28611 research outputs found
Sort by
ANALISIS KETIDAKLENGKAPAN KODE EXTERNAL CAUSE PADA KASUS FRAKTUR DI RSUD DR R GOETENG TAROENADIBRATA PURBALINGGA
Kode external cause adalah kode yang digunakan dalam mengklasifikasikan penyebab luar terjadinya suatu penyakit, baik yang diakibatkan karena kasus kecelakaan, cedera, pendarahan, keracunan, bencana alam, maupun penyebab lainnya dan digunakan sebagai pilihan kode tambahan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui penyebab ketidaklengkapan kode external cause pada kasus fraktur di RSUD dr R Goeteng Taroenadibrata. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat sudah ada kesesuaian SPO dengan pengodingan, untuk penyebab ketidaklengkapan kode external cause kasus fraktur diungkapkan menggunakan unsur manajemen 5M (Man, Material, Methode, Machine, dan Money) melalui diagram fishbone. Unsur Man terdapat ketidaktahuan beberapa koder bahwa external cause harusnya dikode dan terdapat beban ganda pada koder. Unsur Material, terdapat diagnosis yang sulit terbaca dan penulisan keterangan sebab luar yang tidak lengkap. Unsur Methode, SPO tidak lengkap karena belum memuat mengenai peraturan koding external cause. Unsur Machine, SIMRS tidak memfasilitasi karakter ke 4 dan 5 pada kode external cause. Unsur Money tidak ada aturan pengodingan external cause dari BPJS, tidak ada laporan yang diminta BPJS, serta dianggap tidak berpengaruh terhadap hasil klaim. Dampak dari ketidaklengkapan kode external cause tidak muncul secara langsung pada bidang pembiayaan dan mutu pelayanan namum dapat mempengaruhi pengambilan keputusan penjaminan biaya pasien apakah BPJS kesehatan atau BPJS ketenagakerjaan, selain itu laporan RL4a (Laporan Morbiditas pasien Rawat Inap) tidak terisi secara lengkap
AKURASI KODE DIAGNOSIS BERDASARKAN ICD-10 PASIEN RAWAT JALAN DI UPTD PUSKESMAS CANDI LAMA KOTA SEMARANG
Ketepatan dan keakuratan pengkodean diagnosis akan menghasilkan rekam medis yang baik yang dapat digunakan sebagai sumber pengambilan keputusan. Ketidakakuratan kode diagnosis akan berakibat pada pembiayaan dan tidak akuratnya statistik pelaporan morbiditas dan 10 besar penyakit. Berdasarkan studi pendahuluan pada 20 rekam medis rawat jalan di UPTD Puskesmas Candi Lama terdapat 16 (80%) rekam medis yang tidak akurat.Tujuan dari penelitian ini yaitu mendeskripsikan kelengkapan penulisan diagnosis pasien, mendeskripsikan keakuratan kode pasien rawat jalan berdasarkan ICD-10. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Metode pengumpulan data menggunakan metode Observasi dengan mengisi checklist akurasi koding. Sampel penelitian sebanyak 99 rekam medis rekam medis rawat jalan pada Triwulan III tahun 2021Hasil analisis menunjukan dari 99 sampel yang diambil, pada kelengkapan penulisan diagnosis ditemukan 89% diagnosis yang dinyatakan lengkap dan 11% dinyatakan tidak lengkap. Sedangkan ketepatan kode diagnosis penyakit diperoleh presentase 28% dinyatakan akurat dan 72% dinyatakan tidak akurat
PENGARUH APLIKASI EDUCATION-MOM TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN DAN PERILAKU PENCEGAHAN TENTANG COVID-19 PADA IBU HAMIL DI ERA PANDEMI COVID-19
COVID-19 merupakan jenis virus yang dapat menyerang sistem imun seseorang. Perubahan hormonal pada saat kehamilan dapat mempengaruhi perubahan imun tubuh sehingga rentan terhadap infeksi virus. Pengetahuan dan perilaku pencegahan merupakan faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya COVID-19 pada ibu hamil. Upaya yang perlu dilakukan dalam meningkatkan tingkat pengetahuan dan perilaku pecegahan tentang COVID-19 pada ibu hamil yaitu dengan promosi kesehatan menggunakan media aplikasi berbasis website.Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh aplikasi Education-Mom terhadap tingkat pengetahuan dan perilaku pencegahan tentang COVID-19 pada ibu hamil di era pandemi COVID-19.Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Pre Experimental Design dengan rancangan One Group Pretest Posttest Design dengan sampel berjumlah 24 responden yang diperoleh dari krikteria inklusi dan eksklusi. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisa data menggunakan Uji Paired T-Test.Hasil penelitian ini ada pengaruh aplikasi Education-Mom terhadap tingkat pengetahuan dan perilaku pencegahan tentang COVID-19 yang diperoleh nilai p-value 0,000 (
PENGARUH PENYULUHAN DENGAN METODE ROLE PLAY TERHADAP KETERAMPILAN MENGGOSOK GIGI PADA MURID SD 3 MANDIRAJA KULON KABUPATEN BANJARNEGARA
Keterampilan adalah satu kemampuan bertingkat tinggi yang memungkinkan seseorang melakukan suatu perbuatan yang komplek dengan lancar disertai ketepatan. Salah satu melatih keterampilan yaitu menggosok gigi. Menggosok gigi adalah cara yang dianjurkan untuk membersihkan plak pada permukaan gigi dan gusi. Penyuluhan dengan metode role play atau bermain peran adalah salah satu kesempatan yang lebih banyak kepada anak-anak untuk bereksplorasi, sehingga pemahaman tentang konsep maupun pengertian dasar dapat dipahami oleh anak dengan lebih mudah. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh penyuluhan dengan metode role play terhadap keterampilan menggosok gigi pada murid SD 3 Mandiraja Kulon Kabupaten Banjarnegara.Metode penelitian ini dengan metode eksperimen dengan pendekatan eksperimen semu (quasi experiment) dan rancangan penelitian menggunakan rancangan One Group Pretest-Posttest. Sampel penelitian adalah siswa kelas 3 dan 4 SD 3 Mandiraja Kulon Kabupaten Banjarnegara sebanyak 61 siswa. Pengukuran keterampilan menggosok gigi dilakukan menggunakan lembar check list. Analisa data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif disajikan dalam bentuk tabel.Hasil penelitian menunjukkan ada peningkatan keterampilan menggosok gigi dengan penyuluhan metode role play dalam kriteria kurang terampil sebesar 39%, dan sesudah dilakukan penyuluhan meningkat menjadi sangat terampil sebesar 69%. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penyuluhan keterampilan menggosok gigi dengan metode role play berpengaruh dalam meningkatkan keterampilan menggosok gigi pada anak
ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK GANGGUAN POLA TIDUR PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI DI KELURAHAN LIMBANGAN KULON KECAMATAN BREBES KABUPATEN BREBES
Latar Belakang : Lansia adalah bagian dari proses tumbuh kembang. Berbagai gangguan fisik atau penyakit sering muncul pada lansia disebabkan karena semakin menurunnya fungsi pada organ-organ sistem tubuh lansia.salah satunya adalah Hipertensi akibat gangguan pola tidur yang kurang pada lansia, secara garis besar Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg pada dua kali pengukuran dengan selang waktu lima menit dalam keadaan cukup istirahat/tenang. Tujuan : memberikan gambaran asuhan keperawatan pada klien 1 dan 2 dengan diagnose keperawatan gangguan pola tidur pada lansia di kelurahan limbangan kulon kecamatan brebes kabupaten brebes. Metode : dalam penelitian ini menggunakan 2 klien yaitu Ny. W dan Ny. Y. didapatkan data dari wawancara, observasi dan pendokumentasian dengan menggunakan asuhan keperawatan gerontik. Hasil:setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1 minggu yaitu melatih pijat akupresuse didapatkan hasil yaitu Ny. W dan Ny.Y Mengalami gangguan pola tidur yang sering terjadi hamper setiap malam karena kurangnya control tidur. Setelah dilakukannya intervensi gangguan pola tidur pada Ny.W dan Ny. Y menurun akan tetapi untuk tekanan darah pada Ny. Y tidak menurun
PENGARUH PEMBERIAN JELLY KURMA DAN TABLET ZAT BESI TERHADAP KADAR HB PADA IBU NIFAS
Anemia merupakan salah satu akibat dari perdarahan yang menempati urutan tertinggi sebagai penyebab kematian ibu sepanjang periode perinatal (Tandja, 2020). Upaya yang dilakukan untuk mengurangi angka anemia post partum adalah dengan mengkonsumsi kurma yang dapat meningkatkan kadar hemoglobin.Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian jelly kurma dan tablet zat besi terhadap kadar Hb pada ibu nifas.Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Buluspesantren II. Jenis penelitian ini adalah quasy eksperimen dengan rancangan non randomized pretest-postest control group design. Populasi penelitian adalah semua ibu nifas di wilayah kerja Puskesmas Buluspesantren II pada bulan Mei dan Juni 2022 sejumlah 30 orang. Jumlah sampel 30 tehnik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Uji hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji paired t-test.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hasil uji paired t-test didapatkan signifikansi (p value) 0,000 sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pemberian jelly kurma dan tablet zat besi terhadap kadar Hb ibu nifas. Ada pengaruh pemberian tablet zat besi terhadap kadar Hb ibu nifas.Penelitian ini diharapkan bahwa tenaga kesehatan agar merekomendasikan pemanfaatan pemberian jelly kurma dan tablet zat besi untuk meningkatkan kadar Hb bagi ibu hamil, ibu nifas maupun remaja putri sehingga dapat menghindari terjadinya anemia
ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN HIPERTENSI DENGAN GANGGUAN PEMENUHAN KEBUTUHAN RASA NYAMAN: NYERI AKUT DI RSUD DR. M. ASHARI PEMALANG
PERBEDAAN PENYULUHAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT ANAK MENGGUNAKAN VIDEO ANIMASI DAN MEDIA SLIDE TERHADAP PENGETAHUAN KESEHATAN GIGI DI SD SRAGEN
Permasalahan penyakit gigi dan mulut khususnya gigi berlubang pada Provinsi Jawa Tengah adalah 37,38%. Upaya untuk mengurangi masalah kesehatan gigi yaitu meningkatkan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut. Hal yang mendukung tercapainya peningkatan pengetahuan yaitu memberikan penyuluhan menggunakan video animasi dan media slide. Kedua media tersebut dapat memberikan ketertarikan anak terhadap materi yang dipelajarinya. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan penyuluhan kesehatan gigi dan mulut anak menggunakan video animasi dan media slide pada siswa kelas 5 SD.Jenis penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif dengan metode pretest postest design. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling sejumlah 30 responden. Penelitian dianalisis dengan distribusi frekuensi lalu disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Instrumen yang digunakan adalah video animasi dan media slide dengan variabel pengaruhnya penyuluhan dengan video animasi dan media slide dan variabel terpengaruhnya adalah pengetahuan terhadap kesehatan gigi dan mulut. Hasil penelitian tingkat pengetahuan siswa sebelum dilakukan penyuluhan kesehatan gigi dan mulut menggunakan video animasi dengan kriteria cukup (80%) dan sesudahnya dengan kriteria cukup (53%), sedangkan sebelum dilakukan penyuluhan kesehatan gigi dan mulut menggunakan media slide dengan kriteria cukup (80%) dan sesudahnya dengan kriteria baik (60%). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat perbedaan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan menggunakan video animasi dan media slide. Penggunaan media slide lebih besar pengaruhnya dibandingkan video animasi terhadap tingkat pengetahuan
EVALUASI PENERAPAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PUSKESMAS PADA PENDAFTARAN RAWAT JALAN DENGAN METODE HOT-FIT DI PUSKESMAS NGRAMBE KABUPATEN NGAWI
Keberadaan Sistem Informasi Manajemen Puskesmas (SIMPUS) sangat membantu manajemen dalam menyajikan informasi secara cepat, tepat dan dapat dipercaya. Hasil studi pendahuluan menunjukkan SIMPUS telah sejak tahun 2005 tetapi belum pernah dilakukan evaluasi terhadap. SIMPUS menggunakan bahasa pemrograman berbasis Microsoft Access penerapannya tetapi sering terjadi kendala karena faktor eksternal dari sistem informasi seperti terputusnya koneksi internet dan pemadaman listrik. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan evaluasi penerapan sistem informasi berdasarkan faktor Human, Organization., dan Technology dalam penerapan aplikasi SIMPUS di bagian pendaftaran rawat jalan Puskesmas Ngrambe Kabupaten Ngawi. Jenis penelitian yang digunakan merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data pada penelitian ini adalah observasi dan wawancara. Proses pengolahan data diolah secara deskriptif. Penelitian ini menghasilkan bahwa aspek Human yaitu pengguna SIMPUS cukup baik dalam menggunakan dan memanfaatkan SIMPUS, aspek Organization mendukung penuh dalam penerapannya, dan aspek Technology berjalan cukup lancar ketika pengoperasian sistem informasi. Akan tetapi ketiga aspek perlu dikaji dan ditingkatkan agar pelayanan kesehatan yang diberikan lebih maksimal
ASUHAN KEPERAWATAN GANGGUAN POLA TIDUR PADA PASIEN HIPERTENSI DI RSUD SULTAN FATAH KARANGAWEN DEMAK
Latar Belakang: Hipertensi merupakan penyakit tidak menular (PTM) yang menjadi salah satu masalah kesehatan di dunia maupun di Indonesia. Gangguan pola tidur apabila tidak ditangani dengan segera dapat menimbulkan komplikasi penyakit seperti serangan jantung, stroke.Penatalaksanaan pada gangguan pola tidur dapat berupa dukungan tidur dan manajemen nyeri seperti pemberian terapirelaksasi otot progresif. Metode: Dalam pemberian asuhan keperawatan mengunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus (case study) dan proses pendekatan keperawatan. Sampling yang digunakan meliputi 2 responden. Karya tulis ini bertujuan untuk mengambarkan asuhan keperawatan pada pasien hipertensi dengan masalah gangguan pola tidur diruang RSUD Sultan Fatah Karangawen Demak.Hasil: Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3x24 jam pada kedua responden dengan pemberian terapi relaksasi otot progresif didapatkan hasil kedua responden mengalami penigkatan kualitas tidur dan jam tidur dalam rentang normal serta merasa segar setelah bangun tidur pagi.Simpulan: Tingkat kualitas tidur dan jam tidur dalam rentang normal setelah dilakukan asuhan keperawatan