28611 research outputs found
Sort by
PENGARUH APLIKASI MODIFY HEALTH CARE EDUCATION TERHADAP PERILAKU KESEHATAN GIGI DAN MULUT PADA SISWA SMP MARDISISWA SEMARANG
Permasalahan kesehatan gigi di Indonesia terutama pada anak di bawah 18 tahun sebesar 90% - 100%. Salah satu penyebabnya yaitu kurangnya pengetahuan anak akan menjaga kesehatan gigi dan mulut dalam kehidupan sehari hari. Pada saat perkembangan revolusi 4.0 yang semakin pesat dan adanya pandemic covid saat ini menyebabkan siswa dituntut mendapatkan materi pembelajaran melalui dunia maya. Untuk meningkatkan pengetahuan, sikap ,dan tindakan siswa dalam pemeliharaan kesehatan gigi meningkat maka dibuat nya aplikasi Modify Health Care Education. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh aplikasi Modify Health Care Education terhadap perilaku kesehatan gigi dan mulut dengan sasaran siswa SMP Mardisiswa Semarang.Jenis penelitian ini survey analitik dengan rancangan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel 56 siswa. Instrumen pengambilan data menggunakan aplikasi Modify Health Care Education dan kuesioner perilaku kesehatan gigi dan mulut. Uji analisa yang digunakan adalah analiva univariat dan analisa bivariat menggunakan Uji Wilcoxon.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan mengalami peningkatan dari 45% menjadi 52% pada kategori baik, terdapat peningkatan pada sikap dari 20% menjadi 52% pada kategori baik, dan pada tindakan mengalami peningkatan dari 11% menjadi 63% pada kategori baik. Hasil statistik pada aspek pengetahuan, sikap, dan tindakan dengan Uji Wilcoxon masing-maning p-value 0,000 sehingga Ho di tolak dengan interpretasi ada pengaruh aplikasi Modify Health Care Education terhadap perilaku kesehatan gigi dan mulut pada siswa SMP Mardisiwa Semarang
ASUHAN KEPERAWATAN BERSIHAN JALAN NAPAS TIDAK EFEKTIF PADA PASIEN TB PARU DI RSUD KARDINAH KOTA TEGAL
AbstrakLatar Belakang: Pasien TB akan mengalami penumpukan sekret yang disebabkanoleh mycrobacterium tuberculosis. Hal ini dapat menimbulkan masalah bersihanjalan nafas tidak efektif. Tujuan karya tulis ilmiah ini adalah untuk menggambarkanasuhan keperawatan bersihan jalan napas tidak efektif pada pasien TB paru diRSUD Kardinah Kota Tegal.Metode: Metode yang digunakan dalam memberikan asuhan keperawatanmenggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus (case study) danmenggunakan pendekatan proses keperawatan. Sampling yang digunakan meliputi2 pasien.Hasil: P1 dan P2 mempunyai masalah TB paru. Setelah dilakukan asuhankeperawatan selama 3 hari pada kedua pasien didapatkan hasil batuk sudahberkurang, suara tambahan ronkhi menurun, frekuensi napas normal dan tidak adakomplikasi.Simpulan: Tindakan keperawatan latihan batuk efektif, posisikan semi-fowler,terapi nebulizer dan pemberian obat yang dilakukan pada P1 dan P2 menunjukanmasalah bersihan jalan napas tidak efektif teratasi dengan ada peningkatanfrekuensi napas
HUBUNGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT DI POLI GIGI PUSKESMAS WONOTUNGGAL KABUPATEN BATANG
INTISARIIstikhomah, Y., 2022. Hubungan tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan gigi di poli gigi Puskesmas Wonotunggal Kabupaten Batang. Karya tulis ilmiah Jurusan Kesehatan gigi Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Semarang Pembimbing: (I) Dr.drg.Lanny Sunarjo, MDSc, (II) Khasiah saadah, SKM, M.Tr. TGM.Kata kunci : Kepuasan, Pelayanan kesehatan gigi dan mulutTingkat keberhasilan pelayanan dapat diketahui dengan pengukuran tingkat kepuasan pasien. Tingkat kepuasan pasien terjadi apabila harapan pasien sesuai dengan pelayanan yang diterima. Berdasarkan studi pendahuluan didapatkan data bahwa sebagian pasien mengeluh tidak puas karena waktu tunggu yang lama dan petugas kesehatan yang kurang menanggapi keluhan pasien. Sehingga kualitas pelayanan yang buruk dapat mempengaruhi tingkat kepuasan pasien. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan gigi di Poli Gigi Puskesmas Wonotunggal.Metode penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini pasien yang berkunjung di poli gigi pada bulan Februari sampai Maret 2022 Puskesmas Wonotunggal yang berjumlah 38 responden. Pengambilan sampel dengan memberikan kuesioner yaitu pengisian data langsung oleh responden yang dibuat sampel.Kepuasan pasien diperoleh bahwa puas di kategori Daya tanggap pasien puas sebanyak 79% responden, dan yang tidak puas sebanyak 3% responden, Jaminan pasien puas sebanyak 74% responden, dan yang tidak puas sebanyak 3% responden, kehandalan pasien puas sebanyak 76% responden, dan yang tidak puas sebanyak 3% responden dan Empati pasien puas sebanyak 74% responden,dan yang tidak puas sebanyak 9% responden. Kesimpulannya adanya hubungan antara tingkat kepuasan dengan pelayanan kesehatan gigi dan mulut di Poli Gigi Puskesmas Wonotunggal Kabupaten Batang. Disarankan kepada Poli Gigi Puskesmas Wonotunggal untuk terus meningkatkan pelayanan guna meningkatkan kepuasan pasien agar optimal
PENGARUH EDUKASI MELALUI PEMBELAJARAN MENYENANGKAN (FUN LEARNING) TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA TENTANG GERAKAN MASYARAKAT HIDUP SEHAT DI SMP ISLAM SUDIRMAN KABUPATEN TEMANGGUNG
ASUHAN KEPERAWATAN GANGGUAN POLA TIDUR PADA PASIEN POST PARTUM DENGAN SECTIO CAESAREA DI RSUD KRT. SETJONEGORO WONOSOBO
ASUHAN KEPERAWATAN GANGGUAN POLA TIDUR PADA PASIEN POST PARTUM DENGAN SECTIO CAESAREA DI RSUD KRT. SETJONEGORO WONOSOBOTriyaningsih1, Iis Sriningsih21Mahasiswa program studi D III Keperawatan Semarang2Dosen Jurusan Keperawatan SemarangEmail: [email protected] Belakang: Sectio caesarea merupakan tindakan medis untuk membantu mengeluarkan janin dengan melakukan insisi melalui dinding abdomen atas indikasi tertentu. Berdasarkan data yang diperoleh di RSUD KRT. Setjonegoro Wonosobo terjadi 271 persalinan dengan SC selama tahun 2021. Pasien dengan sectio caesarea umumnya mengeluh nyeri pada bekas jahitan, hal ini wajar terjadi karena tubuh mengalami luka dan proses penyembuhan yang tidak sempurna. Ketidaknyamanan secara fisik ini dapat mengganggu tidur ibu paska persalinan, selain itu adanya faktor lain juga dapat mempengaruhi perubahan pola tidur ibu.Tujuan: Karya tulis ilmiah ini bertujuan untuk menggambarkan asuhan keperawatan gangguan pola tidur pada pasien post partum dengan sectio caesarea.Metode:Metode yang digunakan pada laporan karya tulis ilmiah ini yaitu menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus (case study)dan menggunakan proses pendekatan keperawatan. Sampling yang digunakan meliputi 2 pasienHasil: Setelah dilakukan asuhan keperawatan pada kedua pasien didapatkan hasil gangguan pola tidur pasien teratasi sebagian dengan pernyataan yang diungkapkan oleh kedua klien bahwa kualitas tidurnya mengalami peningkatan tetapi masih kurang nyaman karena hambatan lingkungan, serta terlihat wajah pasien tampak segar, kehitaman pada mata berkurang dan sklera sedikit merah. Teknik nonfarmakologi yang dilakukan seperti terapi pijat refleksiologi kaki berhasil untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas tidur sedangkan pemberian dukungan tidur kurang efektif untuk meningkatkan kualitas tidur pasien.Saran: Terapi pijat refleksiologi kaki dapat dilakukan sebagai salah satu cara untuk mengurangi nyeri sehingga dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas tidur pasien.Kata kunci: Sectio Caesarea, Gangguan Pola Tidur, Terapi Pemijata
HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DENGAN DERAJAT HIPERTENSI PADA LANSIA DI DESA MERGOWATI KECAMATAN KEDU KABUPATEN TEMANGGUNG
Latar belakang : Umumnya lansia hipertensi kurang aktif dalam melakukan aktivitas. Namun sebenarnya, aktivitas fisik yang teratur sangatlah penting karena dapat menurunkan derajat hipertensi. Dampak dari hipertensi yang tidak tertangani akan menimbulkan berbagai komplikasi seperti infark miokard, stroke, gagal ginjal. Tujuan : Mengetahui hubungan aktivitas fisik dengan derajat hipertensi pada lansia di Desa Mergowati Kedu Temanggung.Metode : Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan desain penelitian cross sectional. Populasi penelitian sebanyak 62 responden. Sampling yang digunakan adalah total sampling dengan tetap menerapkan kriteria retriksi. Pengumpulan data aktivitas fisik menggunakan kuesioner tentang aktivitas fisik yang telah tervalidasi dan derajat hipertensi diukur dengan sphygmomanometer kemudian dikategorikan berdasarkan klasifikasi.Hasil : Hasil uji statistik menggunakan uji korelasi Spearman Rank didapatkan hasil p-value=0,000 (< 0,05) dengan r= -0,440, yang artinya terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan derajat hipertensi pada lansia di Desa Mergowati Kedu Temanggung, dengan kekuatan koefisien korelasi dua variabel cukup kuat dan berbanding terbalik, yang artinya semakin berat aktivitas fisik semakin rendah derajat hipertensinya.Kesimpulan : Ada hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan derajat hipertensi pada lansia di Desa Mergowati Kedu Temanggung.Saran : Diharapkan peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian dengan responden keseluruhan masyarakat tidak hanya penderita hipertensi
ASUHAN KEPERAWATAN KELEBIHAN VOLUME CAIRAN PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DI RSUD KOTA SALATIGA
ASUHAN KEPERAWATAN KELEBIHAN VOLUME CAIRAN PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DI RSUD KOTA SALATIGAWaluna Alianagatra P.N1, Dr. Sudirman, MN21Mahasiswa Program Studi DIII Keperawatan Semarang2Dosen Jurusan Keperawatan SemarangKorespondensi: [email protected] Belakang: Gagal ginjal kronik merupakan suatu gangguan fungsi renal yang progresif dan ireversibel yang membuat tubuh gagal untuk mempertahankan metabolisme dan keseimbangan cairan dan elektrolit. Organ utama mengatur keseimbangan cairan tubuh adalah ginjal. Jika ginjal tidak bekerja dengan baik maka keseimbangan cairan dalam tubuh akan bermasalah. Kegagalan mempertahankan keseimbangan cairan akan menyebabkan akumulasi cairan berlebih yang disebut kelebihan volume cairan. Tujuan: Karya tulis ilmiah ini bertujuan untuk menggambarkan asuhan keperawatan pada dua klien dengan gagal ginjal kronik fokus studi kelebihan volume cairan. Metoda: Metode yang digunaan dalam memberikan asuhan keperawatan menggunakan metode deskriptif. Jumlah responden dua klien dengan diagnosa gagal ginjal kronik yang mengalami kelebihan volume cairan dikelola selama 3x24 jam. Hasil: Kedua klien menunjukkan penurunan derajat pitting edema, tekanan darah dalam batas normal, terjadi peningkatan balance cairan, asites pada abdomen menurun. Namun, berat badan belum stabil, hasil pemeriksaan penujang laboratorium diatas batas normal. Maka dapat disimpulkan bahwa masalah kedua klien teratasi sebagian. Perencanaan keperawatan dilanjutkan dengan monitor berat badan, monitor intake output cairan, monitor hasil laboratorium.Simpulan: Pemberian Asuhan Keperawatan dalam managemen kelebihan volume cairan pada pasien gagal ginjal kronik berjalan sesuai dengan rencana keperawatan, namun kriteria hasil teratasi sebagian. Diharapkan praktisi keperawatan perlu memperhatikan faktor yang mempengaruhi kepatuhan pasien dalam membatasi asupan cairan.Kata Kunci: Gagal Ginjal Kronik, Kelebihan volume cairan
ASUHAN KEPERAWATAN PEMENUHAN KEBUTUHAN OKSIGEN PADA ANAK USIA 0-5 TAHUN DENGAN BRONKOPNEUMONIA DI RSUD SULTAN FATAH DEMAK
Latar Belakang: Bronkopneumonia adalah peradangan pada bronkus yang disebabkan oleh virus maupun bakteri. Berdasarkan data yang diperoleh di RSUD Sultan Fatah Demak, terdapat 247 kasus Bronkopneumonia sejak Maret 2021-Maret 2022. Pasien dengan Bronkopneumonia umumnya mengeluh sesak napas, hal ini terjadi karena paru mengalami peradangan yang menyebabkan hipersekresi jalan napas sehingga pemenuhan oksigen menjadi terganggu Tujuan: Karya tulis ilmiah ini bertujuan untuk menggambarkan asuhan keperawatan pemenuhan kebutuhan oksigen pada anak usia 0-5 tahun dengan Bronkopneumonia.Metode:Metode yang digunakan pada laporan karya tulis ilmiah ini yaitu menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus dan menggunakan proses pendekatan keperawatan. Sampling yang digunakan meliputi 2 pasienHasil: Setelah dilakukan asuhan keperawatan pada kedua pasien didapatkan hasil bersihan jalan napas tidak efektif teratasi dengan pernyataan yang diungkapkan oleh Ibu kedua klien bahwa sesak napas tidak ada, suara napas tambahan berupa ronkhi berkurang, serta RR dan SpO2 normal. Teknik nonfarmakologi yang dilakukan seperti fisioterapi dada berhasil untuk membantu mengeluarkan dahak yang menghambat jalan napas, sehingga sesak napas berkurang dan pasien merasa lebih nyaman.Saran: Fisioterapi dada dapat dilakukan sebagai salah satu cara untuk membantu mengeluarkan dahak sehingga dapat membantu memenuhi kebutuhan oksigen pasien dengan Bronkopneumoni
PERANAN TEKNIK DIXON PADA PEMERIKSAAN MRI HAND AND WRIST DENGAN KLINIS RHEUMATOID ARTHRITIS (LITERATURE REVIEW)
Dalam menghasilkan visualisasi lesi rheumatoid arthritis dengan optimal pada pemeriksaan MRI hand and wrist dibutuhkan teknik penekanan lemak. Jaringan lemak dapat menutupi jaringan lain sehingga mengurangi kontras antara jaringan normal dan patologi. Dibutuhkan teknik penekanan lemak yang homogen untuk menghasilkan informasi diagnostik dan sensitivitas tinggi dalam menampakkan lesi pada rheumatoid arthritis. Teknik dixon merupakan teknik penekanan lemak yang homogen dan SNR tinggi karena dapat memisahkan sinyal air dan lemak dalam satu akuisisi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui prosedur, kelebihan dan kekurangan, serta peranan teknik dixon pada pemeriksaan MRI hand and wrist dengan klinis rheumatoid arthritis.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode literature review. Penelitian dilakukan dengan mengumpulkan artikel ilmiah dari google schoolar, science direct, dan springer yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi serta relevan dengan topik. Didapatkan tujuh artikel dengan pengolahan data dilakukan dengan membuat tabel ekstraksi artikel serta analisis dan sintesis dilakukan berdasarkan hasil yang ditemukan pada ketujuh artikel.Hasil penelitian menunjukkan prosedur pemeriksaan dilakukan dengan protokol T1WI dixon fat-only, T2WI dixon water-only, dan T1WI dixon water-only contrast-enhanced potongan coronal dan axial. Teknik dixon memiliki kelebihan yaitu menghasilkan penekanan lemak yang homogen, SNR dan CNR yang tinggi, serta menghasilkan citra fat, water, in-phase, dan out-phase dalam satu akuisisi. Teknik dixon memiliki kekurangan yaitu membutuhkan waktu akuisisi citra yang lama. Teknik dixon berperan dalam menampakkan sinovitis, osteitis, dan erosi pada rheumatoid arthritis dengan optimal serta berperan dalam meniliai prosentse kandungan lemak untuk mengetahui adanya infiltrasi otot lemak pada rheumatoid arthritis
PROSEDUR PEMERIKSAAN HYSTEROSALPINGOGRAPHY (HSG) DENGAN KLINIS INFERTILITAS DI INSTALASI RADIOLOGI RSUD RA KARTINI KABUPATEN JEPARA
Pemeriksaan Hysterosalpingography (HSG) dengan klinis infertilitas terdapat perbedaan penggunaan media kontras antara hasil penelitian Widyaningsih (2020) dan Hidayani (2019) dengan di Instalasi Radiologi RSUD RA Kartini Kabupaten Jepara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosedur pemeriksaan HSG dengan klinis infertilitas dan mengetahui alasan pencampuran media kontras dengan NaCl pada pemeriksaan HSG dengan klinis infertilitas.Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Metode pengumpulan data menggunakan metode triangulasi dengan mengintegrasikan berbagai teknik, sumber dan waktu antara lain observasi partisipan, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif menurut Milles dan HubermanHasil penelitian menunjukkan prosedur pemeriksaan HSG dengan klinis infertilitas di Instalasi Radiologi RSUD RA Kartini Kabupaten Jepara dengan pasien Ny. D dilaksanakan pada hari ke-10 dari HPHT (Hari Pertama Haid Terakhir) terjadwal pada Selasa, 17 Mei 2022, pasien tidak boleh berhubungan seksual dan diminta untuk menandatangani inform consent. Media kontras yang digunakan adalah media kontras non ionik berbasis iodium dengan konsentrasi 370 mg/mL dilakukan pencampuran dengan NaCl dengan perbandingan 1:1. Proyeksi yang digunakan adalah AP plain pelvis, AP post kontras, RPO, LPO dan AP post evakuasi. Alasan media kontras dilakukan pencampuran dengan NaCl adalah untuk mengurangi kekentalan dari media kontras dengan tujuan agar dokter lebih mudah menginjeksikan media kontras dan pasien lebih merasa nyaman pada saat pemeriksaan karena spill dari media kontras tidak terlalu pekat sehingga mengurangi rasa nyeri.Alternatif yang dapat digunakan agar tidak melakukan pencampuran media kontras adalah dengan mengganti media kontras non ionik berbasis iodium konsentrasi 370 mg/mL dengan konsentrasi yang lebih rendah