28611 research outputs found
Sort by
ANALISIS KUALITAS INFORMASI ANATOMI RADIOGRAF PADA PEMERIKSAAN STERNUM PROYEKSI LPO (SUPINE) DENGAN VARIASI PENYUDUTAN ARAH SINAR
ASUHAN KEPERAWATAN PADA LANSIA DENGAN STROKE NON HEMORAGIK FOKUS STUDI GANGGUAN MOBILITAS FISIKDI RSUD DR.R SOETIJONO BLORA
Latar Belakang: Stroke adalah gangguan tiba-tiba suplai darah ke otak. Sebagianbesar stroke disebabkan oleh penyumbatan arteri tiba-tiba (stroke non hemoragik). Stroke lainnya disebabkan oleh pendarahan ke jaringan otak ketika pembuluh darah pecah (stroke hemoragik) (Clinic, 2018) dalam (Hidayah, 2019).Metode: Metode yang digunakan dalam studi kasus ini adalah metode deskriptif dengan memaparkan pemecahan masalah yang ada berdasarkan data, menyajikan data, menganalisis dan menginterprestasikan data pada pasien stroke non hemoragik. Penelitian menggunakan dua pasien yang mengalami stroke non hemoragik.Hasil: Pengkajian dilakukan secara anamnesa dengan pasien berumur 69 dan 64 tahun sehingga muncul masalah gangguan mobilitas fisik. rencana masalah denganidentifikasi toleransi fisik melakukan pergerakan, monitor frekuensi tekanan darah sebelum mulai mobilisasi, jelaskan alasan/rasional pemberian latihan menggerakkan sendi kepala pasien/keluarga, libatkan keluarga, bantu pasien ke posisi yang optimal untuk latihan rentang gerak, terapi latihan fisik, mobilitas sendi dengan menggunakan pergerakan tubuh aktif, terapi latihan fisik, latih secara mandiri dengan menggunakan aktivitas atau protocol latihan tertentu, anjurkan pasien untuk melakukan latihan range of motion secara aktif jika memungkinkan. Implementasi dilakukan secara 3 hari sesuai dengan rencana yang dibuat, setelah itu dilakukan evaluasi dan didapatkan hasil masalah teratasi sebagian dan masalah belum teratasi. Rencana tindak lanjut pada hari berikutnya kita delegasikan kepada teman sejawat.Simpulan: Pasien yang mengalami stroke non hemoragik dengan masalah gangguan mobilitas fisik dapat diberikan asuhan keperawatan dengan identifikasi intoleransi fisik melakukan pergerakan, monitor frekuensi tekanan darah sebelum memulai mobilisasi, jelaskan tujuan dan prosedur mobilisasi, libatkan keluarga dalam latihan pergerakan, ajarkan mobilisasi sederhana yang harus dilakukan ( mis. Duduk di tempat tidur, duduk di sisi tempat tidur, pindah dari tempat tidur ke kursi), kolaborasi dengan dokter dalam pemberian therapy obat
PEMBERIAN CAIRAN INFUS DAN SELIMUT HANGAT TERHADAP SUHU TUBUH DAN HEMODINAMIK PASIEN PASCA OPERASI SECTIO CAESAREA DI RUANG PEMULIHAN (STUDI DI RSUD DR. ABDUL AZIZ SINGKAWANG KALIMANTAN BARAT)
Background : Caesarean section or sectio caesarea has various complications such as thermoregulation disorders, namely a decrease in body temperature to hypothermia which affects hemodynamic status. One of the treatments to maintain a normal body temperature is to use heat conduction which includes a heating element either internally by giving warm intravenous fluids or active external heating with the use of a warm electric blanket in the recovery room.Purpose : To prove the effectiveness of giving infusion fluids and warm blanket to post-caesarean patients' body temperature and hemodynamics in the recovery room.Methods : This type of research is a true experiment approach using a pre and post-test control group design. The sample was selected by purposive sampling technique, obtained 64 samples, consisting of 16 respondents who were given warm infusion fluids and warm blankets, 16 respondents who were given intravenous fluids, 16 who were given warm blankets, and 16 respondents who were given standard treatment at the hospital.Results : There was a statistically significant difference in the average value of the increase in body temperature was 36.74o C (p = 0.000), systolic blood pressure was 118.81 mmHg (p = 0.000), diastolic blood pressure was 92.12 mmHg (p = 0.000), pulse was 88.75 breaths/minute (p = 0.002), respiration was 22.81 breaths/minute (p=0.003), MAP was 86.12 mmHg (p = 0.033) and oxygen saturation was 98.3% (p = 0.00) after being given warm infusion fluids and warm blanket for 60 minutes in postoperative caesarean section patients.Conclusion : Giving infusion fluids and warm blanket for 60 minutes in the recovery room is better given to patients after sectio caesarea surgery because they provide a strong increase in body temperature and hemodynamic status compared to other intervention groups with an effect size value of 1.30.Keywords : warm infusion fluids, warm blanket, body temperature, hemodynamics, sectio caesare
GAMBARAN PENDIDIKAN, PENGETAHUAN DAN UMUR KADER TERHADAP KETERAMPILAN DALAM PENGUKURAN ANTROPOMETRI DAN PENGISIAN KMS DI DESA JETAKSARI KECAMATAN SAYUNG KABUPATEN DEMAK
Latar belakang: keterampilan kader posyandu merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pelaksanaan kegiatan posyandu. Keterampilan kader meliputi pengukuran antropometri dan pengisian KMS. Hasil observasi langsung menunjukan tingkat keterampilan kader dalam pengukuran antropometri dan pengisian KMS di Desa Jetaksari masih rendah. Tujuan penelitian: mengetahui gambaran pendidikan, pengetahuan dan umur kader terhadap keterampilan dalam pengukuran antropometri dan pengisian KMS di Desa Jetaksari Kecamatan Sayung Kabupaten Demak. Rancangan penelitian: termasuk penelitian gizi masyarakat dengan pedekatan cross sectinal. Sampel penelitian ini adalah kader aktif yang berjumlah 26 kader dari 5 posyandu. Data yang dikumpulkan berupa pendidikan, pengetahuan, dan umur melalui kuosioner serta keterampilan kader melalui form penilaian. Hasil: hasil penelitian menunjukkan keterampilan kader dalam pengukuran antropometri kurang terampil sebanyak 19,2%, pengisian KMS kurang terampil sebesar 88,5%, rata-rata pedidikan dasar (tidak tamat sekolah, SD, SMP) sebesar 61,5%, pengetahuan dalam pengukuran antropometri kategori baik sebesar 88,5%, pengetahuan dalam pengisian KMS kategori baik sebesar 76,9%, dan umur kader kategori 36 - 45 tahun sebesar 42,3%. Simpulan: keterampilan kader dalam pengukuran antropometri tergolong terampil sedangkan keterampilan dalam pengisian KMS tergolong kurang terampil. Maka dari itu masih perlu diadakannya pelatihan dan penyegaran ilmu bagi kader serta rotasi tugas 5 meja pada anggota kader dalam menjalankan kegiatan posyandu supaya dapat meningkatkan keterampilan kade
PROSEDUR PEMERIKSAAN RADIOGRAFI VERTEBRA THORAKOLUMBAL PADA KLINIS SKOLIOSIS DI INSTALASI RADIOLOGI RS PKU MUHAMMADIYAH KARANGANYAR
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY. S UMUR 22 TAHUN DI PUSKESMAS BENER KABUPATEN PURWOREJO
AbstakProses kehamilan, persalinan, nifas adalah suatu proses alamiah yang dialami setiap perempuan. Dalam proses ini banyak ditemukan keadaan patologis yang menyebabkan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) namun dengan adanya Progam SDGs berpengaruh terhadap jumlah kasus kematian ibu di Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2017 sebanyak 475 kasus mengalami penurunan dibandingkan jumlah kasus kematian ibu (AKI) tahun 2016 yang sebanyak 602 kasus. Pada kehamilan ditemukan beberapa kesenjangan antara tori dan praktik. Pada IMT ibu 17,8 kg/m dimana IMT normal adalah 19,8 sampai 26 sehingga IMT Ny. S termasuk dalam kategori rendah namun LILA ibu tergolong normal yaitu 24 cm. Pada pertolongan persalinan sudah sesuai dengan standar 60 langkah APN, hanya saja tidak semua langkah dilakukan namun disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan pasien, selain itu pada kasus APD tidak dipakai secara lengkap. Kemudian pada pemantauan nifas serta bayi baru lahir berjalan dengan normal.Kesimpulan dari penatalaksanaan telah dilakukan asuhan komprehensif pada klien dari kehamilan, persalinan, dan nifas yang fisiologis tanpa penyulit.Sarannya yaitu Asuhan komprehensif perlu dilakukan agar kesehatan ibu dan bayi terpantau.AbstractThe process of pregnancy, childbirth, childbirth is a natural process experienced by every woman. In this process there are many pathologicalconditions that cause maternal mortality (MMR) and infant mortality (IMR) butwith the SDGs Programaffecting the number of cases of maternal deaths inCentral Java Province in 2017 as many as 475 cases, decreased compared to thenumber of deaths mothers (AKI) in 2016 were 602 cases. In pregnancy several gaps are found between theory and practice. On themother's BMI 17,8 kg/? where the normal BMI is 19.8 to 26 so BMI Ny. S isincluded in the low category but the mother's LILA is classified as normal, whichis 24 cm. In delivery assistance it is in accordance with the 60 steps of the APN standard, except that not all steps are taken but are adapted to the conditions andneeds of the patient, besides that in the case of PPE it is not used completely.Then the monitoring of postpartum and newborns run normally.The conclusions of management have been carried out comprehensivecare for clients from pregnancy, childbirth, and postpartum physiologicallywithout complications. His advice is that comprehensive care needs to be done sothat maternal and infant health is monitored
PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI PELAPORAN PEMERIKSAAN MAGNETIC RESONANCE IMAGING DI INSTALASI RADIOLOGI RUMAH SAKIT GATOT SOEBROTO JAKARTA
Perkembangan teknologi pada era globalisasi menjadikan teknologi sebagai pilar penting dalam kehidupan sehari - hari terutama pada bidang kesehatan, semua teknologi memanfaatkan alat-alat yang canggih dan modern yang dapat meminimalisir dan mengefektifkan semua jenis pekerjaan. Di Instalasi Radiologi RSPAD Gatot Soebroto ini untuk Sistem registrasi pencatatan pasien dilakukan dengan SIMRS yang digunakan hanya untuk pendaftaran pasien dan billingsystem, namun belum dapat mengakomodir pencatatan dan pelaporan lebih lanjut terkait penjaminan mutu pada pelaksanaan pelayanan radiologi MRI ,sehingga pengelolaan data pelaporan masih dilakukan secara manual,yaitu menggunakan buku catatan Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode research and development atau metode penelitian dan pengembangan. Metode research and development bertujuan untuk menghasilkan produk, dan menguji keefektifan produk tersebut. Penelitian research and development memadukan pendekatan kualitatif dan kuantitatif, dalam menguji keefektifan produk menggunakan metode analitik, sedangkan dalam menghasilkan produk peneliti mengumpulkan data dengan metode deskriptif oleh sebab itu disebut dengan mix method research (MMR). Hasil Studi menyatakan ada bahwa sistem informasi pelaporan pemeriksaan MRI di Instalasi Radiologi layak sebagai pelaporan standar pelayanan minimal radiologi, terbukti nilai average measures adalah 0,817 (excellent reability). Sistem informasi pelaporan pemeriksaan MRI di Instalasi Radiologi efektif terhadap kualitas manajemen pelaporan standar pelayanan minimal instalasi radiologi, terbukti nilai p-value adalah 0,000. Sistem informasi pelaporan pemeriksaan MRI di Instalasi Radiologi efektif terhadap kualitas sistem informasi pelaporan pemeriksaan MRI, terbukti nilai p-value adalah 0,002
PROSEDUR PEMERIKSAAN ESOFAGOGRAFI DENGAN KLINIS DISFAGIA DI INSTALASI RADIOLOGI RSUD KARDINAH TEGAL
Pemeriksaan Esofagografi pada klinis disfagia di Instalasi Radiologi RSUD Kardinah Tegal dilakukan tanpa persipan pasien, menggunakan media kontras barium sulfate dengan kepekatan 50% weight/volume. Proyeksi yang digunakan terdiri dari AP polos, lateral polos, AP post kontras dan lateral post kontras. Hal ini berbeda menurut teori pada pemeriksaan esofagografi pengambilan radiograf menggunakan proyeksi AP, lateral, RAO dan LAO dengan menggunakan pesawat fluoroscopy. Media kontras yang digunakan barium sulfate dengan kepekatan 60% weight/volume. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosedur pemeriksaan esofagografi dengan klinis disfagia serta informasi diagnostik dari proyeksi AP dan Lateral pada pemeriksaan esofagografi dengan klinis disfagia.Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengambilan data dilakukan pada bulan April 2022 di Instalasi Radiologi RSUD Kardinah Tegal. Subjek penelitian ini adalah prosedur pemeriksaan esofagografi dengan klinis disfagia. Responden pada penelitian ini adalah radiografer, dokter spesialis radiologi, dokter pengirim, dan pasien. Data dari hasil observasi dan wawancara diolah dan dianalisis dengan menggunakan model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan prosedur pemeriksaan esofagografi dengan klinis disfagia di Instalasi Radiologi RSUD Kardinah Tegal dilakukan tanpa persiapan pasien. Menggunakan media kontras barium sulfate dengan kepekatan 50% weight/volume. Pemeriksaan dilakukan dengan proyeksi AP polos, lateral polos, AP post kontras dan lateral post kontras. Informasi diagnostik yang diperoleh dari pemeriksaan esofagografi proyeksi AP adalah dapat menampakkan esofagus yang terisi oleh media kontras secara menyeluruh dan lateral dapat menampakkan esofagus yang terisi oleh media kontras diantara vertebra dan jantung. Proyeksi AP dan lateral juga dapat menampakkan kaliber pada esofagus, peristaltic esofagus serta dapat menampakkan lesi-lesi pada esofagus