Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang

repository.poltekkes-smg.ac.id
Not a member yet
    28611 research outputs found

    ASUHAN KEPERAWATAN NYERI AKUT PADA PASIEN BENIGNA PROSTATE HYPERPLASIA (BPH) DENGAN TINDAKAN TURP DI RSUD KRATON KABUPATEN PEKALONGAN

    No full text
    Latar Belakang : Benigna prostate hyperplasia merupakan pembesaran kelenjar prostat yang menimbulkan ganguaan aliran urin dan miksi yang biasa dijumpai pada penyakit degeneratif pria Tindakan pembedahan dalam mengatasi masalah pembesaran prostat yang paling banyak digunakan adalah transurethral resection of the prostate (TURP). Salah satu masalah yang dapat timbul setelah dilakukannya tindakan TURP adalah nyeri akut.Tujuan : Karya tulis ilmiah ini bertujuan untuk menggambarkan Asuhan Keperawatan Nyeri Akut pada Pasien Benigna Prostate Hyperplasia (BPH) dengan Tindakan TURP di RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan. Metode Penelitian : Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode penulisan deskriptif dengan studi kasus.Subjek yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pada dua pasien benigna prostate hyperplasia (BPH) dengan nyeri akut tindakan TURP di RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan yang dipilih menggunakan teknik convenience sampling.Hasil Penelitian : Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 x 24 jam masalah keperawatan utama nyeri akut pada kedua pasien benigna prostate hyperplasia (BPH) dengan tindakan TURP dapat teratasi dengan skala nyeri menurun ke skala 1

    ASUHAN KEPERAWATAN JIWA RISIKO PERILAKU KEKERASAN DAN LATIHAN MENGONTROL MARAH DENGAN TEKNIK RELAKSASI NAFAS DALAM PADA SDR. S DAN SDR. D DI RUANG ENDROTENOYO RSJD DR.AMINO GONDOHUTOMO PROVINSI JAWA TENGAH

    No full text
    Latar belakang: Risiko perilaku kekerasan adalah suatu kondisi dimana seseorang bisa membahayakan diri sendiri maupun orang lain baik secara fisik, emosi dan atau seksual. Tujuan: karya tulis ilmiah ini untuk menggambarkan asuhan keperawatan jiwa pada pasien risiko perilaku kekerasan dan mengontrol marah dengan teknik relaksasi nafas dalam meliputi pengkajian, perumusan masalah, diagnosa keperawatan, perencanaan, tindakan, evaluasi, dan pendokumentasian asuhan keperawatan. Metode: karya tulis ilmiah ini penulis menggunakan metode deskriptif yang terdapat dua subjek penelitian yang memenuhi syarat inklusi dan eksklusi. Hasil: setelah dilakukan cara mengontrol marah dengan teknik relaksasi nafas dalam didapatkan respon yang sama dari kedua pasien. Pelaksanaan SP hanya sampai dengan SP2P, hal ini disebabkan adanya keterbatasan waktu dalam pemberian asuhan keperawatan. Simpulan: pelaksanaan tindakan keperawatan jiwa pada pasien dibutuhkan kondisi pasien yang kooperatif

    ASUHAN KEPERAWATAN PADA IBU POST PARTUM EPISIOTOMI DENGAN FOKUS STUDI NYERI AKUT

    No full text
    Latar belakang : Salah satu proses persalinan yaitu ada persalinan episiotomi, episiotomi sendiri merupakan insisi pada perineum untuk memperlebar jalan keluarnya bayi (mulut vagina) sehingga dapat mempercepat proses kelahiran. Episiotomi dilakukan apabila ada indikasi medis tertentu, sebagai tindakan mengakhiri kehamilan dan komplikasi. Masalah yang sering dialami klien post partum episiotomi adalah masalah nyeri akut yang ditimbulkan karena adanya jahitan pada perineum, sehingga sensasi nyeri yang dirasakan pastinya juga akan berbeda-beda pada setiap ibu post partum episiotomi, salah satu cara untuk mengurangi rasa nyeri yang dirasakan yaitu dengan melakukan manajemen nyeri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui proses pelaksanaan Asuhan Keperawatan Pada Ibu Post Partum Episiotomi Dengan Fokus Studi Nyeri Akut. Metode : Metode yang digunakan dalam memberikan asuhan keperawatan menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus dan menggunakan proses pendekatan keperawatan. Jumlah responden yang digunakan meliputi 2 klien ibu post partum (Ny. S dan Ny. N) yang mengalami nyeri di luka jahitan episiotomi. Hasil : Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 2x8 jam pada kedua responden didapatkan hasil kedua responden mengalami penurunan skala nyeri yaitu Ny. S dari skala 5 menjadi skala 2, lalu Ny. N dari skala 4 menjadi skala 2, masalah teratasi yang ditandai dengan klien mengatakan nyeri yang dirasakan berkurang, tampak rileks dan tenang. Simpulan : Klien post partum episiotomi yang mengalami nyeri akut karena luka jahitan di perineum mengalami penurunan intensitas nyerinya setelah dilakukan asuhan keperawatan

    ASUHAN KEPERAWATAN KETIDAKEFEKTIFAN BERSIHAN JALAN NAPAS PADA KLIEN PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BANYUMAS

    No full text
    Latar belakang : Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) adalah penyakit yang tidak menular dan masih menjadi masalah kesehatan baik didunia khususnya di Indonesia. PPOK merupakan penyakit yang umum terjadi, dapat dicegah, dan dapat diobati yang ditandai dengan gejala pernapasan persisten dan keterbatasan aliran udara karena abnormalitas saluran udara atau alveolar yang biasanya disebabkan oleh paparan gas atau artikel berbahaya dan dipengaruhi oleh faktor penderitanya. Keluhan utama yang sering terjadi pada penderita PPOK yaitu sesak napas . Sesak napas terjadi akibat adanya penyempitan jalan napas karena penumpukan sputum serta biasanya disertai dengan adanya batuk berdahak. Oleh karena itu didapatkan diagnosis keperawatan ketidakefektifan bersihan jalan napas. Tujuan karya tulis ini adalah untuk menggambarkan asuhan keperawatan pada klien dengan ketidakefektifan bersihan jalan napas pada penyakit paru obstruktif kronis di Rumah Sakit Umum Daerah Banyumas.Metoda : Metoda yang digunakan dalam memberikan asuhan keperawatan menggunakan metoda deskriptif dengan pemaparan studi kasus melalui pendekatan asuhan keperawatan yang terdiri dari pengkajian, penegakan diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi keperawatan. Partisipan dalam penelitian ini adalah klien dengan penyakit PPOK dengan diagnosis keperawatan ketidakefektifan bersihan jalan napas dan berjumalh 2 orang. Pengumpulan data klien dilakukan dnegan wawancara, pemeriksaan fisik, observasi dan studi dokumentasi.Hasil : Pada kedua klien memiliki keluhan sesak napas dan batuk berdahak karena adanya obstruksi sputum jalan napas, sehingga muncul masalah keperawatan ketidakefektifan bersihan jalan napas.Simpulan : Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x24 jam masalah ketidakefektifan bersihan jalan napas teratasi sebagian, yang dibuktikan pada klien pertama sesak napas berkurang, kemampuan mengeluarkan sekretnya terjadi peningkatan yang lebih baik. Sedangkan klien kedua sesak napasnya juga berkurang, kemampuan mengeluarkan sekretnya masih sedikit

    ASUHAN KEPERAWATAN PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI FOKUS STUDI NYERI AKUT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MEDANG BLORA

    No full text
    Latar Belakang: Hipertensi merupakan penyakit yang berhubungan dengan tekanan darah manusia. Apabila seseorang memiliki tekanan darah mencapai systole 140 mmHg atau lebih yang diukur ketika sedang duduk dan tekanan darah diastole 90 mmHg atau lebih, maka orang tersebut dikategorikan memiliki tekanan darah tinggi. Nyeri/sakit kepala di tengkuk merupakan ciri yang sering terjadi pada hipertensi berat. Nyeri pada pasien hipertensi disebabkan oleh aliran darah ke otak meningkat sehingga terjadi pergeseran jaringan intrakranial yang peka nyeri akibat meningginya tekanan intrakranial. Tindakan manajemen nyeri baik farmakologi maupun non-farmakologi merupakan upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk mengontrol nyeri pada penderita hipertensi. Terapi farmakologi dapat dilakukan perawat melalui kolaborasi perawat-dokter dengan pemberian obat analgesik baik secara parenteral maupun oral. Terapi non-farmakologi biasanya seperti teknik relaksasi, massage, kompres, terapi musik, distraksi, dan guided imaginary.Tujuan: Mampu melaksanakan asuhan keperawatan pada lansia dengan hipertensi fokus studi nyeri akut di wilayah kerja Puskesmas Medang Blora.Metode: Metode yang digunakan dalam memberikan asuhan keperawatan menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus dan menggunakan proses pendekatan keperawatan. Sampling yang digunakan meliputi 2 pasien lansia.Hasil: Setelah dilakukan asuhan keperawatan lansia selama 3x3 pertemuan pada kedua pasien didapatkan hasil masalah nyeri pada kedua pasien teratasi sebagian dengan melaporkan nyeri berkurang dengan skala nyeri (pada pasien 1 skala 6 menjadi 3 dan pasien 2 skala nyeri 6 menjadi 4).Simpulan: Masalah nyeri akut yang dirasakan oleh kedua pasien berkurang setelah dilakukan asuhan keperawatan

    ASUHAN KEPERAWATAN PADA LANSIA DENGAN ASMA BRONCHIAL FOKUS STUDI BERSIHAN JALAN NAFAS TIDAK EFEKTIF DI RSUD RAA SOEWONDO PATI

    No full text
    Latar Belakang : Asma merupakan kelainan berupa inflamasi (peradangan) kronik saluran nafas yang menyebabkan hiperaktivitas bronkus terhadap berbagai rangsangan yang ditandai dengan gejala mengi, batuk, sesak nafas dan rasa berat di dada terutama pada malam hari dan atau dini hari yang umumnya bersifat reversible baik dengan atau tanpa pengobatan (Depkes RI, 2009). Penyakit asma telah menjadi masalah kesehatan global yang diderita oleh seluruh kelompok usia (GINA, 2015). Penyakit asma telah mempengaruhi lebih dari 5% penduduk dunia, dan beberapa indikator telah menunjukkan bahwa prevalensinya terus-menerus meningkat. World Health Organization (WHO) bekerja sama dengan Global Asthma Network (GAN) memprediksikan saat ini jumlah pasien asma di dunia mencapai 334 juta orang, diperkirakan angka ini akan terus mengalami peningkatan sebanyak 400 juta orang pada tahun 2025 dan terdapat 250 ribu kematian akibat asma termasuk anak-anak (GAN, 2014).Metode : Metode yang digunakan dalam studi kasus ini adalah metode deskriptif dengan menggunakan pemecahan masalah yang ada berdasarkan data, menyajikan data, menganalisis dan menginterpretasikan data pasien Asma Bronchial.penelitian menggunakan 2 pasien.Hasil : setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3x8 jam pada kedua responden didapat hasil kedua responden dimana kedua pasien mengalami Asma Bronchial dengan diagnosa bersihan jalan nafas tidak efektif, setelah dilakukan tindakan keperawatan pada pasien 1 dan 2 masalah dapat teratasi sebagian tetapi pasien masih harus melanjutkan perawatan.Simpulan : masalah yang dialami oleh kedua responden yaitu Asma Bronchial dengan bersihan jalan nafas tidak efektif dapat teratasi sebagian setelah diakukan asuhan keperawatan

    ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN GANGGUAN RASA NYAMAN (NYERI AKUT) PADA PASIEN GASTRITIS AKUT DI RSUD DR.R SOETIJONO BLORA

    No full text
    Latar belakang : Gastritis ialah suatu inflamasi yang mengenai daerah dinding lambung terutama pada mukosa gaster. Gastritis dapat disebabkan oleh beberapa hal seperti oleh karena infeksi H.pylori, kebiasaan makan makanan yang pedas, asam, minuman iriatif (seperti soda), serta konsumsi kopi, alcohol, stress emosional, obat-obatan seperti NSAID, dan juga dapat disebabkan oleh imunitas Kurangnya kesadaran masyarakat tentang menganggap bahwa gaya hidup tidak terlalu penting sehingga kesehatannya kurang terjaga salah satunya pada pola makan dan mengakibatkan masuknya bakteri dalam tubuh sehingga menyebabkan inflamasi pada lambung. Penyakit gastritis lanjut yang dianggap tidak serius dan tidak membutuhkan penanganan segera akan menimbulkan kanker hingga kematian. Tanda dan gejala gastritis akut adalah nyeri epigastrium , mual, muntah, kembung, pusing, perdarahan pada lambung dan tidak nafsu makan. Salah satu menifestasi klinis yang terjadi pada pasien gastritis adalah nyeri. Tindakan seorang perawat yang dapat dilakukan untuk mengurangi rasa nyeri pada pasien adalah tindakan yang mencakup tindakan farmakologi dan tindakan non farmakologi Tujuan karya tulis ini adalah untuk menggambarkan asuhan keperawatan gangguan nyaman (nyeri akut) pada pasien Gastritis akut di RSUD dr. R Soetijono Blora. Metode: metoda yang digunakan dalam memberikan asuhan keperawatan menggunakan metode deskriptif dengan bentuk mengambil satu kasus dengan dua klien gastritis akut pada Tn. K dan Tn. L dengan metode wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan studi dokumentasi keperawatan. Hasil: Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x24 jam pada kedua kline didapatkan hasil masalah gangguan rasa nyaman (nyeri akut) teratasi.Simpulan: klien yang mengalami nyeri akut pada gastritis bisa diatasi dengan melakukan tindakan sesuai dengan rencana yang sudah dirumuskan, salah satunya dengan mengajarkan teknik relaksasi nafas dalam atau dengan melakukan hasil kolaborasi dengan tim medis dalam pemberian analgetic

    ASUHAN KEPERAWATAN PADA LANSIA DENGAN BRONKITIS FOKUS STUDI KETIDAKEFEKTIFAN POLA NAFAS DI RSUD RAA SOEWONDO PATI

    No full text
    Latar Belakang: Bronktis adalah suatu infeksi saluran pernafasan yang menyebabkan inflamasi yang mengenai trakea, bronkus utama dan menengah yang bermanifestasi sebagai batuk, dan biasanya akan membaik tanpa terapi dalam dua minggu (Amin Huda Nurarif, 2016).Metode: Metode yang digunakan dalam memberikan asuhan keperawatan menggunakan metode deskriptif dengan menggunakan proses pendekatan keperawatan, bersedia menjadi responden, dengan diagnosa ketidakefektifan pola nafas dirawat di RSUD RAA Soewondo Pati Pengambilan data dilakukan selama 5 hari pada tanggal 24 Januari- 28 Januari 2022.Hasil: Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3x pertemuan pada kedua responden didapatkan hasil masalah ketidakefktifan pola nafas pada kedua responden berkurang. Kesimpulan: Ketidakefektifan pola nafas pada lansia dengan bronkitis mengalami perubahan setelah dilakukan asuhan keperawatan lansi

    ASUHAN KEPERAWATAN PADA LANSIA DENGAN STROKE NON HEMORAGIK FOKUS STUDI GANGGUAN MOBILITAS FISIK DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MEDANG BLORA

    No full text
    Latar Belakang: Stroke merupakan gangguan yang sering mengenai lansia, dimana kejadian stroke makin meningkat seiring bertambahnya usia, penyakit ini sering menyebabkan kematian dan disabilitas (cacat) di dunia. Stroke didefinisikan sebagai defisit(gangguan) fungsi sistem saraf yang terjadi mendadak dan disebabkan oleh gangguan peredaran otak. Penderita stroke non hemoragik akan mengalami gangguan mobilisasi yang bisa mengakibatkan kesulitan membolak-balik posisi, perubahan dalam berjalan, keterbatasan rentang gerak sendi, pergerakan lambat dan tidak terkoordinasi.Tujuan : Mampu mengelola asuhan keperawatan pada lansia dengan Stroke Non Hemoragik fokus studi gangguan mobilitas fisik di wilayah kerja Puskesmas Medang Blora. Metoda: Metode yang digunakan dalam memberikan asuhan keperawatan menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus dan menggunakan perdekatan proses keperawatan . Sampling yang digunakan meliputi 2 pasien lanjut usia.Hasil: Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3 hari sesuai dengan tujuan yang sudah didapatkan hasil pasien sedikit peningkatan pada ROM, klien bersedia melakukan ROM dengan masalah belum teratasi, lanjutkan intervensi dengan melakukan ROM mandiri secara berkala dengan keluarga.Simpulan: Gangguan mobilitas fisik yang dirasakan oleh kedua pasien dengan Stroke Non Hemoragik mengalami sedikit berkurang setelah diberikan asuhan keperawatan

    4

    full texts

    28,611

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    repository.poltekkes-smg.ac.id
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇