Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang

repository.poltekkes-smg.ac.id
Not a member yet
    28611 research outputs found

    ASUHAN KEPERAWATAN KETIDAKEFEKTIFAN BERSIHAN JALAN NAFAS PADA PASIEN ASMA BRONKIAL DI RSUD KARDINAH KOTA TEGAL

    No full text
    Latar Belakang : Asma merupakan penyakit pernafasan kronik tidak menular yang akan mengalami penyempitan pada saluran pernafasan disebabkan karena reaksi berlebih terhadap allergen tertentu yang masuk kedalam saluran pernapasan terutama di bronkus dan terjadilah peradangan. Dari penyempitan tersebut timbullah tanda dan gejala seperti batuk tidak efektif, sputum dalam jumlah yang berlebih, dispneu, mengi, wheezing, sianosis, rasa sesak didalam dada disertai dengan pernafasan tidak normal. Dari tanda dan gejala tersebut muncul berbagai masalah keperawatan salah satunya yaitu ketidakefektifan bersihan jalan napas. Upaya mengatasi masalah tersebut dapat dilakukan dengan cara famakologi maupun non farmakologi yaitu dengan manajemen jalan nafas seperti latihan batuk efektif dan terapi obat.Tujuan : Karya tulis ini bertujuan untuk menggambarkan hasil asuhan keperawatan ketidakefektifan bersihan jalan nafas pada pasien asma bronkial.Metode : Metode yang digunakan dalam memberikan asuhan keperawatan menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus dan menggunakan 2 pasien.Hasil : Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3x24 jam pada kedua pasien dengan diagnosa ketidakefektifan bersihan jalan nafas mampu menunjukkan hasil dengan mampu mengeluarkan dahak, sesak berkurang, tidak terdengar suara wheezing, frekuensi nafas dalam rentang normal, dan sudah tidak penggunaan otot bantu pernafasan

    HYGIENE PERORANGAN PEDAGANG NASI GORENG DI JALAN DIPONEGORO KECAMATAN BRINGIN KABUPATEN SEMARANG TAHUN 2022

    No full text
    Latar belakang; Makanan dikonsumsi harus sehat, aman, hygiene, dan terhindar bahan pencemar. Nasi goreng merupakan makanan populer di Indonesia, kebersihan penjamah makanan dapat mencemari bahan pangan nasi goreng, sehingga hygiene perorangan dalam pengolahan makanan penting. Penyakit akibat makanan diantaranya disumbang penjamah makanan pedagang kaki lima, salah satu penyebabnya adalah hygiene penjamah makanan kurang baik. Tujuan penelitian memperoleh gambaran hygiene perorangan pedagang nasi goreng di Jalan Diponegoro Kecamatan Bringin Kabupaten Semarang tahun 2022. Metode penelitian, jenis penelitian deskriptif pendekatan survei. Subjek yang diteliti sebanyak 5 pedagang nasi goreng. Pengumpulan data dengan observasi dan wawancara. Hasil penelitian, penilaian hygiene perorangan pedagang nasi goreng didapatkan rata-rata skor dari 3 waktu, kebersihan diri seluruh pedagang baik, pedagang A, C, dan E 100%, pedagang B dan D 80%. Kesehatan badan seluruh pedagang baik skor 100%. Perilaku penanganan makanan 4 pedagang kurang baik, 1 pedagang cukup, pedagang A 52%, pedagang B 50%, pedagang C 60%, pedagang D dan E 55%. Perlengkapan kerja 3 pedagang tidak baik, 2 pedagang kurang baik, pedagang A dan D 22%, pedagang C dan E 44%, pedagang B 29%. Fasilitas sanitasi 3 pedagang tidak baik, 1 pedagang baik, 1 pedagang kurang baik, pedagang A, B, dan D 39%, pedagang C 94%, pedagang E 44%. Pengetahuan hygiene perorangan 4 pedagang cukup dan 1 pedagang baik, skor terendah 61% dan tertinggi 78%. Simpulan, kebersihan diri dikategorikan baik dengan rata-rata skor 92%, kondisi kesehatan badan dikategorikan baik dengan rata-rata skor 100%, perilaku penanganan makanan dikategorikan kurang baik dengan rata-rata skor 54%, perlengkapan kerja dikategorikan tidak baik dengan rata-rata skor 32%, fasilitas sanitasi dikategorikan kurang baik dengan rata-rata skor 51%, pengetahuan pedagang dikategorikan cukup dengan rata-rata skor 69%. Perlu dilakukan perbaikan kebersihan diri, perilaku penanganan makanan, perlengkapan kerja, fasilitas sanitasi, dan pengetahuan

    KEJADIAN HEPATITIS B PADA PASIEN HEMODIALISIS DI RSUD KRT. SETJONEGORO WONOSOBO

    No full text
    Latar Belakang : Hemodialisis adalah terapi bagi gagal ginjal kronik karena ginjal tidak mampu lagi untuk membersihkan sisa-sisa metabolisme atau racun dalam tubuh. Riskesdas tahun 2018 menyatakan bahwa prevalensi hemodialisis di Indonesia sebesar 19,13% dan prevalensi hemodialisis di Jawa Tengah sebesar 16,15%. Pasien hemodialisis memiliki risiko terjadinya infeksi virus yang ditularkan melalui darah salah satunya virus hepatitis B (HBV). Hal ini karena pasien hemodialisis mengalami penurunan daya tahan tubuh sehingga memudahkan terinfeksi. Oleh karena itu diperlukan tindakan pencegahan dengan melakukan pemeriksaan HBsAg untuk mengetahui hepatitis B pada pasien hemodialisis.Tujuan Penelitian : Mengetahui kejadian hepatitis B pada pasien hemodialisis di RSUD KRT. Setjonegoro Wonosobo tahun 2021Metode Penelitian : Penelitian observasional deskriptif dengan pendekatan cross sectional untuk mengetahui kejadian hepatitis B pada pasien hemodialisisHasil Penelitian : Berdasarkan 109 data yang diperoleh sebanyak 4 orang (3,67 %) positif dan 105 orang (96,33 %) negatif, usia yaitu kelompok usia dewasa sebanyak 2 orang (6,67 %) dan pada kelompok usia lansia sebanyak 2 orang (2,90 %), berdasarkan jenis kelamin yaitu pada laki-laki sebanyak 2 orang (3,92 %) dan perempuan sebanyak 2 orang (3,45 %) positif HBsAg, berdasarkan frekuensi hemodialisis yaitu pada frekuensi hemodialisis 1 kali seminggu sebanyak 2 orang (6,67 %) dan 2 kali seminggu sebanyak 2 orang (2,53 %) positif HBsAg.Kesimpulan : Kejadian hepatitis B pada pasien hemodialisis di RSUD KRT. Setjonegoro sebanyak 4 orang (3,67 %) positif HBsAg

    KUALITAS FISIK RUMAH PENDERITA TB PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUMBANG 1 KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2022

    No full text
    Politeknik Kesehatan Kemenkes SemarangJurusan Kesehatan Lingkungan PurwokertoProgram Studi Sanitasi Program Diploma TigaKarya Tulis Ilmiah, Mei 2022AbstrakRegina Pravitasari ([email protected])KUALITAS FISIK RUMAH PENDERITA TB PARU DI WILAYAH KERJAPUSKESMAS SUMBANG 1 KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2022xvi + 69 : Tabel, Gambar, LampiranLatar belakang TB Paru sebagai salah satu penyakit menular yang disebabkan oleh Mycrobacterium tuberculosis. Pada tahun 2021 di Puskesmas Sumbang 1 terdapat 57 kasus TB Paru. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kualitas fisik rumah penderita TB Paru di wilayah kerja Puskesmas Sumbang 1 Tahun 2022. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif yaitu dengan mendeskripsikan variabel-variabel penelitian hasil observasi pada rumah penderita TB Paru yang berjumlah 31 rumah. Analisis data secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan 31 rumah penderita TB Paru di wilayah kerja Puskesmas Sumbang 1 memiliki kondisi fisik rumah tidak sehat. Hasil wawancara, observasi, dan pengukuran pencahayaan, suhu, kelembapan, luas ventilasi, kondisi lantai, kondisi dinding, dan kepadatan penghuni di ruang tidur penderita TB Paru yaitu pencahayaan memenuhi syarat ?60 lux yaitu 29,03% sedangkan yang tidak memenuhi syarat 20% yaitu 9,68% sedangkan yang tidak memenuhi syarat 4 m2/orang yaitu 54,84% sedangkan yang tidak memenuhi syarat 20%

    GAMBARAN PERSONAL HYGIENE DAN TINGKAT PENGETAHUAN TEHADAP PEDICULOSIS CAPITIS PADA SANTRIWATI DI PONDOK PESANTREN SALAFIYYAH NURUSH SHOBAH

    No full text
    Pediculus humanus capitis atau biasa disebut masyarakat kutu kepala merupakan parasit yang dapat memicu adanya rasa gatal pada kulit kepala sehingga dapat mengganggu konsentrasi belajar santriwati serta menyebakan iritasi dikulit kepala. Personal hygiene yang rendah menjadi salah satu faktor penyebaran parasit dan kurangnya pengetahuan terhadap Pediculus humanus capitis serta transisi yang cepat menyebar pada lingkungan tempat tinggal yang padat penghuni. Tujuannya mengetahui gambaran personal hygene dan tingkat pengetahuan terhadap Pediculosis capitis pada santriwati di pondok pesantren Salafiyah Nurush Shobah. Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Hasil penelitian, 36 (72%) santriwati di pondok pesantren Salafiyyah Nurush Shobah ditemukan positif terinfeksi Pediculus humanus capitis dan 14 (28%) santriwati tidak terinfeksi. Santriwati dengan personal hygiene baik sejumlah 19 (38%) dimana santriwati yang terinfeksi 5 (10%) dan 14 (28%) santriwati tidak terinfeksi serta santriwati dengan personal hygiene buruk sejumlah 31 (62%) terinfeksi. Santriwati dengan pengetahuan baik sejumlah 24 (48%) dimana 10 (20%) terinfeksi dan 14 (28%) tidak terinfeksi Pediculus humanus capitis serta santriwati dengan pengetahuan buruk sebanyak 26 (52%) terinfeksi Pediculus humanus capitis. Pediculus humanus capitis ditemukan pada santriwati di pondok pesantren Salafiyyah Nurush Shobah sebanyak 72 % dengan 10% personal hygiene baik dan 62% personal hygiene buruk dengan tingkat pengetahuan mengenai Pediculus humanus capitis 20 % baik dan 52% buruk

    GAMBARAN SANITASI KOLAM RENANG TAMAN LOKASANA ASRI DESA SOMAGEDE KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2022

    No full text
    Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang Jurusan Kesehatan Lingkungan PurwokertoProgram Studi Sanitasi Program Diploma TigaKarya Tulis Ilmiah, Mei 2022AbstrakFarhana Nida Sabila ([email protected])GAMBARAN SANITASI KOLAM RENANG TAMAN LOKASANA ASRI DESA SOMAGEDEKABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2022XV + 61 halaman : gambar, tabel, lampiraLatar Belakang; Kolam Renang Taman Lokasana Asri ini terletak di Desa Somagede Kecamatan Somagede Kabupaten Banyumas yang terdiri dari tiga buah kolam renang yaitu satu buah kolam renang dewasa, satu buah kolam renang anak, dan satu buah kolam renang yang ukurannya lebih kecil. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran sanitasi Kolam Renang Taman Lokasana Asri Desa Somagede Kabupaten Somagede. Metode Penelitian, jenis penelitian ini menggunakan metode deskripsi. Hasil Penelitian, kondisi sanitasi Kolam Renang Taman Lokasana Asri Desa Somagede telah memenuhi persyaratan dengan presentase 76,67%. Pada bagian kesehatan lingkungan dan bangunan kolam renang telalh memenuhi syarat, kemudian untuk kesehatan kamar dan ruang juga telalh memenuhi syarat. Pada bagian fasilitas sanitasi semua variabel telah memenuhi syarat kecuali pada variabel bak cuci kaki. Kualitas fisik air kolam renang telah memenuhi syarat, sedangkan kualitas kimia air kolam renang pemeriksaan sisa khlor bebas tidak memenuhi syarat karena sisa khlor beba

    ASUHAN KEPERAWATAN BERSIHAN JALAN NAPAS TIDAK EFEKTIF PADA PASIEN PENYAKIT PARU OBSTRUKSI KRONIK (PPOK) DI RSI PKU MUHAMMADIYAH KABUPATEN TEGAL

    No full text
    Latar Belakang : Pasien PPOK seringkali mengalami batuk produktif, sesak napas, dada mengembang, takipnea, sputum berlebih. Dampak dari banyaknya produksi sputum dalam paru menyebabkan bersihan jalan napas tidak efektif. Perawat dapat melakukan intervensi manajemen jalan napas seperti pemberian nebulizer, fisioterapi dada dan batuk efektif untuk mengurangi sesak napas dan pengeluaran dahak.Tujuan : Menggambarkan hasil asuhan keperawatan bersihan jalan napas tidak efektif pada pasien Penyakit Paru Obstruksi Kronik (PPOK) di RSI PKU Muhammadiyah Kabupaten Tegal.Metode : Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus melalui pendekatan asuhan keperawatan meliputi : pengkajian, penegakan diagnosa, perencanaan, implementasi serta evaluasi keperawatan pada pasien Penyakit Paru Obstruksi Kronik (PPOK) yang mengalami bersihan jalan napas tidak efektif. Asuhan keperawatan dilakukan pada 2 pasien.Hasil : Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3 hari didapatkan hasil pada Pasien 1 masalah bersihan jalan napas tidak efektif teratasi sebagian, dimana pasien belum maksimal dalam melakukan pengeluaran sekret, pasien masih batuk dan sesak napas, sedangkan pada Pasien 2 masalah teratasi

    HUBUNGAN KECEMASAN PADA IBU HAMIL AKIBAT PANDEMI COVID-19 TERHADAP KEPATUHAN ANTENATAL CARE (ANC) DI PUSKESMAS KEDUNGMUNDU KOTA SEMARANG

    No full text
    Latar Belakang : Kecemasan merupakan salah satu masalah psikologis yang sering dialami oleh ibu hamil terutama pada kehamilan pertama dan pada kehamilan dengan penyulit atau riwayat masalah kesehatan. Keadaan selama pandemi terutama ancaman keselamatan dan kesehatan dapat memperparah kecemasan pada ibu hamil, hal ini dapat berakibat pada ketidakpatuhan dalam menjalani ANC. Tujuan : mengidentifikasi hubungan antara kecemasan akibat pandemi COVID-19 pada ibu hamil terhadap kepatuhan antenatal care (ANC) di Puskesmas Kedungmundu Kota Semarang. Metode : pendekatan cross setional dengan teknik sample purposive sampling dengan jumlah responden 56 ibu hamil trimester III. Penelitian ini menggunakan kuesioner Pandemi-related Pregnant Stress Scale (PREPS). Analisa data menggunakan uji chi square. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan kecemasan akibat pandemi COVID-19 pada ibu hamil terhadap kepatuhan antenatal care dengan nilai signifikansi yaitu 0.035

    ASUHAN KEPERAWATAN KETIDAKSEIMBANGAN NUTRISI KURANG DARI KEBUTUHAN TUBUH PADA PASIEN TYPHOID DI RSJ PROF. DR. SOEROJO MAGELANG

    No full text
    Latar belakang: Typhoid adalah penyakit infeksi akut disebabkan oleh Salmonella typhi Berdasarkan data World Health Organization(WHO), setiap tahun diperkirakan 11-20 juta orang menderita typhoid dan sekitar 128.000-161.000 orang meninggal akibat typhoid diseluruh dunia. Insidensi tertinggi ditemukan pada anak-anak. Tujuan: Melakukan asuhan keperawatan pada klien typhoid dengan ketidakseimbangan nutrisi di RSJ Prof. dr. Soerojo Magelang. Metoda: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan menggambarkan hasil asuhan keperawatan dan pendekatan proses keperawatan. Subjek studi kasus yaitu 1 responden usia 1-12 tahun yang mengalami typhoid dan ketidakseimbangan nutrisi. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi keperawatan. Hasil: Setelah dilakukan asuhan keperawatan 3x24 jam pada klien, implementasi dapat dilakukan sesuai intervensi yang telah disusun. Evaluasi yang diharapkan tercapai yaitu masalah ketidakseimbangan nutrisi teratasi ditandai dengan klien mengalami peningkatan nafsu makan. Simpulan: Proses pemberian asuhan keperawatan dilakukan secara bertahap. Klien bersikap kooperatif sehingga masalah ketidakseimbangan nutrisi teratasi dan klien boleh pulang

    IDENTIFIKASI CEMARAN BAKTERI SALMONELLA SP. PADA PETIS YANG DIJUAL PEDAGANG TAHU PETIS DI PEDURUNGAN SEMARANG

    No full text
    Tahu petis merupakan kuliner berbahan dasar tahu yang dimakan dengan petis yang dioleskan ditengah-tengah tahu. Petis merupakan bumbu masakan berbentuk kental dengan rasa asin manis yang terbuat dari hasil samping rebusan ikan atau udang. Sehingga, cara pengolahannya dianggap tidak higienis dan bisa saja terdapat mikroba, salah satunya Salmonella. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan membandingkan ada atau tidaknya cemaran bakteri Salmonella sp. pada petis serta mengetahui higiene sanitasi pada pedagang tahu petis di Pedurungan Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan rancangan penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel diperoleh dari 11 pedagang tahu petis yang berada di sekitar Pedurungan. Percobaan dilakukan dengan cara mengamati pertumbuhan bakteri Salmonella sp pada media selektif dan dilanjutkan dengan uji biokimia. Berdasarkan identifikasi yang dilakukan pada petis tidak terjadi pertumbuhan yang menandakan ciri bakteri Salmonella sp. pada media selektif. Sedangkan hasil observasi hygiene sanitasi seluruh pedagang tahu petis 65% dalam kategori baik dan 35% dalam kategori kurang baik. Disimpulkan bahwa identifikasi cemaran bakteri Salmonella sp. dalam petis menyatakan semua sampel petis yang dijual pedagang tahu petis di Pedurungan tidak tercemar bakteri Salmonella sp. dengan nilai negatif koloni yang berarti sesuai dengan SNI 2718.1:2013 tentang spesifikasi petis udang. Dan hasil observasi hygiene sanitasi seluruh pedagang tahu petis 65% dalam kategori baik

    4

    full texts

    28,611

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    repository.poltekkes-smg.ac.id
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇