Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang

repository.poltekkes-smg.ac.id
Not a member yet
    28611 research outputs found

    No full text
    Latar Belakang : Halusinasi pendengaran merupakan gangguan stimulus dimana pasien mendengar suara terutama suara orang. Biasanya mendengar suara orang yang sedang membicarakan apa yang sedang dipikirkannya dan memerintahkan untuk melakukan sesuatu.Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pengelolaan kasus pada klien skizofrenia paranoid : halusinasi pendengaran dengan terapi aktivitas kelompok pesan berantai.Metode Penelitian : Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Pengolahan data secara naratif pada 2 orang responden dengan kriteria inklusi klien skizofrenia paranoid : halusinasi pendengaran dengan rentang usia 30-35 tahun dan kooperatif.Simpulan : Klien dengan halusinasi pendengaran telah dilakukan tindakan keperawatan menggunakan strategi pelaksanaan (SP) dan terapi aktivitas kelompok pesan berantai. Evaluasi yang diperoleh yaitu klien berhasil mengalihkan halusinasi pendengarannya dengan permainan pesan berantai.Saran : Terapi aktivitas kelompok pesan berantai dapat direkomendasikan untuk diberikan pada klien dengan gangguan halusinasi pendengaran yang sudah kooperatif baik di rumah maupun ditempat perawatan.Kata Kunci : Gangguan Jiwa, Skizofrenia paranoid, Halusinasi pendengaran, Terapi Aktivitas Kelompok : Pesan Beranta

    PENGELOLAAN PADA KLIEN RISIKO PERILAKU KEKERASAN DENGAN DANCE MOVEMENT THERAPY

    No full text
    Latar Belakang: Risiko perilaku kekerasan merupakan kondisi dimana seseorang memiliki riwayat melakukan tindakan yang dapat membahayakan baik pada diri sendiri, orang lain, atau lingkungannya. Oleh karena itu klien dengan risiko perilaku kekerasan harus segera ditangani. Klien dengan risiko perilaku kekerasan dapat ditangani menggunakan terapi farmakologi dan terapi nonfarmakologi. Salah satu terapi nonfarmakologi yang dapat diberikan adalah dance movement therapy. Dance movement therapy dapat memberikan efek relaksasi bagi tubuh, pelepas ketegangan dan dapat memunculkan perasaan bahagia. Tujuan penelitian ini yaitu untuk melakukan pengelolaan kasus pada klien risiko perilaku kekerasan dengan metode dance movement therapy. Metoda: Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Pengolahan data secara naratif pada 2 responden dengan kriteria inklusi klien risiko perilaku kekerasan dengan rentang usia 18-55 tahun dan kooperatif. Klien dengan risiko perilaku kekerasan telah dilakukan tindakan keperawatan berdasarkan Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI) dan Dance Movement Therapy. Hasil: Evalusi yang diperoleh yaitu klien berhasil mengontrol rasa marah dan melepaskan ketegangan dalam dirinya. Dance movement therapy ini dapat direkomendasikan pada klien dengan risiko perilaku kekerasan yang sudah kooperatif baik yang berada di lingkungan masyarakat maupun di rumah sakit.Simpulan: Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dance movement therapy dapat mengurangi ketegangan dan emosi dalam diri klien dengan risiko perilaku kekerasan.Kata Kunci: Gangguan Jiwa, Dance Movement Therapy, Risiko Perilaku Kekerasan

    ASUHAN KEPERAWATAN NYERI PADA IBU POST PARTUM DENGAN LUKA PERINEUMDI PUSKESMAS BENDAN KOTA PEKALONGAN

    No full text
    Latar Belakang Nyeri adalah keluhan utama yang paling sering dirasakan oleh ibu post partum spontan dengan luka perinium. Penggunaan obat penghilang rasa nyeri (analgetik) merupakan hal yang umum diberikan pada periode post partum. Menurut beberapa penelitian, salah satu pengelolaan nyeri dengan luka perinium yang mudah dan efektif yaitu melalui teknik relaksasi nafas dalam.TujuanKarya Tulis Ilmiah ini dilakukan untuk melaksanakan asuhan keperawatan pada ibu post partum dengan fokus studi pengelolaan nyeri akut dengan cara teknik relaksasi nafas dalam.Metodepenulisan karya tulis ilmiah ini menggunakan metode deskriptif dalam bentuk studi kasus untuk menggambarkan asuhan keperawatan pada dua ibu post partum yang mengalami nyeri akut di ruang Bersalin Puskesmas Bendan.Hasilsetelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3x24 jam, kedua klien mengalami penurunan skala nyeri yang signifikan setelah diajarkan teknik relaksasi nafas dalam yaitu skala 1 pada klien 1 dengan skala awal 4, dan skala 2 pada klien 2 dengan skala awal 4, ungkapan klien tentang berkurangnya keluhan nyeri, vital sign dalam batas normal, klien mampu melakukan aktivitas tanpa bantuan orang lain.SimpulanPengelolaan nyeri akut dengan terapi teknik relaksasi nafas dalam mengalami keberhasilan dalam menurunkan nyeri episiotomi

    PENGELOLAAN RESIKO JATUH PADA PASIEN STOKE NON HEMORAGIK

    No full text
    Latar Belakang : Penyakit Stroke adalah beberapa gejala yang disebabkan oleh penyumbatan aliran darah menuju otak, umumnya dikarenakan penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah dalam waktu 24 jam. Stroke dibagi menjadi dua, yaitu stroke hemoragik dan stroke non hemoragik. Stroke non hemoragik adalah penyumbatan aliran darah diotak akibat Thrombosis serebri dan emboli serebri yang menyebabkan pembuluh darah berhenti. Gejala yang muncul akibat dari stroke non hemorahik salah satunya adalah resiko jatuh. resiko jatuh adalah peningkatan kerentanan terhadap jatuh yang dapat menyebabkan bahaya fisik. Dan faktor resiko yang sesuai yaitu adanya riwayat jatuh pada pasien.Tujuan : Mengetahui efektivitas pengelolaan resiko jatuh pada pasien stroke non hemoragik.Metoda : Penulis menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan studi literaturHasil : Pada kedua klien ditemukan keluhan berupa kelemahan anggota gerak, sehingga muncul masalah keperawatan resiko jatuh.Kesimpulan : Pengelolaan keperawatan masalah resiko jatuh yang dilakukan selama lima hari dan empat hari teratasi sebagian, yang dibuktikan dengan klien pertama mulai bisa menggerakan anggota gerak yang lemah. Sedangkan klien kedua pergerakan tangan terbantu

    ASUHAN KEPERAWATAN NYERI AKUT PADA PASIENPOST MASTEKTOMI DI RSUD KRATONKABUPATEN PEKALONGAN

    No full text
    AbstrakLatar Belakang : Penyakit kanker menjadi salah satu penyebab kematian utamadi seluruh dunia. Sel-sel tersebut dapat berubah dan tumbuh lebih lanjut bahkanmenyebar kebagian tubuh lainnya dan menyebabkan kematian. Kejadian kankertertinggi pada perempuan yang pertama adalah kanker payudara yaitu sebesar 42,1per 100.000 penduduk dengan rata-rata kematian 17 per 100.000 penduduk.Masalah post mastektomi yang biasa ditemukan salah satunya adalah nyeri akibattindakan insisi pembedahan.Tujuan : Karya tulis ini bertujuan untuk menggambarkan Asuhan KeperawatanNyeri Pada Pasien Post Mastektomi di RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan.Metode Penelitian : Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode penulisandeskriptif dengan studi kasus.Subjek yang digunakan dalam penelitian ini yaitudua orang pasien dengan masalah keperawatan nyeri post mastektomi di RSUDKraton Kabupaten Pekalongan yang dipilih menggunakan teknik conveniencesampling.Hasil penelitian : Setelah dilakukan tindakan keperawatan 3x24 jam masalahkeperawatan utama dengan nyeri akibat luka post operasi pada kedua pasien dapatteratasi dengan skala nyeri ringan (0-3

    ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA TN. R DAN TN. K DENGAN FOKUS MASALAH NYERI KRONIS PADA KLIEN GOUT ARTHRITISDI WILAYAH PUSKESMAS KESESI I KABUPATEN PEKALONGAN

    No full text
    Latar belakang: Gout artritis atau yang dikenal dengan istilah asam urat merupakan peradangan persendian yang disebabkan oleh tingginya kadar asam urat dalam tubuh (hiperurisemia), sehingga terakumulasinya endapan kristal monosodium urat yang terkumpul di dalam persendian, hal ini terjadi karena tubuh mengalami gangguan metabolisme purin. Untuk mengontrol asam urat tersendiri yaitu dengan mengontrol makanan,menghindari makanan tinggi purin seperti jeroan,berantan,beragi. Tujuan : Karya tulis ini bertujuan untuk menggambarkan Asuhan Keperawatan keluarga dengan fokus masalah nyeri kronis pada klien gout arthritis Di wilayah puskesmas kesesi 1 Kabupaten pekalongan. Metode : Metode yang digunaan dalam memberikan asuhan keperawatan menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus (case study) dan menggunakan proses pendekatan keperawatan. Sampling yang digunakan meliputi 2 keluarga. Hasil : Setelah dilakukan asuhan keperawatan keluarga selama 3x pertemuan pada kedua responden didapatkan hasil kedua responden Menunjukan bahwa nyeri sendi berkurang dengan metode kompres hangat. Simpulan : Berdasarkan hasil dan pembahasan pada pengelolaan keperawatan keluarga Tn. R dan Tn. K dengan Nyeri kronis pada Arthritis Gout di Wilayah Puskesmas Kesesi 1 Kabupaten Pekalongan. Ditemukan persamaan timbulnya gout arthritis karena pola makan yang mengandung purin tinggi

    ASUHAN KEPERAWATAN KETIDAKPATUHAN TERHADAP DIET PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI RSUD KABUPATEN BATANG

    No full text
    Latar belakang: Diabetes Melitus adalah penyakit atau gangguan metabolisme kronis dengan berbagai penyebab yang ditandai dengan tingginya kadar glukosa darah, disertai dengan gangguan metabolisme karbohidrat, lipid, dan protein akibat kebocoran insulin ke dalam tubuh. Diabetes Melitus merupakan salah satu prioritas utama dalam penanggulangan penyakit tidak menular. Salah satu faktor keberhasilan penatalaksanaan diabetes melitus adalah diet. Kepatuhan pasien dalam mengikuti diet sangat berperan penting dalam menstabilkan kadar gula darah.Metode: metode yang digunakan dalam melakukan asuhan keperawatan adalah metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus (case study) dan proses keperawatan komperhensif dimana kegiatan ini diawali dengan melakukan pengkajian kepada pasien, analisia data dan menentukan diagnosa keperawatan, membuat perencanaan tindakan asuhan keperawatan, melaksanakan implementasi sesuai perencanaan, dan melakukan evaluasi keperawatan mengenai respon pasien diabetes melitus dengan fokus studi ketidakpatuhan diet. Sampel pada penelitian ini berjumlah dua pasien yang dipilih sesuai krtiteria inklusi.Hasil: setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3x24 jam didapatkan hasil kedua responden mengalami peningkatan kepatuhan diet. Klien 1 mengalami peningkatan kepatuhan diet dari skala 11 menjadi skala 20, pada Klien 2 mengalami peningkatan kepatuhan diet dari skala 8 menjadi skala 20. Klien 2 mengalami peningkatan kepatuhan diet lebih signifikan dibandingkan dengan Klien 1.Simpulan: Ketidakpatuhan terhadap diet pada pasien diabetes melitus mengalami perubahan setelah dilakukan asuhan keperawata

    ASUHAN KEPERAWATAN HAMBATAN KOMUNIKASI VERBAL PADA ANAK DENGAN SPEECH DELAY

    No full text
    Latar Belakang: Speech Delay atau keterlambatan bicara pada anak usia pra sekolah sering diabaikan oleh orang tua. Salah satunya karena orang tua kurang memberikan stimuli berbicara pada anak. Jika keterlambatan bicara atau speech delay pada anak tidak segera diatasi, maka akan berdampak negatif pada perkembangan anak selanjutnya. Adapun tujuan dari studi kasus ini yaitu untuk menggambarkan pengeloaan hambatan komunikasi verbal pada anak yang mengalami speech delay, sehingga anak dapat meningkatkan kemampuan bicara dan bahasa dengan baik dan benar. Metoda: Asuhan keperawatan anak menggunakan metode studi kasus, dengan melibatkan dua klien sesuai dengan kriteria inklusi dan dilakukan tindakan keperawatan terapi wicara selama 3 hari pada kedua klien yang mengalami speech delay dengan terapi wicara menggunakan media flashcard. Hasil: Setelah dilakukan keloaan selama 3 hari, didapatkan kemampuan komunikasi pada klien meningkat, meskipun belum menunjukan kebehasilan yang optimal, karena terdapat indikator yang belum mencapai skala akhir sesuai tujuan. Simpulan: Kemampuan komunikasi klien meningkat setelah dilakukan asuhan keperawatan hambatan komunikasi verbal dengan terapi wicara yang dimodifikasi media flashcard. Kata Kunci: speech delay, hambatan komunikasi verbal, anak, flashcard

    ASUHAN KEPERAWATAN INTOLERANSI AKTIVITAS PADA AN. D DAN AN. K DENGAN ANEMIA DI RUANG SEKAR JAGAD DI RSUD BENDAN KOTA PEKALONGAN

    No full text
    Latar Belakang : Anemia suatu keadaan jumlah sel darah merah atau eritrosit tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan fisiologi tubuh, salah satu kondisi klinis yang terjadi akibat insufisiensi kebutuhan sel darah merah, baik volume total maupun kuantitas hemoglobin. Dampak yang dapat ditimbulkan oleh anemia berupa kelelahan, badan lemah, penurunan kapasitas/kemampuan atau produktivitas kerja sehingga dapat memunculkan masalah keperawatan intoleransi aktivitas.Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran asuhan keperawatan intoleransi aktivitas pada pasien anak dengan anemia di ruang Sekarjagad RSUD Bendan Kota Pekalongan.Metode : Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus yang bertujuan untuk mendeskripsikan peristiwa atau kondisi pasien. Subjek dalam penelitian adalah dua anak yang mengalami anemia diruang Sekarjagad RSUD Bendan Kota Pekalongan.Hasil : Hasil dibuktikan terhadap kedua pasien menunjukkan bahwa penatalaksanaan intoleransi aktivitas dapat meringankan kelemahan fisik pada pasien. Evaluasi sudah memenuhi kriteria hasil yang akan dicapai sehingga masalah intoleransi aktivitas teratasi.Saran : Diharapkan perawat lebih optimal dalam memberikan pelayanan terhadap masalah intoleransi aktivitas sehingga dapat mencegah terjadinya masalah lain seperti gangguan yang berhubungan dengan muskuloskeletal

    ASUHAN KEPERAWATAN GANGGUAN RASA NYAMAN NYERI PADA PASIEN POST HEMOROIDEKTOMY DI RUMAH SAKIT RSUD DR. R SOETIJONO BLORA

    No full text
    Latar Belakang: Hemoroid merupakan kondisi peradangan dan melebarnya pembuluh darah vena disekitar anus yang besela dari pleksus hemoroiddalis. Peksus hemoroidalis terdiri dari vena dan arteri yang fungsinya sebagai katup pada sfinger ani untuk bekerja.Tujuan : menggambarkan hasil asuhan keperawatan pada 2 klien dengan pengelolan gangguan rasa nyeri akut pada pasien post haemoroidectomy meliputi pengkajian,intervensi, implementasi,dan evaluasiMetode : metode deskriptif yaitu metode penelitian yang bertujuan untuk mendiskripsikan atau memaparkan peristiwa atau fenomena penting yang ada pada masa kinHasil: hasil setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x 24 jam diharapankan gangguan rasa nyaman nyeri berkurang. Dengan kriteria hasil klien tampak tenang , klien dapat mengontrol nyeri dengan teknik relaksasi berupa nafas dalam, skla nyeri 0-1,dan TTV dalam batas normalSimpulan: penurunan skala nyeri pada kedua klien dilakukan dengan cara relaksasi nafas dalam, pemberian analgetic anbacim 1 g 3x1 Dexketopropen 25mg 3x1 Lanso 3 g 3x1dan Salep gantamicin 35mgSaran : komunikasi teraputik dan dukungan atara tim kesharan dan keluarga diperhatiakan untuk keberhasila

    4

    full texts

    28,611

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    repository.poltekkes-smg.ac.id
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇