28611 research outputs found
Sort by
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY. R UMUR 23 TAHUN DI PUSKESMAS MLONGGO KABUPATEN JEPARA
Proses kehamilan, persalinan, dan nifas adalah proses fisiologis. Dalam proses ini tidak sedikit ibu mengalami problem kesehatan yang dapat meningkatkan jumlah mobiditas dan mortalitas ibu dan bayi. Asuhan kebidanan berkelanjutan (continuity of care) merupakan salah satu program pemberian asuhan kebidanan sejak kehamilan, bersalin, nifas, neonatus hingga memutuskan menggunakan KB dan bertujuan sebagai upaya untuk membantu memantau dan mendeteksi adanya kemungkinan timbulnya komplikasi yang menyertai ibu dan bayi. Metode penulisan Laporan Tugas Akhir ini dalam bentuk studi kasus dengan menggunakan pendekatan manajemen kebidanan 7 langkah Varney dan didokumentasikan dalam bentuk SOAP.Hasil studi kasus pada Ny. R didapatkan diagnosa G1P0A0 usia kehamilan 38+5 minggu dengan fisiologis yang memiliki keluhan nyeri pinggang, dengan persalinan fisiologis yang diikuti dengan nifas fisiologis tanpa ada penyulit dan komplikasi, bayi baru lahir fisiologis tanpa kelainan dan penyulit. Pada asuhan kehamilan ibu hamil diberikan penatalaksanaan sesuai dengan keluhan dan dilakukan pelayanan antenatal 10 T. Pada asuhan persalinan diberikan 60 langkah APN. Pada masa nifas diberikan asuhan sesuai dengan kebutuhan ibu, pada bayi baru lahir diberikan asuhan sesuai dengan kebutuhan bayi baru lahir, pada pelayanan KB memberikan konseling macam-macam KB untuk ibu menyusui dan Ny. R berencana menggunakan KB suntik 3 bulan.Kesimpulan dari asuhan kebidanan secara komprehensif melalui studi kasus yaitu semua proses kehamilan, persalinan, nifas, BBL dan KB pada Ny. R adalah fisiologis
PROSEDUR PEMERIKSAAN MRI LUMBAL PADA KASUS LOW BACK PAIN (LBP) DI INSTALASI RADIOLOGI RSUD SIDOARJO
Terdapat perbedaan sekuen pada pemeriksaan MRI Lumbal di RSUD Sidoarjo dengan teori yaitu sekuen sagital T2 FLEX Fat Sat, coronal 3D Cube STIR Nerve, dan sagital FOCUS DWI b-800. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosedur pemeriksaan, alasan digunakannya dua teknik penekanan lemak yaitu sagital T2 FLEX Fat Sat dan coronal 3D Cube STIR Nerve, peranan sagital FOCUS DWI pada pemeriksaan MRI Lumbal dengan kasus Low Back Pain (LBP) di Instalasi Radiologi RSUD Sidoarjo.Jenis penelitian yaitu kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Responden meliputi tiga pasien, satu dokter radiologi, tiga radiografer, satu dokter pengirim. Metode pengumpulan data meliputi observasi, dokumentasi, wawancara. Analisis data yang digunakan adalah koding terbuka.Hasil penelitian pada pemeriksaan MRI Lumbal dengan kasus Low Back Pain (LBP) di Instalasi Radiologi RSUD Sidoarjo menggunakan sekuen 3-Plane Localizer, coronal T2, sagital T1/T2, sagital T2 FLEX Fat Sat, sagital T2 STIR, sagital T2 Fat Sat, axial T1/T2, coronal 3D Cube STIR Nerve, 2D Myelo, sagital FOCUS DWI. Alasan digunakannya dua teknik penekanan lemak karena dua sekuen memiliki fungsi berbeda, sagital T2 FLEX Fat Sat untuk menekan jaringan selain myelo, seperti corpus, sedangkan coronal 3D Cube STIR Nerve memperlihatkan saraf lumbal. Peranan sagital FOCUS DWI untuk melihat adanya molekul cairan yang terjebak di myelo jika LBP disebabkan adanya lesi.Kesimpulan dari penelitian ini adalah penambahan sekuen sagital T2 FLEX Fat Sat digunakan untuk menampakkan lesi. Coronal 3D Cube STIR Nerve untuk memperlihatkian saraf dari lumbal
PENGARUH KOMBINASI TERAPI TOPUNG DAN PEMBERIAN REBUSAN KULIT KAYU MANIS TERHADAP KADAR GULA DARAH PUASA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE II
Latar Belakang: Diabetes mellitus merupakan penyakit degeneratif yang terjadi akibat gangguan metabolik menahun karena pancreas tidak cukup untuk memproduksi insulin atau tubuh tidak bisa menggunakan insulin yang diproduksi secara optimal dan efektif. Alternatif pengobatan pada penderita diabetes mellitus tipe II dengan terapi komplementar kombinasi akupresur totok punggung dan rebusan kulit kayu manis dalam perbaikan kadar gula darah puasa. Tujuan: tujuan dari penelitian ini adalah untuk Membuktikan pengaruh kombinasi terapi akupresur totok punggung dan rebusan kayu manis terhadap kadar darah puasa pasien diabetes tipe II. Metode: penelitian yang dilakukan adalah jenis True Experimental dengan rancangan penelitian Pretest-Posttest control group design. Pengambilan data melibatkan 56 responden pasien GDP, dipilih menggunakan proporsional random sampling yang terbagi menjadi 2 kelompok yaitu 28 responden kelompok intervensi yang di berikan terapi topung dean pemberian rebusan kayu manis dan kelompok control di berikan obat metformin 500 mg per hari. Hasil: pemberian kombinasi akupresur totok punggung dan rebusan kulit kayu manis terhadap kadar gula dara puasa selama 21 hari pada pasien diabetes melitus tipe II menunjukan hasil gula darah puasa intervensi sebelum 172,25 mg/dl dan setelah intervensi gula darah puasa menunjukan nilai 137,07 mg/dl sehingga efektif menurunkan kadar gula darah puasa mendekati normal dengan hasil p=0,000 Kesimpulan: pemberian kombinasi akupresur totok punggung dan rebusan kulit kayu manis selama 21 hari pada pasien diabetes mellitus tipe II membuktikan memberi pengaruh terhadap penurunan kadar gula darah puasa pada pasien diabetes mellitus tipe I
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY. T UMUR 20 TAHUN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WELAHAN I KABUPATEN JEPARA
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY. L UMUR 28 TAHUN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PECANGAANKABUPATEN JEPARA
Kesehatan ibu dan anak merupakan salah satu bagian dari upaya peningkatan derajat kesehatan dalam Suistainable Development Goals (SDGs). AKI dan AKB di Indonesia masih tinggi dibandingkan negara ASEAN lainnya. Angka Kematian Ibu di Kabupaten Jepara dihitung dari tahun 2014-2019 mengalami fluktuasi seperti penurunan jumlah kematian ibu cukup signifikan pada tahun 2014 dari 26 kasus menjadi 13 di tahun 2019, 11 kasus pada tahun 2015 dan naik menjadi 14 kasus pada tahun 2016, dimana kematian terbesar adalah kematian ibu nifas sebanyak 9 orang atau 47,36% kemudian ibu hamil sebanyak 7 orang atau 36,84%. Dilihat dari penyebab kematian ibu, 10 kasus (52,63%) disebabkan karena penyebab tidak langsungatau penyakit penyerta yaitu kanker (cerebral dan mamae), diabetes mellitus, ileus obstruktif, policetimia, jantung dan HIV/AIDS
HUBUNGAN ANTARA UMR DENGAN STATUS GIZI (KEK) IBU HAMIL
Ekonomi keluarga yang rendah merupakan salah satu predikator kuat kejadian kurang gizi pada ibu hamil. Sehingga, tingkat konsumsi pangan dan gizi ibu hamil menjadi rendah, buruknya sanitasi, buruknya higine dan meningkatnya gangguan kesehatan (Istiany & Rusilanti, 2013). Hasil studi pendahuluan yang dilakukan pada tanggal 16 september tahun 2021 di Puskesmas Pajangan Kabupaten Bantul, terdapat 125 ibu hamil dengan 40 ibu hamil mengalami resiko tinggi KEK. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara UMR dengan satatus gizi (KEK) ibu hamil. Metode pada penelitian ini menggunakan data kuantitatif Non eksperimental dengan desain observasional pendekatan yang digunakan cross sectional dengan melakukan pengukuran variabel independen (bebas) UMR dengan variabel dependen (terikat) status gizi ibu hamil. Penelitian ini dilaksanakan di Puskesmas Pajangan pada bulan Mei-Juni tahun 2022. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil yang memeriksakan kandungannya di puskesmas Pajangan. Sampel dalam penelitian ini diambil dari beberapa populasi dengan rumus slovin hasil 46. Maka besar sampel pada penelitian ini diambil sebanyak 46 orang, akan tetapi 2 orang ibu hamil sudah melahirkan, 4 orang ibu hamil sudah pindah tempat tinggal dan 3 orang ibu hamil mengalami keguguran sehingga sampel yang dapat diambil sejumlah 37 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Ada hubungan antara tingkat ekonomi dengan status gizi (KEK) pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Pajangan Kabupaten Bantul dengan p value 0,02 (p value 0.05). Hasil penelitian ini diharapkan agar Ibu hamil dengan tingkat ekonomi rendah disertai KEK dan tingkat ekonomi tinggi disertai KEK, tetap memenuhi kebutuhan makanan yang mengandung nilai gizi dalam jumlah yang cukup bagi ibu hamil
PROSEDUR PEMERIKSAAN RADIOGRAFI VERTEBRA LUMBOSAKRAL DENGAN INDIKASI LOW BACK PAIN (LBP) DI INSTALASI RADIOLOGI RUMAH SAKIT TK III 04.06.01 WIJAYAKUSUMA PURWOKERTO
Vertebra lumbosakral merupakan bagian anggota gerak tubuh manusia yang berfungsi untuk menyangga tulang panggul, anggota gerak atas dan berat kepala. Pemeriksaan radiografi lumbosakral menurut (Lampignano & Kendrick, 2018) menggunakan proyeksi AP Axial dan Lateral, sedangkan pemeriksaan radiografi vertebra lumbosakral di Instalasi Radiologi Rumah Sakit TK III 04.06.01 Wijayakusuma Purwokerto menggunakan proyeksi AP Axial dan Lateral dengan arah sinar tanpa disudutkan. Penelitian ini bertujuan mengetahui prosedur pemeriksaan radiografi vertebra lumbosakral dengan indikasi low back pain (LBP) dan alasan pemeriksaan lumbosakral dilakukan proyeksi AP Axial dan Lateral dengan arah sinar tanpa disudutkan.Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif pendekatan studi kasus. Subjek penelitian ini menggunakan lima responden yaitu tiga radiografer, satu dokter radiolog, dan satu dokter pengirim. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi, dan wawancara. Pengolahan dan analisis data dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemeriksaan radiografi vertebra lumbosakral dengan indikasi low back pain (LBP) menggunakan AP Axial dan Lateral tanpa disudutkan. Alasan menggunakan proyeksi AP Axial dan Lateral tanpa disudutkan karena memudahkan radiografer dalam melakukan positioning pasie, mempersingkat waktu pemeriksaan agar rasa sakit dirasakan pasien dapat diminimalkan. Selain itu, dengan sudut tegak lurus sudah cukup menampakkan anatomi yang akan dievaluasi dalam menegakkan diagnosa
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY. T UMUR 31 TAHUN DI PUSKESMAS PATEAN KABUPATEN KENDAL
Pelayanan kesehatan yang komprehensif merupakan suatu pelayanan asuhan kebidanan yang diberikan kepada bayi baru lahir (neonatus), bayi, balita, dan anak prasekolah, remaja, ibu hamil, persalinan, ibu nifas, masa klimakterium, pelayanan keluarga berencana, dan kesehatan reproduksi.Tujuan laporan tugas akhir ini memberikan asuhan komprehensif ibu hamil, bersalin, nifas, bayi baru lahir, dan keluarga berencana menggunakan manajemen kebidanan. Hasil yang diperoleh dari ny. T umur 31 tahun G2P1A0 dengan usia kehamilan 37 minggu dengan kehamilan normal. Proses persalinan fisiologis pada umur kehamilan 38 minggu. Pemantauan nifas dan bayi baru lahir berjalan dengan normal.Kesimpulan dari asuhan kebidanan komprehensif pada penatalaksanaan ditemukan ketidaknyamanan nyeri pada pinggang. Pada persalinan penggunaan umbilical cord lamp untuk mengikat tali pusat. Pada asuhan bayi baru lahir dan nifas, ibu akan merencanakan menggunakan alat kontrasepsi IUD. Saran bagi pasien adalah untuk menambahkan pengetahuan yang berkaitan dengan kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, dan keluarga berencana
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY. I UMUR 31 TAHUN DI PUSKESMAS PEGANDON KABUPATEN KENDAL
Asuhan komprehensif yaitu asuhan kebidanan mulai dari ibu hamil, persalinan, bayi baru lahir, nifas, dan penggunaan keluarga berencana (KB) bertujuan untuk memberikan pelayanan berkualitas untuk mencegah terjadinya kematian ibu dan anak. Dalam proses ini Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2017 angka kematian ibu (AKI) mencapai 305 per 100.000 kelahiran hidup dengan jumlah kasus sebesar 14.623. (AKB) tercatat 24 per 1.000 kelahiran hidup dengan jumlah kasus sebesar 151.200 kasus.Penulisan Laporan Tugas Akhir ini dalam bentuk studi kasus dengan menggunakan pendekatan kebidanan 7 langkah Varney dan catatan perkembagan dalam bentuk SOAP dan memberikan asuhan kebidanan secara komprehensif pada Ny. I umur 31 tahun di Puskesmas Pegandon Kabupaten Kendal.Hasil studi kasus ini diperoleh pada Ny. I didapatkan diagnose G2P1A0 umur 31 tahun hamil 37 minggu fisiologis, dengan keluhan nyeri punggung, dengan persalinan fisiologis sesuai dengan 60 langkah APN. Pada masa nifas fisiologis tanpa adanya komplikasi danpenyulit. BBL fisiologis tanpa kelainan, serta Ny. I berencana menggunakan KB suntik 3 bulan. Pada asuhan yang diberikantidak ada kesenjangan.Kesimpulan dari hasil penelitian ini yaitu pada penerapan asuhan kebidanan pada kehamilan, persalinan, nifas, dan KB serta BBL adalah fisiologis. Asuhan yang diberikan berdasarkan evidence based terlaksana baik. Saran untuk Ny. I dapat menerapkan konseling yang diberikan