28611 research outputs found
Sort by
IDENTIFIKASI SOIL TRANSMITTED HELMINTH (STH) PADA PETANI PADI DI DESA KALISIDI KECAMATAN UNGARAN BARAT
Soil Transmitted Helminth adalah cacing golongan nematoda yang menyebabkan infeksi pada manusia melalui telur atau larva yang siklus hidupnya memerlukan tanah untuk berkembang menjadi bentuk infektif.. Indonesia merupakan negara berkembang dengan banyaknya masyarakat terinfeksi kecacingan yang dapat menurunkan kondisi kesehatan, gizi, kecerdasan dan produktifitas penderitanya, sehingga secara ekonomi banyak menyebabkan kerugian. Kasus infeksi kecacingan tinggi ditemukan pada penduduk yang tinggal di wilayah perdesaan dengan mata pencaharian sebagai petani. Infeksi kecacingan pada petani berkisar lebih dari 70% dikarenakan aktivitas para petani seringkali berhubungan langsung dengan tanah seperti mencangkul, menanam, memupuk dan memanen hasil. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi Soil Transmitted Helminth (STH) pada petani di Desa Kalisidi Kecamatan Ungaran Barat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian observasional dengan jenis penelitian deskriptif melalui pendekatan cross sectional. Hasil penelitian menunjukan dari 36 petani di Desa Kalisidi sebanyak 33 petani (91,7%) tidak terinfeksi telur Soil Transmitted Helminth (STH) dan 3 petani (8,3%) terinfeksi telur Soil Transmitted Helminth (STH) dengan ditemukan 1 jenis telur Ascaris lumbricoides dan 2 jenis telur cacing tambang pada sampel feses dengan menggunakan metode flotasi. Soil Transmitted Helminth (STH) ditemukan pada 3 petani di Desa Kalisidi dengan jenis telur cacing tambang dan Ascaris lumbricoides
PENGARUH PROGRESSIVE MUSCLE RELAXTION (PMR) TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GAYAMSARI
Latar Belakang : Bertambahnya usia mengakibatkan penyakit bermunculan, termasuk hipertensi. Hipertensi atau tekanan darah tinggi dapat meyerang siapa saja, terutama pada usia lanjut karena adanya perubahan elastisitas dinding arteri, sehingga jantung memompa lebih keras. Diperlukan penatalaksanaan hipertensi untuk menghindari komplikasi yaitu dengan terapi Progressive Muscle Relaxtion yang bertujuan untuk menurunkan tekanan darah dengan cara berkonsentrasi, dan mengatur posisi nyaman rileks. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi Progressive Muscle Relaxtion (PMR) terhadap hipertensi pada lansia.Metode : Desain penelitian quasi experiment dengan menggunakan teknik pretest-posttest with control group design. Sample 42 responden. Variabel independen adalah usia, dan jenis kelamin. Variabel dependen adalah tekanan darah. Data diperoleh dari wawancara, observasi dan pengukuran secara langsung dengan responden. Tekanan darah diukur 2 kali pada hari pertama dan hari ketujuh menggunakan spygnomanometer yang sudah diuji.Hasil : Hasil analisis menunjukan ada pengaruh yang signifikan antara hipertensi dengan terapi Progressive Muscle Relaxtion (PMR), setelah diberikan intervensi selama 7 kali pertemuan terjadi penurunan tekanan darah sistolik 20,95 dan tekanan darah diastolik 6,62. dengan nilai (p value 0,00 < 0,05).Kesimpulan : Teknik Progressive Muscle Relaxtion (PMR) atau relaksasi otot progresif berpengaruh dalam menurunkan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi
KADAR GLUKOSA DARAH TOTAL METODE GOD-PAP (GLUCOSE OXIDASE PARA AMINO PHENAZONE) DENGAN SAMPEL PLASMA EDTA (ETHYLENE DIAMINE TETRA-ACETIC ACID) YANG DITUNDA PEMERIKSAAN DAN BEDA SUHU PENYIMPANAN
Latar belakang: Glukosa darah merupakan parameter yang digunakan untuk mengetahui penyakit Diabetes Mellitus (DM). Jumlah kadar glukosa dari pemeriksaan glukosa darah sewaktu yang menunjukkan jumlah nilai ?140 mg/dl atau glukosa darah puasa menunjukan nilai >120 mg/dl ditetapkan sebagai diagnosis Diabetes Mellitus.Pemeriksaan glukosa darah dapat menggunakan sampel seperti serum, plasma EDTA (Ethylene Diamine Tetra-acetic Acid) dan plasma Heparin. Pengukuran glukosa darah dengan spektrofotometer menggunakan prinsip enzimatik yaitu perubahan enzimatik glukosa menjadi produk dihitung berdasarkan reaksi perubahan warna (kolorimetri) sebagai reaksi akhir dari serangkaian reaksi kimia. Pemeriksaan sampel dilakukan dengan menggunakan metode GOD-PAP (Glucose Oksidase Para Amino Phenazone)Tujuan penelitian: Untuk mengetahui dan mendeskripsikan gambaran hasil kadar glukosa darah yang ditunda waktu pemeriksaannya dan suhu ruang penyimpanan sampel pada plasma EDTA Ethylene Diamine Tetra-acetic Acid) dengan metode GOD-PAP (Glucose Oksidase Para Amino Phenazone).Metode penelitian: Merupakan penelitian non-eksperimental dengan kriteria penelitian deskriptif menggunakan desain penelitian Cross-SectionalHasil penelitian: Kadar glukosa darah langsung diperiksa pada sampel plasma EDTA yang dilakukan pemeriksaan menggunakan metode GOD-PAP didapatkan sebanyak 25% responden memiliki kadar glukosa darah tinggi (>115 mg/dL), 12,5% responden memiliki kadar glukosa darah normal (70-115 mg/dL) dan 12,5% responden memiliki kadar glukosa darah yang rendah
HUBUNGAN KADAR TIMBAL DENGAN HEMOGLOBIN DALAM DARAH PADA RELAWAN PENGATUR LALU LINTAS DI KECAMATAN PEDURUNGAN KOTA SEMARANG
HUBUNGAN TEKANAN DARAH DENGAN KADAR C-REACTIVE PROTEIN (CRP) PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 PESERTA PROGRAM PENGELOLAAN PENYAKIT KRONIS (PROLANIS) DI PUSKESMAS KEDUNGMUNDU
Latar Belakang: Diabetes Melitus Tipe 2 dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah. Hipertensi pada penderita DM tipe 2 berhubungan dengan inflamasi kronik pada endotel yang dapat menyebabkan peningkatan produksi C-Reactive Protein. Tujuan: Mengetahui hubungan antara tekanan darah dengan kadar C-Reactive Protein (CRP) pada penderita Diabetes Melitus tipe 2 peserta program pengelolaan penyakit kronis (Prolanis) di Puskesmas Kedungmundu. Metode: Metode penelitian ini adalah korelasional dengan rancangan penelitian cross sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah responden adalah 19 penderita DM tipe 2. Dilakukan pemeriksaan tekanan darah dan CRP, dianalisis dengan uji normalitas Saphiro-Wilk dan uji korelasi Spearman Rank. Hasil: Rerata tekanan darah sistolik dan diastolik pada penderita DM tipe 2 yaitu 131,16 mmHg dan 86,74 mmHg. Rerata kadar CRP pada penderita DM tipe 2 kategori normotensi yaitu 0,60 mg/L, prehipertensi yaitu 2,38 mg/L, hipertensi derajat I yaitu 3,21 mg/L, dan hipertensi derajat II yaitu 2,3 mg/L. Hasil uji korelasi tekanan darah dengan kadar CRP yaitu terdapat hubungan antara kadar C-Reactive Protein dengan tekanan darah sistolik ( r = 0,621, p = 0,005) dan tekanan darah diastolik ( r = 0,575, p = 0,010). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara tekanan darah dengan kadar C-Reactive Protein pada penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Prolanis Puskesmas Kedungmundu
ASUHAN KEPERAWATAN NYERI PADA IBU POST PARTUM SPONTAN PERVAGINAM HARI PERTAMA DI RSUD RAA SOEWONDO PATI
PERBEDAAN HASIL PEMERIKSAAN RHEUMATOID FACTOR PADA LANSIA YANG TERDIAGNOSIS PENYAKIT RHEUMATOID ARTHRITIS
Rheumatoid Arthritis merupakan salah satu penyakit umum dialami lansia. Rheumatoid Arthritis mempunyai autoantibodi yang dikenal dengan nama Rheumatoid Factor dalam serumnya dan menunjukkan RF positif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil pemeriksaan Rheumatoid Factor pada lansia yang terdiagnosa penyakit Rheumatoid Arthritis. Metode yang digunakan observasional analitik dengan pendekatan case study. Hasil pemeriksaan Rheumatoid Factor dengan hasil positif terbanyak berjumlah 15 pasien (60%) terdapat dikategori lansia middle age atau 45-54 tahun. Sedangkan kategori lansia elderly berjumlah 7 pasien (28%), dan kategori lansia young old berjumlah 8 pasien (32%). Hasil negatif pada kategori lansia middle age berjumlah 10 pasien (40%), kategori lansia elderly berjumlah 18 pasien (72%), dan kategori lansia young old berjumlah 17 pasien (68%). Uji Kruskal-Wallis menunjukkan ada perbedaan signifikan (
PENGARUH LAMA PENYIMPANAN SERUM TERHADAP TITER WIDAL SLIDE DAN TABUNG PADA PENDERITA DEMAM TIFOID
Latar Belakang: Demam tifoid disebabkan oleh Salmonella enterica serotype typhi dan paratyphi. Demam tifoid yang disebabkan bakteri serotype typhi menyebabkan gejala lebih berat dibandingkan serotype lain. Pemeriksaan widal terbagi menjadi dua metode yaitu slide dan tabung. Pemeriksaan ini sensitif terhadap kondisi spesimen uji, reagensia, serta teknik pembacaan. Spesimen yang tidak langsung dilakukan pemeriksaan oleh karena terjadinya kerusakan teknis laboratorium harus disimpan dalam suhu tertentu. Penyimpanan terlalu lama dapat mengakibatkan protein dalam antibodi serum rusak yang dapat mempengaruhi nilai titer widal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui adakah pengaruh lama penyimpanan serum (0, 2, 3, dan 4 hari) terhadap titer pemeriksaan widal slide dan tabung.Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan quasi eksperimental berupa time series. Hasil: Uji statistik kruskal-wallis menunjukkan nilai sig. sebesar 0,084 >? (0,05) pada aglutinin O metode slide, sig. 0,077 >? (0,05) pada aglutinin O metode tabung, sig. 0,075 >? (0,05) pada aglutinin H metode slide, dan sig. 0,125 >? (0,05) pada aglutinin H metode tabung.Kesimpulan: Tidak ada pengaruh lama penyimpanan serum (0, 2, 3, 4 hari) terhadap nilai titer widal slide dan tabung.Kata Kunci : Serum, Lama penyimpanan, Titer wida
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL MENGENAI VAKSIN COVID-19 TERHADAP PERILAKU TERBUKA MELAKUKAN VAKSINASI COVID-19 DI KECAMATAN GENUK KOTA SEMARANG
Latar Belakang: Selama Januari 2020 hingga November 2021 tercatat 4,246,174 penduduk Indonesia terinfeksi covid-19 disertai angka kematian sebesar 143,481 dan 20% diantaranya adalah wanita hamil. Menanggapi hal tersebut, pemerintah RI bersama kemenkes RI menganjuran untuk ibu hamil agar melakukan vaksinasi covid-19. Salah satu faktor yang dibutuhkan untuk mendorong perubahan perilaku seseorang adalah pengetahuan. Lewat pengetahuan, seseorang dapat merubah perilaku ke arah yang lebih positif.Tujuan: Mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu hamil tentang vaksin covid-19 terhadap perilaku mereka melaksanakan vaksinasi covid-19.Metode: Desain penelitian deskriptif korelasional dengan metode cross sectional. Sampel penelitian adalah ibu hamil usia 13 sampai 33 minggu, berdomisili di wilayah kerja puskesmas Genuk sebanyak 56 orang dengan metode sampling cluster random sampling. Data dianalisa menggunakan metode fisher exact test.Hasil: Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan terhadap perilaku melakukan vaksinasi dengan p-value = 0,006 lebih kecil dibanding taraf alpha = 0,05. Ha dalam penelitian diterima. Kesimpulan: Ditemukan hubungan mengenai pengetahuan terhadap perilaku melakukan vaksinasi covid-19 pada ibu hamil di puskesmas Genuk, kota Semaran