Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang

repository.poltekkes-smg.ac.id
Not a member yet
    28611 research outputs found

    PROSEDUR PEMERIKSAAN RADIOGRAFI SHOULDER JOINT PADA SUSPECT TRAUMA DI INSTALASI RADIOLOGI RSUD IR. SOEKARNO KABUPATEN SUKOHARJO

    No full text
    The procedure for examining shoulder joint radiographs in trauma according to Lampignano and Kendrick (2018) uses projections in the form of Anterior Posterior (Neutral Rotation), Transthoracic Lateral, PA Oblique Scapular Y, Tangential (Supraspinatus Outlet), AP Apical Oblique. While the radiographic examination procedure of the shoulder joint on suspect trauma using the AP thorax projection shows 2 joints, namely the joint at the shoulder joint. This study aims determine the procedure for radiographic examination of the shoulder joint on suspect trauma, the reasons why using the AP thorax projection show two joints, and the application of radiation protection is carried out at the Radiology Installation of RSUD Ir. Soekarno, Sukoharjo Regency on radiographic examination of the shoulder joint on suspected trauma.This research is a qualitative research with a case study approach. Collecting data by means of observation, documentation and structured interviews with radiographers, PPR, sending doctors, and radiology specialists. The data were analyzed using an interactive model.The results showed that the radiographic examination procedure of the shoulder joint on suspect trauma at the Radiology Installation of RSUD Ir. Soekarno, Sukoharjo Regency, used the AP thorax projection, showing two joints with the patient in the supine position and performed without special preparation. The reason for using the AP thorax projection shows two joints, namely to compare the two dislocated joints with normal/healthy. In the application of radiation protection less attention is paid. The justification for carrying out the shoulder joint examination is by taking a chest x-ray showing two joints, limiting the collimation area adjustment dose which is still too wide and protection optimization always strives for one photo so that it does not experience photo repetition and the use of exposure factors that are still too high so that the acromioclavicular joint is not well visualized. There is an effort to apply protection from radiation safety during the inspection, namely trying one photo.Conclusions on the radiographic examination procedure of the shoulder joint on suspect trauma at the radiology installation of RSUD Ir. Soekarno, Sukoharjo Regency on the preparation of tools and materials and patient preparation according to (Lampignano dan Kendrick, 2018), but on the projection used using the AP thorax projection shows two joints. In the application of protection, less attention is paid to justification, optimization and dose limiting, so it needs to be increased

    EFEKTIVITAS FLIPCHART DENGAN LEAFLET TERHADAP PERUBAHAN PERILAKU MENGGOSOK GIGI ANAK TK KEMALA BHAYANGKARI 03 SEMARANG

    No full text
    Masih banyak siswa belum memahami cara menggosok gigi yang benar dan lamanya menggosok gigi. Siswa kurang mengetahui bahwa ada beberapa gerakan menggosok gigi yang dianjurkan untuk membersihkan plak dari permukaan gigi. Dalam hal untuk merubah perilaku anak dalam menyikat gigi di kalangan anak usia dini, upaya yang ingin dilakukan oleh penulis adalah dengan mengedukasi anak sejak dini dengan menggunakan media flipchart dan media leaflet. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas penyuluhan dengan menggunakan flipchart dan leaflet terhadap perubahan perilaku menggosok gigi pada anak TK Kemala Bhayangkari 03.Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan menggunakan menggunakan rancangan pretest-posttest with two grup design dengan melakukan perlakuan pada kelompok yang berbeda menggunakan media penyuluhan. Kelompok A diberikan penyuluhan dengan menggunakan flipchart dan kelompok B diberikan penyuluhan dengan menggunakan media leaflet. Jumlah sampel dalam penelitian ini berjumlah 36 siswa TK, dengan masing-masing kelompok 18 siswa diberikan penyuluhan menggunakan media flipchart dan 18 siswa yang lain diberikan penyuluhan dengan menggunakan media leaflet.Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan efektivitas penyuluhan sebelum dan sesudah menggunakan leaflet dibandingkan flipchart, yaitu aspek pengetahuan dengan nilai p sebesar 0.001 dengan rata-rata leaflet sebesar 24.63 sedangkan flipchart sebesar 13.06, aspek sikap dengan nilai p sebesar 0.001 dengan rata-rata leaflet sebesar 24.63 sedangkan flipchart sebesar 13.06, aspek tindakan dengan nilai p sebesar 0.002 dengan rata-rata leaflet sebesar 24.13 sedangkan flipchart sebesar 13.58, dan pada debris indeks aspek pengetahuan dengan nilai p sebesar 0.892 dengan rata-rata leaflet sebesar 36.83 sedangkan flipchart sebesar 36.17. Dapat disimpulkan media leaflet lebih efektif dalam meningkatkan perilaku serta perubahan debris indeks sisw

    PROSEDUR PEMERIKSAAN RADIOGRAFI VERTEBRA LUMBOSAKRAL DENGAN KLINIS LOW BACK PAIN DI INSTALASI RADIOLOGI RSUD GAMBIRAN KOTA KEDIRI

    No full text
    Pemeriksaan radiografi vertebra lumbosakral dengan klinis LBP di Instalasi Radiologi RSUD Gambiran Kota Kediri dilakukan menggunakan proyeksi AP dan Lateral kanan dengan posisi pasien erect. Perbedaan pada proyeksi dan posisi pasien yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil yang akan dievaluasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosedur pemeriksaan radiografi vertebra lumbosakral dengan klinis LBP dan mengetahui alasan menggunakan proyeksi AP dan Lateral dengan posisi pasien erect.Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengambilan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh diolah dan dianalisa dengan koding terbuka, kemudian disajikan dalam bentuk gambar, kuotasi dan teks naratif sehingga dapat ditarik kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemeriksaan radiografi vertebra lumbosakral dengan klinis LBP di Instalasi Radiologi RSUD Gambiran Kota Kediri dilakukan menggunakan proyeksi AP dan Lateral kanan dengan posisi pasien erect. Pasien diminta untuk melepas aksesoris seperti celana dan ikat pinggang. Alat dan bahan yang digunakan pesawat sinar x, IR 35x43 cm, computed radiography, dan printer. Penggunaan proyeksi AP dan Lateral kanan merupakan standart untuk mengevaluasi LBP dan untuk pendeteksian dini. Sedangkan digunakannya posisi pasien erect atas permintaan dokter spesialis radiologi untuk mengevaluasi lumbosakralnya stabil atau tidak, melihat alignment trabekulasi, end plate corpus, pedikel,dan spatium intervertebralis

    ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY. I UMUR 20 TAHUN DI UPTD PUSKESMAS KUNDURAN KABUPATEN BLORA

    No full text
    Jumlah kematian ibu yang dihimpun dari pencatatan program kesehatan keluarga di Kementerian Kesehatan pada tahun 2020 menunjukkan 4.627 kematian di Indonesia, di Provinsi Jawa Tengah tahun 2020 sebesar 98,6/100.000 Kelahiran Hidup (530 kasus), dan di Kota Blora sebanyak 10 kasus pada tahun 2020. Tujuan kasus ini adalah melakukan Asuhan Kebidanan secara komprehensif dari hamil, bersalin, nifas dan KB, serta BBL.Metode penulisan Laporan Tugas Akhir ini dalam bentuk studi kasus dengan menggunakan pola pikir varney, diaplikasikan dalam 5 langkah manajemen varney dan dokumentasi SOAP. Hasil studi kasus ini diperoleh diagnosa Ny. I G1P0A0 umur 20 tahun hamil 37+2 minggu fisiologis, yang diikuti persalinan, nifas dan KB serta BBL fisiologis. Pada asuhan kehamilan tidak terdapat kesenjangan antara teori dan praktik.Pada asuhan persalinan terdapat kesenjangan yaitu tidak menggunakan APD secara lengkap selama proses persalinan berlangsung yaitu tidak memakai kacamata google dan alas kaki. Pada asuhan nifas dan KB serta BBL tidak terdapat kesenjangan antara teori dan praktik.Secara keseluruhan terdapat kesenjangan antara teori dan praktik pada asuhan kebidanan komprehensif yang dilakukan pada Ny. I tenaga kesehatan sebaiknya melakukan asuhan sesuai dengan SOP yang berlaku yaitu memakai APD lengkap

    EFEKTIVITAS KOMBINASI PIJAT ENDORPHINE DENGAN AROMATERAPI JASMINE TERHADAP PRODUKSI ASI IBU NIFAS BERDASARKAN BERAT BADAN BAYI

    No full text
    Pada tahun 2019 dari 29.322 kematian balita, 69% (20.244 kematian) diantaranya terjadi pada masa neonatus. Penyakit infeksi menjadi salah satu penyebab kematian pada neonatus. Risiko kesakitan dan kematian pada bayi yang disebabkan karena infeksi dapat dicegah dengan pemberian air susu ibu (ASI) ekslusif (Kemenkes RI, 2019). Agar dapat membeikan ASI ekslusif maka produksi ASI harus lancar. Kelancaran produksi ASI dipengaruhi oleh refleks prolaktin dan emosi ibu. Pijat endorphin merupakan salah satu teknik yang dapat merangsang produksi prolaktin sehingga dapat meningkatkan produksi ASI. Untuk menambah kenyamanan pada ibu pijat dapat dikombinasikan dengan aromaterapi seperti jasmine atau kenanga (Ratih Saryaman, 2020) (Purwanti, 2020).Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas kombinasi pijat endorphine dengan aromaterapi jasmine terhadap produksi ASI pada ibu nifas di Puskesmas Bulu Temanggung. Penelitian ini dilakukan di wilayah Kabupaten Temanggung. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian quasi eksperimen. Populasi penelitian ini adalah 45 ibu nifas dan menggunakan sampel 40 ibu nifas . Tehnik pengambilan sampel yaitu dengan menggunakan teknik purposif sampling. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah lembar observasi dan timbangan bayi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi pijat endorphine dengan aromaterapi jasmine terbukti efektif terhadap produksi ASI pada ibu nifas, pada uji Mann-Whitney diperoleh p-value 0,000 < 0,05.In 2019 out of 29,322 under-five deaths, 69% (20,244 deaths) of them occurred in the neonatal period. Infectious diseases are one of the causes of death in neonates. The risk of morbidity and mortality in infants caused by infection can be prevented by exclusive breastfeeding (Kemenkes RI, 2019). In order to be able to provide exclusive breastfeeding, milk production must be smooth. Smooth milk production is influenced by the prolactin reflex and mother's emotions. Endorphin massage is a technique that can stimulate the production of prolactin so that it can increase milk production. To add comfort to the mother, massage can be combined with aromatherapy such as jasmine or ylang (Ratih Saryaman, 2020) (Purwanti, 2020)The purpose of this study was to determine the effectiveness of the combination of endorphine massage with jasmine aromatherapy on breast milk production in postpartum mothers at the Bulu Temanggung Health Center.This research was conducted in Temanggung Regency. This research uses a quasi-experimental type of research. The population of this study were 45 postpartum mothers and a sample of 40 postpartum mothers. The sampling technique is by using purposive sampling technique. Data collection tools used were observation sheets and baby scales.The results of this study indicate that the combination of endorphine massage with jasmine aromatherapy is proven to be effective on breast milk production in postpartum mothers, the Mann-Whitney test obtained p-value 0.00

    PROSEDUR PEMERIKSAAN INTRAVENOUS PYELOGRAPHY (IVP) DENGAN INDIKASI KOLIK RENAL DI INSTALASI RADIOLOGI RSUD DR. M. ASHARI PEMALANG

    No full text
    Menurut Lampignano dan Kendrick (2018), proyeksi rutin Intravenous Pyelography (IVP) adalah foto polos abdomen, 1 menit, 5 menit,10-15 menit, 20 menit, dan post miksi. Prosedur pemeriksaan Intravenous Pyelography (IVP) dengan indikasi kolik renal di Instalasi Radiologi RSUD Dr. M. Ashari Pemalang adalah foto polos abdomen, penyuntikan media kontras, AP supine 5 menit post kontras, AP supine 15 menit post kontras, PA prone 30 menit post kontras, AP supine 60 menit post kontras, dan post miksi AP supine. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui prosedur pemeriksaan dan alasan proyeksi PA prone 30 menit serta post miksi AP posisi supine.Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatatan studi kasus. Metode pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan interaktif model.Hasil penelitian menunjukkan alasan prone pada 30 menit post kontras karena ureter cenderung ke anterior sehingga lebih dekat dengan kaset dan dapat menvisualisi ureter lebih jelas serta post miksi dengan posisi supine karena tidak terdapat batu dan pada foto radiograf awal tidak menampakan adanya bendungan.Kesimpulannya prosedur pemeriksaan Intravenous Pyelography (IVP) dengan indikasi kolik renal di Instalasi Radiologi RSUD Dr. M. Ashari Pemalang meliputi persiapan pasien, persiapan alat dan bahan, teknik pemeriksaan diawali dengan foto polos abdomen, pemasukan media kontras, AP supine 5 menit post kontras, AP supine 15 menit post kontras, menggunakan PA prone pada 30 menit post kontras karena ureter lebih dekat kaset sehingga lebih jelas, AP supine 60 menit post kontras, dan post miksi AP dengan supine karena tidak ada batu maupun bendungan

    ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY. R USIA 25 TAHUNDI PUSKESMAS WINDUSARI KABUPATEN MAGELANG

    No full text
    Di dalam komponen keluarga, ibu dan anak merupakan kelompok rentan. Hal ini terkait dengan fase kehamilan, persalinan dan nifas pada ibu dan tumbuh kembang pada anak. Hal ini yang menjadi alasan penting upaya kesehatan ibu dan anak menjadi salah satu prioritas pembangunan kesehatan di Indonesia (Kemenkes RI, 2020). Pada tahun 2020 angka kematian ibu meningkat sebesar 98,6 per 100.000 kelahiran hidup. Sedangkan angka kematian bayi lebih baik dibandingkan pada tahun 2019 yaitu sebesar 7,79 per 1000 kelahiran hidup (LKjIP, 2020).Tujuan pembuatan laporan tugas akhir ini, yaitu mampu memberikan asuhan kebidanan secara komprehensif dari masa kehamilan, bersalin, nifas, KB pascasalin dan bayi baru lahir dengan menggunakan metode berbentuk SOAP.Hasil studi kasus didapatkan diagnosa Ny. R G1P0A0 usia kehamilan 36+5 minggu fisiologis. Persalinan fisiologis pada usia kehamilan 38+2 minggu, yang diikuti dengan nifas fisiologis, bayi baru lahir fisiologis, dan konseling kontrasepsi pasca salin. Pada kehamilan dan nifas tidak ditemukan kesenjangan antara teori dengan penatalaksanaan. Penatalaksanaan pada persalinan telah sesuai dengan langkah-langkah APN, namun terdapat kesenjangan saat melakukan pertolongan persalinan penolong tidak menggunakan APD lengkap, serta saat melakukan IMD tidak dalam waktu 1 jam. Sedangkan pada BBL memandikan bayi tidak dalam waktu 6 jam pasca persalinan.Kesimpulan dari laporan tugas akhir ini adalah penatalaksanaan asuhan kebidanan kehamilan, persalinan, nifas, BBL serta KB pasca salin pada studi kasus Ny. R telah dilaksanakan dan didokumentasikan menggunakan metode SOAP dengan asuhan Continuity of Care. Terdapat kesenjangan antara teori dengan penatalaksanaan di lahan yaitu penggunaan APD waktu pemandian bayi, waktu IMD bayi. Diharapkan asuhan yang diberikan dapat bermanfaat untuk ibu dan bayi, sehingga dapat mengurangi Angka Kematian Ibu dan Bayi

    ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY. A UMUR 2I TAHUN DI UPTD PUSKESMAS SAMBONG KABUPATEN BLORA

    No full text
    Angka kematian ibu (AKI) merupakan salah satu indikator untuk melihat keberhasilan upaya kesehatan ibu. AKI adalah rasio kematian ibu selama masa kehamilan, persalinan, nifas. Angka kematian bayi (AKB) menunjukkan banyaknya kematian bayi usia 0 tahun dari setiap 1000 kelahiran hidup pada tahun tertentu atau dapat dikatakan juga sebagai probabilitas bayi meninggal sebelum mencapai usia 1 tahun yang dinyatakan dangan per 1000 kelahiran hidup. Studi kasus ini bertujuan untuk mengaplikasikan teori dan praktik kedalam pengalaman nyata yaitu memberikan asuhan kebidanan pada ibu hamil, bersalin, nifas dan bayi baru lahir.Metode yang digunakan dalam penulisan Laporan Tugas Akhir ini adalah studi kasus dengan pendekatan asuhan kebidanan dengan menggunakan 5 langkah varney dan catatan perkembangan didokumentasikan metode SOAP. Hasil studi kasus ini diperoleh dengan diagnosis Ny. A umur 21 tahun G1P0A0 hamil 36 minggu fisiologis, yang diikuti dengan persalinan fisiologis, nifas dan KB fisiologis, serta BBL fisiologis. Pada asuhan kebidanan kehamilan ditemukan kesenjangan yaitu kenaikan berat badan ibu selama kehamilan 10 kg. Pada asuhan kebidanan persalinan, nifas dan KB, serta BBL tidak ditemukan kesenjangan antara teori dan praktik. Secara keseluruhan, terdapat kesenjangan antara teori dan praktik. Asuhan yang diberikan telah sesuai dengan kebutuhan klien dan berdasarkan evidence base

    PENYULUHAN SECARA VIRTUAL MENGGUNAKAN MEDIA 3 DIMENSI DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN TENTANG MAKANAN MENYEHATKAN DAN MERUSAK GIGI DI SDN SUMURBOTO

    No full text
    Permasalahan penyakit gigi dan mulut khususnya gigi berlubang pada penduduk Provinsi Jawa Tengah sebesar 43,45%, dan untuk Kota Semarang sebesar 37,20%. Salah satu penyebabnya yaitu kurangnya pengetahuan tentang makanan menyehatkan dan merusak gigi, upaya yang dilakukan selama masa pandemi adalah melakukan penyuluhan secara virtual dengan menggunakan media 3 dimensi. Media 3 dimensi dapat menarik minat belajar dan agar responden dapat lebih mudah memahami materi yang disampaikan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penyuluhan secara virtual menggunakan media 3 dimensi dalam meningkatkan pengetahuan tentang makanan menyehatkan dan merusak gigi pada anak kelas 4 SDN Sumurboto.Jenis penelitian adalah menggunakan rancangan deskriptif kuantitatif. Metode penelitian yang digunakan yaitu dengan metode cross sectional. Teknik total sampling dengan jumlah sampel 57 siswa. Alat ukur menggunakan kuesioner pretest dan posttest. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan menggunakan uji wilcoxon.Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan siswa sebelum dilakukan penyuluhan menggunakan media 3 dimensi (cukup), dan sesudah dilakukan penyuluhan (baik), rata-rata sebelum penyuluhan (sedang) dan rata-rata sesudah penyuluhan (baik). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat pengaruh penyuluhan secara virtual menggunakan media 3 dimensi dalam meningkatkan pengetahuan tentang makanan menyehatkan dan merusak gigi pada responden

    PROSEDUR PEMERIKSAAN MRI LUMBAL DENGAN KASUS LOW BACK PAIN DI INSTALASI RADIOLOGI RSUP DR. KARIADI SEMARANG

    No full text
    Low Back Pain (LBP) adalah gangguan muskuloskeletal yang memiliki berbagai penyebab seperti ruptur diskus intervertebralis dan herniasi, kompresi saraf, perubahan degeneratif pada vertebral facet joints, penyakit tulang metabolik, dan kanker metastasis. Sekuen yang digunakan pada pemeriksaan MRI lumbal adalah Coronal T2 FSE, Sagital T1 FSE, Sagital T2 FSE, Sagital T2 FSE FatSat, Myelogram, Axial T1 FSE dan Axial T2 FSE. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui prosedur pemeriksaan MRI lumbal dengan kasus Low Back Pain di Instalasi Radiologi RSUP Dr. Kariadi Semarang dan untuk mengetahui peranan sekuen Sagital T2 FSE FatSat dan Myelogram.Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan dari bulan Mei sampai Juni 2022 dengan metode observasi, wawancara dengan radiografer, radiolog, dan dokter pengirim serta dokumentasi. Data yang diperoleh dari penelitian diidentifikasi menggunakan koding terbuka yang disajikan dalam bentuk kuotasi untuk mendapatkan sebuah kesimpulan.Hasil penelitian menyatakan bahwa prosedur pemeriksaan MRI lumbal menggunakan sekuen Coronal T2 FSE, Sagital T1 FSE, Sagital T2 FSE, Sagital T2 FSE FatSat, Myelogram, Axial T1 FSE dan Axial T2 FSE. Peranan sekuen Sagital T2 FSE FatSat untuk membedakan gambaran antara lemak atau kelainan dari pembobotan T2 dengan teknik penekanan lemak pada vertebra lumbal yang memiliki komponen lemak banyak sehingga dapat terlihat jenis degenerasi pada kasus Low Back Pain. Sedangkan sekuen Myelogram untuk melihat sumbatan di medula spinalis, serta menunjukkan lebih jelas titik terjadinya stenosis dan grading pendesakannya.Kesimpulan penelitian yaitu sekuen Sagital T2 FSE FatSat untuk melihat degenerasi antara kelainan atau lemak dan sekuen Myelogram untuk melihat stenosis

    4

    full texts

    28,611

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    repository.poltekkes-smg.ac.id
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇