28611 research outputs found
Sort by
ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA TN. T DAN TN. S DENGAN FOKUS MASALAH BERSIHAN JALAN NAFAS TIDAK EFEKTIF PADA KLIEN TUBERKULOSIS (TB) PARU DI PUSKESMAS SURADADI KEBUPATEN TEGAL
Latar belakang: Keluarga sebagai unit suatu system yang didalamnya terdapat komitmen dan saling melengkapi antar keluarga. Kesehatan keluarga menjadi salah satu unsur mutlak yang harus dipenuhi, karena keluarga sehat akan menghasilkan anggota keluarga yang tumbuh dan berkembang menjadi manusia yang berkualitas. Bila salah satu atau beberapa anggota keluarga mempunyai masalah kesehatan, maka akan berpengaruh pada anggota-anggota keluarga yang ada disekitarnya, termasuk salah satu penyakit yang mengancam kesehatan keluarga yaitu penyakit Tuberkulosis (TB) Paru. Penyakit TB Paru dapat terjadi karena adanya beberapa faktor lingkungan meliputi kebersihan rumah, ventilasi rumah, kelembaban, suhu rumah, pencahayaan dan kepadatan penghuni rumah. Selain faktor lingkungan ada juga perilaku yang kurang baik, diantaranya jarang sekali menggunakan masker, kontrol rutin 6 bulan sekali serta pemeriksaan dahak. Dalam hal ini peran keluarga sangatlah penting, karena tugas dari keluarga yaitu melakukan perawatan bagi anggota keluarga yang sakit dan mencegah penularan pada anggota keluarga yang sehat. Tujuan : Asuhan Keperawatan Keluarga Tn. T Dan Tn. S Dengan Fokus Masalah Bersihan Jalan Nafas Tidak Efektif Pada Klien Tuberkulosis (TB) Paru Dipuskesmas Suradadi Kabupaten Tegal. Metode: Dalam menyusun karya tulis ilmiah ini di susun menggunakan rancangan metode penelitian deskpritif. Penelitian ini dilakukan di wilayah Puskesmas suradadi Kabupaten Tegal. Desain yang digunakan adalah rancangan studi kasus dengan melakukan asuhan keperawatan kepada 2 pasien yang dipilih dengan kriteria inklusi yang ditentukan. Hasil: Hasil penelitian didapatkan dengan membandinglan dua klien. setelah dilakukan kunjungan rumah selama 3 kali diharapkan klien dapat mempertahankan jalan nafas yang paten serta dapat memelihara lingkungan rumah yang dapat mempengaruhi kesehata
EFEKTIVITAS PENGELOLAAN SAMPAH DI TEMPAT PENGELOLAAN SAMPAH 3R BERSERI BENDA BARU KOTA TANGERANG SELATAN TAHUN 2022
Dengan berlakunya Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, sampah dapat dijadikan sebagai sumber daya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat salah satunya TPS 3R, namun perlu dilakukan pengukuran efektivitas pengelolaan sampah dan pengembangan sistem pengelolaan sampah. di TPS 3R. Menurut SNI 3242-2008, efektivitas pengelolaan sampah diukur dari aspek teknis operasional, aspek pembiayaan, aspek kelembagaan, aspek hukum atau regulasi dan aspek partisipasi masyarakat deskriptif observasional yang meliputi aspek teknis operasional, aspek regulasi dan hukum, aspek pembiayaan, kelembagaan. aspek, dan aspek teknis. peran serta masyarakat TPS 3R berdiri pada tahun 2020 yang dalam operasionalnya melayani 400 KK dari 13.101 KK di Desa Benda Baru. kondisi tanah sudah sesuai dengan kriteria Menteri Pekerjaan Umum Nomor 3 Tahun 2013, sedangkan ada aspek yang tidak sesuai dengan kondisi bangunan. Aspek produk regulasi memiliki persentase efektifitas 60% yang berarti dalam kategori cukup, aspek teknis memiliki persentase efektivitas 40% yang berarti dalam kategori kurang, aspek kelembagaan manajemen mendapatkan persentase efektivitas 60% yang berada pada kategori cukup, Aspek Finansial mendapatkan hasil persentase efektivitas sebesar 33,33% yang artinya termasuk dalam kategori kurang. Aspek Partisipasi mendapatkan hasil efektivitas sebesar 30% yang berarti termasuk dalam kategori kurang. hasil keefektifan TPS 3R sebesar 45,5% yang berarti termasuk dalam kategori kurang efektif. Kesimpulan Efektivitas TPS 3R Berseri Baru memiliki nilai sebesar 11,25 atau 45,5% yang berarti TPS 3R termasuk dalam kategori kurang efektif. Saran adalah review dari pemerintah terkait renovasi lahan, gedung TPS 3R ini agar dapat memenuhi standar Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 3 Tahun 2013 dan dapat berjalan dengan efektif
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY, S USIA 26 TAHUN DI PUSKESMAS BENER PURWORWJO
Continuity of care adalah suatu proses dimana tenaga kesehatan yang kooperatif terlibatdalam manajemen pelyanan kesehatan secara terus menerus menuju pelayanan yang berkualitas tinggi, biaya perawatan medis yang efektif. Pelayanan tersebut meliputi kehamilan, persalinan, nifas, Bayi Baru Lahir dan konseling KB. Penelitian ini bertujuan untuk melaksanakan asuhan kebidanan secara komprehensif pada Ny.S usia 26 tahun di Puskesmas BenerTujuan pembuatan laporan tugas akhir ini yaitu memberikan asuhan kebidanan dan pelayanan kesehatan pada ibu sejak masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, dan konseling kontrasepsi secara komprehensif. Laporan tugas akhir ini dibuat dalam bentuk studi kasus dan didokumentasikan dengan metode SOAP.Jenis penelitian ini adalah studi kasus.. subjek pada penelitian ini yaitu Ny.S memiliki riwayat kehamilan G2P010 usia kehamilan 34+1 minggu, mengalami keluhan sering kencing, ANC 11 kali. Asuhan kebidanan persalinan usia kehamilan 40 minggusesuai dengan teori manajemen persalinan kala 2, pada kala 3 persalinan bayi sudah melakukan IMD dan dapat menyusu dengan baik. Asuhan kebidanan nifas dan dilakukan pada 6 jam postpartum didapatkan hasil terakhir yaitu TFU 2 jari dibawah pusat, lokhea rubra. Asuhan Kebidanan Bayi Baru Lahir didapatkan bayi menyusu dengan kuat dan kegiatan menyusu dilakukan setiap kali bayi menginginkan atau tiap 2 jamHasil studi kasus awal didapatkan diagnosa G2P1A0 usia kehamilan 34+1 minggu fisiologis. Persalinan fisiologis pada usia kehamilan 37+3 minggu, yang diikuti dengan nifas fisiologis, bayi baru lahir fisiologis, dan konseling kontrasepsi pasca salin.Kesimpulan dari laporan tugas akhir ini adalah penatalaksanaan asuhan kebidanan kehamilan, persalinan, nifas, BBL, serta KB pasca salin pada studi kasus Ny. S telah dilaksanakan dan didokumentasikan menggunakan metode SOAP dengan asuhan Continuity of Care. Diharapkan asuhan yang diberikan dapat bermanfaat untuk ibu dan bayi
EFEKTIVITAS PENYULUHAN CARA MENGGOSOK GIGI DENGAN METODE CERAMAH DAN ROLE PLAYING TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN MENGGOSOK GIGI PADA SISWA KELAS VSDN PADANGSARI 01
Salah satu cara mudah dalam mengurangi tingginya angka karies adalah dengan kebiasaan menggosok gigi yang diberikan kepada kelompok anak usia dini agar dapat menerapkan kebiasaan tersebut dalam kehidupan sehari-hari.Peneliti mengambil sasaran anak usia sekolah dasar karena dari hasil studi pendahuluan yang dilakukan bahwa dalam 1 tahun terakhir belum ada penyuluhan tentang cara menggosok gigi untuk siswa serta pada 15 siswa kelas V SDN Padangsari 01 yang diwawancarai beberapa pertanyaan mengenai cara menggosok gigi mendapatkan hasil 13 siswa memiliki pengetahuan pada kategori kurang dan 2 siswa memiliki pengetahuan pada kategori cukup. Serta kebanyakan dari siswa masih asal menggunakan gerakan menggosok gigi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas penyuluhan cara menggosok gigi dengan metode ceramah dan role playing terhadap peningkatan pengetahuan menggosok gigi pada siswa kelas V SDN Padangsari 01.Jenis penelitian pada penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan rancangan yang digunakan adalah pretest dan posttest dengan two group design. Sampel dalam penelitian ini adalah 35 siswa kelas V SDN Padangsari 01 yang akan dibagi menjadi 2 kelompok. Data yang nantinya diperoleh dari hasil pretest dan posttest penyuluhan akan dianalisis secara deskriptif yaitu dengan cara data yang diperoleh dimasukkan dalam tabel tabulasi data dan dihitung untuk mengetahui peningkatan pengetahuan terhadap pengetahuan cara menggosok gigi. Hasil posttest akan dikurangi hasil pretest kemudian diketahui persentase peningkatan tersebut.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyuluhan tentang menggosok gigi menggunakan metode role playing ada kecenderungan lebih efektif dibandingkan dengan menggunakan metode ceramah. Dikarenakan hasil selisih nilai rata-rata pada metode ceramah sebesar 21 dan metode role playing sedikit lebih tinggi yaitu sebesar 23
PENGARUH EKSTRAK AKAR VALERIAN TERHADAP PENURUNAN TINGKAT NYERI DISMENORE DAN KADAR HORMONENDORFIN PADA WANITA USIA SUBUR (WUS)
Latar Belakang: Dismenore adalah nyeri di bagian abdomen, yang mengganggu aktifitas . Angka kejadian dismenore 64,25% dari total wanita subur. Dismenore menimbulkan keluhan lemah, hingga gelisah karena kram hebat. Pengobatan dismenore dapat dilakukan secara non farmakologis dengan ekstrak akar Valerian yang dapat menciptakan efek relaksasi di sistem saraf pusat, mengurangi stres dan kecemasan, dan meningkatkan tidur.Tujuan: Menganalisis pengaruh ekstrak akar Valerian terhadap tingkat nyeri dismenore dan kadar Hormon Endorfin pada wanita usia subur (WUS)Metode: Penelitian ini menggunakan design True Experimental dengan design pretes posttest randomized kontrol group desain . Pengambilan sampel menggunakan teknik simple sampling dibagi menjadi 2 kelompok untuk dilakukan pengukuran intesitas nyeri haid kelompok intervensi berjumlah 18 diberikan ekstrak akar Valerian dan kelompok kontrol berjumlah 18 diberi obat standar untuk penanganan disminore.Hasil: Pada kelompok intervensi terjadi penurunan rerata intensitas nyeri haid 4,39 sedangkan pada kelompok kontrol terjadi penurunan sebanyak 2,33. Pemberian ekstrak akar Valerian 100 mg efektif menurunkan level nyeri dismenore (p= 0,000). Namun peningkatan kadar hormon endorfin pada kelompok intervensi sebesar 165 tidak berbeda pada kelompok kontrol sebesar 150 (p=0,521).Kesimpulan: pemberian ekstrak akar Valerian lebih efektif meringankan nyeri desminorea pada wanita usia subur.Kata Kunci : Dismenore, Remaja, Nyeri Hai
PELAKSANAAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN RADIASI DI INSTALASI RADIOLOGI RSUD KRT. SETJONEGORO WONOSOBO
Pelaksanaan sistem manajemen keselamatan radiasi di Instalasi Radiologi RSUD KRT. Setjonegoro Wonosobo belum terlaksana dengan baik. Kurangnya disiplin terkait pelaksanaan program keselamatan radiasi dan kurangnya kesadaran akan budaya keselamatan yang diatur dalam PerBAPETEN (2020), dimana program kalibrasi yang tidak dilakukan setiap tahunnya dan rekaman yang tidak lengkap. Selain itu, belum ada budaya memakai film badge dan pemberian apron terhadap pendamping pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan sistem manajemen keselamatan radiasi di Instalasi Radiologi RSUD KRT. Setjonegoro Wonosobo. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengambilan data dilakukan pada bulan Mei 2022 di Instalasi Radiologi RSUD KRT. Setjonegoro Wonosobo dengan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Data kemudian dianalisis selanjutnya dibuat koding terbuka disajikan dalam bentuk kuotasi kemudian ditarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan pelaksanaan sistem manajemen keselamatan radiasi di Instalasi Radiologi RSUD KRT. Setjonegoro Wonosobo yaitu pemegang izin adalah direktur dan terdapat 12 personel. Pendamping pasien tidak diberikan apron. Pemantauan kesehatan dilakukan awal bekerja sebagai pekerja radiasi, selama bekerja (pertahun) dan saat pekerja mengundurkan diri. Pembacaan dosis radiasi setiap bulan Pendidikan dan pelatihan proteksi dan keselamatan radiasi empat tahun sekali. Tidak ada data dosis pasien. Terdapat 6 pesawat radiasi, 3 apron, 1 pelindung Tiroid, 1 Tabir mobile dan Film Badge. Uji kesesuaian dilaksanakan empat tahun sekali, peralatan proteksi radiasi tidak diuji dan penggunaan film badge jarang.Pelaksanaan sistem manajemen keselamatan radiasi di Instalasi Radiologi RSUD KRT. Setjonegoro Wonosobo kurang pada penggunaan film badge, pendamping pasien tidak diberikan apron, peralatan proteksi radiasi tidak dilakukan pengujian dan tidak ada data dosis pasien
PENGARUH FORMULASI TEPUNG MOCAF DAN TEPUNG PISANGKEPOK TERHADAP KADAR KALSIUM, KARBOHIDRAT, DANKARAKTERISTIK COOKIES BEBAS GLUTEN UNTUK ANAKAUTISTIK
Latar belakang : Cookies merupakan salah satu jenis makanan ringanyang sangat digemari masyarakat. Pembuatan cookies ini mengandung bahan bebas gluten karena tidak semua orang dapat mengonsumsi dan mencerna gluten dengan baik, salah satunya penyandang Autism Spectrum Disorder (ASD). Sehingga dalam penelitian ini dibuat produk formulasi tepung mocaf dan tepung pisang kepok untuk anak ASD. Selain anak ASD, produk ini juga bisa dikonsumsi oleh orang yang sedang menjalankan diet gluten.Tujuan : Menganalisis perbandingan kadar kalsium, karbohidrat, dankarakteristik sensori cookies bebas gluten formulasi tepung mocaf dan tepung pisang kepok.Metode : Jenis penelitian eksperimental dengan 4 perlakuan, terdapat 3formulasi dan 1 kontrol. Penelitian ini menguji kadar kalsium, karbohidrat, dan karakteristik sensori. Uji kalsium dengan metode Titrasi Permanganometri, uji kadar karbohidrat dengan metode Hidrolisis Asam, dan karakteristik sensori dengan uji deskriptif. Data uji kadar kalsium dan karbohidrat dianalisis statistik dimulai dari uji normalitas Shapiro Wilk, uji beda ANOVA, dan uji lanjut Tukey.Hasil : Formulasi terbaik yang dihasilkan dari penelitian ini adalahformulasi 3 (50:50) karena kadar kalsium tinggi 652,71 mg/100 gr dan kadar karbohidrat 56,36/ 100 gr. Uji karakteristik sensori menghasilkan formulasi 3 memiliki nilai yang paling mendekati kontrol dengan nilai rerata warna 4,46, aroma 4,26, dan rasa 4,2.Kesimpulan : Formulasi yang direkomendasikan sebagai cookies bebasgluten untuk anak autis yaitu formulasi 3 (50:50) dengan pemberian sebanyak 48 gram yang berisi 2 keping cookies dengan kadar kalsium 313.16 mg/48 gr dan kadar karbohidrat 27.02 gr/ 100 gr cookies
PROSEDUR PEMERIKSAAN MRI LUMBAL SKOLIOSIS MENGGUNAKAN TEKNIK 3D MULTIPLANAR RECONSTRUCTION (MPR) CURVED RANGE DI INSTALASI RADIOLOGI RS TELOGOREJO SEMARANG
Skoliosis adalah bentuk tulang belakang yang tidak normal akibat lengkung yang berlebihan ke sisi lateral. Pemeriksaan MRI lumbal dengan kondisi skoliosis memiliki keterbatasan yaitu tidak dapat memvisualisasikan bagian discus intervertebralis, corpus, maupun spinal secara jelas pada potongan sagital. Oleh karena itu, disarankan untuk mendapatkan setidaknya dua atau tiga potongan yaitu Sagital, Axial, dan Coronal. Tujuan penelitian untuk mengetahui prosedur pemeriksaan, alasan penambahan sekuens T2 TSE Coronal, dan peranan penggunaan teknik 3D MPR Curved Range, pada pemeriksaan MRI Lumbal Skoliosis di Instalasi Radiologi RS Telogorejo Semarang.Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan dari bulan Maret sampai Juni 2022 di Instalasi Radiologi RS Telogorejo Semarang, diperoleh dengan metode observasi, wawancara dengan radiografer, dokter radiolog, dan dokter pengirim, studi dokumen, serta dokumentasi. Analisis data diolah dengan cara reduksi, kategorisasi, dan membuat koding terbuka sehinga memudahkan dalam penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menyatakan bahwa prosedur pemeriksaan MRI Lumbal Skoliosis di Instalasi Radiologi RS Telogorejo Semarang menggunakan protokol Localizer, T2 TSE Sagital, T2, T1 TSE Sagital, T2 TSE Coronal, T2 TSE Axial, T1 TSE Axial, T2 Coronal Myelo. Sekuens tambahan T2 TSE Coronal dilakukan karena kondisi Lumbal Skoliosis pada potongan sagital tidak maksimal, maka dibutuhkan informasi tambahan dari tampilan lain yaitu Coronal dan sebagai bahan raw data 3D Reconstruction. 3D MPR Curved Range berperan untuk memberikan informasi tambahan dari citra yang utuh, lumbal full spine. Dapat membantu dalam proses mapping, menghitung posisi tulang, mengevaluasi, dan menegakkan diagnosa. Penggunaan teknik 3D MPR Curved Range lebih terlihat manfaatnya jika skoliosisnya parah
RANCANG BANGUN ALAT FIKSASI PEMERIKSAAN RADIOGRAFI FEMUR PADA PASIEN NON KOOPERATIF
Berdasarkan hasil observasi pada saat melaksanakan PKL 3, radiografer mengalami kesulitan saat memposisikan kaset pada pemeriksaan femur dengan kasus trauma pada pasien non kooperatif. Oleh karena itu diperlukan alat bantu fiksasi pemeriksaan femur non koperatif pada proyeksi AP dan lateral. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui rancang bangun alat fiksasi pemeriksaan radiografi femur pada pasein non kooperatif dan uji kinerja dan hasil uji kinerja alat fiksasi pemeriksaan radiografi femur pada pasien non kooperatif. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif menggunakan metode research and development. Penelitian dilakukan dengan membuat alat fiksasi untuk pemeriksaan radiografi femur, selanjutnya dilakukan uji kinerja alat pada pasien di Instalasi.Radiologi RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga dengan menggunakan 3 observer. Analisis dilakukan pada prosentase penilaian kelayakan yang didasarkan pada penilaian observer.Pembuatan alat diawali dengan menyiapkan alat dan bahan seperti mesin pemotong besi, las argon, palu, gunting, alat jahit, hollow stainless steel, plat stainless steel, akrilik, tali strap, buckles, busa sterofoam, lem besi, lakban, dan paku rivet. Selanjutnya membuat kerangka alat fiksasi dengan hollow stainless steel, bagian alas alat fiksasi menggunakan plat stainless steel dan bagian penopang pasien menggunakan akrilik, bagian penyangga kaset menggunakan hollow stainless steel dan busa sterofoam, untuk perekat kaki dibuat menggunakan tali strap, buckles, dan terakhir yaitu finishing.Rancang bangun alat fiksasi pada pemeriksaan radiografi femur pada pasien Non Kooperatif dibuat dengan tahapan membuat kerangka alat fiksasi, bagian dasar, penopang pasien, penyangga kaset, dan perekat kaki. Hasil uji kinerja menunjukan prosentase penilaian kelayakan alat sebesar 70,83% sehingga alat di kategorikan layak untuk digunaka