28611 research outputs found
Sort by
ANALISIS ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN PENGUKURAN FATIGUE PADA PASIEN POSTDIALYSIS
Latar belakang : Gagal ginjal tahap akhir (End-stage Renal Failure/ESRF) merupakan akhir dramatis dari gagal ginjal yang berhubungan dengan penurunan laju filtrasi glomerulus dan memerlukan terapi pengganti buatan. Berdasarkan hasil observasi didapatkan 6 dari 15 pasien Chronic Kidney Disease yang menjalani hemodialisa termasuk dalam fatigue berat. Secara umum, fatigue telah digambarkan sebagai kelemahan, perasaan fatigue, dan kekurangan energi. Fatigue tidak hanya mempengaruhi kehidupan sehari-hari pasien tetapi juga menyebabkan gangguan perawatan diri sehari-hari, status psikologis, dan kualitas hidup.Tujuan : Menganalisis asuhan keperawatan pasien Chronic Kidney Disease yang menjalani hemodialisa dengan mengukur derajat kelelahan menggunakan Post-dialysis Fatigue Scale setelah pemberian latihan breathing exercise.Metode : Analisis deskriptif yaitu studi kasus dengan jumlah subjek 3 orang. Instrumen yang digunakan yaitu Post-dialysis Fatigue Scale. Latihan breathing exercise dilakukan selama 15 menit sebanyak 4 kali setiap 1 jam.Hasil asuhan keperawatan : Masalah keperawatan yang ditemukan yaitu kelelahan berhubungan dengan program perawatan/pengobatan jangka panjang (Hemodialisa). Dengan intervensi manajemen energi dan memberikan Latihan breathing exercise serta pengukuran derajat kelelahan. Hasil pengukuran Post-dialysis Fatigue Scale yaitu 3 klien mengalami kelelahan ringan dengan sko
GAMBARAN ASUPAN KARBOHIDRAT, ASUPAN SERAT DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KADAR GULA DARAH PUASA PADA PASIEN PROLANIS DIABETES MELITUS TIPE II DI PUSKESMAS DUKUN KABUPATEN MAGELANG
Latar Belakang : DM menjadi penyakit degeneratif yang prevalensinya terus meningkat. DM disebabkan oleh banyak faktor, baik dari faktor genetik ataupun dari pola kehidupan yang tidak sesuai, contohnya asupan makan yang tidak seimbang khususnya asupan karbohidrat dan asupan serat serta dari pengelolaan aktivitas fisik.Tujuan Penelitian : Mendeskripsikan gambaran asupan karbohidrat, asupan serat dan aktifitas fisik dengan kadar gula darah Puasa pada pasien Prolanis DM tipe II di Puskesmas Dukun Kabupaten Magelang.Rancangan Penelitian : penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan rancangan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh peserta prolanis yang menderita Diabetes Melitus, di Puskesmas Dukun Kabupaten Magelang. Pengambilan data asupan karbohidrat dan asupan serat menggunakan instrument berupa formulir recall 24 jam, data aktivitas fisik menggunakan formulir PAL. Menggunakan teknik wawancara, serta data pemeriksaan kadar glukosa darah puasa diperoleh melalui catatan rekam medis pasien.Hasil : Sebagian besar sampel berjenis kelamin laki-laki (53.8%) dan berusia >60 tahun (38.5%),tidak bekerja (76.9%), GDP tidak terkendali sebanyak (76.9%) aktivitas fisik ringan sebanyak (84.6%), kecukupan asupan karbohidrat baik sebanyak (53.8%) dan asupan serat semua sampel kurang sebanyak (100%). Tingkat kecukupan asupan karbohidrat termasuk dalam kategori kurang dan baik masing-masing (38.5%) termasuk kategori GDP tidak terkendali. Sedangkan tingkat asupan serat kurang (76.9%) termasuk kategori GDP tidak terkendali.Simpulan : Sebagian besar sampel memiliki kadar gula darah puasa yang tidak terkendali, aktivitas fisik ringan, kecukupan asupan karbohidrat baik, dan kecukupan asupan serat kurang
ANALISIS KESIAPAN PENERAPAN REKAM MEDIS ELEKTRONIK DITINJAU BERDASARKAN ASPEK KAPASITAS ORGANISASI DI INSTALASI RAWAT INAP RSUD CILACAP
Penggunaan rekam medis elektronik memerlukan kesiapan petugas kesehatan termasuk perekam medis ketika berhadapan dengan teknologi sistem informasi. Penelitian ini menggunakan metode DOQ-IT pada aspek kapasitas organisasi untuk menilai kesiapan. Penyelenggaraan rekam medis elektronik di instalasi rawat inap RSUD Cilacap seperti kegiatan input SOAP, input resume medis, kode penyakit dan tindakan, penunjang, dan lembar obat. Walaupun sudah dilakukan pengisian informasi klinis secara elektronik, semua kegiatan pencatatan dan pendokumentasian masih dilakukan secara manual. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi kesiapan penerapan rekam medis elektronik ditinjau berdasarkan aspek kapasitas organisasi di instalasi rawat inap RSUD Cilacap. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara terstruktur. Teknik validasi data menggunakan triangulasi sumber. Analisis kesiapan penerapan rekam medis elektronik ditinjau berdasarkan aspek kapasitas organisasi di instalasi rawat inap RSUD Cilacap didapatkan hasil bahwa staf klinis dan administrasi khususnya perekam medis tidak dilibatkan dalam proyek perencanaan RME sehingga dedikasi staf hanya berupa ikut serta rapat implementasi RME. Kemudian, pada proses alur kerja belum terdapat alur kerja, SPO, dan protokol terkait pemberian pelayanan dan pelaksanaan rekam medis elektronik yang ada hanya berupa kebijakan RME. Pada infrastruktur teknologi informasi sudah pernah dilakukan penilaian kebutuhan perangkat dan hasilnya sesuai. Standar perangkat juga sudah disesuaikan yaitu komputer yang digunakan dapat menunjang implementasi RME dan tidak menyulitkan pengguna
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY.E USIA 20 TAHUN DI PUSKESMAS KALIANGKRIK KABUPATEN MAGELANG
Kehamilan, persalinan, dan nifas merupakan proses fisiologis dan memerlukan asuhan yang tepat agar dapat berjalan semestinya. Kesehatan ibu hamil hingga nifas serta bbl perlu didukung dengan meningkatkan kualitas pelayanan asuhan kebidanan secara berkesinambungan (Continuity of care) sejak hamil hingga nifasLaporan tugas akhir ini disusun dalam bentuk studi kasus dengan menggunakan pendekatan manajemen kebidanan menggunakan analisa SOAP. Dari hasil studi kasus ini diperoleh diagnosa G1P0A0 usia kehamilan 37 minggu 4 hari fisiologis. dengan keluhan merasa khawatir menjelang persalinan, dengan persalinan fisiologis pada usia kehamilan 38 minggu 2 Hari, kemudian diikuti masa nifas fisiologis dengan keluhan mulas yang telah mendapatkan KIE mengenai penyebab rasa mulas.Pada penatalaksanaan didapatkan kesenjangan pada proses persalinan, yaitu pada penggunaan alat pelindung diri (APD) bidan tidak menggunakan kacamata. Sedangkan pada ibu nifas dan bayi baru lahir tidak terdapat kesenjangan.Kesimpulan dari hasil studi kasus ini yaitu pada penerapan asuhan kebidanan terdapat kesenjangan antara teori dan asuhan kebidanan yang ada di lahan. Kesenjangan tersebut muncul pada proses melakukan tindakan asuhan
PENERAPAN TERAPI PEMBERIAN KOLANG KALING TERHADAP PENURUNAN NYERI PADA LANSIA DENGAN RHEUMATOID ARTHRITIS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ROWOSARI
Latar belakang : Rheumatoid Arthritis (RA) adalah gangguan inflamasi yang tidak diketahui penyebabnya yang biasanya mengenai sendi sinovial. Fagositosis memproduksi enzim di dalam sendi. Enzim memecah kolagen sehingga menyebabkan edema, proliferasi membran sinovial, dan pada akhirnya pembentukan pannus. Pannus menghancurkan kartilago dan mengerosi tulang, Karena kolang kaling memiliki kandungan (Arenggea Pinnata) yang memiliki galaktomanan untuk memberikan respon analgesik dalam mengurangi nyeri, pada buah Aranggea Pinnata memiliki tinggi kalsium sehingga bagus untuk sendi dan berkkhasiat sebagai antirematik.Tujuan : Mengetahui keefektifan penerapan terapi pemberian kolang kaling terhadap penurunan nyeri pada lansia dengan rheumatoid arthritis.Metode : Studi kasus ini melibatkan 3 subyek lansia dengan diberikan kolang kaling selama 6x seminggu dengan durasi 15 menit, observasi menggunakan skala nyeri NRS.Hasil Asuhan Keperawatan : Setelah diberikan terapi pemberian kolang kaling selama 6 hari didapat penurunan skala nyeri NRS, yaitu Ny.N (62 Th) berskala nyeri 6 menjadi 3, Ny.N (59 Th) berskala nyeri 5 menjadi 2, dan Ny.R (57 Th) berskala nyeri 6 menjadi 4. Dengan demikian dari hasil ketiga klien dapat disimpulkan adanya penurunan nyeri pada lansia dengan rheumatoid arthritis.Rekomendasi : Penerapan terapi pemberian kolang kaling terhadap penurunan nyeri pada lansia dengan rheumatoid arthritis, serta tidak memberikan dampak negatif dalam penerapannya
UJI EFEKTIVITAS CAMPURAN MAT BUNGA KENANGA (CANANGA ODORATA) DAN KULIT PISANG KEPOK (MUSA PARADISIACA) SEBAGAI ANTI NYAMUK ELEKTRIK TERHADAP NYAMUK AEDES AEGYPTI
Latar belakang Angka kejadian DBD di Indonesia hingga saat ini cenderung meningkat dan penyebarannya yang semakin luas setiap tahunnya. Pengendalian vektor DBD menggunakan insektisida kimia sintetis dapat menyebabkan resistensi dan pencemaran terhadap lingkungan. Alternatif yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampak negatif dari insektisida kimia sintetis yaitu menggunakan insektisida nabati yang memanfaatkan campuran bunga kenanga (Cananga odorata) dan kulit pisang kepok (Musa paradisiaca). Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui efektivitas campuran mat bunga kenanga (Cananga odorata) dan kulit pisang kepok (Musa paradisiaca) sebagai anti nyamuk elektrik terhadap nyamuk Aedes aegypti. Metode Jenis penelitian yang digunakan yaitu true experiment dengan menggunakan rancangan Post Test Only With Control Group Design. Pada penelitian ini terdapat kelompok perlakuan dan kontrol. Perlakuan dengan 4 konsentrasi yaitu 1:1, 1:2, 1:3 dan 1:4 sedangkan kontrol tanpa perlakuan, pengulangan sebanyak 3 kali. Hasil uji one way anova menunjukkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata jumlah kematian nyamuk Aedes aegypti pada setiap variasi konsentrasi campuran bunga kenanga (Cananga odorata) dan kulit pisang kepok (Musa paradisiaca) dengan nilai p Value = 0.000, ditunjukkan dengan nilai signifikans
PEMETAAN ENDEMISITAS DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD)DAN INDIKATOR KEPADATAN JENTIK NYAMUK AEDES AEGYPTI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PURWOKERTO BARATTAHUN 2023
Latar belakang Kecamatan Purwokerto Barat merupakan wilayah endemis DBD yang memiliki banyak kasus DBD. Faktor yang berpengaruh terhadap kasus DBD adalah kepadatan jentik nyamuk, ABJ dan Maya Index. Kepadatan jentik nyamuk berhubungan dengan kinerja juru pemantau jentik karena juru pemantau jentik yang berperan dalam kegiatan PSN. Analisis spasial menggunakan aplikasi GIS dapat digunakan untuk mengetahui pola penyebaran kasus DBD dan potensial penularan DBD berdasarkan indikator kepadatan jentik, ABJ, maya index dan kinerja jumantik sebagai salah satu upaya pengendalian terhadap kasus DBD. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif dengan pendekatan eksploratif. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan gambaran kasus DBD dan kepadatan jentik nyamuk Aedes aegypti melalui pemetaan yang dirancang dengan pemodelan sistem informasi geografis (SIG). Hasil penelitian diperoleh data terdapat 78 kasus DB yang tersebar pada 7 kelurahan di wilayah kerja Puskesmas Purwokerto Barat. Hasil analisis spasial menunjukkan 6 kelurahan dengan kategori indikator CI, HI dan BI rendah dan 1 kelurahan dengan kategori sedang. Nilai ABJ pada 6 kelurahan yaitu ABJ ? 95% dan 1 kelurahan ABJ < 95%. Kategori maya index pada seluruh kelurahan adalah rendah. Kategori kinerja jumantik pada 3 kelurahan adalah baik dengan persentase 43% dan 4 kelurahan kategori buruk dengan persentase 57%. Simpulan penelitian ini yaitu terdapat 6 kelurahan mempunyai kepadatan jentik rendah dengan nilai ABJ ? 95% dan 1 kelurahan mempunyai kepadatan jentik sedang dengan nilai ABJ < 95%. Saran yang direkomendasikan yaitu jumantik lebih optimal dalam melakukan PSN dan masyarakat lebih memperhatikan tempat penampungan air yang berpotensi untuk perkembangbiakan jentik nyamuk Aedes aegypti
PENGARUH KARTU MENUJU GIGI SEHAT (KMGS) TERHADAP PERILAKU ORANG TUA ANAK BALITA DI POSYANDU KUNCUP MEKAR PUSKESMAS PADANGSARI
Kesehatan gigi dan mulut pada anak merupakan faktor yang harus diperhatikan sedini mungkin, karena kerusakan gigi pada usia anak balita dapat mempengaruhi pertumbuhan gigi. Perilaku orang tua merupakan faktor yang mempengaruhi kesehatan gigi anak. Kartu menuju gigi sehat (KMGS) sebagai media atau alat bantu untuk menilai perilaku orang tua dalam menjaga kesehatan gigi serta sebagai media promosi kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adanya pengaruh KMGS terhadap perilaku orang tua anak balita di Posyandu Kuncup Mekar. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian quasi experiment atau ekperimen semu dengan desain penelitian one grup pre and post-test. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan teknik total sampling yang terdiri dari 40 orang tua anak balita di Posyandu Kuncup Mekar. Hasil dari data diolah dan dianalisis menggunakan uji analisa univariat. Uji analisa menggunakan uji bivariat Wilcoxon untuk mengetahui pengaruh KMGS terhadap perilaku orang tua anak balita di Posyandu Kuncup Mekar. Dan penelitian ini sudah layak etik dengan No.0207/EA/KEPK/2023. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p-value yaitu 0,000
ANALISIS KELENGKAPAN DAN KEAKURATAN KODE CEDERA DAN PENYEBAB LUAR PADA KASUS FRAKTUR DI RSU BANYUMANIK 2 SEMARANG
PEMENUHAN PERMINTAAN KOMPONEN DARAH DI UDD PMI KABUPATEN BREBES PADA TAHUN 2022
Latar Belakang : Permintaan darah dari beberapa rumah sakit pihak UDD PMI Kabupaten Brebes menganjurkan donor darah pengganti dikarenakan terbatasnya stok darah pada masa pandemi. Terbatasnya stok darah yang terjadi di UDD PMI Kabupaten Brebes dikarenakan kurangnya kesadaran dari masyarakat. Banyak masyarakat yang masih awam mengenai donor darah, mereka masih mempercayai mitos-mitos yang beredar mengenai donor darah.Tujuan Penelitian : Mendeskripsikan pemenuhan permintaan komponen darah di UDD PMI Kabupaten Brebes pada tahun 2022.Metode : Jenis penelitian pendekatan deskriptif kuantitatif retrospektif menggunakan teknik pengambilan total sampling dimana jumlah populasi pendonor sebanyak 16.914 pendonor pada tahun 2022.Hasil : Populasi pendonor 16.914 pendonor dengan jumlah pemintaan sebanyak 18.088 kantong sedangkan pemenuhan komponen darah sebanyak 17.812 kantong. Dengan permintaan dan pemenuhan yang paling dibutuhkan ialah komponen PRC sebanyak 15.432 dan 15.574 kantong. Pada tahun 2022, Presentase pemenuhan permintaan komponen darah yaitu 98% yang dapat dipenuhi di UDD PMI Kabupaten Brebes. Kesimpulan : Presentase pemenuhan permintaan komponen darah yaitu 98% yang dapat dipenuhi.Kata Kuci : Pemenuhan, Permintaan, Komponen darah