28611 research outputs found
Sort by
TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP CALON IBU HAMIL TENTANG PERENCANAAN KEHAMILAN SEBELUM DAN SESUDAH MENGIKUTI PENDIDIKAN KESEHATAN DI KANTOR URUSAN AGAMA KOTA MAGELANG
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DISMENORE DENGAN SIKAP PENANGANAN DISMENORE PADA REMAJA PUTRI DI SMA N 1 NGLUWAR
NURSING ETHICS IN PARTICIPATING IN ABORTION
At this time, abortion is a very controversial issue where there are many pros and cons of abortion. abortion or abortion is the intentional termination (termination) of pregnancy (abortion provocatus). The purpose of this study is to examine the juridical normative perspective on how the criminal law through existing legislation provides sanctions against nurses who perform abortions as well as the legal construction of the Criminal Code and Law No. 36 of 2009 on health. Abortion according to the juridical construction of laws and regulations in Indonesia is the act of aborting or shutting down the content that is done intentionally by a woman or person who is told to have an abortion
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PERAWATAN TENTANG PENYAKIT PERIODONTAL DENGAN STATUS KESEHATAN JARINGAN PERIODONTAL PADA IBU HAMIL DI POSYANDU DESA PRUWATAN KECAMATAN BUMIAYU KABUPATEN BREBES
Gingivitis merupakan bentuk awal dari inflamasi jaringan periodontal yang jika tidak ditangani akan berlanjut menjadi periodontitis. Perdarahan gingiva lebih parah jika seseorang dalam masa kehamilan. Untuk proporsi penduduk wilayah Brebes mengalami gusi berdarah sebesar (9,43%) dan gusi bengkak sebesar (10,79%). Pengetahuan merupakan dasar terbentuknya suatu perilaku. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan perawatan tentang penyakit periodontal terhadap status kesehatan jaringan periodontal pada ibu hamil di Posyandu Desa Pruwatan Kecamatan Bumiayu Kabupaten Brebes.Jenis penelitian yaitu deskriptif korelasional dengan metode studi korelasi (correlation study) dan rancangan penelitian cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 31 ibu hamil menggunakan teknik sampling Propotional Cluster Sampling. Metode pengambilan data menggunakan kuisioner dan pemeriksaan rongga mulut. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Uji yang digunakan yaitu Rank Spearman untuk gingivitis dan Chi-Square untuk periodontitis.Hasil menunjukan terdapat hubungan pengetahuan dan perawatan tentang penyakit periodontal terhadap status kesehatan jaringan periodontal pada ibu hamil di Posyandu Desa Pruwatan Kecamatan Bumiayu Kabupaten Brebes yaitu 74% responden memiliki pengetahuan sedang diikuti dengan kondisi gingivitis sedang dan parah. Terdapat 73% responden memiliki perawatan sedang diikuti dengan kondisi gingivitis sedang dan parah. Terdapat 74% responden memiliki pengetahuan sedang diikuti dengan kondisi pocket dangkal dan dalam Terdapat 73% responden memiliki perawatan sedang diikuti dengan kondisi terdapat karang gigi dan pocket dangkal. Hasil uji Rank Spearman didapatkan nilai signifikasi (2-tailed) pengetahuan sebesar 0.044 dan perawatan 0.003. Hasil uji Chi-Square diperoleh p-value pengetahuan sebesar 0.004 dan perawatan 0.033
POTENSI NANO GEL EKSTRAK BIJI BUAH ALPUKAT (PERSEA AMERICANA MILL) SEBAGAI ALTERNATIVE PEREDA PERADANGAN LUKA PASCA PENCABUTAN GIGI TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS WISTAR)
Latar Belakang : Peradangan,perdarahan,pembengkakan, rasa sakit, dry socket merupakan komplikasi yang biasa ditemukan akibat pencabutan gigi. Respon inflamasi dibagi dua, diantaranya adalah pemberian antiinflamasi non-steroid (AINS) dan antiinflamasi steroid. Disetiap penggunaan obat berbahan kimia memiliki efek samping. Diperlukan bahan herbal yaitu biji alpukat sebagai pengobatan alternatif dalam pereda peradangan pada luka pasca pencabutan gigi. Biji alpukat mengandung polifenol yang berperan terhadap inflamasi pada luka, antara lain flavonoid, alkaloid, tanin, dan saponin.Tujuan : Membuktikan potensi nano gel ekstrak biji alpukat) dan dapat diterapkan sebagai alternative dalam meredakan peradangan luka pasca pencabutan gigi tikus putih.Metode : True experiment dengan rancangan randomized posttest with control group design. Terdiri dari kelompok intervensi nano gel ekstrak biji alpukat 10%, kelompok control positif povidone iodine 10% dan aquadest. Observasi dilakukan selama 7 hari. Variabel yang diteliti adalah peradangan pada luka pasca pencabutan gigi tikus dan pemeriksaan histopatologis (Limfosit, Neokapilerisasi dan Fibroblast).Hasil : Berdasarkan hasil uji tidak berpasangan kelompok alpukat dan povidone tidak berbeda bermakna (p=0,143), kelompok alpukat dan aquadest memiliki perbedaan bermakna (p=0,001) dan kelompok povidone dan aquadest memiliki perbedaan bermakna (p=0,015). Pemberian nano gel ekstrak biji buah alpukat konsentrasi 10% dan povidone iodine 10%, memiliki kemampuan yang sama dalam proses regenerasi luka serta meningkatkan pembuluh darah baru dan juga dapat menurunkan jumlah sel radang limfosit dibuktikan berdasarkan pemeriksaan histologi.Simpulan : Pemberian nano gel ekstrak biji buah alpukat layak dan efektif digunakan sebagai alternative pereda peradangan pada luka pasca pencabutan gigi tikus putih
PENGELOLAAN HAMBATAN MOBILITAS FISIK PADA PASIEN STROKE NON HEMORAGIK DENGAN TERAPI RANGE OF MOTION (ROM)
PENGELOLAAN HAMBATAN MOBILITAS FISIK PADA PASIEN STROKE NON HEMORAGIK DENGAN TERAPI RANGE OF MOTION (ROM)Yessy Puji Lestari1, Munjiati21Mahasiswa Program Studi Keperawatan Purwokerto Program Diploma III2,3Dosen Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes SemarangKoresprondensi : [email protected] AbstrakLatar Belakang: Stroke non hemoragik adalah gangguan neurologis yang disebabkan karena infark akibat emboli, trombosis, maupun lumen sehingga aliran darah ke otak menjadi tersumbat. Stroke non hemoragik dapat menyebabkan kelemahan anggota gerak bahkan sampai kelumpuhan. Tubuh yang mengalami kelemahan merupakan penyebab timbulnya masalah hambatan mobilitas fisik. Dibutuhkan terapi segera untuk rehabilitasi pasien dengan hambatan mobilitas fisik, salah satu latihan yang dapat diberikan yaitu mobilisasi persendian dengan Range Of Motion (ROM). Terapi ROM merupakan salah satu bentuk latihan rentang gerak sendi untuk proses rehabilitasi yang cukup efektif untuk perbaikan dan mencegah terjadinya kelumpuhan pada penderita stroke. Tujuan karya tulis ini adalah untuk menggambarkan asuhan keperawatan pada klien stroke non hemoragik dengan fokus studi hambatan mobilitas fisik di RSU Siaga Medika Purbalingga.Metoda : Metode yang digunakan dalam memberikan asuhaan keperawatan menggunakan motode deskriptif dengan pendekatan studi dokumentasi asuhan keperawatan yang pernah dilakukanHasil : Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3x24 jam, terdapat peningkatan skala kekuatan otot pada ekstremitas kedua klien. Hal ini dibuktikan dengan melakukan latihan ROM dan pengukuran skala kekuatan otot klien, dimana nilai kekuatan otot pada klien 1 untuk ekstremitas kiri superior dan inferior yang awalnya bernilai 1 menjadi bernilai 2. Sedangkan untuk klien 2, pada ekstremitas kanan yang awalnya untuk superior bernilai 3 menjadi 4, dan untuk inferior awalnya 2 menjadi 3.Simpulan : Masalah hambatan mobilitas fisik pada kedua klien belum teratasi sepenuhnya mengingat perlu waktu yang cukup lama dalam pemulihan penyakit stroke. Namun terapi range of motion sangat berpengaruh untuk meningkatkan rentang gerak pada pasien stroke non hemoragik.Kata kunci : Stroke Non Hemoragik, Hambatan Mobilitas Fisik, Range Of Motion/RO
GAMBARAN POLA ASUH DAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI DESA KETOMPEN, KECAMATAN PAJARAKAN, KABUPATEN PROBOLINGGO
Latar Belakang : Stunting adalah gangguan pertumbuhan fisik yang ditandai dengan permasalah gizi yang bersifat kronik di masa pertumbuhan dan perkembangan sejak awal kehidupan. Data SSGI tahun 2021 menunjukkan bahwa prevalensi balita pada Kabupaten Probolinggo 23,3%.Tujuan penelitian : Mengetahui gambaran pola asuh ibu terhadap balita stunting di Desa Ketompen, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo.Rancangan Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan Case Control. Sampel dalam penelitian ini adalah balita usia 0-59 bulan dengan responden ibu balita. Data yang digunakan adalah data primer. Jumlah sampel yaitu 34 balita Stunting dan 34 balita tidak stunting.Hasil : Balita stunting pada penelitian ini berjumlah 34 balita, sedangkan pola asuh yang termasuk dalam kategori baik pada kelompok kasus sebanyak 8 orang(23,5%) dan kelompok kontrol sebanyak 24 orang (70,6%).Simpulan : Pola asuh memiliki peran penting terhadap status gizi balita. Semakin baik pola asuh ibu makan semakin baik pula status gizi balita. Terdapat kecenderungan antara pola asuh terhadap kejadian stunting pada balita.Kata kunci : Pola Asuh, Stuntin
ASUHAN KEPERAWATAN HIPOVOLEMIA PADA PASIEN GASTROENTERITIS DI RSUD KARDINAH KOTA TEGAL.
Gatroenteritis is a digestive disorder in which there is an increase in the frequency of defecation and changes in the amount of stool consistency caused by bacteria in the intestine. However, gastroenteritis can also occur if you experience large amounts of electrolyte loss. Signs and symptoms of gastroenteritis include the frequency of defecation more than 3 times a day, the consistency of soft to liquid stools, decreased appetite caused by nausea and vomiting. This raises the nursing problem of hypovolemia or lack of body fluid volume
PENGARUH MEDIA BOOKLET DAN MEDIA POSTER TERHADAP PENGETAHUAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT PADA NARAPIDANA LAPAS KELAS I SEMARANG
Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan tentang pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut dengan cara memberikan penyuluhan kesehatan gigi dan mulut khususnya kepada Narapidana. Dalam hal ini masalah kesehatan gigi dan mulut tidak hanya dialami oleh anak-anak, orang dewasa pun dapat mengalami masalah kesehatan gigi dan mulut bila kurang menjaga kebersihan dan pemeliharaan kesehatan giginya. oleh karena itu Narapidana memiliki resiko yang sama jika tidak menjaga kesehatan gigi dan mulutnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh media booklet dan media poster terhadap pengetahuan kesehatan gigi dan mulut pada Narapidana Kelas 1 Semarang.Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi-experiment dengan menggunakan two group pretest-posttest design. Sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 67 narapidana Lapas Kelas I Semarang dengan teknik purposive sampling. Sampel dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok dengan menggunakan media booklet dan kelompok dengan menggunakan media poster, lalu sample diinstruksikan untuk mengisi kuesioner sebelum dan sesudah penyuluhan. Data dianalisis dengan menggunakan uji Wilcoxon untuk mengetahui perbedaan antara variabel pengaruh dengan variabel terpengaruh.Hasil penelitian pada penelitian ini berdasarkan uji Wilcoxon didapatkan hasil rata- rata dengan media booklet sebelum dan sesudah penyuluhan 10,08 dan 20 nilai p-value = 0,000 (p< 0,05). Rata-rata media poster sebelum dan sesudah penyuluhan 12,6 dan 19 nilai p-value = 0,000 (p< 0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh media booklet dan poster terhadap pengetahuan kesehatan gigi dan mulut pada Narapidana kelas 1 Semarang. Melakukan evaluasi kembali kepada narapidana Lapas Kelas I Semarang untuk mengetahui kemampuan narapidana dalam mengaplikasi di kehidupan sehari-hari. Hasil penelitian ini dapat dijadikan referensi bagi peneliti selanjutnya serta menjadikan pengalaman bagi penulis
NILAI LAJU ENDAP DARAH PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2
POLITEKNIK KESEHATAN SEMARANG JURUSAN ANALIS KESEHATANKARYA TULIS ILMIAH, MEI 2022DWI HARIANI SUBEKTI, DIBAWAH BIMBINGAN SURATINILAI LAJU ENDAP DARAH PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2ABSTRAKLatar Belakang : Diabetes melitus yang tidak terkontrol dapat menyebabkan komplikasi akut atau kronis. Komplikasi kronis yang seringkali terjadi adalah komplikasi vaskuler yang didasari oleh disfungsi endotel yang berlanjut menjadi aterosklerosis. Aterosklerosis artinya proses inflamasi kronis dan ditandai dengan peningkatan kadar fibrinogen yang berpengaruh terhadap nilai laju endap darah (LED).Tujuan Penelitian : Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui serta mendeskripsikan nilai laju endap darah pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2 berdasarkan jenis kelamin, usia dan penyakit penyerta.Metode Penelitian : Metode penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif yaitu mendeskripsikan variabel nilai laju endap darah pada penderita Diabetes Melitus Tipe 2 dengan menggunakan pendekatan cross sectional.Hasil Penelitian : Berdasarkan hasil penelitian terhadap 15 responden diperoleh hasil LED tinggi sebanyak 14 responden dan normal sebanyak 1 responden serta berdasarkan jenis kelamin, usia, dan penyakit penyerta. Berdasarkan jenis kelamin didapatkan hasil normal pada 1 laki-laki, tinggi pada 5 laki-laki dan tinggi pada 9 perempuan. Berdasarkan usia didapatkan hasil tinggi didominasi oleh lansia akhir (56-65 tahun) sebanyak 7 responden. Berdasarkan penyakit penyerta didapatkan hasil tinggi terbanyak pada penyakit penyerta Hipertensi.Kesimpulan : Hasil nilai LED tinggi paling banyak pada jenis kelamin perempuan dan responden dengan usia lansia akhir (56-65 tahun), serta pada penyakit penyerta Hipertensi.Kata Kunci : Diabetes Melitus Tipe 2, LED, Usia, Jenis Kelami