28611 research outputs found
Sort by
ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA TN. S DAN NY. M DENGAN FOKUS MASALAH GANGGUAN MOBILITAS FISIK PADA KLIEN STROKE DI WILAYAH PUSKESMAS BATANG 3 KABUPATEN BATANG
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP PERILAKU PICKY EATER PADA ANAK PRASEKOLAH
Picky eater merupakan anak dengan perilaku pilih-pilih makanan, tidak mau makan, atau hanya menyukai variasi makanan tertentu salah satu masalah pada anak yang sangat perlu diperhatikan oleh orang tua dan tenaga kesehatan, karena perilaku pilih-pilih makanan ini mempunyai efek yang merugikan bagi anak. Tujuan umum:mengetahui hubungan pola asuh orang tua terhadap perilaku picky eater pada anak prasekolah. Penelitian ini dilakukan di Desa Manggis Kecamatan Lekosno Kabupaten Wonosobo. Jenis penelitian ini adalah dengan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sample adalah dengan rumus slovin lalu dilakukan random slamping. analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi presentase setiap variabel, dan analisis bivariat menggunakan korelasi rank spearman. Hasil penelitian: hasil uji korelasi rank sperman mendapatkan hasil nilai Sig.(2-tailed) sebesar 0,000, angka koefisisen korelasi sebesar 0,603* artinya ada hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua terhadap perilaku picky eater pada anak prasekolah dengan tingkat kekuatan korelasi atau hubungan adalah hubungan yang kuat. Pola asuh mayoritas berpola asuh demokratis sebanyak 46,2%, permisif 30,8%, otoriter 15,4%, dan nacglet 7,7%. Perilaku anak usia pra sekolah di Desa Manggis mayoritas memiliki perilaku picky eater sebanyak 21 responden atau 53,8%, dan yang tidak memiliki perilaku picky eater sebanyak 18 responden atau 46,2%. Terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dengan perilaku picky eater anak prasekolah
PROSEDUR PEMERIKSAAN RADIOGRAFI CLAVICULA DENGAN KLINIS FRAKTUR DI INSTALASI RADIOLOGI RSUD KOTA SALATIGA
Prosedur pemeriksaan radiografi clavicula menurut Lampignano dan Kendrick (2018) yang menggunakan dua proyeksi yaitu AP dan AP Axial. Sedangkan pemeriksaan radiografi clavicula dengan klinis fraktur di Instalasi Radiologi RSUD Kota Salatiga dilakukan menggunakan proyeksi AP saja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosedur pemeriksaan radiografi clavicula klinis fraktur di sepertiga medial clavicula dan alasan menggunakan proyeksi AP saja.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan metode Observasi Partisipatif aktif, wawancara terstruktur dan dokumentasi. Wawancara dilakukan dengan radiografer, dokter pengirim, dan dokter spesialis radiologi. Data dianalisis secara deskriptifHasil penelitian menunjukkan bahwa pemeriksaan radiografi clavicula dengan klinis fraktur di instalasi Radiologi RSUD Kota Salatiga, alasan digunakkannya proyeksi AP yaitu dengan proyeksi AP telah dapat menunjukkan informasi diagnostik yang dibutuhkan yaitu fraktur, setelah dilakukan proyeksi AP jika fraktur superposisi akan dilakukan proyeksi tambahan yaitu proyeksi AP Axial sehingga fraktur dapat terlihat jela
ASUHAN KEBIDANAN KOMPEREHENSIF PADA NY. S UMUR 30 TAHUN DI PUSKESMAS BRANGSONG II KABUPATEN KENDAL
Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu indikator untuk melihat keberhasilan upaya kesehatan ibu. AKI adalah rasiko kematian ibu selama masa kehamilan, persalinan dan nifas yang disebabkan oleh kehamilan, persalinan, dan nifas. Pelayanan tenaga kesehatan berperan memberikan asuhan kebidanan secara komprehensif yaitu menjamin agar setiap ibu mampu mengakses pelayanan kesehatan yang berkualitas darikehamilan sampai keluarga berencana. Tujuan penulisan yaitu melaksanakan asuhan kebidanan dengan menggunakan pendekatan manajemen kebidanan dengan memberikan Asuhan Kebidanan pada ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas dan pelayanan KB serta BBL dan Neonatus secara komprehenshif.Metode yang digunakan adalah pendekatan studi kasus dilaksanakan melalui pendekatan manajemen kebidanan Varney dan pemantauan perkembangan dengan SOAP. Metode untuk mengumpulkan data yang di butuhkan meliputi anamnesa,pemeriksaan fisik,pemeriksaan penunjang,sumber tertulis,dan dokumentasi. Penelitian yang sudah dilakukan penulis didapatkan diangnosa Ny.L G2P1A0 39 minggu kehamilan fisiologis,dengan keluhan sering BAK,dengan persalinan normal,diikuti dengan nifas normal dan rencana KB suntik 3 bulan. Pada asuhan yang di berikan terdapat kesenjangan yaitu ibu tidak melakukan kunjungan ANC pada trimester pertama,ibu tidak melakukan kujungan ulang ANC. Kesimpulan dari hasil studi kasus ini dalam penerapan asuhan kebidanan terdapat kesenjangan anatara teori dan praktik asuhan kebidanan yang ada di lahan praktik
PENERAPAN TERAPI MUROTTAL TERHADAP PENURUNAN TANDA DAN GEJALA HALUSINASI PENDENGARAN DI RSJD DR. RM. SOEDJARWADI KLATEN PROVINSI JAWA TENGAH
Latar Belakang :Halusinasi pendengaran atau akustik adalah persepsi yang seolah-olah mendengar suara padahal suara tersebut sebenarnya tidak ada, isi suara halusinasi dapat berupa suatu perintah tentang perilaku klien sendiri dan klien merasa yakin bahwa suara ini ada. Dampak yang dapat ditimbulkan oleh pasien yang mengalami halusinasi pendengaran adalah kehilangan kontrol dirinya, dimana pasien mengalami panik dan perilakunya di kendalikan oleh halusinasinya.Gangguan halusinasi dapat diatasi dengan terapi farmakologi dan nonfarmakologi.Salah satu terapi nonfarmakologi yang efektif adalah mendengarkan musik.Musik memiliki kekuatan untuk mengobati penyakit dan meningkatkan kemampuan pikir seseorang.Tujuan :Melakukan asuhan keperawatan jiwa dengan menerapkan Terapi Murottal untuk menurunkan tanda dan gejala halusinasi pendengaranMetode Penelitian :Study kasus yang dilakukan menggunakan metode case study dengan pendekatan deskriptif untuk mengetahui perubahan penurunan tanda dan gejala pada pasien halusinasi pendengaran.Hasil Penerapan :Penerapan dilakukan pada tiga pasien dengan halusinasi pendengaran setelah diberikan terapi murottal didapatkan hasil adanya penurunan tanda dan gejala pada pasien dengan halusinasi pendengaran. Penerapan dilakukan selama 10 menit dan surat yang di putar adalah Ar-Rahman yang memiliki arti yang luar biasa.Simpulan dan saran :Terdapat adanya penurunan tanda dan gejala halusinasi pendengaran yang telah dilakukan terapi murottal pada pasien halusinasi pendengaran di RSJD Dr. RM. Soedjarwadi Klaten, terapi dapat digunakan dengan bantuan perawat atau keluarga dan tidak memiliki efek sampin
PEMETAAN SEBARAN PENYAKIT HIPERTENSI PRIMER BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI PUSKESMAS CANDIREJO MAGETAN TAHUN 2021
Surveilans kesehatan merupakan kegiatan pencatatan dan pelaporan yang ada di Puskesmas yang dikenal dengan istilah Sistem Pencatatan dan Pelaporan Terpadu Puskesmas (SP2TP). Untuk mempermudah dalam pelaksanaan surveilans kesehatan dapat memanfaatkan Sistem Informasi Geografis (SIG).Hasil studi pendahuluan menunjukkan bahwa kasus penyakit hipertensi primer di Puskesmas Candirejo sejak tahun 2019 hingga 2021 selalu masuk ke dalam daftar 10 besar penyakit yang paling tinggi angka kunjungannya sebesar 2.131, 1.972, dan 1.904 kunjungan, penyajian data sebaran penyakit di Puskesmas Candirejo hanya dilakukan dalam bentuk tabel dan belum pernah dilaksanakannya pemetaan menggunakan aplikasi SIG. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peta sebaran penyakit hipertensi primer berbasis SIG di Puskesmas Candirejo tahun 2021.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan cross-sectional. Metode penelitian yang digunakan yaitu observasi. Proses pengolahan dan pembuatan peta menggunakan aplikasi ArcGIS 10.8.Dalam penelitian ini didapatkan pemetaan kasus hipertensi primer berjumlah 1.904 kasus, dengan Desa Baron berjumlah 70 (4%) kasus, Kelurahan Bulukerto berjumlah 72 (4%) kasus, Desa Candirejo berjumlah 215 (11%) kasus, Kelurahan Kebonagung berjumlah 22 (1%) kasus, Kelurahan Kepolorejo berjumlah 172 (9%) kasus, Kelurahan Magetan berjumlah 124 (6%) kasus, Kelurahan Mangkujayan berjumlah 93 (5%) kasus, Desa Purwosari berjumlah 159 (8%) kasus, Desa Ringinagung berjumlah 127 (7%) kasus, Kelurahan Selosari berjumlah 431 (23%) kasus, Kelurahan Sukowinangun berjumlah 99 (5%) kasus, Desa Tambakrejo berjumlah 39 (2%) kasus, Kelurahan Tambran berjumlah 48 (3%) kasus, Kelurahan Tawanganom berjumlah 233 (12%) kasus. Berdasarkan jenis kelaminnya, kasus hipertensi primer di Puskesmas Candirejo lebih banyak terjadi pada jenis kelamin perempuan dengan jumlah total 1.221 (64%) kasus dan untuk jenis kelamin laki-laki berjumlah 683 (36%) kasus
ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE II DENGAN KERUSAKAN INTEGRITAS KULIT: ULKUS DIABETIKUM DI RSUD BENDAN KOTA PEKALONGAN
Latar Belakang: Asuhan keperawatan pada pasien DM tipe II dengan masalah kerusakan integritas kulit: Ulkus Diabetikum masih menjadi prioritas utama karena kurangnya perawatan luka secara maksimal dan ketidakpatuhan diit sehingga dilakukan tindakan perawatan luka.Tujuan: Menjelaskan asuhan keperawatan kerusakan integritas kulit pada pasien diabetes mellitus tipe II dengan ulkus diabetikum di RSUD bendan Kota Pekalongan.Metode: Metode yang digunakan dalam studi kasus ini adalah metode deskriptif yaitu mendeskripsikan asuhan keperawatan kerusakan integritas kulit pada pasien diabetes mellitus tipe II dengan ulkus diabetikum. Subyek yang digunakan adalah 2 pasien diabetes mellitus tipe II dengan masalah kerusakan integritas kulit. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, studi dokumentasi, dan pengkajian luka bates jansen Kedua subyek dikelola selama 5 hari.Hasil : Pasien diabetes mellitus tipe II dengan kerusakan integritas kulit mengeluh terdapat luka yang tidak sembuh-sembuh di telapak kaki sebelah kanan dan pada luka dekat ibu jari dan telapak kaki yang membengkak, timbul sensasi tebal dan sering kesemutan. Diagnosa keperawatan yang muncul yaitu kerusakan integritas kulit berhubungan dengan ulkus diabetikum, masalah dapat teratasi dengan tindakan perawatan luka. Hasil evaluasi menunjukkan penurunan skor bates jansen dan penurunan kadar gula dalam dara
PERBEDAAN EFEKTIVITAS PENYULUHAN MENGGUNAKAN MEDIA FLASHCARD DIBANDINGKAN DENGAN POP UP BOOK TERHADAP PENGETAHUAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT SISWA TK PELANGI UJUNGRUSI TEGAL
Kesehatan gigi dan mulut sangat penting dalam kehidupan setiap orang termasuk anak-anak. Salah satu faktor yang menyebabkan masalah gigi dan mulut pada anak adalah faktor perilaku merawat kesehatan gigi dan mulut yang buruk. Perilaku kesehatan akan lebih baik jika didasari oleh pengetahuan sehingga dapat mempengaruhi sikap dan perilaku pemeliharaan kesehatan. Pengetahuan tersebut dapat diperoleh dari penyuluhan kesehatan dengan berbagai media. Contoh penggunaan medianya yaitu dengan media flashcard dan pop up book. Flashcard adalah media pembelajaran berupa kartu gambar yang panjangnya seukuran kartu pos. Pop up book adalah buku yang dapat bergerak, berisi bagian-bagian kertas yang tampak atau bergerak saat dibuka dan benar-benar terlipat saat buku ditutup. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan efektivitas penyuluhan menggunakan media flashcard dibandingkan dengan pop up book terhadap pengetahuan kesehatan gigi dan mulut pada siswa TK Pelangi Ujungrusi, Tegal.Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian eksperimental dengan menggunakan metode eksperimen semu. Sampel dalam penelitian ini menggunakan populasi sampling dengan jumlah seluruh populasi 30 siswa. Hasil data penelitian ditampilkan dalam bentuk tabel.Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pop up book lebih efektif dibandingkan flashcard terhadap pengetahuan kesehatan gigi dan mulut siswa TK Pelangi Ujungrusi, Tegal, ditandai dengan selisih rata-rata skor pengetahuan dan OHI-S yang lebih tinggi pada kelompok media pop up book dibandingkan dengan media flashcard