Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang

repository.poltekkes-smg.ac.id
Not a member yet
    28611 research outputs found

    ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA HIPERTENSI PADA TN.S DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MERTOYUDAN II KABUPATEN MAGELANG

    No full text
    Latar belakang : Hipertensi tergolong penyakit tidak menular dan didunia menjadi penyebab kematian utama seseorang secara global. Munculnya masalah kesehatan ini disebabkan rendahnya pengetahuan. Selain itu, juga dapat disebabkan karena pola makan masyarakat sering mengkonsumi makanan mengandung gula dan garam berlebihan, kegemaran makanan berkolestol, merokok, stres, serta malas bergerak atau berolahraga secara teratur. Dukungan keluarga dapat memberikan hasil yang sangat signifikan terhadap terkontrolnya tekanan darah. Sehingga untuk mencapai derajat kesehatan yang lebih tinggi, harus mau dan mampu mengubah perilaku hidup sehat. Tujuan penulisan ini untuk mendeskripsikan asuhan keperawatan keluarga Hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Mertoyudan II Kabupaten Magelang.Metoda : Asuhan keperawatan keluarga ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus (case study) dan proses pendekatan keperawatan. Pada penelitian ini melibatkan satu responden serta anggota keluarga dengan kasus penyakit Hipertensi sebagai subjek penelitian.Hasil : Setelah dilakukan asuhan keperawatan keluarga selama 3 kali pertemuan didapatkan 2 masalah keperawatan, yaitu ketidakpatuhan diit berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga merawat anggotanya yang sakit dan defisiensi pengetahuan berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga mengenal masalah kesehatan.Simpulan : Masalah keperawatan yang ditemukan teratasi dengan evaluasi keperawatan sesuai dengan yang diharapkan, meliputi pengetahuan mengenai penyakit hipertensi meningkat dan mengerti diit hipertensi yang harus dapat diterapkan dirumah

    GAMBARAN HITUNG JUMLAH JENIS LEUKOSIT PADA PASIEN ANEMIA APLASTIK RS ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG TAHUN 2021

    No full text
    Anemia aplastik (AA) adalah suatu kondisi kelainan yang dimana jumlah selularitas mengalami penurunan dan terjadi pansitopenia. Pada pemeriksaan hematologi anemia aplastik ditemukan adanya pansitopenia yaitu keadaan dimana terjadinya kekurangan eritrosit, leukosit dan trombosit. Tujuan peneitian ini mengetahui gambaran hitung jumlah jenis leukosit pada pasien anemia aplastik di RSI Sultan Agung Semarang Tahun 2021. Metode yang digunakan penelitian yaitu cross sectional yang bersifat deskriptif. Hasil yang didapatkan 10 pasien anemia aplastik di RSI Sultan Agung Semarang Tahun 2021 didominasi dengan pasien laki-laki dibanding pasien perempuan. Didapatkan 7 orang (70,0%) laki-laki dan 3 orang (30,0%) perempuan dengan rentang usia 19-71 tahun dan didominasi pada usia 40-59 tahun. Hasil analisis terhadap hasil pemeriksaan hitung jenis leukosit pada 10 pasien anemia aplastik di RS Islam Sultan Agung menunjukkan bahwa eosinofil mengalami penurunan (90,0%), sebagian pasien menunjukkan bahwa basofil normal (60,0%), sebagian pasien menunjukkan bahwa neutrofil dibawah (60,0%), kemudian sebagian pasien menunjukkan limfosit diatas normal (50,0%), dan juga sebagian pasien menunjukkan monosit normal (60,0%)

    GAMBARAN JUMLAH KOMPONEN LEUKOSIT DAN TROMBOSIT PADA PASIEN COVID-19 YANG DIRAWAT DI RSJ PROF. DR. SOEROJO MAGELANG PERIODE JUNI-JULI 2021

    No full text
    Latar Belakang : Covid-19 merupakan infeksi virus oleh virus Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2 (SARS-CoV-2), gejala umum infeksi ini, antara lain gangguan pernapasan akut seperti demam, batuk dan sesak napas. Pada kasus berat dapat menyebabkan pneumonia, sindrom pernapasan akut, gagal ginjal, dan kematian. Peningkatan jumlah kasus Covid-19 ini sangatlah cepat dan meluas maka diperlukan pemeriksaan cepat dalam diagnosis Covid-19. Standar baku emas diagnosa Covid-19 adalah RT-PCR, namun perlu ditunjang dengan pemeriksaan hematologi rutin seperti pemeriksaan hematologi hitung jenis leukosit dan pemeriksaan trombosit guna memonitoring progresifitas penyakit, serta menilai tingkat keparahan penyakit.Tujuan Penelitian : Mengetahui jumlah komponen leukosit dan jumlah trombosit pada pasien Covid-19 yang di rawat di RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang periode Juni-Juli 2021.Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif dengan pendekatan restrospektif. Pengambilan data dengan teknik purposive sampling. Data penelitian merupakan data rekam medis dari 157 pasien Covid-19 di RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang periode Juni-Juli 2021. Hasil Penelitian : Hasil penelitian diperoleh jumlah basofil normal (100%), eosinofil rendah (76%), eosinofil tinggi (1%), eosinofil normal (23%), neutrofil tinggi (59%), neutrofil normal (32%), neutrofil rendah (9%), monosit normal (82%), monosit tinggi (15%), monosit rendah (3%) dan limfosit rendah (54%), limfosit normal (36%), limfosit tinggi (10%). Jumlah trombosit normal (86%), trombositopeni (10%), trombositosis (4%).Kesimpulan : Pasien Covid-19 memiliki basofil normal, sebagian besar eosinofil rendah, neutrofil tinggi, monosit normal, limfosit rendah dan jumlah trombosit normal

    ASUHAN KEPERAWATAN NYERI AKUT PADA IBU POST PARTUM SPONTAN DI KLINIK SITI HAJAR BREBES

    No full text
    Latar Belakang : Masa Post Partum merupakan hal yang penting untuk diperhatikan karena berpengaruh dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi di Indonesia. Masalah yang sering dialami oleh ibu post partum dan menyebabkan rasa nyeri pada masa nifas salah satunya adalah luka pada daerah perineum yang terjadi pada waktu proses persalinan. Ada beberapa cara manajemen nyeri yang dapat dilakukan diantaranya adalah terapi pijat dan kompres dingin. Tujuan karya tulis ini adalah untuk menggambarkan asuhan keperawatan nyeri pada ibu post partum spontan.Metoda : Metode yang digunakan dalam memberikan asuhan keperawatan menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus dan menggunakan proses pendekatan keperawatan. Penulis menggunakan 2 klien dengan data diperoleh melalui observasi dan wawancara.Hasil : Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3x pertemuan pada kedua klien mengalami penurunan nyeri. Klien 1 mengalami penurunan nyeri dari skala 7 menjadi 3 dan klien 2 mengalami penurunan nyeri dari skala 8 menjadi 5.Simpulan : Nyeri yang dialami kedua klien mengalami penurunan setelah dilakukan asuhan keperawatan

    KADAR C-REACTIVE PROTEIN PASIEN CORONAVIRUS DISEASE-19 DENGAN KOMORBID DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH K.R.M.T. WONGSONEGORO SEMARANG

    No full text
    Latar Belakang : COVID-19 adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh SARS-CoV-2 muncul pada tahun 2019. Komorbid pada pasien COVID-9 pada umumnya adalah diabetes melitus atau hipertensi. Pada pasien COVID-19, mengalami proses inflamasi ditunjukkan bahwa terjadi penurunan kondisi yang berkaitan erat dengan disregulasi dan pelepasan sitokin diatas rata rata yang berakibat tingginya kadar CRP. Tujuan Penelitian : Mengetahui kadar C-reactive protein pada pasien COVID-19 dengan komorbid diabetes melitus atau hipertensi.Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan metode retrospektif dengan desain penelitian deskriptif Hasil Penelitian : Pasien terkonfirmasi COVID-19 komorbid dengan karakteristik pasien komorbid diabetes melitus 52% perempuan dan 48% laki-laki serta komorbid hipertensi 50% perempuan dan 50% laki-laki, sebanyak 70% mayoritas pasien berusia lebih dari 45 tahun. Hasil pemeriksaan kadar CRP pada pasien COVID-19 dengan komorbid diabetes melitus atau hipertensi 100% diatas normal yakni pada komorbid diabetes melitus dengan rata-rata kadar sebesar 120.06 mg/dL, sedangkan rata rata kadar CRP dengan komorbid hipertensi sebesar 83.32 mg/dL.Kesimpulan : Kadar CRP pada pasien COVID-19 dengan komorbid diabetes melitus lebih tinggi yakni sebesar 120.06 mg/dL daripada pasien COVID-19 dengan komorbid hipertensi sebesar 83.32 mg/dL

    ASUHAN KEPERAWATAN KETIDAKSEIMBANGAN NUTRISI KURANG DARI KEBUTUHAN TUBUH PADA PASIEN TIFOID DI RS PKU MUHAMMADIYAH TEMANGGUNG

    No full text
    ABSTRAKLatar belakang: Tifoid merupakan salah satu penyakit infeksi yang dapat mengancam nyawa yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. Penyakit tifoid masih menjadi masalah kesehatan pada daerah berkembang dan kelompok rentan seperti anak-anak sangat beresiko mengalami tifoid (WHO, 2021). Pada pasien tifoid dapat terjadi masalah ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh yang apabila semakin parah dapat menyebabkan penurunan berat badan serta kekebalan tubuh sehingga mudah terjadi proses infeksi dan dapat menimbulkan komplikasi pada usus halus serta organ tubuh lainnya (Marni, 2016, Pratama, 2018). Tujuan: Menggambarkan pengelolaan asuhan keperawatan ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh pada pasien tifoid di RS PKU Muhammadiyah Temanggung Metode: Penelitian ini dilakukan menggunakan metode deskriptif yaitu dengan pemaparan kasus dan menerapkan proses keperawatan yang terfokus pada satu kasus pasien tifoid. Hasil: Setelah dilakukan tindakan asuhan keperawatan selama 4 x 24 jam pada pasien, masalah ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh dapat teratasi dengan kriteria hasil yang telah ditetapkan. Kesimpulan: Setelah dilakukan tindakan asuhan keperawatan dengan intervensi yang sesuai dengan kondisi klien, masalah ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh mampu ditangani dengan baik

    ASUHAN KEPERAWATAN JIWA PADA KLIEN PERILAKU KEKERASAN DENGAN FOKUS STUDI TEKNIK RELAKSASI NAFAS DALAM DI RSJD DR. AMINO GONDOHUTOMO PROVINSI JAWA TENGAH

    No full text
    Latar belakang: Perilaku kekerasan merupakan suatu kondisi dimana seseorang melakukan tindakan yang bisa membahayakan secara fisik, baik pada diri sendiri maupun orang lain, ditandai dengan perilaku marah, mondar-mandir, mata melotot, tangan mengepal, badan kaku, muka memerah, dan berteriak. Salah satu upaya mengontrol perilaku kekerasan yang dilatihkan pada klien perilaku kekerasan adalah Teknik relaksasi nafas dalam. Tujuan karya tulis ini adalah Menggambarkan Hasil Asuhan Keperawatan Jiwa Pada Klien Perilaku Kekerasan dengan Fokus Studi Latihan Teknik Relaksasi Nafas Dalam di RSJD Dr. Amino Gondohutomo Provinsi Jawa Tengah.Metoda: Metode yang digunakan dalam memberikan asuhan keperawatan menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus (case study) dan menggunakan proses pendekatan keperawatan. Sampling yang digunakan meliputi 2 pasien.Hasil: Setelah dilakukan asuhan keperawatan jiwa pada klien perilaku kekerasan selama 3 hari dengan cara mengontrol marah secara fisik pertama relaksasi nafas dalam didapatkan hasil klien I dan klien II merasa rileks dan tenang. Simpulan: Hasil studi kasus asuhan keperawatan jiwa pada klien perilaku kekerasan teratasi. Tindakan teknik relaksasi nafas dalam yang dilakukan efektif dalam mengontrol perilaku kekerasan

    ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TEGALREJO KABUPATEN MAGELANG

    No full text
    Latar Belakang: Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang menjadi salah satu penyebab utama kematian prematur di dunia. Organisasi kesehatan dunia (World Health Organization/WHO) mengestimasikan saat ini prevalensi Hipertensi secara global sebesar 22% dari total penduduk dunia. Dari sejumlah penderita tersebut, hanya kurang dari seperlima yang melakukan upaya pengendalian terhadap tekanan darah yang dimiliki. Tujuan dari penulisan karya tulis ilmiah ini adalah mampu menggambarkan hasil Asuhan Keperawatan Keluarga dengan kasus Hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Kabupaten Magelang. Metoda: Penulisan karya tulis ilmiah ini menggunakan metode deskriptif, dimana penulis menentukan sifat situasi sebagaimana adanya pada waktu penelitian dilakukan. Hasil: Hasil dari penelitian ini didapatkan masalah keperawatan nyeri akut berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit dan defisiensi pengetahuan berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga mengenal masalah kesehatan. Simpulan: Pada akhir kunjungan didapatkan data perubahan pada klien dan keluarga dalam kehidupan sehari-hari. Dari hasil penyuluhan kepada klien dan keluarga telah diberikan pendidikan kesehatan mengenai cara mengurangi rasa nyeri yaitu dengan teknik relaksasi dan kompres hangat pada bagian tengkuk saat terasa nyeri. Kemudian klien dan keluarga juga mengetahui tentang definisi Hipertensi, tanda gejala, makanan yang perlu dibatasi, dan komplikasi. Selain itu klien juga diajarkan teknik non farmakologis pembuatan minuman dari daun seledri. Didapatkan data klien dan keluarga dapat memahami isi penyuluhan ditandai dengan mampu menjelaskan kembali beberapa penjelasan yang diberikan

    EFEKTIVITAS PEMBERIAN SAFFRON (CROCCUS SATIVUS) TERHADAP NYERI DISMENORE PADA REMAJA PUTRI

    No full text
    EFEKTIVITAS PEMBERIAN SAFFRON (Croccus sativus)TERHADAP NYERI DISMENORE PADA REMAJA PUTRIRahma Sabila Rusydi1, Kurniati Puji Lestari2, Elisa31Mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Keperawatan Semarang2,3Dosen Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes SemarangEmail : [email protected] Belakang : Remaja adalah periode peralihan setiap individu dari anak-anak menuju dewasa yang ditandai dengan perubahan fisik dan psikologis. Rentang umur remaja antara 10-19 tahun. Seiring tumbuh dan kembangnya fisik, pematangan seksual juga terjadi pada periode remaja. Pematangan seksual pada remaja putri ditandai dengan menstruasi. Menstruasi awal ialah menarche yang mana pada usia tersebut rentan terjadinya masalah gangguan menstruasi, salah satunya adalah dismenore. Salah satu upaya untuk mengurangi nyeri dismenore adalah pemberian saffron (Croccus sativus). Tujuan : Untuk mengetahui efektivitas pemberian saffron (Croccus sativus) terhadap nyeri dismenore pada remaja putri. Metode : Penelitian ini menggunakan jenis penelitian quasy experiment dengan rancangan penelitian pre-post test group with control. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah purposive sampling dengan jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 49 responden untuk masing-masing kelompok. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner gambaran perilaku remaja putri mengenai upaya penanganan dismenore di kelas XI SMA Negeri 2 Purbalingga Tahun 2022 yang berisi 7 item pertanyaan mengenai upaya penanganan dismenore. Hasil : Dilakukan uji analisa data menggunakan uji paired t-test pada kelompok kontrol dan kelompok intervensi didapatkan hasil yang sama dengan nilai p-value 0.00 (p-value < 0.05) yang artinya terdapat perbedaan rata-rata intensitass nyeri saat pretest dan posttest baik pada kelompok kontrol maupun kelompok intervensi. Hasil uji independent t-test didapatkan hasil p-value 0.041 (p-value < 0.05) yang berarti terdapat efektivitas pemberian saffron saffron (Croccus sativus) terhadap nyeri dismenore pada remaja putri. Simpulan : Penelitian ini menunjukkan bahwa adanya efektivitas pemberian saffron (Croccus sativus) menurunkan nyeri dismenore pada remaja putri.Kata Kunci : Nyeri Dismenore, Saffron (Croccus sativus), Remaja Putr

    4

    full texts

    28,611

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    repository.poltekkes-smg.ac.id
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇