28611 research outputs found
Sort by
PERANAN T1 RHO, T2 MAPPING, DAN DGEMRIC PADA PEMERIKSAAN MRI KNEE JOINT SUSPEK OSTEOARTHRITIS
Osteoarthritis (OA) menyebabkan gangguan progresif pada jaringan sendi seperti kartilago, sinovium, dan tulang subkondral. Perubahan degeneratif dini berhubungan dengan perubahan biokimia, seperti hilangnya proteoglikan, perubahan kadar air, dan perubahan struktural kecil pada kolagen. Sekuen MRI rutin memberikan deteksi yang sangat baik dari perubahan kartilago degenerasi tahap akhir, namun tidak cukup sensitif untuk mendeteksi OA awal, sehinggadibutuhkan teknik MRI yang dapat mendeteksi degenerasi kartilago dini. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peranan sekuen T1 rho, T2 mapping, dan dGEMRIC pada pemeriksaan MRI knee joint suspek OA.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan metode kajian literature review yaitu dengan cara mengumpulkan, mengidentifikasi, mengevaluasi, dan menginterpretasi sertamenganalisis sekuen T1 rho, T2 mapping, dan dGEMRIC dalam mendeteksi osteoarthritis tahap awal pada pemeriksaan MRI Knee Joint. Didapatkan 8 artikel yang kemudian dilakukan ekstrasi dan analisis.Hasil penelitian ini menunjukkan peranan sekuen T1 rho, T2 mapping, dan dGEMRIC beserta kelebihan dan kelemahannya. T1 rho sensitif terhadap penipisan PG dimana menjadi awal terjadinya OA namun tidak tersedia secara komersial di banyak perangkat klinis, T2 mapping metode non-invasif yang membantu dalam menilai perubahan degeneratif dini matriks kartilago dan meniskus pada pasien dengan knee OA awal karena sensitif terhadap kandungan kolagen namun kolagen bukan peristiwa awal terjadinya OA. Indeks dGEMRIC yang rendah pada kartilago knee yang berkembang menjadi OA menunjukkan penurunan kandungan GAG, yang mencerminkan kualitas kartilago terganggu, namun dGEMRIC sulit diterapkan pada pencitraan klinis karena perlunya pemberian media kontras dan memakan waktu
PENGARUH KELAS IBU HAMIL ONLINE DENGAN APLIKASI MAHEALTH TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU IBU HAMIL TENTANG KEHAMILAN
Kelas ibu hamil merupakan program meningkatkan kesehatan ibu yang dilaksanakan dalam bentuk tatap muka dalam kelompok dan bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu. Masa pandemic Covid-19 terdapat kebijakan pelaksanaan kelas ibu hamil dapat dilakukan secara virtual dengan aplikasi Telemedicine. Aplikasi Mahealth dingkatan dari maternal health yang berisi mengenai kehamilan yang dibuat untuk melaksanakan kelas ibu hamil online. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kelas ibu hamil online dengan aplikasi mahealth terhadap tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku ibu hamil tentang kehamilan. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperiment dengan rancangan the one-group pretest-posttest design. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dan terdapat 37 sampel ibu hamil yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan analisis data menggunakan uji wilcoxon. Hasil penelitian pada analisis univariat diperoleh hasil uji normalitas menunjukkan seluruh data berdistribusi tidak normal dan setelah dilakukan analisis bivariat menujukkan ada pengaruh kelas ibu hamil online dengan aplikasi Mahealth terhadap tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku ibu hamil tentang kehamilan yang ditunjukan dengan nilai
PROSEDUR PEMERIKSAAN MRI KNEE JOINT DENGAN KLINIS RUPTUR ANTERIOR CRUCIATE LIGAMENT (ACL) DI INSTALASI RADIOLOGI RSD K.R.M.T. WONGSONEGORO SEMARANG
Ruptur Anterior Cruciate Ligamen adalalh robeknya ligament yang menyebabkan knee joint menjadi tidak stabil sehingga tulang tibia begeser secara bebas. Penggunaan sekuen T2 ME2D (MEDIC) di Instalasi Radiologi RSD K.R.M.T. Wongsonegoro Semarang menggunakan 3 potongan untuk pemeriksaan rutin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui prosedur pemeriksaan MRI knee joint dengan klinis ruptur ACL di Instalasi Radiologi RSD K.R.M.T. Wongsonegoro Semarang dan alasan penggunaan sekuen MEDIC dengan menggunakan 3 potongan.Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pada penelitian ini, peneliti mengambil data 3 orang pasien dengan klinis ruptur ACL. Subyek penelitian ini adalah 3 orang radiografer, 2 orang dokter spesialis radiologi, dan 1 orang dokter pengirim. Pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara mendalam dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan Milles dan Huberman dengan interactive models. Hasil penelitian ini prosedur pemeriksaan MRI knee joint dengan klinis ruptur anterior cruciate ligament (ACL) di Instalasi Radiologi RSD K.R.M.T. Wongsonegoro Semarang menggunakan sekuen PD TSE Axial, T2 TSE Axial, PD TSE FS-DIXON Coronal Fat, PD TSE FS-DIXON Coronal Water, PD TSE Sagital, PD TSE FS Sagital, T1 SE Sagital, T1 SE Coronal, PD TSE FS Coronal, T2 ME2D (MEDIC) Axial, T2 ME2D (MEDIC) Sagital, T2 ME2D (MEDIC) Coronal. Alasan penggunaan sekuen T2 ME2D dengan 3 potongan bertujuan untuk membantu dokter menambah informasi dan saling melengkapi antara potongan satu dan lainnya serta untuk baik untuk menampakkan cairan (pendarahan) dan meniscus serta ligamen pada pasien. Sekuen MEDIC mampu untuk menampakkan pendarahan meniscus serta ligamen pada klinis ruptur ACL
PROSEDUR PEMERIKSAAN RADIOGRAFI HYSTEROSALPINGOGRAPHY (HSG) PADA KASUS INFERTILITAS PRIMER DI INSTALASI RADIOLOGI RSUP DR. KARIADI SEMARANG
Prosedur pemeriksaan radiografi Hysterosalpingography (HSG) pada kasus infertilitas primer di Instalasi Radiologi RSUP Dr. Kariadi Semarang memiliki perbedaan dengan teori Lampignano dan Kendrick (2018) yaitu penggunaan media kontras yang dicampur dengan NaCl dan pengambilan foto proyeksi AP Post Evakuasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prosedur pemeriksaan, alasan digunakannya media kontras dicampur dengan NaCl, serta alasan dilakukan proyeksi AP Post Evakuasi.Desain penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Metode pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini yaitu observasi, studi dokumen, dan wawancara mendalam dengan pasien, radiografer, dokter spesialis radiologi, serta dokter pengirim. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data dalam bentuk koding terbuka, gambar maupun kuotasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan prosedur pemeriksaan HSG di Instalasi Radiologi RSUP Dr. Kariadi Semarang dilaksanakan pada hari ke-9 dari HPHT, pasien tidak boleh melakukan koitus hingga pemeriksaan HSG selesai dilakukan. Pemasukan media kontras menggunakan foley kateter, media kontras yang digunakan dicampur NaCl dengan perbandingan 5:1, dan total volume sebanyak 12 cc. Proyeksi yang digunakan yaitu proyeksi AP Pelvis Polos, AP Post Kontras, RPO, LPO dan Post Evakuasi. Alasan digunakannya media kontras dicampur dengan NaCl agar media kontras tidak terlalu pekat, sehingga dapat menghindari kesalahan diagnosis apabila terjadi sumbatan akibat media kontras yang terlalu pekat, serta dapat mengurangi rasa nyeri pasien, sedangkan alasan dilakukan proyeksi AP Post Evakuasi adalah untuk melihat sisa spill di rongga peritoneum dan menilai adanya hydrosalpinx
PROSEDUR PEMERIKSAAN MAGNETIC RESONANCE IMAGING (MRI) BRAIN PADA KLINIS DEMENSIA DI INSTALASI RADIOLOGI RSUP DR. SARDJITO YOGYAKARTA
Prosedur pemeriksaan magnetic resonance imaging (MRI) brain pada klinis demensia di Instalasi Radiologi RSUP dr. Sardjito Yogyakarta menggunakan pemilihan beberapa sekuen yaitu T2W, 3D FLAIR, 3D FFE ADNI, diffusion weighted imaging (DWI) dan susceptibility weighted imaging (SWI). Sekuen ini digunakan untuk menegakkan diagnose demensia. Pemilihan sekuen di RSUP dr. Sardjito sudah sesuai dengan buku dan jurnal tetapi ada penambahan sekuan SWI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemeriksaan MRI brain pada klinis demensia serta untuk mengetahui alasan penambahan sekuen SWI tersebut.Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian adalah citra MRI dari tiga pasien MRI brain dengan klinis demesia di RSUP dr. Sardjito Yogyakarta.. Responden dalam penelitian ini antara lain 3 orang radiografer, 2 orang dokter spesialis radiologi, dan 1 orang dokter pengirim. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Analisis data dengan tahapan transkrip data, reduksi data, penyajian data dan dilakukan pembahasan dan penarikan kesimpulan.Hasil studi kasus pemeriksaan magnetic resonance imaging (MRI) brain pada klinis demensia di Instalasi Radiologi RSUP dr. Sardjito Yogyakarta yaitu menggunakan sekuen T2W, 3D FLAIR, DWI, 3D FFE ADNI dan SWI. Didapatkan kesimpulan bahwa demensia di bagi menjadi dua yaitu demensia Alzheimer dan demensia vaskuler. Pengukuran volume brain dilakukan dengan cara memasukkan raw data citra sekuen T1 FFE ADNI kedalam software freesurfer yang berguna untuk menilai demensia Alzheimer, sedangkan untuk demensia vaskuler penegakkan diagnosa dilakukan dengan mencari perdarahan dan microbleeding menggunakan sekuen SWI. Alasan lain penggunaan sekuen SWI adalah untuk membedakan antara kalsifikasi dengan microbleeding penyebab demensia vaskuler
ANALISA ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN PENERAPAN RANGE OF MOTION (ROM) AKTIF UNTUK MEMPERTAHANKAN KEKUATAN OTOT EKSTREMITAS PADA PASIEN STROKE NON HEMORAGIKDI RUANG RAJAWALI 1 A RSUP DRKARIADI KOTA SEMARANG
PEMBERIAN MINDFULNESS-BASED STRESS REDUCTION (MBSR) DENGAN IRINGAN TERAPI MUSIK NATURAL SOUND TERHADAP BREASTFEEDING SELF EFFICACY (BSE) DAN KECEMASAN PADA IBU NIFAS
Latar Belakang: Masa nifas merupakan masa yang dialami ibu setelah proses melahirkan plasenta dan bayi dari kadungan. Pada masa ini ibu nifas mengalami perubahan perilaku seperti merasa gelisah, tidak bersemangat, mudah tersinggung, tidak nafsu makan, mengalami gangguan tidur dan merasa cemas. Sehingga diperlukan terapi komplementer untuk mengatasi masalah pada ibu nifas tersebut.Tujuan: Menghasilkan model Mindfullnes Based Stress Reduction dengan iringan terapi music natural sound yang layak dan efektif untuk meningkatkan BSE dan menurunkan kecemasan pada ibu nifas.Metode: Desain penelitian ini menggunakan Research and Development (R&D). Dengan teknik purposive sampling. Sampel penelitian sebanyak 34 responden dibagi dalam kelompok intervensi adalah 17 responden dan 17 responden dalam kelompok kontrol. Intervensi yang diberikan pada kelompok eksperimen berupa MBSR dengan iringan terapi musik natural sound sebanyak delapan sesi dan pada kelompok kontrol hanya MBSR saja sebanyak delapan sesi. Data diuji dengan uji Wilxocon dan uji Mann-WhitneyHasil: Pemberian Mindfullnes Based Stress Reduction dengan iringan terapi musik natural sound layak sebagai media edukasi dan penerapannya efektif meningkatkan BSE (p-value 0.00) , serta menurunkan kecemasan (p-value 0.00) dibandingkan dengan kelompok kontrol.Simpulan:. Pemberian Mindfullnes Based Stress Reduction dengan iringan terapi musik natural sound layak sebagai media edukasi asuhan kebidanan pada masa nifas, serta penerapannya efektif meningkatkan breastfeeding self efficacy dan menurunkan kecemasan pada ibu nifas dibanding kelompok kontrol
PROSEDUR PEMERIKSAAN LOPOGRAFI PADA BAYI POST KOLOSTOMI DENGAN KASUS ATRESIA ANI DI INSTALASI RADIOLOGI RSUD BANYUMAS
Pemeriksaan Lopografi (colostomy barium enema) menurut (Lampignano dan Kendrick, 2018) menggunakan proyeksi AP Plain, AP Post Kontras, Lateral Post Kontras, LPO dan RPO Post Kontras, LAO dan RAO Post Kontras. Sedangkan pemeriksaan Lopografi pada bayi post kolostomi dengan kasus Atresia Ani berdasarkan observasi di Instalasi Radiologi RSUD Banyumas menggunakan proyeksi AP Plain, AP dan Lateral Post Kontras. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prosedur pemeriksaan Lopografi pada Bayi Post Kolostomi dengan Kasus Atresia Ani di Instalasi Radiologi RSUD Banyumas dan alasan penggunaan proyeksi AP dan Lateral post kontras.Penelitian ini merupakan kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengambilan data dilakukan pada bulan Maret 2022 di Instalasi Radiologi RSUD Banyumas dengan menggunakan metode observasi, wawancara dengan radiografer, dokter spesialis radiolog, dokter pengirim dan keluarga pasien serta dokumentasi. Analisa data dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa persiapan pasien pemeriksaan Lopografi pada Bayi Post Kolostomi dengan Kasus Atresia Ani di Instalasi Radiologi RSUD Banyumas pasien hanya diminta untuk melepas pakaian. Pemeriksaan dimulai dengan pengambilan proyeksi AP Plain setelah itu pemasukan media kontras ke lubang stoma, kemudian dilakukan pengambilan proyeksi AP dan Lateral post kontras. Alasan penggunaan proyeksi AP post kontras yaitu bertujuan untuk mengevaluasi kolon untuk dilakukan tindakan selanjutnya. Proyeksi Lateral post kontras bertujuan untuk melihat letak dan jarak penyempitan dari Atresia Ani dan fistula
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY. FUMUR 28 TAHUN DI PUSKESMAS WANGON 1KABUPATEN BANYUMAS
Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu indikator untuk melihat keberhasilan usaha kesehatan ibu. AKI merupakan rasio kematian ibu selama masa kehamilan, persalinan, dan nifas yang disebabkan oleh kehamilan, persalinan, dan nifas tetapi bukan karena penyebab lain seperti kecelakan atau terjatuh di setiap 100.000 kelahiran hidup.Sedangkan Angka Kematian Bayi (AKB) menggambarkan tingkat permasalahan kesehatan masyarakat yang berkaitan dengan faktor penyebab kematian bayi, tingkat pelayanan antenatal, status gizi ibu hamil, tingkat keberhasilan program KIA dan KB serta kondisi lingkungan dan sosial ekonomi. Bidan berperan untuk mengurangi AKI dan AKB yaitu dengan pelayanan kesehatan ibu yang berkualitas dengan asuhan secara berkelanjutan atau Continuity Of Care (COC). Diharapkan penulis mampu memberikan asuhan kebidanan secara komprehensif pada Ny. F umur 28 Tahun di Puskesmas Wangon 1.Penulisan Laporan Tugas Akhir ini dalam bentuk studi kasus dengan menggunakan pendekatan kebidanan 7 langkah varney dan catatan perkembangan dalam bentuk SOAP. Hasil studi kasus ini diperoleh diagnosa G2P1A0 usia kehamilan 37+1 minggu fisiologis, proses persalinan fisiologis yang diikuti masa nifas fisiologis tanpa keluhan, dan bayi baru lahir fisiologis.Pada asuhan kebidanan kehamilan ditemukan perbedaan antara teori dan praktik bahwa IMT ibu 18,5 dengan kategori rendah dan peningkatan BB 12,5-18 kg, tetapi kenaikan BB ibu 6,9 kg, persalinan ditemukan perbedaan antara teori dan praktik yaitu dilakukan hecting perineum pada laserasi perineum derajat I dikarenakan terdapat perdarahan aktif disekitar mukosa vagina. Kesimpulan dari hasil studi kasus ini yaitu pada penerapan asuhan kebidanan komprehensif tidak terdapat kesenjangan, hanya terdapat perbedaan antara teori dan praktik di lahan. Saran bagi bidan untuk tetap melaksanakan asuhan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan
GAMBARAN ASUPAN ENERGI PROTEIN DAN POLA ASUH DENGAN STATUS GIZI BALITA DI DESA KEDUNGUMPUL KECAMATAN KANDANGAN KABUPATEN TEMANGGUNG
Latar belakang : Gizi kurang menjadi masalah di Indonesia karena memiliki dampak terhadap tumbuh kembang anak di masa mendatang. Prevalensi gizi kurang di Kabupaten Temanggung pada tahun 2018 yaitu 6,88%. Sedangkan prevalensi di Desa Kedungumpul pada tahun 2020 sebesar 9,1%.Tujuan penelitian : Untuk mengetahui gambaran terkait asupan energi, protein dan pola asuh ibu dengan status gizi balita di Desa Kedungumpul Kecamatan Kandangan Kabupaten Temanggung.Rancangan penelitian : Merupakan penelitian Gizi Masyarakat dengan desain penelitian deskriptif dan rancangan cross sectional. Sampel penelitian adalah balita usia 0-59 bulan sejumlah 43 anak yang berdomisili di Desa Kedungumpul Kecamatan Kandangan Kabupaten Temanggung. Pengambilan data dilakukan secara langsung dengan instrumen berupa kuesioner dan pengukuran antropomentri secara langsung.Hasil : Terdapat 16,3% balita dengan berat badan kurang dan 81,4% balita dengan berat badan normal, 25,6% balita dengan asupan energi kurang dan 69,8% balita dengan asupan energi baik, 11,5% balita dengan asupan protein kurang dan 48,8% balita dengan asupan protein baik, 39,2% balita dengan asupan protein lebih. Balita dengan pola asuh yang kurang sebesar 23,3% dan balita dengan pola asuh baik sebesar 76,7%.Simpulan : Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa asupan energi ada kecenderungan terhadap status gizi balita, namum tidak ada kecenderungan antara asupan protein dan pola asuh dengan status gizi balita di Desa Kedungumpul