28611 research outputs found
Sort by
EFEKTIVITAS BERAT LARVA BLACK SOLDIER FLY TERHADAP HASIL REDUKSI SAMPAH ORGANIK
Latar belakang pengelolaan sampah menjadi masalah di hampir setiap kota di Indonesia. Sampah yang hanya tumpuk dan menunggu diambil pemulung untuk dibuang ke TPA dapat menyebabkan bau yang tak sedap, sehingga sampah ini perlu dikelola. Salah satu upaya pengolahan sampah organik yang dapat dilakukan masyarakat adalah pemanfaatan Larva Black Soldier Fly (BSF). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas Larva BSF dalam mereduksi sampah organik. Metode yang digunakan yaitu True Experimen dengan memiliki kelompok kontrol, sehingga design penelitiannya yaitu Posttest Only Control Group Design, menggunakan analisis uji One-Way ANOVA. Reduksi sampah ini menggunakan 25 gram, 50 gram, dan 75 gram larva BSF berumur 7 hari dan 14 kg sampah yang didapatkan dari TPST selama 9 hari. Pengumpulan data yang dilakukan adalah pengukuran setiap hari suhu media, pH media, kelembapan media, suhu lingkungan, dan kelembapan lingkungan, serta dilakukan penimbangan berat sampah pada hari ke-9. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat reduksi sampah yang dilakukan selama 9 hari yaitu variasi kontrol mereduksi 36,18%, variasi 25 gram mereduksi 53,52%, variasi 50 gram mereduksi 52,47%, dan variasi 75 gram mereduksi 47,21%. Analisis uji One-Way ANOVA diperoleh hasil tingkat reduksi sampah memiliki nilai p = 0.0001 < 0.05. Simpulan hasil reduksi dengan variasi berat larva BSF memiliki perbedaan penurunan berat sampah organik yang tereduksi dan yang paling efektif yaitu 25 gram larva. Saran bagi masyarakat dapat melakukan pengolahan sampah organik menggunakan larva BSF sebanyak 25 gram dan sampah organik sebanyak 6,75 kg
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA REMAJA PUTRI DI SMA MUHAMMADIYAH 1 KLATEN
TINJAUAN KEAKURATAN KODE UNDERLYING CAUSE OF DEATH (UCOD) PADA PERINATAL MENURUT PERINATAL MORTALITY RULESPADA SERTIFIKAT KEMATIAN DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA SALATIGA
Penyakit atau cedera yang memicu rentetan kejadian mengerikan yang mengarah langsung pada kondisi kematian atau keadaan kecelakaan atau kekerasan yang mengakibatkan cedera berat disebut dengan Underlying Cause of Death (UCoD). Dampak ketidakakuratan UCoD adalah penurunan kualitas sertifikat kematian. Penurunan kualitas berdampak pada statistik yang dihasilkan untuk menginformasikan kebijakan kesehatan menjadi tidak berkualitas pula. Jenis penelitian yang digunakan adalah mixed methods dengan pendekatan eksplanatori. Penelitian dilaksanakan di RSUD Kota Salatiga. Sampel yang digunakan adalah rekam medis perinatal meninggal sejumlah 33 sampel diambil secara total sampling. Hasil keakuratan 33 sampel terebut, didapatkan bahwa 81,8% tidak akurat dan 18,2% akurat. Angka ketidakakuratan tinggi dikarenakan penulisan diagnosa pada sertifikat kematian perinatal kurang tepat, belum diterapkannya aturan reseleksi dan tidak adanya Standar Operasional Prosedur (SOP) pengkodean kasus kematian perinatal. Penulisan sertifikat kematian perinatal oleh dokter atau PPA belum sesuai dengan aturan pada ICD Volume 2. Pengisian berkas penunjang kelahiran maupun persalinan dapat mendukung penegakkan diagnosis. Aturan reseleksi belum digunakan, koder belum menuliskan kode pada sertifikat kematian perinatal karena tidak ada SOP yang mengatur pengkodean kasus kematian perinatal. Diperlukan redesain sertifikat dengan penambahan kolom kode dan keterangan tambahan penulisan diagnosa sehingga mendukung keakuratan pengkodean serta pengisian sertifikat kematian perinatal
EFEKTIVITAS BERBAGAI VARIASI WARNA LAMPU PADA LIGHT TRAP UNTUK MENANGKAP NYAMUK AEDES AEGYPTITAHUN 2023
Latar Belakang : Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah salah satu penyakit berbasis lingkungan serta penyakit menular yang dapat berpotensi terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB). Upaya pengendalian nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor utama penyakit DBD dapat dilakukan dengan pengendalian fisik, kimia, biologi, serta pengelolaan lingkungan. Salah satu pengendalian nyamuk secara fisik yaitu penggunaan light trap. Light trap merupakan sebuah alat untuk menangkap nyamuk dengan cara memikat menggunakan cahaya. Tujuan dari studi ini adalah mengetahui warna lampu apakah yang paling efektif untuk menangkap nyamuk Aedes aegypti. Metode : Penelitian ini menggunakan jenis penelitian pre ekperimen dengan desain The Static Group Comparison Design. Analisis data menggunakan Uji Kruskal Wallis dan uji lanjut Mann-Whitney U. Variabel bebas dalam penelitian ini yaitu variasi warna lampu pada light trap antara lain warna hijau, biru, kuning, ungu, dan bening (kontrol), serta variabel terikat yaitu jumlah nyamuk Aedes aegypti yang terperangkap. Sebanyak 25 nyamuk Aedes aegypti betina dimasukan ke dalam kandang nyamuk berukuran 1 m x 1 m x 1 m yang di dalamnya terdapat 5 light trap dengan variasi warna lampu tersebut. Perlakuan tersebut dilakukan selama 12 jam dalam 5 hari. Hasil : uji Kruskal Wallis menunjukkan nilai p < 0,001 sehingga p < 0,05 yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara jumlah nyamuk yang terperangkap pada light trap dengan lampu berwarna hijau, biru, kuning, ungu, dan bening. Simpulan : Warna lampu yang lebih efektif untuk menangkap nyamuk Aedes aegypti yaitu lampu berwarna hijau dengan nilai mean rank tertinggi sebesar 101,78
SANITASI TERMINAL KERTONEGORO KABUPATEN NGAWI TAHUN 2023
Latar Belakang : Terminal adalah pangkalan kendaraan bermotor umum yang digunakan untuk mengatur kedatangan dan keberangkatan, menaikkan dan menurunkan orang atau barang serta perpindahan moda angkutan. Terminal merupakan tempat-tempat umum yang memiliki potensi sebagai tempat terjadinya penularan penyakit, pencemaran lingkungan, ataupun gangguan kesehatan lainnya. Pentingnya pengawasan higiene dan sanitasi pada terminal bus karena terminal bus merupakan tempat berkumpulnya banyak orang, baik ketika sedang menunggu, naik atau turun dari bus maupun orang yang melakukan aktivitas di dalam bus maupun di terminal. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keadaan sanitasi Terminal Kertonegoro. Jenis penelitian ini adalah deskriptif yang bertujuan memberikan gambaran sanitasi terminal yang terdiri dari keadaan terminal bagian luar dan bagian dalam, fasilitas sanitasi dan fasilitas penunjang terminal. Bahan dan Metode : Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan cheklist dan kuisioner. Hasil : Hasil Penilaian pada keadaan terminal bagian luar (90%), keadaan terminal bagian dalam (91%), fasilitas sanitasi (79%), fasilitas penunjang (58,9%). Simpulan : Sanitasi Terminal Kertonegoro yang terdiri dari keadaan terminal bagian luar, keadaan terminal bagian dalam, fasilitas sanitasi, fasilitas penunjang dalam keadaan baik dengan kategori memenuhi syarat. Saran : Menambahkan langit-langit dan ventilasi sesuai standar pada ruang tunggu penumpang, menutup saluran air limbah dan air hujan, menambahkan serbet atau tisu pada tempat cuci tangan, menambahkan toilet yang terpisah dengan tempat wudhu pada tempat ibadah, menambah ruangan khusus untuk menyimpan alat kebersihan, menambahkan ruang laktasi dan smooking area
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN MENGKUDU (MORINDA CITRIFOLIA) DAN DAUN BIDARA (ZIZIPHUS SPINA-CHRISTI L) SEBAGAI LARVASIDA LALAT RUMAH (MUSCA DOMESTICA)TAHUN 2023
Latar belakang Lalat merupakan salah satu vektor yang dapat berperan sebagai agen penularan penyakit, sehingga keberadaannya perlu dikendalikan. Penggunaan insektisida kimia dapat menyebabkan resistensi, pencemaran lingkungan, keracunan dan kematian hewan yang bukan target. Larvasida bontani dapat menjadi alternatif dalam pengendalian lalat karena mengandung senyawa aktif yang berasal dari tumbuhan, larvasida botani relatif mudah dibuat, mudah terurai dan relatif aman bagi manusia dan hewan bukan target salah satunya dengan ekstrak daun mengkudu dan ekstrak daun bidara. Metode penelitian ini menggunakan metode quasi eksperiment dengan rancangan Nonequivalen Control Grup Design Dengan menggunakan 3 dosis ekstrak (15 ml, 20 ml, dan 25 ml) dan 1 kontrol. Data dianalisis dengan menggunakan Uji Krusskal Wallis untuk mencari perbedaan tingkat kematian dari berbagai dosis ekstrak, kemudian dilanjutkan Uji U Mann Whitney antara dosis satu dengan lainnya untuk mana diantara dosis yang bermakna. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai signifikan dari Uji Krusskal Wallis didapatkan nilai p-value > 0,0.5 Karena p-value = 0,014 sehingga terdapat perbedaan terdapat perbedaan signifikan dari berbagai dosis masing masing ekstrak. Ekstrak yang paling berpengaruh terhadap kematian larva adalah ekstrak daun. Simpulan Penelitian ini adalah Ekstrak daun Mengkudu lebih efektif dalam jumlah kematian larva, dosis yang paling efektif adalah dosis 25 ml. Disarankan agar peneliti lain melakukan penelitian dengan menambahkan dosis pada ekstrak yang akan digunakan
PENGGUNAAN PENGEMBANGAN E-BRA (DEMUA E-BRA) TERHADAP KELANCARAN PRODUKSI ASI PADA IBU NIFAS PRIMIPARA
Latar Belakang : ASI merupakan nutrisi yang terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi. Permasalahan ASI yang sering dialami ibu nifas adalah kelancaran produksi ASI terutama pada 6 bulan kehidupan pertama bayi. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah melakukan perawatan payudara dengan penggunaan pengembangan e-bra untuk kelancaran produksi ASI pada ibu nifas primipara. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa efektivitas penggunaan pengembangan e-bra terhadap kelancaran produksi ASI pada ibu nifas primipara.Metode Penelitian : Jenis penelitian ini Research and Development dengan rancangan penelitian true eksperimental dan desain pretest-posttest control group design. Jumlah sampel 36 responden, dibagi menjadi dua kelompok, 18 responden kelompok intervensi diberikan penggunaan pengembangan e-bra (Demua e-bra) dan kelompok kontrol diberikan perawatan payudara standar. Sampel dipilih secara simple random sampling. Pengambilan data dilakukan dengan memberikan pretest (hari ke-1), hari ke-7 dilakukan posttest 1, dan hari ke-14 dilakukan posttest 2. Uji statistik yang digunakan uji Wilcoxon dan Kruskal-Wallis.Hasil : Hasil uji statistik frekuensi menyusui dengan nilai rata-rata hari ke-1 adalah 8,3 kali/24 jam, hari ke-7 adalah 13,6 kali/24 jam, hari ke-14 adalah 18,7 kali/24 jam. Lamanya menyusui dengan nilai rata-rata hari ke-1 adalah 10 menit/24 jam, hari ke-7 adalah 16,4/24 jam, hari ke-14 adalah 26,9/24 jam. Volume ASI dengan nilai rata-rata hari ke-1 adalah 34,9 ml, hari ke-7 adalah 93,8 ml, dan hari ke-14 adalah 210,4 ml dengan nilai signifikansi p-value = 0,000 (p < 0,05), sehingga terjadi peningkatan frekuensi menyusui, lamanya menyusui, dan volume ASI pada kelompok intervensi.Kesimpulan : Penggunaan pengembangan e-bra (Demua e-bra) efektif untuk meningkatkan kelancaran produksi ASI pada ibu nifas primipara
PENGARUH KOMBINASI EFFLEURAGE MASSAGE DAN ENDORPHIN MASSAGE TERHADAP SKALA NYERI PUNGGUNG IBU HAMIL TRIMESTER III DI PUSKESMAS PADANGSARI KOTA SEMARANG
Prevalensi ibu hamil dengan nyeri punggung di Indonesia sebesar 60-80%, di Jawa Tengah 40%, dan di Semarang tahun 2021 sebanyak 73,3%. 9 dari 10 ibu yang mengalami nyeri punggung di Puskesmas Padangsari menangani nyeri punggung hanya istirahat saja. Hal tersebut menunjukkan bahwa angka kejadian nyeri punggung masih tinggi, namun solusi dalam menangani nyeri punggung masih kurang.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kombinasi effleurage massage dan endorphin massage terhadap skala nyeri punggung ibu hamil trimester III di Puskesmas Padangsari Kota Semarang.Jenis penelitian quasy experiment dengan rancangan non equivalent control group. Kelompok dibagi menjadi 2, yaitu kelompok eksperimen diberikan kombinasi effleurage massage dan endorphin massage, sedangkan kelompok kontrol menggunakan teknik relaksasi nafas dalam. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling.Hasil penelitian dengan uji mann whitney diperoleh terdapat perbedaan yang signifikan selisih penurunan skala nyeri punggung pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan nilai p value 0,000, sehingga dapat disimpulkan ada pengaruh kombinasi effleurage massage dan endorphin massage terhadap skala nyeri punggung ibu hamil trimester III di Puskesmas Padangsari Kota Semarang. Perbedaan penurunan skala nyeri pada kedua kelompok ini karena adanya perbedaan jalur penghambat nyeri. Massage akan memicu saraf beta A diameter besar di ibu hamil keluar, sehingga reseptor delta A dan C berdiameter kecil tidak dapat dihantarkan ke otak, sedangkan teknik relaksasi nafas dalam mengatur pernafasan sehingga kadar oksigen dalam darah meningkat.Diharapkan kombinasi effleurage massage dan endorphin massage dapat diterapkan sebagai alternatif dalam mengurangi nyeri punggung ibu hamil trimester III
TEHNIK PEMBERIAN INFRARED DALAM PROSES PENYEMBUHAN LUKA ULKUS DIABETIKUM DI RUANG INSTALASI GAWAT DARURAT RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. H. YULIDDIN AWAY TAPAKTUAN
ANALISA ASUHAN KEPERAWATAN MOBILISASI DINI TERHADAP PEMULIHAN BISING USUS PADA KLIEN PASCA OPERASI ABDOMEN DI RUANG DAHLIA RSUD DR. DORIS SYLVANUS PALANGKA RAYA
Latar Belakang: Perawatan post pembedahan secara dini perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya masalah lebih lanjut, untuk perawatan post pembedahan yang dapat dilakukan adalah mobilisasi dini yaitu latihan bertahap yang memungkinkan klien post pembedahan untuk dapat bergerak dan berpindah dari tempat tidurnya lebih awal sesuai dengan latihan yang telah ditentukan (Dube & Kshirsagar, 2014).Tujuan: Penulisan karya ilmiah ini bertujuan untuk mengetahui analisa asuhan keperawatan mobilisasi dini terhadap pemulihan bising usus pada klien pasca operasi abdomenMetode: metode pada EBNP mobilisasi dini ini dilakukan kepada 3 klien yang dirawat di ruang Dahlia dengan klien post operasi abdomen, sesuai dengan kriteria inklusi, dilakukan selama 4 hari. Hasil: evaluasi akhir penerapan keperawatan mobilisasi dini pasca operasi abdomen, hasil dari implementasi yang dilakukan menunjukan adanya perubahan peningkatan frekuen sibising usus pada klien post operasi abdomen, setelah di lakukan mobilisasi dini