28611 research outputs found
Sort by
PENGELOLAAN PADA PASIEN RISIKO PERILAKU KEKERASAN DENGAN TEKNIK DE-ESKALASI VERBAL
PENGELOLAAN PADA PASIEN RISIKO PERILAKU KEKERASAN DENGAN TEKNIK DE-ESKALASI VERBALRestyas Setio Rahayu1, Ruti Wiyati2, Widyo Subagyo31Mahasiswa Program Studi D III Keperawatan Purwokerto2,3Dosen Program Studi Keperawatan Purwokerto Poltekkes Kemenkes SemarangEmail: [email protected] Abstrak Latar Belakang: risiko perilaku kekerasan adalah suatu perilaku dimana seseorang bertindak membahayakan dirinya sendiri, orang lain, maupun lingkungan sekitar yang disertai amuk dan gelisah. Penanganan risiko perilaku kekerasan dapat dilakukan dengan Teknik De-Eskalasi Verbal. Laporan karya tulis ilmiah ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengelolaan pada pasien risiko perilaku kekerasan dengan menggunakan Teknik De-Eskalasi Verbal dimulai dari proses pengkajian sampai dengan evaluasi keperawatan. Metode: metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus dan proses keperawatan. Responden yang digunakan berjumlah dua responden.Hasil: setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3 kali pertemuan pada kedua responden didapatkan hasil bahwa teknik de-eskalasi verbal terdapat pengaruh terhadap penurunan rentang respon marah pada pasien risiko perilaku kekerasan.Simpulan: tindakan yang dapat dilakukan pada pasien risiko perilaku kekerasan dapat berupa strategi pelaksanaan dan teknik de-eskalasi verbalKata Kunci: pasien, risiko perilaku kekerasan, teknik de-eskalasi verba
ASUHAN KEPERAWATAN GANGGUAN RASA NYAMAN NYERI PADA PASIEN NEUROPATI DIABETIK DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KRATON KABUPATEN PEKALONGAN
Latar belakang: Neuropati diabetik adalah penyakit saraf yang disebabkan oleh diabetes, yang ditandai dengan kesemutan, nyeri, atau mati rasa. Sebagai akibatnya penderita diabetes mellitus akan mengalami gangguan rasa aman nyaman (nyeri). Tujuan karya tulis ilmiah ini adalah untuk menggambarkan asuhan keperawatan gangguan rasa nyaman nyeri pada pasien neuropati diabetik di RSUD Kraton Kabupaten PekalonganMetode: metode penelitian ini menggunakan metoda deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 2 klien dengan menggunakan teknik purposive sampling dimana pengambilan sampel ini dipilih dari populasi yang sesuai dengan kehendak peneliti (tujuan/masalah dalam penelitian).Hasil: setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3x24 jam didapatkan hasil kedua responden mengalami penurunan dalam skala nyeri, pada klien 1 masalah nyeri akut teratasi sebagian dengan skala 6, dan pada klien 2 dengan skala 5Simpulan: rasa nyeri pada kedua klien mengalami perubahan setelah dilakukan asuhan keperawata
ASUHAN KEPERAWATAN KERUSAKAN INTEGRITAS KULIT PADA PASIEN COMBUSTIO
Latar belakang : Luka bakar yakni salah satu trauma yang diakibatkan oleh panas, arus listrik, zat kimia serta petir yang menimpa kulit, membran mukosa serta jaringan yang lebih dalam. Luka bakar dikelompokan jadi 3 ialah derajat kesatu, derajat kedua dangkal & kedua dalam, serta derajat ketiga. Data jenis luka Departemen Kesehatan Republik Indonesia tahun 2018 mengatakan bahwa 1,3% luka karena luka bakar dan menyebabkan kerusakan integritas kulit Kerusakan integritas kulit merupakan kerusakan yang terjadi pada epidermis atau/dan dermis. Penentuan luas luka bakar dengan bantuan rule of nine Wallace yang membagi kepala dan leher 9%, lengan 18%, badan bagain depan 18%, badan bagian belakang 18%, tungkai 36%, dan genetalia/perineum 1%. Metode : Penelitian ini mengunakan metode penelitian yaitu metode deskriptif metode pendekatan penelitian studi literatur. Penelitian ini dilakukan di RSU Siaga Medika Purbalingga dengan 2 partisipan klien dengan luka bakar dengan masalah kerusakan integritas kulit dalam waktu 24 jam selama 3 hari. Hasil : Evaluasi yang dilakukan peneliti terhadap klien 1 luka bakar mulai tergranulasi dan pada klien 2 sebagian besar sudah menjadi jaringan parut. Evaluasi pada kondisi klien 1 dan klien 2 dengan menggunakan indikator pemulihan luka bakar dapat dilihat dari indikator-indikator yang meningkat dari yang awalnya sangat besar (skala 5) menuju tidak ada (skala 1). Simpulan : Dari hasil asuhan keperawatan yang dilakukan pada dua klien, klien 1 dan klien 2 dengan luka bakar dengan masalah kerusakan integritas kulit yaitu masalah yang dialami klien teratasi sebagian
KOMPARASI BERBAGAI ATRAKTAN TERHADAP JUMLAH LALAT TERTANGKAP DALAM FLY TRAP MODIFIKASI BOTOL PLASTIK DI RUMAH PEMOTONGAN AYAM DI DESA KARANGPUCUNG KECAMATAN PURWOKERTO SELATAN KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2022
Lalat hidup dan berkembangbiak disekitar tempat tinggal manusia terutama di lingkungan yang memiliki sanitasi buruk dengan kepadatan yang melebihi nilai baku mutu kesehatan lingkungan yang dapat menimbulkan masalah kesehatan bagi manusia. Lalat dapat menularkan sejumlah pathogen melalui makanan dan minuman yang di konsumsi misalnya difteri, diare, kecacingan, salmonellosis. Rumah Pemotongan Ayam (RPA) di Desa Karangpucung Kecamatan Purwokerto Selatan Kabupaten Banyumas memiliki populasi kepadatan lalat sebesar 4,5 ekor/block grill yang artinya tingkat kepadatan lalat masuk dalam kategori sedang, sedangkan baku mutu kepadatan lalat berdasarkan Permenkes No 50 Tahun 2017 < 2 maka diperlukan adanya upaya pengendalian populasi kepadatan lalat. Tujuan penelitian ini untuk megetahui efektifitas berbagai jenis atraktan dalam fly trap modifikasi botol plastik untuk menurunkan kepadatan lalat di Rumah Pemotongan Ayam (RPA) di Desa Karangpucung Kecamatan Purwokerto Selatan Kabupaten Banyumas. Jenis penelitian ini adalah Pra Experiment dengan rancangan The Static Group Comparation untuk mengetahui efektifitas berbagai jenis atraktan limbah ikan, udang dan jeroan ayam dalam fly trap modifikasi botol plastik di Rumah Pemotongan Ayam (RPA) di Desa Karangpucung Kecamatan Purwokerto Selatan Kabupaten Banyumas. Teknik sampel menggunakan simple random sampling,penelitian dilakukan selama 6 hari dari jam 09.00-12.00 WIB. Variabel yang diteliti meliputi jenis atraktan limbah ikan, udang jeroan ayam dan jumlah lalat yang tertangkap pada fly trap. Analisis data penelitian ini menggunakan uji ANOVA One-Way.Hasil penelitian dari berbagai jenis atraktan diperoleh hasil Jumlah lalat yang tertangkap pada atraktan limbah ikan sebesar 1.182 ekor dengan rata-rata 197 ekor, atraktan udang sebesar 1.635 ekor dengan rata-rata 271 ekor, dan atraktan jeroan ayam sebesar 869 ekor dengan rata-rata 145 ekor. Jumlah lalat yang teryangkap paling banyak yaitu pada atraktan udang. Hasil uji statistik uji One-way Anova analisi bivariat nilai P (sig) yaitu sebesar 0,00 < 0,05 ada perbedaan jenis atraktan limbah ikan, udang, dan jeroan ayam terhadap jumlah lalat yang tertangkap di Rumah Pemotongan Ayam (RPA) di Desa Karangpucung Kecamatan Purwokerto Selatan Kabupaten Banyumas.Simpulan dari penelitian ini adalah ada perbedaan jenis atraktan limbah ikan, udang, dan jeroan ayam terhadap jumlah lalat yang tertangkap di Rumah Pemotongan Ayam (RPA) di Desa Karangpucung Kecamatan Purwokerto Selatan Kabupaten Banyumas. Serta saran kepada pemilik Rumah Pemotongan Ayam (RPA) untuk menjaga sanitasi lingkungan dan pengelolaan limbah serta mengaplikasikan hasil penelitian sehingga dapat mengurangi populasi kepadatan lalat di tempat tersebut
ASUHAN KEPERAWATAN HIPERTERMI PADA AN. D DAN AN. NDENGAN KEJANG DEMAM DI RUANG SEKAR JAGADRSUD BENDAN KOTA PEKALONGAN
HUBUNGAN SANITASI TEMPAT, ALAT, DAN PERSONAL HYGIENE DENGAN KANDUNGAN ESCHERICHIA COLI PADA MAKANAN DI ALUN-ALUN KALIREJO KECAMATAN UNGARAN TIMUR TAHUN 2022
Hygiene sanitasi merupakan hal yang penting dalam menentukan kualitas makanan dimana Escherichia coli sebagai salah satu indikator terjadinya pencemaran makanan yang dapat menyebabkan penyakit akibat makanan.. Kontaminasi E.coli pada makanan terjadi melalui jalur fekal-oral, yaitu pathogen yang terdapat di dalam tinja mengontaminasi makanan melalui perantara, seperti jari tangan, serangga, lingkungan, dan air. Peraturan Menteri Kesehatan RI nomor 1098/Menkes/SK/VII/2003 angka kuman Escherichia coli pada makanan harus 0/gram sampel.tujuan penelitian ini untuk Menganalisis hubungan sanitasi, personal hygiene, dengan kandungan Escherischia coli pada jajanan di alun-alun kalirejo kecamatan ungaran timur.Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional untuk mengetahui hubungan sanitasi, personal hygiene dengan kandungan Escherichia coli pada makanan. Teknik sampel random sampling sebanyak 32 sampel yang dijual penjual makanan. Variabel yang di teliti meliputi kandungan Escherichia coli pada makanan, sanitasi tempat, sanitasi alat dan personal hygiene. Analisis data menggunakan Chi-Square.Hasil penelitian diperoleh sanitasi tempat 11 penjual memenuhi syarat dan 21 penjual tidak memenuhi syarat. Sanitasi alat 18 penjual memenuhi syarat dan 14 penjual tidak memenuhi syarat. Dan personal hygiene 8 penjual memenuhi syarat dann 24 penjual tidak memenuhi syarat.Kesimpulan dari penelitian ini adalah dari 32 sampel makanan yang diperiksa, 7 sampel positif Escherichia coli dan tidak ada hubungan antara sanitasi, personal hygiene. Peneliti menyarankan agar penjual makanan melakukan perilaku hidup bersih dan sehat
ASUHAN KEPERAWATAN GANGGUAN INTEGRITAS KULIT PADA PASIEN DIABETES MELITUS DENGAN ULKUS DIABETIKUM DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KRATON KABUPATEN PEKALONGAN
Latar belakang: Dibetes melitus merupakan sekelompok penyakit kronis pada pankreas yang mempunyai tanda dan gejala kelebihan kadar glukosa dalam darah. Komplikasi pada penderita dibabetes melitus yaitu ulkus diabetikum, yang merupakan pemicu penderita diabetes melakukan amputasi. Untuk mencegah terjadinya amputasi maka perlu dilakukan perawatan luka ulkus diabetik. Pada penderita diabetes melitus dengan ulkus diabetikum akan mengalami gangguan pada sirkulasi yang menyebabkan kerusakan pada saraf. Dengan adanya kerusakan pada saraf muncul masalah keperawatan gangguan integritas kulit. Ada beberapa cara untuk menangani gangguan integritas kulit yaitu dengan melakukan perawatan luka, menganjurkan makanan TKTP, dan memberikan antibiotik. Tujuan: Karya tulis ini adalah untuk menjelaskan asuhan keperawatan gangguan integritas kulit pada pasien ulkus diabetikum di RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan.Metoda: Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif dengan menggunakan 2 responden penelitian yang diberikan asuhan keperawatan ulkus diabetikum.Hasil: Setelah dilakukan perawatan selama 3x24 jam didapatkan hasil masalah klien 1 teratasi sebagian, dan masalah klien 2 belum teratasi.Simpulan: Gangguan integritas kulit mengalami penurunan setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3x24 jam
ASUHAN KEPERAWATAN GANGGUAN RASA NYAMAN (NYERI AKUT)PADA PASIEN POST OPERASI ORIF FRAKTURDI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KRATONKABUPATEN PEKALONGAN
Latar belakang : Fraktur adalah kerusakan total atau sebagian kontinuitas jaringan tulang yang dapat mengenai tulang, persendian, jaringan otot, dan pembuluh darah yang dapat diakibatkan karena stress pada tulang, cedera, kecelakaan kerja, jatuh dari ketinggian dan penyakit degeneratif, dapat terjadi pada ekstermitas atas maupun ekstermitas bawah. Open Reduction Internal Fixation (ORIF) merupakan prosedur reduksi fraktuk dengan fiksasi internal. Alat yang digunakan adalah sekrup, plat, pin, dan batangan logam. Dalam operasi ORIF, seseorang akan merasakan nyeri akibat dari insisi pembedahan yang berlangsung selama beberapa hari, dan nyeri bersifat akut.Tujuan : Menggambarkan Asuhan Keperawatan Gangguan Rasa Nyaman (Nyeri Akut) pada Pasien Post Operasi Orif Fraktur di RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan.Metode : Jenis metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif berupa penelitian studi kasus, dengan teknik pengambilan sampel adalah teknik surposive sampling yaitu sampel dipilih dari suatu populasi sesuai dengan yang dikehendaki peneliti. Subyek penelitian pada studi kasus ini adalah dua orang pasien dengan gangguan rasa nyaman (nyeri akut) post operasi ORIF.Hasil : Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3x24 jam, kedua responden mengalami penurunan skala nyeri, ekspresi meringis menurun, dan responden mampu melakukan teknik nonfarmakologis untuk mengurangi nyeri.Kata kunci : Fraktur, Post operasi ORIF, nyeri aku
ASUHAN KEPERAWATAN RISIKO INFEKSI PADA PASIEN POST SECTIO CAESAREA DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BENDAN KOTA PEKALONGAN
AbstrakLatar Belakang Sectio caesarea adalah prosedur pembedahan yang dilakukan untuk melahirkan janin dengan cara membuat sayatan pada dinding uterus melalui dinding depan perut. World Health Organization menyatakan bahwa kejadian infeksi luka operasi merupakan salah satu komplikasi pembedahan terbanyak sekitar 5% sampai 34% secara internasional, sedangkan di Indonesia angka kematian ibu yang disebabkam oleh infeksi pasca operasi caesar pada tahun 2013 mencapai 7,3%. Jika risiko infeksi tidak segera ditangani maka menyebabkan gangguan fungsional seperti gangguan mobilitas fisik, istirahat dan tidur dan kesulitan untuk merawat dirinya sendiri dan merawat bayinya yang akan menyebabkan kebutuhan dasar bayi tidak dapat terpenuhi. Metoda Menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus (case study) dan dan menggunakan proses pendekatan keperawatan. Sampling yang digunakan meliputi 2 pasien. Hasil Setelah dilakukan tindakan keperawatan 3x24 jam masalah risiko infeksi dapat teratasi dengan dibuktikan dengan tidak adanya tanda dan gejala infeksi lokal maupun sistemik. Kesimpulan Risiko infeksi pada pasien post sectio caesarea dapat teratasi dengan pemberikan tindakan keperawatan secara komprehensi