28611 research outputs found
Sort by
DETEKSI RHODAMIN B DALAM SAUS DAN PENGUKURAN TINGKAT PENGETAHUAN PEDAGANG DI WARUNG BAKSO PASAR TRADISIONAL AJIBARANG TAHUN 2022
KADAR TIMBAL (PB) PADA SAMPEL URINE PEROKOK PASIF DI RT 06 RW 05 DUKUH NGAWEN, KECAMATAN JEPON, KABUPATEN BLORA
Latar Belakang : Pada tahun 2020 populasi perokok pasif di Indonesia mencapai 96,9 juta jiwa. Adanya filter pada ujung rokok menyebabkan bahaya asap rokok lebih dirasakan oleh perokok pasif karena terpapar asap rokok secara langsung. Asap rokok mengandung berbagai macam zat kimia yang bersifat karsinogenik, salah satu zat kimia tersebut adalah timbal. Peneliti terdahulu menyebutkan bahwa rata-rata kadar timbal dalam sampel urine perokok pasif Di RT 03 RW 06 Dusun Gandekan, berada di atas nilai ambang batas.Tujuan Penelitian : Mengetahui kadar timbal (Pb) pada sampel urine perokok pasif di RT 06 RW 05 Dukuh Ngawen, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora.Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan kriteria deskriptif. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling.Hasil Penelitian : Seluruh sampel urine responden perokok pasif di RT 06 RW 05 Dukuh Ngawen, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora memiliki kadar timbal melebihi nilai ambang batas dengan rata-rata 1,256 mg/L. Sampel yang memiliki kadar timbal minimum dari 10 sampel responden adalah 0,211 mg/L, sedangkan kadar timbal maksimum dari 10 sampel responden adalah 3,472 mg/L.Kesimpulan : Seluruh sampel urine responden perokok pasif di RT 06 RW 05 Dukuh Ngawen, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora memiliki kadar timbal melebihi nilai ambang batas dengan rata-rata 1,256 mg/L.Kata Kuci : Timbal, Urine, Perokok Pasi
GAMBARAN MIKROSKOPIS PEWARNAAN HISTOPATOLOGI FIBROADENOMA MAMMAE DI LABORATORIUM PATOLOGIANATOMI RSUP DR. SARDJITO
Mammae adalah kelenjar yang tersusun atas jaringan kelenjar dan stromal. Jaringan tersebut dapat tumbuh tidak terkendali sehingga terbentuk tumor, salah satunya Fibroadenoma Mammae (FAM). FAM sering terjadi pada wanita muda dan memiliki prevalensi tinggi. Diagnosis FAM dapat ditegakkan dengan pemeriksaan histopatologi melalui tahapan prosesing jaringan. Salah satu tahapan penting adalah pewarnaan Hematoksilin Eosin (HE) karena pewarnaan tersebut dapat mewarnai sel sehingga dapat dianalisis di bawah mikroskop. Hematoksilin mewarnai inti menjadi biru keunguan, sedangkan Eosin mewarnai sitoplasma menjadi merah muda. Pemeriksaan histopatologi FAM dapat ditemukan degenerasi dan peningkatan selularitas. Dengan menggunakan pewarnaan HE, dapat diketahui perbedaan gambaran mikroskopis FAM dan jaringan mammae yang normal dengan melihat warna inti sel dan sitoplasmanya. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui gambaran mikroskopis pewarnaan histopatologi FAM di laboratorium Patologi Anatomi RSUP Dr. Sardjito. Penelitian ini menggunakan metode penelitian observasional dengan kriteria penelitian deskriptif. Jenis data yang digunakan yaitu data sekunder berupa preparat FAM yang sudah jadi di laboratorium Patologi Anatomi sejumlah 20 preparat. Hasil pemeriksaan pada 20 preparat menunjukkan kualitas mikroskopis pewarnaan FAM pada sel normal dan abnormal berupa gambaran inti sel, sitoplasma, dan keseragaman warna 100% baik serta ditemukan jenis sel histopatologi FAM berupa sel abnormal yaitu degenerasi miksoid (37.8%), proliferasi duktus (16.1%), degenerasi hialin (12.9%), proliferasi stroma (12.8%), hiperplasia duktus (9%), hiperplasia stroma (4.1%), dan sel normal (7.3%). Kesimpulan dari penelitian ini ialah gambaran mikroskopis pewarnaan FAM menunjukkan hasil baik serta gambaran histopatologi FAM terdiri dari degenerasi, proliferasi, dan hiperplasia serta sel normal
TINJAUAN PENGELOLAAN SAMPAH DI PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA CILACAP TAHUN 2022
Timbulan sampah setiap hari semakin meningkat dengan adanya aktivitas dari manusia contohnya terjadi di Pelabuhan. Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap memiliki luas wilayah 40 hektar dengan aktivitas masyarakatnya melaksanakan jual-beli ikan dan aktivitas pemukiman, karena wilayah ini terdiri dari pelabuhan, pasar ikan, tempat pelelangan ikan dan pemukiman penduduk. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan proses penimbulan, pewadahan, pengumpulan, pengangkutan dan pengolahan sampah di Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap. Metode penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan sampah di Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap dengan jumlah rata - rata timbulan sampah sebanyak 490, 34 liter per hari yang dilakukan di lima area dengan luas wilayah sekitar 5 hektar dari luas keseluruhan wilayah Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap, sedangkan jumlah timbulan sampah di seluruh wilayah diperkirakan sekitar 4.500 liter per hari. Hasil penelitian yang didapatkan yaitu permasalahan yang terdapat di Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap diantaranya: kurangnya kesadaran masyarakat pada proses penimbulan sampah, kurang memadainya sarana pewadahan sampah pada proses pewadahan, kurang memadainya sarana tempat pengumpulan sampah pada proses pengumpulan, kurangnya tenaga kebersihan dalam menangani sampah dan tidak terdapat proses pengolahan sampah. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah sistem pengelolaan sampah di Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap belum memenuhi syarat karena masih minimnya kesadaran pengunjung, pelaku usaha dan penyedia jasa pada proses penimbulan dan tidak memadainya sarana pada proses pengelolaan sampah yang tersedia. Saran bagi pengelola Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap adalah membuat peraturan baru yang menyatakan adanya sanksi mengenai peningkatan kesadaran masyarakat tentang pembuangan sampah, menambahkan jumlah tenaga kebersihan, memperbaiki beberapa sarana pengelolaan sampah dan merencanakan proses pengolahan sampah di wilayah Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap
PERBEDAAN JUMLAH BAKTERI COLIFORMPADA 3 JENIS ES BATU (ES BATU KEMASAN PLASTIK, ES KRISTAL, DAN ES BALOK)
Latar Belakang : Es batu memiliki suhu yang sangat rendah, hal tersebut menjadi anggapan bahwa es batu yang dikonsumsi menjadi relatif aman, padahal bakteri coliform pada suhu tersebut belum tentu mati. Coliform merupakan bakteri yang digunakan sebagai indikator kontaminasi air.Tujuan Penelitian : Menghitung jumlah bakteri Coliform pada es batu (kemasan plastik, es kristal, es balok) dengan standar kualitas es batu berdasarkan SNI-7388 Tahun 2009Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan kriteria penelitian deskriptif melalui pendekatan cross sectional.Hasil Penelitian : Seluruh sampel sebanyak 15 es batu yang terdiri dari es batu kemasan plastik, es kristal, es balok yang di jual di Pasar Peterongan kota Semarang 6 sampel (5, 8, 2, 6, 14, 15) belum memenuhi persyaratan yang di tetapkan oleh Badan Standaridisasi Nasional No SNI 7388:2009 tentang batas masimum cemaran mikroba dan pangan sebesa
PERBEDAAN ANTARA PEMBERIAN AROMATERAPI LEMON DENGAN AROMATERAPI JAHE TERHADAP EMESIS GRAVIDARUM PADA IBU HAMIL TRIMESTER I
Latar Belakang: Emesis gravidarum merupakan gejala yang biasa terjadi pada kehamilan terutama pada kehamilan trimester pertama. Untuk menurunkan gejala emesis gravidarum dapat dilakukan secara farmakologi dan non farmakologi. Beberapa bentuk terapi non farmakologi untuk menurunkan gejala emesis gravidarum yaitu dengan pemberian aromaterapi lemon dan jahe. Tujuan: Untuk mengetahui perbedaan efektivitas antara inhalasi aromaterapi lemon dengan inhalasi aromaterapi jahe dalam menurunkan gejala mual muntah (emesis gravidarum) pada ibu hamil trimester pertama. Desain Penelitian: Metode penelitian yang digunakan yaitu quasy experiment dengan two group pre-test post-test design. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 30 Ibu hamil, dengan teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner PUQE-24. Uji hipotesis yang digunakan yaitu uji parametrik t-test independent. Hasil: Terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata frekuensi mual muntah sebelum dan setelah diberikan aromaterapi lemon dengan p-value = 0.001. Terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata frekuensi mual muntah sebelum dan setelah diberikan aromaterapi jahe dengan p-value = 0.003. Namun, tidak terdapat perbedaan frekuensi mual muntah antara kelompok aromaterapi lemon dan kelompok aromaterapi jahe dengan p-value = 0,503 karena p > 0,05. Kesimpulan: Tidak terdapat perbedaan antara pemberian aromaterapi lemon dengan aromaterapi jahe terhadap emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa aromaterapi lemon dan aromaterapi jahe sama sama efektif dalam menurunkan emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I di wilaya kerja Puskesmas Cilacap Utara I
KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL BERDASARKAN INDEKS ERITROSIT DI PUSKESMAS SUSUKAN I KABUPATEN BANJARNEGARA
Latar Belakang: Anemia merupakan suatu penyakit yang sering terjadi selama masa kehamilan. Ibu hamil salah satu kelompok risiko mengalami anemia. Anemia yang sering dialami ibu hamil disebabkan defisiensi besi (Fe), kurangnya zat gizi, asam folat dan terjadinya perdarahan akut. Pada ibu hamil trimester pertama sangat rentan mengalami anemia karena selain defisiensi besi (Fe) juga disebabkan oleh faktor kurangnya zat gizi dan asam folat dan ibu hamil trimester ketiga rentan mengalami anemia karena terjadi perubahan baik secara anatomi maupun fisiologis ibu dan janin. Tujuan Penelitian: Mengetahui kejadian anemia pada ibu hamil berdasarkan indeks eritrosit di Puskesmas Susukan I Kabupaten Banjarnegara. Metode Penelitian: Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Data diperolah dari data laboratorium pasien ibu hamil di Puskesmas Susukan.Hasil Penelitian: Hasil penelitian didapatkan nilai MCV kurang dari normal sebanyak 39,6%. Nilai MCH di bawah normal sebanyak 17,7%. Nilai MCHC di atas normal sebanyak 34,4%. Kesimpulan: Ibu hamil di Puskesmas Susukan yang mengalami anemia mikrositik normokromik sebanyak 55,3% dan mikrositik hipokromik sebanyak 44,7%.Kata kunci : Jenis Anemia, Ibu Hamil, Indeks Eritrosit
GAMBARAN KONSEP DIRI PADA REMAJA KELAS XI DI SMK NURUL ISLAMI SEMARANG
Latar Belakang : Konsep diri merupakan persepsi individu tentang tubuh diri sendiri, mengekspresikan perasaan, berinteraksi dengan lingkungan sekitar, dan mempengaruhi individu dalam menentukan sebuah keputusan. Konsep diri pada remaja dipengaruhi oleh beberapa faktor, sehingga konsep diri antar remaja akan berbeda satu sama lain.Terdapat 5 komponen pada konsep diri yaitu gambaran diri, ideal diri, harga diri, peran diri, dan identitas diri.Apabila remaja mampu mengenali diri sendiri maka remaja akan lebih mampu untuk mengembangkan potensi diri, maka penting bagi remaja untuk mengetahui bagaimana gambaran konsep diri yang dimiliki untuk meningkatkan ke arah yang positif. Tujuan : penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran konsep diri pada remaja kelas XI di SMK Nurul Islami Semarang yang meliputi gambaran diri, ideal diri, harga diri, peran diri, dan identitas diri. Metode Penelitian : desain penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan kuesioner konsep diri remaja dengan 25 pertanyaan sebagai alat ukur penelitian.Hasil Penelitian : hasil pengukuran konsep diri remaja kelas XI yaitu 67 siswa (73,6%) memiliki gambaran diri positif, 84 siswa (92,3%) memiliki identitas diri baik, 89 siswa (97,8%) memiliki ideal diri realistis, 83 siswa (91,2%) memiliki peran diri baik, dan 78 siswa (85,7%) memiliki harga diri tinggi.Rekomendasi : rekomendasi untuk sekolah agar meningkatkan layanan bimbingan konseling dan menerapkan metode bimbingan yang sesuai untuk mempertahankan dan meningkatkan konsep diri positif bagi siswa
ANALISIS APLIKASI TERAPI HIPNOTIS LIMA JARI PADA PASIEN DIABETES MELLITUS DENGAN ANSIETAS DI RSD K.R.M.T WONGSONEGORO KOTA SEMARANG
Latar belakang : Menurut IDF (2021), tercatat sekitar 537 juta orang dewasa (20-79 tahun) atau 1 dari 10 hidup dengan diabetes, termasuk diabetes tipe 1 dan tipe 2. Respon emosional negatif yang muncul pada pasien DM berupa penolakan atau tidak mau mengakui kenyataan, cemas, marah, merasa berdosa dan depresi. penderita DM sebesar 91,8 % merasa cemas akan terhambat oleh aktivas-aktivitas yang tidak bisa dilakukan. Program penanganan ansietas yang dihadapi pasien DM sangat diperlukan mengingat dampak negatif yang ditimbulkannya (Saswati et al., 2020).Tujuan : Mampu menerapkan terapi hipnotis lima jari untuk menurunkan tingkat ansietas pada pasien DM. Metode : Studi Kasus, untuk menganalisis tentang penurunan tingkat ansietas pada pasien DM menggunakan terapi hipnotis lima jari.Hasil asuhan keperawatan : Ansietas pada pasien DM dilakukan intervensi terapi hipnotis lima jari dalam satu hari dua kali implementasi, didapatkan evaluasi yaitu terjadi penurunan tingkat ansietas pada ketiga responden.Diskusi : Terapi hipnotis 5 jari digunakan untuk menurunkan kecemasan pada pasien DM. Klien yang melakukan terapi hipnotis 5 jari dengan baik mengatakan lebih tenang dan mampu mengendalikan emosinya (Dasuki et al., 2021). Pemberian hipnotis lima jari memberikan efek positif pada responden, serta merasa nyaman atau rileks disaat pemberian ataupun setelah dilakukan hipnotis lima jari (Mawarti, 2021).Rekomendasi : Perlunya upaya penyuluhan terapi hipnotis lima jari agar mengetahui langkah dan manfaat dari terapi hipnotis lima jari sebagai upaya penurunan tingkat ansietas pada pasien DM