28611 research outputs found
Sort by
ASUHAN KEPERAWATAN RISIKO INFEKSI PADA IBU POST PARTUM DENGAN KETUBAN PECAH DINI DI RUANG NIFAS RSUD BENDAN KOTA PEKALONGAN
Latar Belakang: Selama masa kehamilan dan persalinan dapat terjadi gangguan kesehatan yang mengakibatkan risiko bagi jiwa ibu maupun bayi yang dilahirkan. Masalah yang sering mengancam pada kehamilan salah satunya yaitu adanya ketuban pecah dini. Ketuban Pecah Dini (KPD) atau Premature Rupture of the Membrane (PROM) di definisikan sebagai selaput pada ketuban yang pecah sebelum waktunya proses melahirkan. Ketuban pecah terlalu dini yang dialami oleh ibu, seringkali mengakibatkan dampak yang cukup serius pada morbiditas dan mortalitas, serta terjadinya infeksi intra maupun post partum. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan asuhan keperawatan risiko infeksi pada ibu post partum dengan ketuban pecah dini di ruang nifas RSUD Bendan Kota Pekalongan. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Hasil: Hasil dari penelitian ini yaitu masalah teratasi dibuktikan dengan ibu tidak menunjukkan adanya tanda-tanda infeksi. Saran: Diharapkan untuk perawat selalu berpegang teguh pada keselamatan ibu maupun bayi. Pada post partum, perawat bisa memberikan perawatan yang sesuai dengan kondisi klien dan juga berperan sebagai pendidik dalam memberikan asuhan keperawatan. Untuk mencegah yang akan datang dengan memberikan beberapa konseling tentang pencegahan seperti program keluarga berencana dan nutrisi ibu selama hamil
ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN FOKUS STUDI GANGGUAN RASA NYAMAN ( NYERI AKUT ) PADA POST APENDIKTOMIDI RSUD Dr. R SOETIJONO BLORA
Latar belakang, Apendiktomi dilakukan untuk mencegah terjadinya komplikasi berbahaya dengan tindakan pembedahan mengangkat apendiks untuk mengurangi resiko perforasi. Setelah apendiktomi dilakukan terdapat luka insisi yang menyebabkan kerusakan jaringan sehingga ujung saraf terputus dan memberikan stimulus nyeri yang merangsang pelepasan prostaglandin untuk melepaskan mediator nyeri yang membuat rasa tidak nyaman. Dalam aplikasinya, pemenuhan hal tersebut mempengaruhi perasaan tidak nyaman pasien. Sehingga perlu dilakukan pengelolaan nyeri akut agar perasaan tidak nyaman pada pasien tersebut hilang.Tujuan, mampu melaksanakan asuhan keperawatan dengan fokus studi gangguan rasa nyaman ( nyeri akut ) pada pasien post apendiktomi di RSUD Dr. R Soetijono Blora melalui pendekatan proses keperawtan.Metode, penelitian yang digunakan dalam pembuatan karya tulis ilmiah ini adalah metode penelitian deskriptif yang dilakukan dengan tujuan untuk membuat gambaran tentang suatu kejadian secara objektif. Penelitian ini menggunakan dua pasien post Apendiktomi yang dirawat diruang Flamboyan RSUD Dr. R Soetijono Blora. Penelitian ini dilakukan selama tiga hari dibulan Februari dan tiga hari pada bulan Maret selama praktik klinik keperawatan medikal bedah II.Hasil, pengkajian dilakukan dengan anamnesa, observasi, pemeriksaan fisik dan studi dokumentasi hingga didapatkan prioritas masalah nyeri akut. Intervensi yang diimplementasikan selama 3 hari sesuai dengan tujuan yang sudah ditentukan. Evaluasi yang didapatkan hasil klien 1 dan klien 2 masalah teratai sebagian.Kesimpulan, klien yang mengalami nyeri akut post apendiktomi bisa diatasi dengan melakukan tindakan sesuai dengan rencana yang sudah ditentukan, salah satunya bisa dengan mengajarkan teknik relaksasi ataupun dengan memberikan analgesik sesuai indikasi dokter
ASUHAN KEPERAWATAN GANGGUAN PERSEPSI SENSORI (HALUSINASI PENGLIHATAN) PADA PASIEN SKIZOFRENIA PARANOID DI RUMAH SAKIT JIWA DAERAH DR. ARIF ZAINUDIN SURAKARTA
Latar Belakang : Halusinasi merupakan salah satu gejala gangguan jiwa pada individu yang ditandai dengan perubahan sensori persepsi yaitu merasakan sensasi palsu berupa suara, penglihatan, pengecapan, perabaan atau penghiduan. Pasien merasakan stimulus yang sebenarnya tidak ada. Untuk memperkecil dampak yang ditimbulkan halusinasi, dibutuhkan penanganan yang tepat.Tujuan : Mengidentifikasi tindakan asuhan keperawatan dan respons klien pada masalah gangguan persepsi sensori : halusinasi penglihatan di RSJD dr. Arif Zainudin Surakarta.Metoda : Metode yang digunakan dalam memberikan asuhan keperawatan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan menggunakan proses pendekatan keperawatan.Hasil : Intervensi masalah gangguan persepsi sensori : halusinasi penglihatan menggunakan 4 SP yaitu menghardik halusinasi, meminum obat secara teratur, bercakap-cakap, melakukan kegiatan harian. Implementasi diberikan selama 3 hari pertemuan sesui dengan intervensi yang sudah dibuat, setelah itu dilakukan evaluasi dengan didapatkan hasil masalah teratasi sebagian. Simpulan : Respons klien selama keperawatan menunjukan pasien semakin kooperatif dan pasien mampu membina hubungan saling percaya dengan penulis
ASUHAN KEPERAWATAN KETIDAKEFEKTIFAN BERSIHAN JALAN NAFAS PADA PASIEN ASMA BRONCHIAL DI RSUD RAA SOEWONDO PATI
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN IBU TERHADAP IMUNISASI DPT-HB-HIB 4 PADA BALITA USIA 18-24 BULAN
Imunisasi DPT-HB-Hib 4 merupakan Imunisasi lanjutan imunisasi dasar untuk mempertahankan tingkat kekebalan dan untuk memperpanjang masa perlindungan anak yang sudah mendapatkan imunisasi dasar. Imunisasi lanjutan diberikan pada anak usia 18-24 bulan. Imunisasi lanjutan merupakan kegiatan yang bertujuan untuk menjamin terjaganya imunitas pada anak baduta, yaitu dengan menggunakan vaksin DPT-HB-Hib. Vaksin DPT-HB-Hib sangat efektif melindungi kematian dari penyakit difteri, secara keseluruhan efektifitas melindungi gejala penyakit yang berkisar 70-90 %. Cakupan imunisasi DPT-HB-Hib 4 nasional tahun 2020 mencapai 67,8 %. Sedangkan cakupan imunisasi DPT-HB-Hib 4 Jawa Tengah Tahun 2020 sebanyak 83,1. Cakupan imunisasi DPT-HB-Hib 4 di Kabupaten Kebumen tahun 2021 sebanyak 27,6 %, sedangkan diwilayah Puskesmas Petanahan 17,8 % pada tahun 2021.Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik observasional. Penelitian ini mengamati mendiskripsikan karakteristik usia, pendidikan, pengetahuan, dengan kepatuhan ibu terhadap imunisasi DPT-HB-Hib 4 pada balita usia 18-24 bulan. Pada penelitian analitik tujuan utama peneliti mencari hubungan antara variabel yang satu dengan variable lainnya. Desain penelitian ini adalah cross sectional yaitu tiap subyek penelitian hanya diobservasi sekali saja dan pengukuran dilakukan terhadap status karakter atau variabel subjek pada saat pemeriksaan variabel penelitian. Populasi pada penelitian ini berasal dari empat desa yaitu: Desa Ampelsari, Munggu, Karangrejo dan Grogol Beningsari, sejumlah 98 responden. Tenik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Sampel pada penelitian ini sejumlah 48 responden. Analisa data menggunakan uji chi square.Kesimpulan penelitian dengan uji chi square diperoleh hasil bahwa tidak ada hubungan usia dengan kepatuhan ibu balita dengan p-value 0,174. Ada hubungan antara pendidikan dan kepatuhan dengan p-value 0,025. Ada hubungan pengetahuan dan kepatuhan ibu, dengan p-value 0,003. Saran tingkatkan peran bidan dalam memberikan sosialisasi tentang imunisasi DPT-HB-Hib 4 yang sesuai jadwal
PROSEDUR PEMERIKSAAN RADIOGRAFI SINUS PARANASAL (SPN) DENGAN KASUS SINUSITIS DI INSTALASI RADIOLOGI RSUD KARANGANYAR
Prosedur pemeriksaan radiografi sinus paranasal menurut Long et al., (2016) menggunakan proyeksi Lateral, PA Axial (Caldwell Method), Parietoacanthial (Waters Method Open Mouth dan Closed Mouth), dan Submentovertical. Proyeksi PA Axial (Caldwell Method), dapat dilakukan dengan teknik penyudutan image receptor sebesar 150 dan teknik image receptor vertikal dengan hidung menempel pada image receptor dan dahi diganjal dengan softbag. Namun, prosedur pemeriksaan radiografi sinus paranasal di Instalasi Radiologi RSUD Karanganyar dilakukan dengan proyeksi Lateral, proyeksi Parietoacanthial (Waters Method) Closed Mouth, dan proyeksi PA Axial (Caldwell Method). Pada proyeksi PA Axial (Caldwell Method) dilakukan dengan teknik image receptor vertikal dengan posisi dahi dan hidung pasien menempel pada image receptor. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prosedur pemeriksaan radiografi sinus paranasal pada kasus sinusitis dan untuk mengetahui alasan penggunaan proyeksi PA Axial (Caldwell Method) dengan posisi dahi dan hidung pasien menempel pada image receptor.Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini dilakukan dengan cara observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam dengan dokter spesialis radiologi dan radiografer. Data observasi diolah dan dianalisis menggunakan koding terbuka, data hasil wawancara diolah, dianalisis, dan disajikan dalam bentuk kuotasi sehingga dapat ditarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemeriksaan radiografi sinus paranasal di Instalasi Radiologi RSUD Karanganyar menggunakan proyeksi Lateral, proyeksi Parietoacanthial (Waters Method) Closed Mouth, dan proyeksi PA Axial (Caldwell Method) dengan teknik image receptor vertikal dan pengaturan posisi dahi dan hidung menempel pada image receptor. Alasan pengaturan posisi dahi dan hidung menempel image receptor pada proyeksi PA Axial (Caldwell Method) adalah untuk kenyamanan pasien dan untuk memperlihatkan sinus frontalis agar lebih jelas tanpa magnifikasi
EFEKTIFITAS PIJAT ENDORPHIN DAN PIJAT OKSITOSIN TERHADAP LAMA PERSALINAN PADA IBU BERSALIAN KALA 1 FASE AKTIF
PENGARUH EDUKASI GIZI MENGGUNAKAN MEDIA BUKU SAKU TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG PEDOMAN GIZI SEIMBANG PADA SANTRI REMAJA DI PONDOK PESANTREN
PENGARUH EDUKASI GIZI MENGGUNAKAN MEDIA BOOKLET TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP PADA WANITA DEWASA DENGAN OBESITAS
Latar belakang : Masalah obesitas pada usia dewasa perlu menjadi perhatian, karena dapat berdampak pada penyakit tidak menular. Faktor resiko obesitas antara lain yaitu tingkat pengetahuan gizi dan sikap terhadap gizi. Upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap akan gizi melalui edukasi menggunakan media booklet. Booklet merupakan media yang menarik dan informatif.Tujuan : Mengetahui pengaruh edukasi gizi menggunakan media booklet terhadap pengetahuan dan sikap wanita obesitas.Metode : Jenis penelitian true experiment dan rancangan pre and post test control group design. Jumlah responden masing masing kelompok sebanyak 14 sampel dengan waktu penelitian 4 minggu. Pada kelompok intervensi diberikan edukasi menggunakan media booklet sedangkan pada kelompok kontrol pemberian edukasi tanpa media. Data pengetahuan dan sikap terhadap gizi diperoleh melalui pengisian kuesioner. Formulir kuesioner pengetahuan dan sikap gizi masing masing terdiri dari 20 pertanyaan. Analisis data menggunakan Independent T-test dan Mann Whintey untuk melihat perbedaan pada kedua kelompok.Hasil : Ada pengaruh pemberian edukasi edukasi gizi dengan media booklet terhadap pengetahuan dan sikap gizi (