Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang

repository.poltekkes-smg.ac.id
Not a member yet
    28611 research outputs found

    ASUHAN KEPERAWATAN PERILAKU KEKERASAN DENGAN SKIZOFRENIA PARANOID DI RUMAH SAKIT JIWA DAERAH DR. ARIF ZAINUDIN SURAKARTA

    No full text
    Latar belakang : Kesehatan jiwa masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan yang signifikan di dunia, termasuk di Indonesia. Hasil Riset Kesehatan Dasar ( Riskesdas ) Kementrian Kesehatan RI (2018) menunjukkan pravelensi rumah tangga yang mempunyai anggota rumah tangga dengan gangguan jiwa skizofrenia atau psikosis sebesar 7%. Pravelensi rumah tangga dengan anggota rumah tangga dengan gangguan jiwa skizofrenia atau psikosis di Jawa Tengah sebesar 8,7%.Tujuan : Mengetahui dan menambah pengalaman mengenai respons pasin perilaku kekerasan setelah dilakukan asuhan keperawatan.Metode : Metode penelitian pada laporan karya tulis ilmiah ini menggunakan metode penelitian kualitatif dalam bentuk studi kasus, untuk mengetahui penerapan asuhan keperawatan perilaku kekerasan dengan skizofrenia paranoid.Hasil : Intervensi masalah perilaku kekerasan menggunakan 4 SP yaitu latihan fisik, minum obat, verbal dan spiritual . Implementasi dilakukan selama 3 hari sesuai dengan intervensi yang sudah dibuat, setelah itu dilakukan evaluasi dengan didapatkan hasil masalah teratasi sebagian

    STUDI LITERATUR TINJAUAN KEBUTUHAN TENAGA REKAM MEDIS DI UNIT ASSEMBLING RUMAH SAKIT

    No full text

    ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN FOKUS STUDI PENGELOLAAN GANGGUAN MOBILITAS FISIK PADA PASIEN STROKE NON HEMORAGIK DI RSUD DR.R SOETIJONO BLORA

    No full text
    Latar belakang : Stroke adalah suatu penyakit yang ditandai oleh menurunnya fungsi saraf secara akut yang disebabkan oleh gangguan pembuluh darah di otak, terjadi secara mendadak dan cepat yang dapat menimbulkan tanda dan gejala otak yang terganggu.Tujuan : penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan asuhan keperawatan dengan fokus studi pengelolaan gangguan mobilitas fisik pada pasien stroke non hemoragik.Metoda : metoda penelitian yang digunakan dalam memberikan asuhan keperawatan adalah metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus pengelolaan gangguan mobilitas fisik pada pasien stroke non hemoragik. Dengan jumlah responden 2 yaitu Ny.S dan Tn.S diberikan asuhan keperawatan selama 3 hari.Hasil : dari hasil penelitian terhadap 2 responden didapatkan hasil bahwa kedua pasien menunjukan respon yang berbeda yaitu berupa skor kekuatan otot ekstermitas, pada Ny.S skor kekuatan otot ekstermitas kiri 3 dengan masalah teratasi sebagian yang ditandai dengan pasien dan keluarga mengatakan kelemahan pada tubuh pasien sudah berkurang, tampak menahan lawanan dengan minimal dan pada Tn.S skor kekuatan otot ekstermitas kanan 1 dengan masalah belum teratasi yang ditandai dengan keluarga pasien mengatakan tangan dan kaki kanan pasien belum bisa digerakkan, ekstermitas masih tampak lemah.Kesimpulan : pasien yang mengalami stroke non hemoragik dengan masalah gangguan mobilitas fisik dapat diberikan asuhan keperawatan dengan monitor keadaan umum dan tanda-tanda vital, kaji kekuatan otot, latih pasien dalam pergerakan ROM, ajarkan pasien cara mengubah posisi dan kolaborasi dalam pemberian terapi farmakologi

    ASUHAN KEPERAWATAN JIWA PERILAKU KEKERASAN DENGAN SKIZOFRENIA PARANOIDDI RUMAH SAKIT JIWA DAERAH DOKTER ARIF ZAINUDIN SURAKARTA

    No full text
    Latar belakang : Masalah utama gangguan jiwa di dunia adalah skizofrenia, Skizofrenia merupakan penyakit neurologis yang mempengaruhi persepsi klien, cara berpikir, bahasa, emosi, dan perilaku sosialnya. Skizofrenia paranoid merupakan gangguan jiwa yang paling sering terjadi dan prevalensi pasiennya cukup tinggi. Perilaku kekerasan adalah salah satu respons marah yang diespresikan dengan melakukan ancaman, mencederai orang lain, dan merusak lingkungan. Tujuan penulisan karya tulis ilmiah ini adalah untuk mengetahui bagaiamana penerapan Asuhan Keperawatan Perilaku Kekerasan dengan Skizofrenia Paranoid di RSJD.Dr.Arif Zainudin Surakarta.Metoda : Metode yang digunakan dalam memberikan asuhan keperawatan menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus dan menggunakan proses pendekatan keperawatan.Sampling yang digunakan meliputi 2 pasien di ruang sena.Hasil : Dari hasil studi kasus diperoleh bahwa setiap proses keperawatan yang dilakukan pada Tn.A dan Tn.M sudah sesuai dengan teori. Simpulan : Didapatkan data gambaran perilaku kekerasan dan mendapatkan gambaran proses keperawatan pada masalah perilaku kekerasan

    ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DEMAM TYPOIDDENGAN FOKUS STUDY HIPERTERMIDI RUANG TERATAI RSUD DR. R. SOETIJONO BLORA

    No full text
    Latar Belakang : Demam typhoid adalah penyakit infeksi sistemik bersifat akut yang disebabkan oleh salmonella typhi. Typhoid suatu penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh salmonella type A,B,C yang dapat menular melalui oral, fecal, makanan dan minuman yang terkontaminasi. Demam typhoid itu ditandai dengan tanda dan gejala antara lain demam tinggi kurang lebih 1 minggu disertai dengan nyeri kepala yang hebat dengan gangguan saluran pencernaan bahkan ada yang mengalami gangguan kesadaranTujuan : Menggambarkan hasil asuhan keperawatan pada klien Demam Thypoid dengan Fokus study Hipertermi di Ruang Teratai RSUD dr. R. Soetijono BloraMetode : Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dan penyajian data dalam bentuk narasi. Jumlah responden dalam penelitian ini ada 2 responden yaitu pada Tn. S dan Tn. A. Pengumpulan data yang dilakukan meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi.Hasil : Setelah dilakukan pengkajian didapatkan hasil kedua klien mengeluh nyeri pada perut disertai mual dan muntah dan merasakan demam yang tidak kunjung turun. Tintdakan selama 3 x 24 jam didapatkan hasil Tn. S masalah hipertermi teratasi dan hasil Tn. A masalah Hipertermi dapat teratasi.Simpulan : Masalah keperawatan pada tn. S dan tn. a menunjukan hasil yang sama. pada tn. p masalah hipertermi dapat teratasi dan pada tn. A masalah hipertermi dapat teratasi. data yang di hasilkan pada tn. S dan tn. A sudah sesuai dengan tujuan dan kriteria hasil yang direncanakan.Saran : Klien dapat melakukan tindakan keperawatan yang telah diajarkan oleh tenaga kesehatan secara mandiri

    ASUHAN KEPERAWATAN GANGGUAN MOBILITAS FISIK PADA PASIEN POST OPERASI FRAKTUR DI RSUD BENDAN KOTA PEKALONGAN

    No full text
    Latar belakang: Fraktur merupakan patah tulang atau terputusnya kuntinuitas tulang yang biasanya disebabkan oleh trauma atau tenaga fisik. Salah satu tindakan pembedahan ortopedi untuk mengembalikan posisi tulang yang patah adalah dengan dilakukannya tindakan Open Reduction with Internal fixation (ORIF). Masalah yang mungkin muncul setelah dilakukan tindakan ORIF adalah terjadinya nyeri akut, keterbatasan lingkup gerak sendi, penurunan kekuatan otot serta penurunan kemampuan untuk ambulasi dan berjalan yang menyebabkan terjadinya gangguan mobilitas fisik karena luka bekas operasi dan bekas luka trauma.Tujuan : Karya tulis ini bertujuan untuk menggambarkan asuhan keperawatan pada pasien post operasi fraktur dengan tindakan ORIF dengan fokus studi gangguan mobilitas fisik di RSUD Bendan Kota Pekalongan.Metoda : Metode yang digunakan dalam memberikan asuhan keperawatan menggunakan metode penelitian deskriptif yang mempunyai tujuan untuk mendeskripsikan dan menegakan fakta dalam pengelolaan keperawatan gangguan mobilitas fisik pada pasien post operasi fraktur dengan tindakan ORIFHasil : Dalam asuhan keperawatan gangguan moblitas fisik terdapat beberapa tindakan yang salah satunya adalah dengan melatih gerakan Range Of Motion (ROM) dan Teknik relaksasi nafas dalam untuk mengurangi rasa nyeri pada klien. Setelah dilakukan tindakan keperawatan, hasil yang didapatkan adalah adanya peningkatan Kesehatan pada kedua pasien

    GAMBARAN ASUPAN VITAMIN A, C, E DAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TAKERAN

    No full text
    Latar Belakang : Hipertensi adalah salah satu penyakit tidak menular yang masih menjadi masalah di Indonesia dan terus meningkat disetiap tahunnya. Prevalensi hipertensi di Kabupaten Magetan menduduki urutan ketujuh yaitu sebesar 33.12%. Vitamin A, C dan E bekerja sebagai antioksidan yang bertugas untuk mencegah kerusakan sel yang diakibatkan oleh radikal bebas sehingga akan membantu mengontrol tekanan darah.Tujuan Penelitian : Mengetahui gambaran asupan vitamin A, C, E pada pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Takeran.Metode Penelitian : Penelitian deskriptif dengan rancangan cross sectional, sebanyak 32 sampel. Data yang dikumpulkan meliputi data tekanan darah menggunakan alat sphygmomanometer dengan metode pengukuran langsung, data tingkat kecukupan vitamin A, C dan E menggunakan form SQ-FFQ dengan metode wawancara langsung kepada responden. Analisis data yang digunakan aladah analisis univariat dan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Hasil : Berdasarkan hasil penelitian sebagian besar sampel berjenis kelamin perempuan sebanyak 19 orang (59.4%) berusia 45-65 tahun, tingkat pendidikan SMA/SMK sebanyak 19 orang (59.4%), pekerjaan sebagai ibu rumah tangga sebanyak 15 orang (46.9%), status gizi lebih sebanyak 14 orang (43.8%), dan lama terdiagnosis ?5 Tahun sebanyak 20 orang (62.5%). Sampel dengan kategori hipertensi tidak terkontrol sebanyak 23 orang (71.9%). Sampel memiliki tingkat asupan vitamin A kurang sebanyak 21 orang (65.6%), tingkat asupan vitamin C kurang sebanyak 19 orang (59.4%), dan tingkat asupan vitamin E kurang sebanyak 32 orang (100%).Kesimpulan : Asupan vitamin A, C dan E sebagian besar masih dalam kategori kurang dan memiliki tekanna darah tidak terkontrol. Kata Kunci : Asupan Vitamin A, Asupan Vitamin C, Asupan Vitamin E, Hipertensi, Tekanan Darah

    KOMPARASI JUMLAH LALAT TERPERANGKAP ANTARA ELECTRIC FLY CATCHER DENGAN FLY STICKY TRAP DI WARUNG MAKAN X KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA

    No full text
    Latar belakang Lalat merupakan vektor yang menularkan penyakit dari tubuhnya .Lalat dapat menularkan penyakit seperti diare, typhoid dan gatal kulit. Pengendalian lalat dapat dilakukan secara kimiawi , sanitasi, dan mekanis. Perangkap lalat mekanis digunakan untuk mengurangin dampak kimia. Perangkap mekanis banyak di pasaran dan konsumen tidak mengetahui perangkap lalat mana yang baik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan kemampuan tangkap dari perangkap lalat mekanis tersebut. Penelitian ini menguji 2 perangkap lalat mekanis yaitu Elektrik Fly Catcher dan Fly Sticky Trap. Metode penelitian ini adalah Pre-experimental dengan rancangan Static Group Comparison. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji Independent Samples Test Hasil perhitungan didapatkan p=0,007 (p< ?) yang berarti H0 diterima sehingga Ada Perbedaan jumlah lalat tertangkap menggunakan perangkap Lalat Electric Fly Catcher dan Fly Sticky Trap. Simpulan Hasil menunjukkan jumlah lalat terperangkap menggunakan Electric Fly Catcher dan Fly Sticky Trap, didapatkan Fly Sticky Trap lebih ampuh menangkap lalat dengan rata-rata tangkapan sebanyak 3 ekor lalat. dan Electric Fly Catcher tidak didapatkan lalat terperangkap di karenakan saat penelitian tidak tidak memperhitungkan waktu optimal lalat beraktifitas dan umpan yang tidak sesuai dengan kondisi lalat di warung makan X. Saran kepada masyarakat yang ingin membeli perangkap lalat dapat menggunakan perangkap lalat Fly Sticky Trap dan agar penelitian selanjutnya diharapkan memperhatikan jam aktivitas optimal lalat beraktifitas

    ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA NN. N DAN NN. I DENGAN FOKUS MASALAH GANGGUAN RASA NYAMAN (NYERI) PASIEN GASTRITIS AKUT DI WILAYAH PUSKESMAS BATANG III

    No full text
    Latar belakang - Gastritis menjadi salah satu masalah kesehatan yang ada di masyakat. Diperkirakan penderita gastritis untuk wilayah Jawa Tengah pada tahun 2020 sudah mencapai 79,6%. Gastritis adalah suatu proses inflamasi atau gangguan yang disebabkan oleh iritasi dan infeksi pada mukosa dan submukosa lambung. Peran keluarga menjadi sangat penting mengingat penyakit gastritis disebabkan oleh pola makan yang kurang baik dan stress. Penulis melakukan pendidikan kesehatan dan relaksasi nafas dalam sehingga memberikan sumbangan pemecahan penanganan yang menyebabkan iritasi dan nyeri gastritis. Tujuan- memberikan asuhan keperawatan keluarga dalam menangani rasa nyeri gastritis pada kedua klien. Metode- penulis menggunakan metode deskriptif dengan menggambarkan gastritis secara rinci yang difokuskan pada masalah utama yang muncul yaitu rasa nyeri. Pengumpulan data yang dipakai penulis dengan menggunakan metode wawancara, observasi, pemeriksaan fisik dan studi dokumentasi keperawatan. Hasil- menunjukan bahwa skala nyeri pada penderita gastritis berkurang dengan menggunakan teknik relaksasi nafas dalam yang bisa dilakukan secara mandiri dengan dukungan dari keluarg

    4

    full texts

    28,611

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    repository.poltekkes-smg.ac.id
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇