Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang

repository.poltekkes-smg.ac.id
Not a member yet
    28611 research outputs found

    PENERAPAN TERAPI BRAIN GYM PADA ANAK DENGAN GANGGUAN KONSENTRASI BELAJAR DI SDN 2 SAMADUA KELAS V KABUPATEN ACEH SELATAN

    No full text
    Latar Belakang : Pendidikan merupakan hal penting bagi kemajuan diri sendiri dan Negara, sehingga pemerintah mengeluarkan Peraturan (PP) No. 28 Tahun 1990 tentang Pendidikan Dasar Sembilan Tahun. Berdasarkan peraturan tersebut siswa sekolah akan mengalami peningkatan, akan tetapi bukan hanya kuantitas yang perlu diperhatikan tetapi kualitasi pendidikan juga perlu diperhatikan. untuk meningkatkan kualitas pendidikan pada anak ialah berasal dari anak itu sendiri, yaitu tingkat konsentrasi dalam pemahaman suatu informasi yang akan diterima. Untuk menunjang kemampuan konsentrasi belajar pada anak maka dilakukan terapi Brain Gym.Tujuan : Mengetahui keefektifan dalam penerapan Brain Gym.untuk meningkatkan konsentrasi pada anak.Metode : Desain Studi kasus dengan penelitian deskriptif berdasarkan kriteria inklusi dan eklusi, jumlah responden 3 orang, melakukan wawancara dan memberikan lembar kuesioner, Brain Gym dilakukan sebanyak 5 kali dalam semingguHasil: adanya peningkatan konsentrasi belajar pada anak setelah tindakan Brain Gym.Rekomendasi : penerapan Brain Gym efektif dalam meningkatkan konsentrasi belajar dan tidak menimbulkan efek negatif

    PENGARUH EDUKASI DENGAN MEDIA E-KOMIK TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN PENCEGAHAN HIV/AIDS PADA REMAJA DI MASA PANDEMI COVID-19 DI DESA MADU KABUPATEN BOYOLALI

    No full text
    Kasus HIV-AIDS di Indonesia masih tinggi, salah satu faktor penyebabnya adalah masih rendahnya pengetahuan remaja. Salah satu upaya dapat dilakukan dengan edukasi menggunakan komik. Komik merupakan salah satu contoh media visual yang didesain untuk perkembangan teknologi. Komik berkembang menjadi E-Comic atau Komik elektornik.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Edukasi dengan Media E-Komik Terhadap Peningkatan Pengetahuan Pencegahan HIV/AIDS Pada Remaja di Masa Pandemi Covid-19 di Desa Madu Kabupaten BoyolaliMetode penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan quasi experimental with one group pre-post test design. Populasi penelitian ini adalah remaja di Desa Madu Wilayah Kerja Puskesmas Mojosongo pada bulan September 2022 sejumlah 200 remaja. Sampel penelitian dihitung dengan rumus slovin, teknik sampling Simple random sampling jumlah sampel 67 responden. Analisis univariat dan bivariat menggunakan wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan responden berjenis kelamin perempuan sebanyak 34 responden (50,7%) dan memiliki pendidikan menengah (SMA sederajat) sebanyak 51 responden (76,1%). Sebagian besar responden tingkat pengetahuan tentang HIV/AIDS sebelum diberikan media E-Komik adalah cukup sebanyak 45 responden (67,2%), setelah diberikan media E-Komik adalah baik sebanyak 61 responden (91,0%). Ada pengaruh edukasi dengan media E-Komik terhadap peningkatan pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS di masa pandemi Covid-19 dengan nilai p value 0,000Dari hasil penelitian ini diharapkan mampu menggunakan dan memanfaatkan media E-Komik untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan tentang HIV/AIDS

    PENGARUH HERBAL COMPRESS BALL TERHADAP PENURUNAN NYERI SENDI PADA LANSIA DENGAN PENYAKIT GOUT ARTHRITIS DI WILAYAH PUSKESMAS KUTA ALAM

    No full text
    Latar belakang : Berdasarkan laporan World Health Organization/ WHO (2020) diperkirakan UHH menjadi 71,7 tahun (Seran, Bidjuni, & Onibala, 2016) dan WHO memperkirakan bahwa sekitar 335 juta orang di dunia mengidap penyakit gout arthritis. Tujuan : Mengetahui keefektifan penerapan terapi Herbal Compress Ball terhadap penurunan Nyeri Sendi Pada Lansia dengan penyakit Gout Arthritis.Metode : Desain studi kasus dengan penelitian kuantitatif berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, jumlah responden 3 pasien, lembar observasi tingkat skala nyeri menggunakan skala nyeri WBS dan SOP HCB, Herbal Compress Ball dilakukan selama 20 menit sebanyak 4 x pertemuan. Hasil asuhan keperawatan: Sebelum terapi Herbal Compress Ball diberikan Tn. A, Ny. N, Ny. S tingkat nyeri yang dialami oleh ketiga pasien dalam rentang skor 5-4 (Nyeri sedang), dan setelah diberikan terapi Herbal Compress Ball ketiga pasien mengalami nyeri dalam rentang skor 2-1 (nyeri ringan). Dengan demikian penulis mengambil kesimpulan bahwa penerapan terapi Herbal Compress Ball dapat menurunkan tingkat nyeri sendi pada pasien Gout Arthritis.Diskusi : Penelitian ini sejalan dengan penelitian Khoiroh Umah (2018) yang dapat disimpulkan bahwa pemberian kompres hangat rebusan herbal efektif dalam menurunkan nyeri sendi pada lansia dengan asam urat.Rekomendasi : Penerapan terapi Herbal Compress Ball dalam menurunkan tingkat nyeri sendi pada pasien Gout Arthritis, serta tidak memberikan dampak negatif dalam penerapannya

    IMPLEMENTASI RENDAM KAKI AIR HANGAT UNTUK MENURUNKAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI WILAYAH PUSKESMAS KUTA ALAM BANDA ACEH

    No full text
    Latar Belakang : hipertensi merupakan suatu keadaan tanpa gejala, dimana tekanan yang menurunkan tekanan darah adalah dengan pemberian terapi Rendam Kaki Air Hangat selama 15 menit 3 kali pertemuan dengan waktu yang samaTujuan : Untuk mengetahui pengaruh Rendam Kaki Air Hangat terhadap penurunan tekanan darah pada lansia di Puskesmas Kuta Alam Banda Aceh Metode : Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus yang melibatkan 3 pasien lansia dengan hipertensi dengan masalah keperawatan yang sama. Instrument yang digunakan berupa SOP rendam kaki air hangat, lembar observasi dan sphygmomanometer. Rendam kaki air hangat dilakukan selama 15 menit 3 kali pertemuan dengan waktu yang samaHasil Analisis Asuhan Keperawatan : Masalah Keperawatan pada ke tiga pasien dengan hasil pengkajian yang dilakukan di wilayah Puskesmas Kuta Alam Banda Aceh, didapati masalah keperawatan yang muncul adalah sakit kepala, pusing, penglihatan kabur dan tekanan darah tinggi. Setelah dilakukan intervensi Rendam Kaki Air Hangat selama 15 menit dalam sehari cenderung mengalami penurunan terbukti dari perubahan tekanan darah sebelum dan sesudah Rendam Kaki Air HangatDiskusi : Hasil penulisan ini sejalan dengan penelitian-penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa Terapi Rendam Kaki Air Hangat memiliki pengaruh terhadap perubahan tekanan darah yang terjadi pada lansiaRekomendasi : Karya ilmiah akhir ners ini dapat menjadi referensi intervensi bagi perawat maupun tenaga kesehatan lainnya untuk meningkatkan pengetahuan dan menerapkan Rendam Kaki Air Hangat untuk menurunkan tekanan darah pada lansia

    RISIKO LINGKUNGAN FISIK RUMAH DENGAN KEJADIAN TUBERKULOSIS (TB) PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TONJONG KABUPATEN BREBES TAHUN 2023

    No full text
    Latar Belakang : Tuberkulosis (TB) paru adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri mycrobacterium Tuberkulosis. Terdapat 40 kasus yang menderita penyakit Tuberkulosis (TB) Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Tonjong. Tujuan penelitian mengetahui risiko lingkungan fisik rumah dengan kejadian tuberkulosis (tb) paru di wilayah kerja puskesmas tonjong tahun 2023. Metode : Variabel bebas berupa suhu, kelembapan, intensitas pencahayaan, kepadatan hunian, luas ventilasi, jenis lantai, jenis dinding, serta variabel terikat kejadian penyakit tuberkulosis. Jenis penelitian observasional, pendekatancase control, jumlah populasi dengan jumlah 40 sampel kasus dan 80 sampel kontrol. Analisis data menggunakan Chi Square dan regresi logistik. Hasil : Variabel yang berhubungandengan kejadian tuberkulosis paru adalah intensitas pencahayaan (p= 0,003; OR = 0,266). Variabel yang tidak berhubungan dengan kejadian tuberkulosis paru adalah suhu (p= 07,30;OR = 0,266), kelembapan (p= 1000; OR = 1,068), kepadatan hunian (p= 0,938; OR = 1,161), luas ventilasi (p=0,770; OR =1,435), jenis lantai (p=0,438; OR =2,111), jenis dinding (p=1000; OR =1000). Simpulan : Faktor yang berhubungan dengan kejadian tuberkulosis paru adalah intensitas pencahayaan. Saran : Masyarakat lebih memeperhatikan aspek lingkungan fisikrumah salah satunya intensiatas pencahayaan ruang kamar tidur sesuai standar yang telah ditentukan.Kata kunci : Tuberkulosis, lingkungan fisik rumah, kesehatan lingkungan

    PENERAPAN TERAPI MENULIS EKSPRESIF UNTUK MENINGKATKAN HARGA DIRI PADA KLIEN DENGAN GANGGUAN KONSEP DIRI: HARGA DIRI RENDAH DI RUMAH SAKIT JIWA PROF. DR. SOEROJO MAGELANG

    No full text
    Program Studi Pendidikan Profesi Ners Program Profesi Poltekkes Kemenkes SemarangKIAN, April 2023Rika Fatma Anindea Amir 1), Dyah Wahyuningsih 2), Ruti Wiyati 3) 1) Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ners Program Profesi Poltekkes Kemenkes Semarang2) Dosen Poltekkes Kemenkes SemarangCoresponden author : [email protected] ABSTRAKPENERAPAN TERAPI MENULIS EKSPRESIFUNTUK MENINGKATKAN HARGA DIRI PADA KLIENDENGAN GANGGUAN KONSEP DIRI: HARGA DIRI RENDAHDI RUMAH SAKIT JIWA PROF. DR. SOEROJO MAGELANGLatar belakang :. Harga diri rendah merupakan keadaan dimana individu mengalami evaluasi diri negatif tentang kemampuan dirinya. Terapi menulis ekspresif dapat iditerapkan untuk menurunkan tanda gejala harga diri rendah dan meningkatkan harga diri. Tujuan : Melihat gambaran penerapan terapi menulis ekspresif pada klien harga diri rendahMetode : Desaini yang digunakani adalah istudi kasusi dengan subjeki 3 klien harga diri rendah. Instrumen studi kasus meluputi lembar observasi skala harga diri dengan kuesioner Rosenberg Self-Esteem (RSE) dan SOP. Penerapan terapi menulis ekspresif dilakukan 10-30 menit selama 4 hari. Hasil asuhan keperawatan : Masalah keperawatan yang muncul yaitu gangguan konsep diri: hargaa diri rendah. Intervensi keperawatan adalah menulis ekspresif. Tindakan keperawatan dilakukan sesuai rencana keperawatan dan dilakukan penerapan terapi menulis ekspresif. Hasil evaluasi yang didapatkan dari ketiga pasien kelolaan mengalami peningkatan skor kuesioner Rosenberg Self-Esteem (RSE) harga diri. Diskusi : Setelah dilakukan intervensi pada ketiga pasien kelolaan didapatkan terjadi peningkatan harga diri. Hasil penelitian ini sejalan sebelumnya yang menunjukkan bahwa terjadi penurunan tanda dan gejala harga diri rendah setelah dilakukan penerapan terapi menulis ekspresif. Hal ini disebabkan karena terapi menulis ekspresif dapat mempengaruhi aspek kognitif, emosional, sosialRekomendasi : Pemberian terapi menulis ekspresif ini dapat dijadikan acuan tenaga kesehatan agar diaplikasikan kepada klien untuk meningkatkan harga diri. Kata kunci : Harga Diri Rendah; HDR; Menulis Ekspresif

    HUBUNGAN FAKTOR LINGKUNGAN FISIK DAN 3M PLUS TERHADAP KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KALIGANGSA KECAMATAN BREBES TAHUN 2023

    No full text
    Latar Belakang penyakit Demam Demam Berdarah Dengue (DBD) saat ini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia yang cenderung meningkat jumlah penderita serta semakin luas penyebarannya. Penyebaran penyakit DBD dipengaruhi oleh faktor lingkungan fisik dan praktik PSN 3M Plus. Wilayah kerja Puskesmas Kaligangsa termasuk wilayah endemis DBD. Tujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor lingkungan fisik dan 3M Plus terhadap kejadian DBD di Wilayah kerja Puskesmas Kaligangsa, Kecamatan Brebes. Metode penelitian menggunakan kuantitatif dengan jenis penelitian yaitu observasional analitik dengan desain case control. Sampel (kasus) adalah seluruh penderita yang tercatat di Puskesmas Kaligangsa dan sampel (kontrol) adalah orang yang ada di sekitar penderita DBD yang tidak menderita DBD dengan radius 200 meter, total sampel kasus dankontrol 75 responden. Uji analisis dengan Chi Square dan regresi logistik. Hasil penelitian ada hubungan antara pencahayaan ruangan (p = 0,027), menguras tempat penampungan air (p = 0,013), menutup tempat penampungan air (p = 0,013) dan menggantung pakaian (p = 0,000). Variabel yang tidak berhubungan meliputi suhu (p = 1,000), kelembapan (p = 0,785), obat anti nyamuk (p = 0,531) dan variabel mengubur barang bekas tidak dapat dianalisis menggunakan statistik. Uji multivariat menunjukkan bahwa kebiasaan menggantung pakaian menjadi faktor risiko yang paling dominan dengan kejadian DBD. Simpulan faktor lingkungan fisik dan 3M Plus yang berhubungan dengan kejadian DBD adalah pencahayaan ruangan, mengurastempat penampungan air, menutup tempat penampungan air, dan kebiasaan menggantung pakaian. Saran bagi puskesmas kaligangsa diharapkan memberikan penyuluhan terkait 3M Plus dan melakukan kegiatan PSN 3M Plus dengan rutin

    TINJAUAN KESESUAIAN STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL (SPO) RETENSI REKAM MEDIS DI RSUD AJIBARANG KABUPATEN BANYUMAS

    No full text
    RSUD Ajibarang Kabupaten Banyumas memiliki Standar Prosedur Operasional (SPO) tentang retensi rekam medis yang berlaku sejak tahun 2020. Penelitian sebelumnya yang dilakukan pada tahun 2021, menyatakan bahwa SPO retensi rekam medis di RSUD Ajibarang Kabupaten Banyumas belum sesuai dengan pelaksanaan retensi rekam medis yang dilakukan di lapangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kesesuaian SPO retensi dengan pelaksanaan retensi rekam medis di RSUD Ajibarang Kabupaten Banyumas.Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus serta melibatkan expert judgement. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Secara umum kegiatan retensi rekam medis perpedoman kepada SPO retensi, namun terdapat sedikit perbedaan antara SPO yang berlaku dengan pelaksanaan retensi di lapangan. SPO retensi rekam medis di RSUD Ajibarang masih terlalu umum dan belum menjelaskan alur prosedur yang terperinci terkait pelaksanaan retensi rekam medis. SPO belum mencantumkan langkah input data yang meliputi nomor rekam medis, nama pasien, tanggal pasien masuk, tanggal keluar dan diagnosis akhir ke dalam Microsoft Excel di komputer, serta SPO belum menjelaskan cara menyimpan atau menata rekam medis inaktif di ruang penyimpanan rekam medis inaktif. Rencana tindak lanjut yang dilakukan agar SPO retensi lebih rinci dan pelaksanaan retensi rekam medis yang sesuai dengan SPO adalah akan dilakukan review SPO retensi rekam medis untuk menghasilkan SPO baru sebagai wujud perbaikan SPO

    EVALUASI PENERAPAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PUSKESMAS (SIMPUS) DENGAN METODE HOT-FIT DI UNIT REKAM MEDIS PUSKESMAS KALIGONDANG

    No full text
    Setiap Puskesmas wajib menyelenggarakan Sistem Informasi Puskesmas. Sistem Informasi Manajemen Puskesmas (SIMPUS) membantu Puskesmas dalam pengambilan keputusan untuk mencapai sasaran kegiatannya. Hasil studi pendahuluan menunjukkan SIMPUS digunakan sejak tahun 2016 dan masih sering terjadi kendala karena masalah server pusat sehingga SIMPUS tidak dapat diakses. Tujuan dari penelitian adalah mengevaluasi penerapan SIMPUS berdasarkan aspek Human, Organization, Technology, dan Net-Benefit di Unit Rekam Medis Puskesmas Kaligondang.Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pengolahan data dilakukan secara deskriptif.Penelitian ini menghasilkan bahwa aspek Human cukup baik dalam menggunakan SIMPUS, aspek Organization memberi dukungan penuh dalam penerapan SIMPUS, asek Technology sudah cukup baik untuk menunjang penggunaan SIMPUS, dan aspek Net-Benefit sudah cukup baik dalam meningkatkan kualitas pekerjaan

    4

    full texts

    28,611

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    repository.poltekkes-smg.ac.id
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇