Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang

repository.poltekkes-smg.ac.id
Not a member yet
    28611 research outputs found

    GAMBARAN KECEMASAN ORANGTUA TERHADAP DAMPAK NEGATIF GADGET PADA ANAK USIA 6-12 TAHUN

    No full text
    Gadget merupakan salah satu perangkat teknologi informasi yang sedang berkembang. Kecanggihan gadget membuat anak terlena dengan fitur-fitur yang tersedia didalamnya. Terlebih penggunaan gadget dikalangan anak-anak saat ini semakin memprihatinkan. Anak akan menjadi lebih sering menggunakan gadget untuk bermain game daripada untuk belajar atau bermain diluar rumah dengan teman seusianya, karena ketika sudah menggunakan gadget anak sering lupa waktu. Hal tersebut menimbulkan kecemasan pada orangtua

    ASUHAN KEPERAWATAN KESIAPAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA IBU HAMIL PRIMIPARA TRIMESTER III DI MASA PANDEMI COVID-19 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SEKARAN

    No full text
    Latar Belakang : ASI sebaiknya segera diberikan kepada bayi sejak lahir sampai dengan usia 6 bulan tanpa pemberian makanan tambahan apapun, hal ini disebut dengan istilah ASI Eksklusif. Kegiatan promosi pemberian ASI eksklusif sejak dini kepada ibu hamil, terutama ibu hamil trimester ketiga, bertujuan agar ibu lebih siap memberikan ASI sedini mungkin. Faktor yang berhubungan dengan keberhasilan ASI eksklusif diantaranya ibu percaya dan tidak khawatir pada diri sendiri terhadap kecukupan ASI pada bayinya. Selain itu ibu mengetahui pengetahuan yang baik bagaimana teknik menyusui, perawatan payudara dengan benar dan adanya dukungan serta motivasi dari berbagai pihak dalam membantu keberhasilan ASI eksklusif pada bayinya.Tujuan : Menggambarkan asuhan keperawatan kesiapan pemberian ASI pada ibu hamil primipara trimester 3 dengan manajemen laktasiMetode: Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan membandingkan hasil asuhan keperawatan yang dilakukan pada dua klien ibu hamil primipara trimester 3 menggunakan tindakan manajemen laktasiHasil: Setelah dilakukan asuhan keperawatan 3 kali kunjungan terjadi peningkatan kesiapan pemberian ASI eksklusif pada ibu hamil primipara trimester 3 Kesimpulan: Peningkatan kesiapan menyusui pada ibu hamil perlu dilakukan semenjak trimester 3 sehingga saat bayi lahir ibu dapat menyusui dan memenuhi kebutuhan bayi dengan baikSaran: Praktisi keperawatan untuk kedepan dapat memberikan edukasi mengenai pentingnya pemberian ASI eksklusif serta cara meningkatkan produksi ASI pada sejak trimester 3 agar target pemberian ASI eksklusif sebesar 80% dapat tercapai.Kata kunci: Kesiapan pemberian ASI eksklusif, manajemen laktasi, ibu hamil primipara trimester

    HUBUNGAN POLA MAKAN DAN AKTIVITAS FISIK TERHADAP KEJADIAN OBESITAS PADA ANAK USIA 9-12 TAHUN DI SD NEGERI 3 KLATEN

    No full text
    Latar Belakang : Obesitas telah menjadi masalah epidemic di seluruh dunia. Anak-anak dan remaja yang obesitas lebih berisiko mengalami masalah kesehatan, dan cenderung menjadi orang dewasa gemuk. Prevalensi kelebihan berat badan dan obesitas pada anak dan remaja berusia 5-19 tahun telah meningkat secara drastis dari hanya 4% pada tahun 1975 menjadi lebih dari 18% pada tahun 2016. Beberapa faktor yang berhubungan dengan obesitas pada anak diantaranya aktivitas fisik dan pola makan.Tujuan : Untuk mengetahui hubungan pola makan dan aktivitas fisik terhadap kejadian obesitas pada anak usia 9-12 tahun.Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan desain penelitian case control. Sampel pada penelitian ini berjumlah 88 responden dengan 44 anak dengan obesitas sebagai kelompok kasus dan 44 anak dengan berat badan normal sebagai kelompok kontrol. Teknik pengambilan sampel dengan cara purposive sampling. Data yang terkumpul dianalisis dengan Chi-Square dengan nilai p?0,05 dan regresi logistic biner dengan nilai

    STUDI RETROSPEKTIF : PENGARUH POSISI PRONASITERHADAP TINGKAT SATURASI OKSIGEN PADA PASIENCOVID-19 YANG MENGALAMI SESAK NAPASDI RSI SULTAN AGUNG SEMARANG

    No full text
    AbstrakLatar belakang : COVID-19 merupakan penyakit menular yang diakibatkan olehSARS Cov-2 yang dapat menyebabkan gangguan berat sesak napas ditandaipenurunan saturasi oksigen yang berdampak pada aspek biologis sepertihipoksemia hingga perawatan di ICU dan secara psiokologis menyebabkankecemasan. Melonjaknya kasus COVID-19 pada Juli 2021 di Indonesia,menyebabkan banyak tempat pelayanan kesehatan kekurangan suplai oksigenkarena tingginya penggunaan bantuan oksigenasi untuk pasien. Perawatan suportifdan rehabilitatif pasien COVID-19 yang sesak napas dapat diberikan posisipronasi untuk mengurangi sesak napas karena meningkatkan ventilasi perfusidaerah dorsal paru sehingga saturasi oksigen dalam tubuh meningkat.Tujuan : Menguji pengaruh posisi pronasi terhadap tingkat saturasi oksigenpasien COVID-19 yang sesak napas.Metode : Metode penelitian retrospektif studi dokumentasi dengan jumlahresponden 17 menggunakan uji T-test dependen.Hasil : Mean usia 51 tahun dengan SD 10,24 dan hasil uji T-test dependendidapatkan selisih mean 3,47 dengan nilai pre 91,82 dan post intervensi 95,29.Kesimpulan : Terdapat pengaruh yang signifikan terhadap saturasi oksigenpasien COVID-19 yang mengalami sesak napas ditunjukan dengan p value 0.00

    PENGARUH ABDOMINAL EXERCISE TERHADAP PERUBAHAN DIASTASIS RECTUS ABDOMINIS PADA IBU NIFAS

    No full text
    The condition of rectus abdominis muscle separation can occur in 30% to 70% of pregnant women and the possibility of diastasis rectus abdominis (DRA) persists after pregnancy in 35% to 60% of women. The state of diastasis rectus abdominis (DRA) can be a problem in the abdominal muscles after childbirth in the form of psychological problems, cosmetic disorders and physical problems such as back pain, protrusion of the abdominal wall, weakness in the abdominal wall and decreased strength of the abdominal muscles. The purpose of this study was to determine the effect of abdominal exercise on changes in diastasis rectus abdominis in postpartum women. This study uses a quasi-experimental method (quasy experiment). This study used 38 postpartum mothers who met the inclusion criteria. The results showed that there was an effect of the intervention given with abdominal exercise from the results of the paired T-test because the data were normally distributed with a p value of 0.000 and a significance value of < 0.05, so it can be concluded that there is an effect of abdominal exercise on changes in diastasis rectus abdominis. From the results of this study, it is expected that health workers, especially midwives at the research site, can make alternative inputs for postpartum mothers to do abdominal exercises because they can reduce the size of the DR

    PROSEDUR PEMERIKSAAN MAGNETIC RESONANCE SPECTROSCOPY (MRS) KEPALA PADA KASUS TUMOR OTAK DI INSTALASI RADIOLOGI RSD K.R.M.T WONGSONEGORO SEMARANG

    No full text
    Prosedur pemeriksaan Magnetic Resonance Spectroscopy (MRS) Kepala bisa dilakukan dengan single voxel ataupun multi voxel (Durand, 2016), sedangkan di Instalasi Radiologi RSD K.R.M.T Wongsonegoro Semarang pemeriksaan Magnetic Resonance Spectroscopy (MRS) pada kasus Tumor otak menggunakan teknik multi voxel tanpa dilanjutkan teknik single voxel. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prosedur pemeriksaan, alasan, serta peranan penggunaan teknik multi voxel pada pemeriksaan MRS pada kasus Tumor otak di Instalasi Radiologi RSD K.R.M.T Wongsonegoro Semarang. Jenis penelitian adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian adalah pemeriksaan MRS Kepala dengan tiga pasien sebagai sampel. Responden penelitian yaitu tiga radiografer, satu Radiolog, dan satu dokter pengirim di RSD K.R.M.T Wongsonegoro Semarang. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara mendalam dan studi dokumentasi Data yang diperoleh diidentifikasi dengan teknik analisis data interaktif dan disajikan dalam bentuk kuotasi untuk mendapat kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan prosedur pemeriksaan MRS Kepala pada kasus Tumor otak menggunakan protocol standart MRI Kepala rutin yaitu axial T2 TSE, axial DWI, axial T2 TSE FLAIR, coronal T2 TSE, sagital T2 TSE, axial T1 SE, coronal T1 SE, axial T2 FL2D HEMO, MRA. Setelah penyuntikan kontras dibuat lagi potongan axial T1 SE, coronal T1 SE, sagital T1 SE dan Spectroscopy dengan teknik multi voxel. Pemeriksaan MRS Kepala di RSD K.R.M.T Wongsonegoro Semarang menggunakan teknik multi voxel karena menjangkau area anatomi jaringan otak yang lebih luas, untuk membantu melihat nilai metabolit yang ada di area sekitar dan di tumor itu sendiri tanpa melakukan tindakan invasif serta dapat menegakkan diagnosa dan membantu dokter dalam menentukan grade Tumor

    GAMBARAN KESESUAIAN BESAR PORSI DAN SISA NASI YANG DISAJIKAN DI RSUD PANDAN ARANG BOYOLALI

    No full text
    ABSTRAK Latar Belakang : Besar porsi makanan pokok menjadi salah satu hal yang harus diperhatikan dalam pemorsian makanan. Terkadang masih terjadi kelebihan dan kekurangan dalam pemorsian makan di Rumah Sakit karena tidak ada ukuran yang tepat baik dari alat ukur (timbangan) maupun penjamah. Besar porsi berpengaruh langsung terhadap nilai gizi yang terkandung dalam suatu makanan. Oleh sebab itu pemorsian makanan pokok harus sesuai dengan standar porsi yang telah ditentukan oleh instalasi gizi rumah sakit.Tujuan Penelitian : Mengetahui gambaran kesesuaian besar porsi dan sisa pada nasi yang disajikan di RSUD Pandan Arang Boyolali.Rancangan Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian gizi institusi dengan rancangan penelitian cross-sectional. Sampel adalah pasien kelas I, II, dan III di ruang Adas Manis dan Binahong berjumlah 43 orang yang mendapatkan makanan biasa non diet. Data kesesuaian besar porsi nasi diambil dengan cara penimbangan dan dibandingkan dengan standar porsi nasi RSUD Pandan Arang Boyolali. Data sisa makanan diambil dengan menggunakan bantuan formulir comstok skala 6 point.Hasil : Didapatkan hasil kesesuaian besar porsi kriteria kurang sebanyak 29,4% dan 20,1% dengan kriteria lebih. Presentase sisa nasi kategori banyak adalah 51,2%. Presentase besar porsi nasi tidak sesuai dengan sisa makanan banyak adalah 25%.Simpulan : Presentase besar porsi nasi tidak sesuai adalah 27,9%. Presentase sisa nasi kategori banyak adalah 51,2%. Presentase besar porsi nasi tidak sesuai dengan sisa makanan banyak adalah 25%.Kata Kunci : Nasi, Kesesuaian besar porsi, Sisa nasiDaftar Pustaka : 23 (2005-2021

    PROSEDUR PEMERIKSAAN CT SCAN ABDOMEN HEPAR SUSPECT HEPATOMA DI INSTALASI RADIOLOGI RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH

    No full text
    Diagnosa dini pasien suspect hepatoma penting untuk menentukan terapi pengobatan. CT Scan abdomen hepar adalah modalitas pencitraan untuk mendeteksi lesi secara axial,sagital,coronal. Penggunaan rekonstruksi slice thickness 1,0mm, pemberian media kontras intravena dan windowing pada pemeriksaan CT Scan abdomen hepar di RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh berbeda dengan Romans (2011) dan Schneider (2014). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosedur pemeriksaan CT Scan abdomen hepar, pemberian media kontras intravena, informasi diagnostik yang dihasilkan dari rekonstruksi slice thicknes 1,0mm dan penambahan window bone. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Responden penelitian yaitu 3 orang radiografer, 2 orang radiolog, dan 1 orang dokter pengirim. Metode pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan studi dokumen. Pengolahan dan analisis data menggunakan koding terbuka, kemudian dianalisis untuk memperoleh kesimpulan.Prosedur pemeriksaan dilakukan dengan persiapan puasa 4 jam sebelum pemeriksaan, ada hasil ureum kreatinin, mengisi inform consent dan dilakukan skin test. Scanning menggunakan protokol abdomen multiphase pre dan post kontras potongan axial 10mm. Media kontras intravena sebanyak 1,1-1,2 mL/kg berat badan pasien ditambah saline setengah dari media kontras, flowrate 2,5-3 mL/detik, delay scan fase arteri 19-21 detik, fase vena 45 detik, fase parenkim 3 menit. Rekonstruksi slice thickness 1,0 mm pada fase vena yaitu coronal, sagital dengan penambahan windowing bone.Pemberian media kontras intravena untuk melihat enhancement pada fase arteri. Rekonstruksi slice thickness 1.0mm untuk mendapatkan hasil citra coronal, sagital. Windowing bone untuk melihat apakah ada metastasis. Informasi diagnostik yang dihasilkan dapat memvisualisasikan lesi pada segmentasi lobus hepar, membedakan jenis lesi ganas atau jinak

    FORMULASI SNACK BAR TEPUNG KACANG MERAH DANTEPUNG AMPAS TAHU SEBAGAI ALTERNATIF MAKANAN SELINGAN TINGGI SERAT REMAJA OBESITAS

    No full text
    Latar Belakang : Obesitas atau lebih dikenal dengan kegemukan merupakan keadaan dimana adanya ketidakseimbangan antara energi yang dikonsumsi dan dikeluarkansehingga terjadinya penumpukan lemak. Obesitas dapat terjadi di berbagai kalangan dantingkat usia,salah satunya adalah remaja.Prevalensi obesitas anak di negara berkembangmeningkat 10% dan 20%.(Kementerian Kesehatan RI, 2018). Data Riskesda 2018didapatkan hasil laporan mengenai prevalensi status gizi berdasarkan IMT/U usia ?15tahun di Indonesia. Prevalensi obesitas di Indonesia memiliki persentase 4,8 % dankejadian obesitas remaja paling banyak terjadi di perkotaan dengan persentase 5,9%(Riskesda, 2018). Faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya obesitas adalah kurangnyaasupan serat.Tujuan : Mengetahui perbedaan formulasi produk snack bar dari tepung kacang merah dantepung ampas tahu terhadap kadar serat,karakteristik sensori dan tingkat kekerasan snackbar sebagai alternatif makanan selingan tinggi serat remaja obesitas.Metode : Jenis penelitian merupakan penelitian eksperimental dengan 3 perlakuan dan 1kontrol. Penelitian ini menguji kadar serat, karakteristik sensori dan tingkat kekerasansnack bar. Uji kadar serat dengan metode gravimetri, karakteristik sensori dengan ujideskriptif dan tingkat kekerasan menggunakan alat texture analyzer dianalisis statistikdimulai dari uji normalitas Shapiro Wilk, uji beda ANOVA, dan uji lanjut Duncan.Hasil : Formulasi terbaik yang mendekati kontrol terdapat pada formulasi 1 denganperbandingan tepung kacang merah dan ampas tahu sebesar (25:75) Pada uji karakteristiksensori formula 1 merupakan formula yang mendekati kontrol dari warna,aroma dantingkat kekerasan. Formula 2 memiliki warna mendekati formula 1 memiliki tingkatkekerasan yang hampir sama mendekati snack bar formula 1. Formula 3 memiliki kadarserat lebih tinggi dibandingkan formula 1 dan 2 tetapi memiliki nilai karakteristik sensoripada after taste dan aroma yang kuat dan kurang sehingga kurang disukai panelis. Kesimpulan : Formulasi yang direkomendasikan yaitu formula 1 dengan kadarserat, karakteristik sensori dan tingkat kekerasan mendekati kontrol. Kata Kunci : Snack bar, tepung kacang merah, tepung ampas tahu, serat,karakteristik sensori, kekeras

    PERANAN SEQUENCE SE-EPI-MRE PADA PEMERIKSAAN MAGNETIC RESONANCE ELASTOGRAPHY LIVER DALAM MENDIAGNOSIS FIBROSIS LIVER PADA PASIEN IRON OVERLOAD

    No full text
    Iron overload yang tidak diobati menyebabkan fibrosis liver, sirosis maupun hepatocelullar carcinoma. MR Elastography (MRE) menyediakan teknik non-invasif untuk mengukur kekakuan liver yang berkorelasi dengan fibrosis liver, tetapi penggunaan sequence standar GRE-MRE mengalami kegagalan teknis pada pasien dengan iron overload karena sinyal pada liver yang sangat rendah. Sequence SE-EPI-MRE memungkinkan pengukuran kekakuan liver yang mengandung iron overload. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan sequence SE-EPI-MRE pada pemeriksaan magnetic resonance elastography liver dalam mendiagnosis fibrosis liver dengan pasien iron overload.Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan literature review. Penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan dan menganalisis artikel ilmiah dari SpringerLink, ProQuest, PubMed, American Journal of Roentgenology (AJR) dan ScienceDirect, yang diterbitkan pada tahun 2011 - 2021. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan metode PRISMA dan kerangka kerja PICO untuk tahap identifikasi dan screening artikel. Artikel yang didapat kemudian diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi sehingga diperoleh 7 artikel ilmiah yang relevan. Artikel disintesis secara rinci pada elemen-elemen yang akan dianalisis dengan pendekatan literature review dalam pembahasan selanjutnya.Hasil dari penelitian ini menunjukkan peranan sequence SE-EPI-MRE dalam mendiagnosis citra fibrosis liver pada pasien dengan iron overload apabila penggunaan sequence GRE-MRE mengalami kegagalan teknis. Sequence GRE-MRE cenderung mengalami kegagalan teknis pada pasien dengan nilai R2* liver ?68 s-1. Nilai pengukuran kekakuan liver (LSM) tidak berbeda secara signifikan antara sequence GRE-MRE dan SE-EPI-MRE. Sequence SE-EPI-MRE mampu menghasilkan citra elastogram dengan kegagalan teknis lebih rendah, memiliki waktu akuisisi ?1,83 kali lebih cepat dan memungkinkan pengambilan sampel parenkim liver yang lebih luas daripada sequence GRE-MRE

    4

    full texts

    28,611

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    repository.poltekkes-smg.ac.id
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇