Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang

repository.poltekkes-smg.ac.id
Not a member yet
    28611 research outputs found

    GAMBARAN JUMLAH PEMUSNAHAN KOMPONEN WHOLE BLOOD (WB) YANG TIDAK MEMENUHI STANDAR KUALITAS DI UNIT DONOR DARAH PMI KABUPATEN KUDUS TAHUN 2017-2021

    No full text
    Latar Belakang: Darah yang berkualitas harus memperhatikan tanggal pengambilan dan kadaluwarsa agar darah yang diberikan nanti sesuai dengan umur simpan 35 hari. Komponen darah whole blood yang memiliki berat kurang atau lebih dari volume yang ditentukan harus dimusnahkan serta hasil imltd yang menunjukan hasil reaktifTujuan Penelitian: Mengetahui gambaran jumlah pemusnahan Komponen WB yang tidak memenuhi standar kualitas di UDD PMI Kabupaten Kudus Tahun 2017-2021.Metode: Penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan data sekunder jumlah komponen WB yang dimusnahkan di UDD PMI Kabupaten Kudus Tahun 2017-2021.Hasil: Hasil penelitian berdasarkan data SIMDONDAR tahun 2017-2021 menunjukan jumlah pemusnahan komponen darah whole blood (WB) berdasarkan gagal aftap terbanyak pada tahun 2020 sebanyak 11,62% kantong, berdasarkan masa kedaluwarsa terbanyak pada tahun 2020 sebanyak 12,72% kantong dan berdasarkan hasil reaktif IMLTD pada 5 tahun terakhir 2017-2021 adalah HBsAg sebanyak 67,7% kantong

    GAMBARAN FAKTOR PENOLAKAN PENDONOR DARAH DI UDD PMI KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2021

    No full text
    UDD PMI Kabupaten Banyumas mencatat jumlah pendonor yang tidak memenuhi syarat-syarat donor darah disebabkan oleh beberapa faktor yaitu: berat badan, hemoglobin, tekanan darah, usia tidak memenuhi, dan lain-lain. Tujuan penelitian Mengetahui jumlah penolakan pendonor darah dan menganalisis faktor penolakan pendonor darah berdasarkan usia, berat badan, tekanan darah, dan kadar hemoglobin di UDD PMI Kabupaten Banyumas tahun 2021. Jenis penelitian ini deskriptif. Rancangan penelitian pendekatan retrospektif. Sampel penelitian semua pendonor yang tertolak tahun 2021. Populasi penelitian ini sebanyak 64.763, Pengambilan sampel menggunakan teknik sampling total dengan jumlah 20.147. Hasil penelitian menunjukkan pendonor di UDD PMI Kabupaten Banyumas tahun 2021 berjumlah 64.763, sedangkan yang tertolak berjumlah 20.147, berdasarkan usi

    PERSENTASE HASIL SKRINING HIV PADA DARAH DONOR DI UNIT DONOR DARAH PMI KOTA CIREBON PERIODE 2017-2021

    No full text
    Transfusi darah berpengaruh untuk menyelamatkan hidup dan meningkatkan kesehatan pasien. Namun, dapat juga beresiko mengancam nyawa salah satunya tertular HIV. Laporan Dinas Kesehatan Jawa Barat Tahun 2020 jumlah temuan kasus HIV baru di Kota Cirebon tahun 2020 merupakan penemuan kasus tertinggi dari tahun-tahun sebelumnya. Oleh karena itu UDD PMI dalam memutus penularan HIV melalui transfusi darah lebih baik mengambil pendonor sukarela yang rutin mendonorkan darahnya sehingga dapat meminimalkan adanya masa jendela dari HIV pada darah yang dilakukan skrining HIV.Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui hasil skrining HIV pada darah donor UDD PMI Kota Cirebon periode tahun 2017-2021. Jenis penelitian ini deskriptif melalui pendekatan retrospektif dengan teknik total sampling menggunakan data sekunder dari surat yang dikeluarkan UDD PMI Kota Cirebon berupa data persentase hasil skrining HIV Initial Reaktif (IR) tahun 2017-2021. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jumlah donasi pendonor darah di UDD PMI Kota Cirebon tahun 2017-2021 tertinggi pada tahun 2018 yaitu sebanyak 23.833 donasi dan terendah pada tahun 2020 yaitu sebanyak 20.515 donasi. HIV reaktif tahun 2017-2021 di UDD PMI Kota Cirebon berturut-turut sebanyak 22 (0,100%), 27 (0,127%), 23 (0,097%), 53 (0,258%), dan 54 (0,254%). Bervariasi antara 0,097% sampai 0,258% , dimana jumlah terendah 0,097% pada tahun 2019 dan jumlah tertinggi sebesar 0,258% pada tahun 2020

    ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN PENGOBATAN PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SRAGI II

    No full text
    Latar Belakang: Lansia adalah sekelompok individu yang rawan menderita berbagai penyakit salah satunya penyakit hipertensi. Penyakit hipertensi membutuhkan pengobatan hipertensi seumur hidup. Kepatuhan dalam pengobatan hipertensi mempengaruhi keberhasilan dalam mengontrol tekanan darah serta mencegah terjadinya komplikasi. Kepatuhan pengobatan mungkin dapat dicapai dengan meningkatkan pengetahuan, motivasi berobat, dukungan keluarga, dan peran petugas kesehatan. Tujuan: mengetahui faktor yang mempengaruhi kepatuhan pengobatan pada lansia penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Sragi II. Metode: pendekatan cross sectional yang dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Sragi II. Teknik sampel yang digunakan adalah sampling aksidental dengan jumlah responden adalah 38 lansia penderita hipertensi. Dalam penelitian ini menggunakan kuesioner dari penelitian Exa Puspita (2016) yang meliputi kuesioner tingkat pengetahuan, motivasi berobat, dukungan keluarga, peran tenaga kesehatan, dan Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8). Hasil: hasil penelitian menunjukan hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan pengobatan (p=0,000), adanya hubungan antara motivasi berobat dengan kepatuhan pengobatan (p=0,004), tidak ditemukan adanya hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan pengobatan (p=0,087), dan adanya hubungan antara peran tenaga kesehatan dengan kepatuhan pengobatan (p=0,015). Faktor yang memiliki pengaruh terbesar adalah tingkat pengetahuan dengan Odd Ratio sebesar 66,639. Saran: diharapkan untuk meningkatkan pengetahuan, motivasi berobat, dan peran tenaga kesehatan untuk mencapai kepatuhan pengobatan hipertens

    GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN KEPATUHAN PENERAPAN PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI (PPI) DI PMI KABUPATEN JEPARA

    No full text
    Pelayanan Transfusi Darah termasuk pelayanan kesehatan dengan kegiatan yang beresiko terjadinya infeksi. Upaya PPI dalam pelayanan kesehatan merupakan hal yang bertujuan untuk melindungi petugas pelayanan kesehatan dan pengunjung pelayanan kesehatan dengan cara memutus rantai penularan infeksi. Jalannya pelaksanaan PPI dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan dan kepatuhan para teknisi pelayanan darah mengenai penularan penyakit yang tertular melalui patogem darah.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan dan kepatuhan penerapan PPI di PMI Kabupaten Jepara berdasarkan usia, pendidikan dan masa kerja. Jenis penelitian deskriptif analitik dengan menggunakan metode survey bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan kepatuhan teknisi pelayanan darah dalam menerapkan PPI di PMI Kabupaten Jepara. Hasil penelitian mengenai gambaran tingkat pengetahuan dan kepatuhan berdasarkan usia, pendidikan, dan masa kerja sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan sedang dan memiliki tingkat kepatuhan cukup

    ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN MANAJEMEN KESEHATAN KELUARGA TIDAK EFEKTIF PADA PENDERITA HIPERTENSI DI DESA JURANGMANGU KECAMATAN PULOSARI KABUPATEN PEMALANG

    No full text
    Latar Belakang : Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang cukup berbahaya di dunia karena menjadi faktor resiko penyebab penyakit kardiovaskuler seperti serangan jantung, gagal jantung, stroke dan gagal ginjal. Masalah keluarga yang sering dijumpai pada penderita hipertensi antara lain kurangnya pengetahuan tentang penyakit, tidak tahu cara perawatan dan mencegah penyakit agar tidak terjadi komplikasi. Dengan berbagai upaya mengatasi masalah kesehatan pada penderita hipertensi diperlukan penatalaksanaan berupa penggunaan terapi farmakologis dan terapi komplementer. Salah satu terapi komplementer yang dapat digunakan untuk menurunkan tekanan darah (hipertensi) adalah daun alpukat.Tujuan : Karya tulis ini bertujuan untuk menggambarkan Asuhan Keperawatan Keluarga dengan Manajemen Kesehatan Keluarga Tidak Efektif pada Penderita Hipertensi di Desa Jurangmangu Kecamatan Pulosari Kabupaten PemalangMetode : Metode penelitian yang digunakan dalam penyusunan studi kasus ini menggunakan metode deskriptif, yaitu metode yang digunakan untuk mendeskripsikan dan menganalisis hasil penelitian tetapi tidak digunakan untuk mencari kesimpulan yang luas.Hasil : Setelah dilakukan asuhan keperawatan keluarga selama 10 kali kunjungan pada responden didapatkan hasil manajemen kesehatan keluarga tidak efektif meningkat tertutama dalam merawat anggota keluarga yang mengalami hipertensi

    ZONA HAMBAT SABUN SI AYU MANIS TERHADAP BAKTERI STAPHYLOCOCCUS AUREUS

    No full text
    Sabun merupakan bahan berbusa yang dipakai untuk mencuci badan, pakaian, dan lainya, tersusun dari garam, trigliserida, dan campuran alkali melalui reaksi saponifikasi (penyabunan). Kebiasaan mencuci tangan dengan sabun dapat mencegah diare. Bakteri yang masuk tujuh besar urutan penyebab diare di Indonesia adalah Staphylococcus aureus. Sabun Si Ayu Manis merupakan sabun inovasi baru dari penulis dibuat khusus untuk cuci tangan. Sabun Si Ayu Manis mengandung zat antibakteri tambahan berasal dari perasan Sirih Hijau dan Kayu Manis. Oleh karena itu, sabun Si Ayu Manis berdasarkan konsentrasi perasan Sirih Hijau 20%,40%,60%,80%, dan 100% diuji zona hambatnya terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Tujuanya untuk mengetahui zona hambat sabun Si Ayu Manis berdasarkan konsentrasi perasan Sirih Hijau 20%,40%,60%,80% dan 100% terhadap Staphylococcus aureus. Jenis penelitian ini yaitu eksperimental dengan desain penelitian Rancangan Acak Lengkap (RAL). Hasil menunjukkan, tidak terbentuk zona hambat pada sabun Si Ayu Manis dengan tambahan perasan Sirih Hijau 20%,40%,60%,80%, dan 100%, bahan dasar pembuatan sabun seperti minyak goreng dan minyak zaitun, serta sabun batang dan cair yang dijual di pasaran luar. Namun, terbentuk zona hambat pada masing-masing perasan Sirih Hijau konsentrasi 40% 7mm, 60% 10,75mm, 80% 9,75mm, 100% 11mm, dan bahan dasar sabun NaOH 23,75mm. Kesimpulannya Sabun Si Ayu Manis dengan berbagai tambahan perasan Sirih Hijau konsentrasi 20%,40%,60%,80%, dan 100% tidak mampu membentuk zona bening terhadap Staphylococcus aureus. Saran untuk penelitian pengembangan selanjutnya yaitu perlu dimodifikasi kembali komposisi sabun Si Ayu Manis, serta pembuatan perasan Sirih Hijau dibuat dengan perbandingan 1:1 antara Sirih dan Aquadest

    ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY.S POST SECTIO CAESAREA DENGAN FOKUS STUDI PENGELOLAAN NYERI AKUT DI RSUD KABUPATEN TEMANGGUNG

    No full text
    Latar Belakang : Sectio Caesarea merupakan pembedahan yang dilakukan untuk mengeluarkan janin dari rahim. Tindakan tersebut menyebabkan luka bekas insisi pada abdomen. Apabila efek anestesi setelah operasi telah habis akan terasa nyeri pada luka bekas insisi. Nyeri tersebut dapat menimbukan dampak negatif bagi ibu dan bayi diantaranya bayi menjadi tidak terawat. Oleh karena itu, nyeri tersebut harus teratasi dengan baik menggunakan terapi nonfarmakologis yaitu teknik relaksasi napas dalam dan farmakologis yaitu pemberian analgetik. Tujuan karya tulis ini adalah menggambarkan penerapan asuhan keperawatan pada klien post sectio caesarea dengan fokus studi pengelolaan nyeri akut. Metoda : Metode yang digunakan dalam dalam memberikan asuhan keperawatan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan studi kasus dan menggunakan proses pendekatan keperawatan. Hasil : Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3x24 jam pada responden masalah teratasi sesuai dari kriteria yang telah ditetapkan. Hal tersebut menunjukkan bahwa teknik relaksasi napas dalam efektif untuk mengurangi rasa nyeri akut post sectio caesarea. Yang dibantu dengan pemberian analgetik. Simpulan : Nyeri akut dapat berkurang sesuai dengan kriteria hasil setelah dilakukan tindakan keperawatan yang telah ditetapkan

    IDENTIFIKASI JUMLAH TIMBULAN DAN PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS DI PUSKESMAS KEMANGKON PURBALINGGA SEBELUM DAN SELAMA PANDEMI COVID-19

    No full text
    Latar Belakang : Puskesmas merupakan fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama yang menghasilkan limbah medis. Puskesmas Kemangkon sebagai pihak penghasil limbah medis berkewajiban melakukan pengelolaan dan pengolahan limbah medis yang dihasilkan. Terlebih di masa Pandemi COVID-19 muncul permasalahan peningkatan timbulan limbah medis di seluruh fasilitas kesehatan termasuk Puskesmas Kemangkon. Untuk mengatasi limbah medis tersebut Puskesmas Kemangkon bekerja sama dengan PT Arah yang memiliki incinerator berizin dari KLHK. Tujuan Penelitian : Mengidentifikasi jumlah timbulan dan pengelolaan limbah medis di Puskesmas Kemangkon Purbalingga sebelum dan selama pandemi COVID-19.Metode penelitian : Jenis penelitian ini adalah observasional deskriptif dengan pendekatan retrospektif. Hasil : Peningkatan timbulan limbah medis selama pandemi COVID-19 dari 345,50 Kg menjadi 539,99 Kg. Dengan pengelolaan limbah medis sebelum dan selama pandemi sudah memenuhi syarat kecuali pada penampungan sementara limbah periode pandemi COVID-19. Perbedaan pengelolaan limbah medis sebelum dan selama pandemi COVID-19 yaitu frekuensi limbah yang dihasilkan untuk di angkut pihak ke-3. Kesimpulan : Peningkatan timbulan limbah medis selama pandemi COVID-19 dari 345,50 Kg menjadi 539,99 Kg, dengan pengelolaan limbah medis sebelum dan selama pandemi COVID-19 yang memenuhi syarat kecuali pada tahapan penampungan sementara limbah medis periode selama pandemi, dengan perbedaan pengelolaan limbah medis sebelum dan selama pandemi COVID-19 pada frekuensi pengangkutan limbah medis yang dihasilkan. Kata Kunci : Limbah, Medis, Puskesmas, COVID-1

    4

    full texts

    28,611

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    repository.poltekkes-smg.ac.id
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇