan memberikan penyuluhan (edukasi) tentang risiko penyakit menular seksual. Media yang digunakan untuk melakukan pendidikan kesehatan yang efektif yaitu media audiovisual.Tujuan: Untuk menganalisa intervensi pemberian pendidikan kesehatan penyakit menular seksual dengan media audiovisual terhadap tingkat pengetahuan remajaMetode: Studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan dan responden yang berpartisipasi pada studi kasus ini 10 responden sesuai kriteria inklusi. Instrument yang digunakan antara lain kuesioner tingkat pengetahuan penyakit menular seksual, standar operasional prosedur, lembar observasi pre dan post-test, media audiovisual. Studi kasus ini dilaksanakan di RW 05 Kelurahan Gedanganak, wilayah kerja Puskesmas Leyangan dari Mei-Juni 2022. Masing-masing responden diberikan tindakan sebanyak 3 kali dalam 6 hari.Hasil asuhan keperawatan: Hasil studi kasus ini menunjukkan bahwa seluruh responden mengalami defisit pengetahuan. Setelah diberikan tindakan terjadi perubahan tingkat pengetahuan dari kategori kurang dan cukup menjadi baik.Diskusi: Hasil studi kasus ini dapat meningkatkan tingkat pengetahuan remaja tentang penyakit menular seksual dengan diberikan pendidikan kesehatan dengan media audiovisual dan responden mengatakan lebih mudah memahami materi. Hal ini disebabkan karena media audiovisual menggunakan dua jenis media yaitu auditif dan visual jadi dapat merangsang indra pendengaran dan penglihatan secara bersamaan.Rekomendasi: Bagi tenaga kesehatan perlu meningkatkan pendidikan kesehatan penyakit menular seksual dengan media audiovisual sebagai pencegahan meningkatnya penyakit menular seksual pada remaja dan dapat dijadikan bahan bacaan untuk menambah wawasan.Kata kunci: penyakit menular seksual, pendidikan kesehatan, audiovisual, tingkat pendidikan, remaja

    ANALISA ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN PRE OPERASI DENGAN ANSIETAS MELALUI HIPNOSIS LIMA JARI DI RSUD TIDAR

    No full text
    Latar Belakang: Pasien adalah orang yang memiliki kelemahan fisik atau mental menyerahkan pengawasan dan perawatannya, menerima dan mengikuti pengobatan yang ditetapkan oleh tenaga kesehatan. Pasien rentan mengalami ansietas saat di rawat di rumah sakit. Faktor pemicu ansietas sangat beragam, salah satunya prosedur pembedahan yang harus dijalani oleh pasien. Oleh karena itu perlunya intervensi untuk mengatasi ansietas pasien pre operasi tersebut. Terapi hypnosis lima jari menjadi alternative terapi komplementer yang diharapkan dapat menurunkan ansietas pada pasien pre operasi. Tujuan : Memaparkan asuhan keperawatan pada pasien pre operasi dengan masalah ansietas melalui hipnosis lima jariMetode Penelitian : Desain penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dalam bentuk studi kasus untuk mengetahui masalah asuhan keperawatan pada pasien pre operasi yang memiliki ansietas di RSUD Tidar Kota Magelang dengan pendekatan asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasiHasil : Pada hasil pre dan post pemberian terapi hypnosis lima jari kemudian diukur dengan menggunakan kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) didapatkan penurunan skor ansietas pada ketiga pasien. Hal ini menunjukkan terapi hypnosis lima jari berpengaruh terhadap penurunan ansietas pada pada pasien pre operasi.Kata Kunci : Pasien, Pasien Pre Operasi, Pre Operasi, Ansietas, Hipnosis Lima Jar

    IMPLEMENTASI SENAM AEROBIK UNTUK MENURUNKAN KADAR GLUKOSA DARAH PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DALAM KONTEKS ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANJARHARJO KABUPATEN BREBES

    No full text
    Latar belakang: Diabetes Melitus yaitu penyakit dengan gangguan metabolik yang terjadi disebabkan pankreas tidak mampu memenuhi kebutuhan insulin untuk tubuh atau penggunaan insulin yang dihasilkan tidak digunakan secara optimal oleh tubuh. Diabetes melitus memiliki tanda gejala ketidakstabilan kadar glukosa darah meningkatkan terjadinya komplikasi. Penatalaksanaan diabetes melitus bertujuan untuk menstabilkan kadar glukosa darah dengan kegiatan aktivitas fisik yaitu latihan senam aerobik. Senam aerobik akan lebih efektif dilakukan minimal 3 kali dalam seminggu dengan waktu latihan sekitar 150 menit/minggu. Tujuan: Karya tulis ini bertujuan menggambarkan asuhan keperawatan keluarga pada penderita diabetes melitus tipe 2. Metode: Metode yang digunakan dalam pengambilan kasus yaitu metride deskriptif dengan pendekatan studi kasus dan menggunkan proses pendekatan kleperawatan. Sampling yang digunakan dengan 2 keluarga, Studi kasus ini melakukan pengukuran gula darah sebelum dan setelah melakukan senam aerobik. Pengukuran menggunakan glukose test. Hasil: Setelah dilakukan intervensi dan implementasi selama 3x pertemuan didapatkan hasil responden mampu menstabilkan kadar glukosa darahnya

    ANALISA ASUHAN KEPERAWATAN PADA LANSIA DENGAN GANGGUAN FUNGSI KOGNITIF DI DESA KEBUMEN KECAMATAN BANYUBIRU KABUOATEN SEMARANG

    No full text
    Latar Belakang: Lansia dalam kehidupan sehari-harinya semakin lama semakin terasa keterbatasannya, sehingga banyak hal harus diperhatikan terutama terkait kebutuhan dasar maupun fungsi kognitif. Tercatat dalam dokumen WHO bahwa penurunan fungsi kognitif lansia mencapai kurang lebih 121 juta dengan persentase laki-laki 5,8% dan wanita 9,5%. Salah satu yang sering terjadi pada lansia yaitu adanya penurunan fungsi kognitif yang ditunjukkan dengan gangguan daya ingat. Sebanyak 30% gangguan daya ingat terjadi pada rentang usia 50-59 tahun, 35%-39% terjadi pada usia lebih dari 65 tahun dan 85% terjadi pada usia di atas 80 tahun. Begitu juga yang terjadi dalam beberapa kasus di Desa Kebumen Kecamatan Banyubiru Kabupaten Semarang dari 5 lansia yang diwawancara terdapat 3 lansia yang mengalami penurunan fungsi kognitif secara signifikan, dan membutuhkan terapi khusus agar tidak fatal dalam penurunannya.Tujuan: Untuk menjelaskan asuhan keperawatan dengan pemberian terapi senam otak (brain gym) pada lansia dengan gangguan fungsi kognitif di Desa Kebumen, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang.Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif. Studi kasus dilakukan dengan pendekatan proses keperawatan (nursing proccess) pada 3 responden. Instrumen yang digunakan yaitu Mini Mental State Examination (MMSE), format asuhan keperawatan, dan Standar Operasional Prosedur (SOP) senam otak (brain gym).Hasil Asuhan Keperawatan: Pengkajian yang dilakukan pada ketiga responden menunjukkan adanya gangguan fungsi kognitif dan setelah diberikan penerapan senam otak (brain gym) terjadi peningkatan fungsi kognitif.Kesimpulan: Penerapan senam otak (brain gym) efektif untuk meningkatkan fungsi kognitif pada lansia

    ANALISA ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PASIEN STROKE DENGAN MASALAH KETEGANGAN PERAN PEMBERI ASUHAN DI PURBALINGGA

    No full text
    Latar Belakang : Stroke merupakan penyakit pada otak berupa gangguan fungsi saraf lokal dan global yang muncul mendadak, progresif, dan cepat. Sebagian besar pasien stroke mengalami kelemahan pada salah satu sisi tubuhnya atau hemiparese (Scbachter and Cramer, 2013). Perawatan pasien stroke dimulai sejak dalam perawatan rumah sakit hingga pascarawat. Keluarga harus memahami dan memiliki kemampuan dalam melaksanakan fungsi pemberi perawatan kesehatan terhadap anggotanya yang sakit (Friedman et all, 2010). Keluarga atau pengasuhnya merupakan kunci utama dalam perawatan pasien pasca-stroke (Pitthayapong et al, 2017).Tujuan : Tujuan dari karya ilmiah ini adalah memberikan asuhan keperawatan keluarga dengan pendidikan kesehtan pada caregiver pasien stroke dengan masalah ketegangan peran pemberi asuhanMetode : Dengan menggunakan pendekatan deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan jumlah sampel 2 keluarga stroke dengan masalah ketegangan peran pemberi asuhan, instrument yang digunakan merupakan kuesioner, penerapan tindakan yang dilakukan adalah Pendidikan Kesehatan selama kurang lebih 45 menit dalam waktu 5 hari dengan 3 kali pertemuan.Hasil asuhan keperawatan : Menunjukkan bahwa masalah ketegangan peran pemberi asuhan dengan interfensi edukasi kesehtaan dan dukungan perencanaan perawatan menunjukan hasil yang signifikan. Pada kedua keluarga terjadi peningkatan untuk tingkat pengetahuan perawatan pasien stroke dirumah tetapi untuk kemamapuan dan kualitas perawtan pada kedua keluarga berbeda hal ini dipengaruhi oleh banyak fakorDiskusi : Penerapan pendidikan kesehatan untuk meningkatkan tingkat pengetahuan dan keterampilan keluarga dalam perawatan pasien stroke di rumah. Sejalan dengan penelitian sebelumnya diperoleh nilai p = 0,000. Berdasarkan uji statistik tersebut diketahui bahwa nilai p < (0,05), maka dapat disimpulkan hipotesis nol (Ho) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima, artinya terdapat pengaruh kesehatan edukasi tentang perawatan pasien stroke di rumah pada tingkat pengetahuan keluarga. (Bakri, A., Irwandy, F., & Linggi, E. B. 2020)Rekomendasi : Hasil dari penelitian edukasi kesehtan terhadap tingkat pengetahuan dan ketrampilan perawatan pasien stroke dirumah didapatkan hasil terjadi peningkatan. Sehingga edukasi kesehtan dapat digunakansebagai intervensi guna untuk meningkatkan tingkat pengetahuan dan ketrampilan perawatan pasien stroke dirumah

    TINJAUAN ASPEK KEAMANAN DAN KERAHASIAAN REKAM MEDIS DI KLINIK PRATAMA RAWAT INAP PMI KABUPATEN CILACAP

    No full text
    Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang telah dilakukan diperoleh informasi rekam medis disimpan di tempat administrasi klinik dan belum ada ruangan tersendiri untuk berkas rekam medis dapat menimbulkan keamanan dan kerahasiaan rekam medis menjadi kurang terjaga dan belum adanya tulisan larangan masuk selain petugas di Klinik Pratama Rawat Inap PMI Kabupaten Cilacap belum memiliki alat pengukur suhu ruangan. Klinik Pratama Rawat Inap PMI Kabupaten Cilacap sistem keamanan dan kerahasiaan rekam medis belum berjalan dengan baik dan benar. Tujuan penelitian ini adalah memperoleh gambaran tentang keamanan dan kerahasiaan rekam medis.Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek yang digunakan peneliti yaitu kepala klinik, kepala rekam medis dan 1 staf rekam medis. Metode penelitian yang digunakan adalah wawancara dan observasi.Hasil penelitian ini mengungkap Keamanan dan Kerahasiaan Rekam Medis di Klinik Pratama Rawat Inap PMI Kabupaten Cilacap dari staf maupun kepala rekam medis menganggap bahwa keadaan keamanan dan kerahasiaan rekam medis sudah baik, namun meraka menyadari masih melakukan perlubangan rekam medis, ruangan rekam medis belum terpisah dari ruangan administrasi lainnya, belum dilengkapi kamera pengawas (CCTV) di dalam ruangan, belum terpasangnya tulisan selain petugas dilarang masuk di pintu ruangan, belum mempunyai alat pengukur suhu ruangan (termohigrometer)

    PENERAPAN TERAPI MUSIK KLASIK PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISA DENGAN ANSIETAS DI RSUP DR. KARIADI SEMARANG

    No full text
    Latar Belakang: Penderita gagal ginjal kronik yang akan atau sedang melakukan hemodialiasa sering mengalami ansietas karena membutuhkan hemodialisis jangka panjang sering mengalami kekhawatiran tentang gejala dan penyakit yang tidak dapat diprediksi. Upaya komprehensif dan kolaboratif diperlukan untuk menurunkan tingkat ansietas, salah satunya adalah dengan cara memberikan terapi musik klasik.Tujuan: Menganalisis pengaruh penerapan terapi musik klasik pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa dengan kecemasan.Metode: Desain studi kasus berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Jumlah responden 3 pasien, observasi menggunakan instrumen pengukuran tingkat ansietas SAI-Y. Intervensi dilakukan 30 menit selama 3 kali HD.Hasil Asuhan Keperawatan: Didapatkan ketiga klien dengan kisaran usia 30-50 tahun, sebagian besar berjenis kelamin perempuan dan pendidikan terakhir SD dan SMP. 2 dari 3 klien mengalami ansietas sedang dan 1 klien mengalami ansietas ringan, dan ketiga klien melaporkan adanya perasaan khawatit, tampak gelisah dan tegang. Setelah dilakukan intervensi terapi musik klasik, 1 klien tidak mengalami cemas dan 2 klien mengalami ansietas ringan. ketiga klien tidak melaporkan adanya perasaan khawatit, tidak tampak gelisah dan tidak tegang.Rekomendasi: Dalam studi kasus ini penerapan terapi musik klasik efektif dalam menurunkan tingkat ansietas pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa. Diharapkan dengan dilakukannya studi kasus ini mampu menambah wawasan, referensi, dan inovasi tindakan pada klien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa dengan ansietas

    PENGELOLAAN NYERI AKUT PADA KLIEN POST PARTUM SECTIO CAESAREA (SC)

    No full text
    Latar Belakang : Nyeri akut pada klien post partum sectio caesarea dapat memberikan efek yang menyebabkan mobilisasi klien terbatas, Activity of Daily Living ( ADL) terhambat, bonding attachment serta Inisiasi Menyusui Dini (IMD) tidak terpenuhi karena adanya kenaikan intensitas nyeri apabila klien banyak bergerak. Kondisi tersebut menyebabkan respon ibu terhadap bayi berkurang, sehingga ASI tidak dapat diberikan secara maksimal. Penatalaksanaan nyeri secara non farmakologi dapat menggunakan terapi pemberian aromaterapi lavender.Metoda : Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan model studi kasus, subjek penelitian yaitu 2 klien post partum sectio caesareaHasil : Hasil penelitian ini membuktikan bahwa masalah nyeri akut teratasi sebagian dengan indikator evaluasi mampu mengenali nyeri terjadi, melaporkan nyeri, menggambarkan faktor penyebab, dan mampu menerapkan tindakan pencegahan nyeri.Simpulan : Simpulan karya tulis ini membuktikan bahwa pemberian aromaterapi lavender dapat menurunkan skala nyeri post sectio caesarea

    ASUHAN KEPERAWATAN KESIAPAN MENINGKATKAN PERAWATAN DIRI TOILET TRAINING PADA ANAK USIA TODDLER

    No full text
    Latar Belakang: Anak usia toddler merupakan periode keemasan atau the golden age. Masa paling penting dari tumbuh kembang anak dimana anak akan mencari, mempelajari, dan memperoleh konsep dasar yang mempengaruhi perkembangan anak selanjutnya. Pada usia toddler anak berada pada fase anal dimana toilet training mulai diajarkan pada anak. Akan tetapi 75 juta anak di Indonesia masih mengompol. Kegagalan dari toilet training tersebut diakibatkan karena beberapa faktor ekstern dan faktor intern dari anak itu sendiri dan lingkungannya. Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu untuk mengetahui kesiapan san anak dalam melakukan toilet training di usianya. Metode: Metode penelitian ini menggunakan studi literatur serta penelitian kualitatif dengan kasus pendekatan proses keperawatan kepada 2 responden. Subjek dalam penelitian ini adalah anak berusia toddler beserta dengan orangtua atau pengasuhnya. Hasil: Adapun hasilnya yaitu dari pengkajian dua responden yaitu klien belum berhasil dalam melakukan toilet training. Diagnosa keperawatan yang diperoleh yaitu kesiapan meningkatkan perawatan diri berhubungan dengan fase toilet training anak usia toddler. Rencana asuhan keperawatan yang akan dilaksanakan yaitu selama 4 kali kunjungan. Dari hasil evaluasi asuhan keperawatan sebagian masalah kesiapan meningkatkan perawatan diri teratasi.Simpulan: Terdapat hubungan antara kesiapan anak dalam meningkatkan perawatan diri toilet training dengan keberhasilan anak melalui fase anal (toilet training) di usia toddler

    4

    full texts

    28,611

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    repository.poltekkes-smg.ac.id
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇