28611 research outputs found
Sort by
GAMBARAN ASUPAN LEMAK, NATRIUM, KALIUM, DAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS III KECAMATAN KEBUMEN
HUBUNGAN TEKNIK MENYUSUI TERHADAP PUTING SUSU SUSU LECET PADA IBU NIFAS
Kegagalan dalam memberikan asi eksklusif salah satunya disebabkan oleh masalah menyusui yang dialami ibu. Salah satu masalah menyusui yang sering dialami oleh ibu adalah puting susu lecet. Puting susu lecet dipengaruhi oleh pengetahuan dan sikap ibu dalam melakukan teknik menyusui yang kurang tepat.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan teknik menyusui terhadap kejadian puting suus lecet pada ibu nifas.Dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Padureso Kebumen. Penelitian ini menggunakan uji korelasi Rank Spearman. Populasi sampel ada seluruh ibu nifas di wilayah kerja Puskesmas Padureso. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sample.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan teknik menyusui dengan puting susu lecet pada ibu nifas. Teknik menyusui yang dilakukan secara benar akan mengurangi kejadian putting susu lecet pada ibu nifas.Diharapkan bidan dapat memberikan pendidikan kesehatan tentang teknik menyusui sejak masa kehamilan dan mendampingi ibu dalam proses menyusui
ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN STROKE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MUNGKID KABUPATEN MAGELANG
PENGARUH SARI KACANG TUNGGAK (VIGNA UNGUICULATA L) TERHADAP KADAR ESTRADIOL, HIPERTENSI, DAN KELUHAN MENOPAUSE PADA PEREMPUAN MENOPAUSE
Latar Belakang: Masa menopause diiringi penurunan hormon estrogen. Menurunnya estrogen menyebabkan keluhan-keluhan mengganggu dan menurunkan beberapa fungsi pemeliharaan tubuh misalnya pemeliharaan pembuluh darah, menyebabkan hipertensi. Kacang tunggak memiliki kandungan fitoestrogen dan aktifitas penghambat ACE-1 cukup tinggi, sehingga direkomendasikan sebagai terapi hipertensi dan keluhan menopause.Tujuan: Membuktikan pemberian sari kacang tunggak berpengaruh terhadap TD dan keluhan menopause.Metode: Quasy Eksperimen rancangan pre test dan post test. 40 orang sampel,dibagi menjadi 20 kelompok captopril dan plasebo, 20 kelompok captopril dan sari kacang tunggak selama 15 hari. TD diukur setiap 3 hari, keluhan menopause dan kadar estradiol diukur pre test dan post test intervensi. Analisis data menggunakan paired t-test, independent t-test, mann whitney, repeated measure anova, dan regresi linier.Hasil: Hormon estradiol pre-post pada kelompok perlakuan meningkat 2,550 pg/mL (p=0,0001), pre-post sistolik menurun 26,10 mmHg (p=0,0001) dan diastolik 21,65 mmHg (p=0,0001), pre-post keluhan menopause somatik menurun 3,1500 (p=0,0001), psikologis 1,9500 (p=0,0001), dan urogenital 1,9500 (p=0,0001). Kelompok Intervensi mengalami peningkatan signifikan estradiol (p-value 0,0001), penurunan TD sistolik (p-value 0,0001) dan diastolik (p-value 0,004), serta penurunan keluhan menopause (p-value 0,0001). Efek terapi penurunan pada TD sistolik mulai terlihat signifikan menurun pada hari ke-9, sedangkan pada TD diastolik pada hari ke-15.Kesimpulan: Pemberian sari kacang tunggak efektif meningkatkan estradio
ASUHAN KEPERAWATAN GANGGUAN MOBILITAS FISIK PADA PASIEN POST OPERASI ORIF FRAKTUR EKSTREMITAS BAWAH DI RSUD KARDINAH KOTA TEGAL
ASUHAN KEPERAWATAN GANGGUAN MOBILITAS FISIK PADA PASIEN POST OPERASI ORIF FRAKTUR EKSTREMITAS BAWAH DI RSUD KARDINAH KOTA TEGALPanji Satriawan Adipratama1, Ahmad Baequny21Mahasiswa Program Studi D III Keperawatan Tegal2Dosen Jurusan DIII Keperawatan Tegal Poltekkes Kemenkes SemarangEmail : [email protected] AbstrakLatar Belakang: Fraktur ekstremitas bawah merupakan suatu patahan yang terjadi pada kontinuitas struktur tulang yang disebabkan karena cidera, kecelakaan. Dampak dari fraktur ektremitas bawah yaitu terjadinya kecacatan sehingga mengalami kesulitan, jika berdiri lama atau berjalan, berjongkok, mengangkat benda berat atau bekerja yang melibatkan menahan beban. Penelitian (Sudarmi, 2018) menyatakan bahwa, jika pasien post operasi tidak melakukan mobilisasi sedini mungkin, dapat terjadi gangguan aktivitas. Hal tersebut sesuai dengan Smaltzer & Bare dalam (Igiany, 2019) bahwa jika pasien tidak dapat melakukan latihan ROM dan menggerakkan sendi melalui rentang gerak penuh, maka akan terjadi kontraktur. Kontraktur merupakan pemendekan otot dan tendon yang menimbulkan deformitas. Sehingga hal tersebut sangat penting dan perlu mendapatkan perhatian khusus.Tujuan: Menggambarkan Asuhan Keperawatan Gangguan Mobilitas Fisik Pada Pasien Post Operasi ORIF Fraktur Ekstremitas Bawah Di RSUD Kardinah Kota Tegal.Metoda: Metode yang digunakan dalam memberikan asuhan keperawatan menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus dan menggunakan proses pendekatan keperawatan. Penelitian dilakukan selama minimal 3 hari perawatan diruang Lavender Bawah kepada 2 pasien dengan masalah keperawatan yang sama.Hasil: Pasien 1 post operasi ORIF dengan fraktur pedis digiti 1 meringis kesakitan saat ibu jari kaki digerakan, kekuatan otot 2. Pasien 2 post operasi ORIF dengan fraktur pelvis mengatakan dari pinggul sampai kaki terasa kaku, kekuatan otot 1. Tindakan keperawatan yang dilakukan yaitu observasi tanda-tanda vital setiap 2 jam sekali, kaji kemampuan mobilisasi pasien, fasilitasi melakukan pergerakan, edukasi latihan ROM, dan memberikan terapi nyeri sesuai instruksi. Evaluasi didapatkan kedua partisipan mengalami peningkatan mobilitas fisik ditandai meningkatnya kekuatan otot dan indeks barthel. Diharapkan pasien dapat melakukan rentang gerak (ROM) secara mandiri di rumah
MEDIA EDUKASI INFOGRAFIS BERBASIS WEBSITE UNTUK MENINGKATKAN PERILAKU PEMELIHARAAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT SISWASEKOLAH DASAR
MEDIA EDUKASI INFOGRAFIS BERBASIS WEBSITE UNTUKMENINGKATKAN PERILAKU PEMELIHARAAN KESEHATANGIGI DAN MULUT SISWA SEKOLAH DASARRatna Dwi Handayani*, Masrifan Djamil1, Bedjo Santoso2Poltekkes Kemenkes SemarangJl. Tirto Agung, Pedalangan, Banyumanik, SemarangABSTRAKLatar Belakang: Masalah kesehatan gigi dan mulut pada siswa sekolah dasartermasuk kategori tinggi. Media infografis berbasis website merupakan media edukasi yang dikemas dalam website yang memuat informasi tentang menjaga kesehatan gigi dan mulut yang ditujukan untuk memudahkan anak-anak dalam menerima dan memahami informasi dengan jelas serta dapat dilakukan secara mandiri sehingga dapat merubah perilaku.Tujuan : Menghasilkan media edukasi kesehatan gigi dan mulut infografis berbasis website yang layak dan efektif terhadap perubahan perilaku menggosok gigi pada siswa sekolah dasar.Metode : Penelitian ini menggunakan metode R&D dan uji coba produk/model (study true experimental control group pretest and posttest design). Subjek penelitian ini siswa sekolah dasar usia 10-11 tahun dibagi dalam 2 kelompok yaitu infografis berbasis website sebagai kelompok intervensi dan video animasi sebagai kelompok kontrol dan lamanya perlakuan selama 21 hari. Data diuji menggunakan uji Wilcocon dan Mann-WhitneyHasil : Validasi ahli infografis berbasis website rata-rata 87,17 (sangat layak) sebagai media promosi kesehatan gigi pada siswa sekolah dasar ditunjukkan dengan nilai p-value 0,000. Media ini efektif dalam meningkatkan pengetahuanp=0,000, sikap p=0,000, tindakan p=0,000, dan skor debris index p=0,000 dibandingkan dengan kelompok kontrol. Kesimpulan : Penerapan infografis berbasis website yang dilakukan selama 21 hari efektif meningkatkan perilaku kesehatan giig dan mulut pada siswa sekolah dasar dibandingkan dengan kelompok kontrol.Kata Kunci : Infografis, website, debris index, perilak
MODEL EDUKASI TEKA-TEKI SILANG BERBASIS ANDROID SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PERILAKU PEMELIHARAAN KESEHATAN GIGI PADA ANAK SEKOLAH DASAR
ASUHAN KEPERAWATAN KERUSAKAN INTEGRITAS KULIT : ULKUS DIABETIKUM PADA PASIEN DIABETES MELLITUS DI RS ROEMANI MUHAMMADIYAH SEMARANG
ASUHAN KEPERAWATAN KERUSAKAN INTEGRITAS KULIT : ULKUS DIABETIKUM PADA PASIEN DIABETES MELLITUS DI RS ROEMANI MUHAMMADIYAH SEMARANG Fransisca Dewi Novianti1, Sri Utami Dwiningsih, MNS.21Mahasiswa Program Studi DIII Keperawatan Semarang2Dosen Jurusan Keperawatan SemarangEmail : [email protected] Belakang : Diabetes mellitus biasa disebut dengan silent killer (pembunuh diam diam) karena penyakit ini dapat menimbulkan berbagai komplikasi yaitu penyakit jantung, gagal ginjal, gangguan penglihatan, infeksi paru, gangguan pembuluh darah, stroke dan lebih parahnya penyakit diabetes ini bisa mengakibatkan ulkus diabetik dan mengalami gangguan integritas kulit apabila tidak cepat ditangani (Rafu, 2019).Tujuan : Mendeskripsikan asuhan keperawatan kerusakan integritas kulit : ulkus diabetikum pada pasien diabetes mellitus di RS Roemani Muhammadiyah Semarang. Metode : Metode yang digunakan dalam studi kasus ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus dan menggunakan pendekatan proses keperawatan yang dilakukan di ruang Ayyub 2 pada dua responden di Rumah Sakit Roemani Muhammadiyah Semarang. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa, kedua responden mengalami gangguan integritas jaringan berhubungan dengan perubahan sirkulasi (akibat diabetes mellitus). Hasil evaluasi kedua klien didapatkan penurunan skor bates jansen yaitu dengan total skor keseluruhan 65 skor, klien 1 dari skor 39 menjadi 34 dan klien 2 dari skor 37 menjadi 31. Didapatkan hasil pada kedua responden ukuran luka mengalami penurunan sekitar 2cm pada hari ketiga dilakukan asuhan keperawatan.Simpulan : Setelah dilakukan implementasi pada kedua responden masalah teratasi sebagian, sehingga diperlukan observasi pengkajian luka Bates-Jansen dan melakukan perawatan luka secara lebih lanjut agar menunjukkan hasil yang maksimal.Kata kunci : ulkus diabetikum, gangguan integritas jaringan luka, perawatan luk
GAMBARAN PENGETAHUAN GIZI DAN KEBIASAAN KONSUMSI FAST FOOD TERHADAP KEJADIAN GIZI LEBIH PADA IBU DI RW 02 DESA MEJASEM BARAT KECAMATAN KRAMAT KABUPATEN TEGAL
Latar Belakang : Obesitas merupakan salah satu penyakit tidak menular (PTM) yang masih menempati urutan ke tiga dari seluruh PTM. Hasil Riskesdas tahun 2018 menunjukkan bahwa prevalensi gizi lebih di Indonesia pada perempuan dewasa (usia >18 tahun) sebesar 15,1% untuk kategori gemuk dan 29,3% untuk kategori obesitas. Prevalensi obesitas pada perempuan lebih tinggi 26,9% daripada laki-laki dan kategori paling tinggi yaitu ibu rumah tangga. Peningkatan prevalensi obesitas dikarenakan banyak mereka yang memilih makanan cepat saji (fast food) karena cara penyajiannya yang cepat serta dapat menghemat waktu.Tujuan Penelitian : Mengetahui hubungan pengetahuan gizi dan kebiasaan konsumsi fast food terhadap kejadian gizi lebih pada ibu di RW 02 Desa Mejasem Barat Kecamatan Kramat Kabupaten Tegal.Rancangan Penelitian : Penelitian ini termasuk penelitian di bidang gizi masyarakat dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini adalah ibu-ibu di RW 02 Desa Mejasem Barat yang berjumlah 50 partisipan. Pengambilan data pengetahuan gizi menggunakan kuesioner dan data kebiasaan konsumsi fast food menggunakan metode FFQ (Food Frequency Questionnaire). Analisa data menggunakan uji chi square dan fisher exact.Hasil : Status gizi lebih pada ibu di RW 02 Desa Mejasem Barat sebesar 60,0%. Ibu yang memiliki pengetahuan gizi baik sebesar 70,0%. Ibu yang jarang mengonsumsi western fast food sebesar 98,0%. Jenis western fast food yang paling banyak dikonsumsi adalah minuman manis tidak bersoda sebesar 62,0%. Ibu gizi lebih yang sering mengonsumsi local fast food sebesar 88,9% dan yang jarang sebesar 43,8%. Jenis local fast food yang paling sering dikonsumsi ibu adalah gorengan sebanyak 92,0%.Kesimpulan : Tidak ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan gizi dan kebiasaan konsumsi western fast food dengan kejadian gizi lebih pada ibu di RW 02 Desa Mejasem Barat. Namun, ada hubungan yang bermakna antara kebiasaan konsumsi local fast food dengan kejadian gizi lebih pada ibu di RW 02 Desa Mejasem Barat
PROSEDUR PEMERIKSAAN CT SCAN LEHER SOFT TISSUE NON KONTRAS PADA INDIKASI TUMOR FARING DI INSTALASI RADIOLOGI RS PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA
PROSEDUR PEMERIKSAAN CT SCAN LEHER SOFT TISSUE NONKONTRAS PADA INDIKASI TUMOR FARINGINTISARIZulfan Ardian Fahri 1), Kholik Al Amin 2)Menurut Lampignano and Kendrick (2018), CT Scan leher indikasi utamanyaadalah tumor, trauma bawaan, infeksi atau abses dan trauma. Prosedur scanningyang ditunjukkan yaitu dengan area scanning dari dasar fossa frontalis hinggathoracic inlet. Rekontruksi aksial, sagital dan koronal akan sangat berguna untukmengevaluasi perbedaan lesi yang terjadi. Di Instalasi Radiologi RS PKUMuhammadiyah Yogyakarta, pemeriksaan CT Scan leher soft tissue non kontras,rekonstruksi gambar yang digunakan adalah dengan potongan aksial, sagital,koronal dan 3D MPR. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk menjelaskanprosedur pemeriksaan dan alasan penggunaan rekonstruksi 3D MPR pada CTScan leher soft tissue non kontras dengan indikasi tumor faring.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studikasus. Pengambilan data dilakukan dengan metode observasi, dokumentasi, danwawancara mendalam. Responden terdiri dari dua orang radiografer, satu orangdokter radiolog, dan satu orang dokter pengirim. Data yang diperoleh dianalisismenggunakan interaktif model, kemudian direduksi dan dikategorisasikan sesuaidengan tujuan penelitian. Data yang telah diolah kemudian disajikan dalam bentukkuotasi dan selanjutkan dibuat kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemeriksaan CT Scan leher soft tissuenon kontras pada indikasi tumor faring di Instalasi Radiologi RS PKUMuhammadiyah Yogyakarta, rekonstruksi yang digunakan antara lain potonganaksial, sagital, koronal, dan 3D MPR.Alasan digunakan rekonstruksi 3D MPR adalah sebagai bentuk alternatifsudut pandang lain untuk melihat bagian luar dari area pertulangan pada leheryang terindikasi tumor dan melihat jika terdapat gambaran destruktif pada sistempertulangan di area tumor dan juga berguna untuk menghindari blind spot areadalam menganalisa organ yang ingin dilihat dan sebagai salah satu pertimbangandalam menentukan langkah selanjutnya.Kata kunci: 3D MPR, Tumor Faring, Instalasi Radiologi RS PKUMuhammadiyah Yogyakart