Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang

repository.poltekkes-smg.ac.id
Not a member yet
    28611 research outputs found

    CROSSMATCH TO TRANSFUSION RATIO (C/T RATIO) KOMPONEN DARAH WB DAN PRC DI RSUD KABUPATEN BREBES TAHUN 2021

    No full text
    Latar Belakang : Uji silang serasi (crossmatch) antara darah pendonor dengan darah pasien harus dilakukan sebelum transfusi darah dilangsungkan. Namun, tidak semua darah yang di-crossmatch akan ditransfusikan kepada pasien. Hal ini menunjukkan adanya distribusi produk darah yang tidak tepat, pemborosan darah, tidak dapat diaksesnya darah untuk pasien darurat, peningkatan biaya, dan peningkatan beban kerja bagi petugas. Crossmatch to Transfusion Ratio (C/T Ratio) digunakan sebagai indikator untuk mengetahui efisiensi penggunaan darah dan dapat berfungsi sebagai panduan untuk mengantisipasi permintaan darah yang berlebihan.Tujuan Penelitian : Mengetahui skor Crossmatch To Transfusion Ratio (C/T Ratio) komponen darah WB dan PRC di RSUD Kabupaten Brebes Tahun 2021.Metode : Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan retrospektif. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik total sampling. Data hasil penelitian diperoleh dari buku rekapitulasi permintaan darah di Bank Darah RSUD Kabupaten Brebes tahun 2021.Hasil : Hasil penelitian menunjukkan komponen darah WB yang di-crossmatch berjumlah 47 kantong dan yang ditransfusikan berjumlah 34 kantong (72%). Komponen darah PRC yang di-crossmatch berjumlah 4589 kantong dan komponen PRC yang ditransfusikan berjumlah 4369 (95%). Skor C/T Ratio komponen darah WB adalah 1,38. Skor C/T Ratio komponen darah PRC adalah 1,05. Skor C/T Ratio total adalah 1,05

    PENGELOLAAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE II DENGAN PEMBERIAN JUS BUAH NAGA MERAH DI DESA LUMANSARI KECAMATAN GEMUH KABUPATEN KENDAL

    No full text
    Background: Diabetes mellitus is a non-communicable disease that causes 70% of total deaths in the world. Only about 25% of diabetics know that they have diabetes, one of which is in the Kendal Regency area, namely Lumansari Village. 10 people in the village know that their blood sugar levels are high and have not managed their blood sugar levels to keep them under control. Management of blood sugar levels can be done with physical activity and nutritional management. In the nutritional management of diabetics, it is recommended to apply the 3J principle, which is to eat regularly with foods that are low in fat, and high in fiber, and limit the number of carbohydrates. One of the foods that contain high fiber is red dragon fruit because 100 grams of fruit flesh contains 3.20 grams of fiber.Purpose: To determine the management of blood glucose levels in patients with type 2 diabetes mellitus by giving red dragon fruit juice in Lumansari Village, Gemuh District, Kendal City.Method: This scientific work uses a case study design by applying the results of research on giving 250 ml of red dragon fruit juice for 10 consecutive days involving 3 respondents with type 2 diabetes mellitus. blood sugar levels.Results: The next problem that occurred in the three respondents was the instability of blood glucose levels in contact with insulin resistance, after giving 250 ml of dragon fruit juice for 10 consecutive days the problem was resolved by decreasing the decrease in blood glucose in Mr. Su at 67 mg/dL and Mrs. Y is 61 mg/dL. While at Mr. So there is an increase in blood glucose levels of 16 mg/dL.Discussion: The decrease in blood glucose levels that occurred after administration of red dragon fruit juice was in line with previous studies. This is because the active components of flavonoids can reduce the absorption of glucose and fructose from the intestine. Meanwhile, blood glucose levels increased because respondents had not implemented food management with the 3J principle and ate large portions.Recommendation: Giving 250 ml of red dragon fruit juice can be used as an additional menu and/or snack to manage blood sugar levels

    STUDI HYGIENE SANITASI DAN PEMERIKSAAN ANGKA KUMAN NASI MEGONO PADA PEDAGANG KAKI LIMA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BENDAN KOTA PEKALONGAN TAHUN 2022

    No full text
    Politeknik Kesehatan Kemenkes SemarangJurusan Kesehatan Lingkungan PurwokertoProgram Studi Sanitasi Program Diploma TigaKarya Tulis Ilmiah, Mei 2022AbstrakNurul Fitriyani ([email protected])STUDI HYGIENE SANITASI DAN PEMERIKSAAN ANGKA KUMAN NASIMEGONO PADA PEDAGANG KAKI LIMA DI WILAYAH KERJA PUSKESMASBENDAN KOTA PEKALONGAN TAHUN 2022xvi+ 92 halaman: tabel, lampiran, gambarMakanan merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia untuk dapat melangsungkan kehidupan selain sandang dan perumahan. Makanan, selain mengandung nilai gizi, juga merupakan media untuk dapat berkembang biaknya mikroba atau kuman. Tujuan dari penelitian ini yaitu menilai hygiene sanitasi penyelenggaraan makanan nasi megono dan memeriksa angka kuman pada nasi megono yang dijual pedagang kaki lima di wilayah kerja puskesmas Bendan kota Pekalongan tahun 2022. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif. Pengumpulan data diperoleh dari pedagang nasi megono di ilayah kerja Puskesmas Bendan Kota Pekalongan, dengan cara observasi, dan pemeriksaan di laboratorium yang kemudian diketahui hasil angka kuman pada nasi megono. Hasil rata - rata penelitian dari observasi pengolahan makanan dari proses pemilihan bahan makanan sampai penyajian makanan yang dilakukan pada pedagang nasi megono di wilayah kerja Puskesmas Bendan Kota Pekalongan sudah memenuhi syarat, dengan hasil prosentase untuk Megono A 83,3%, Megono B 83,3%, Megono C 83,3%, Megono D 83,3%, dan Megono E 85,4%. Hasil pemeriksaan angka kuman pada nasi megono, dengan sampel sebanyak 5 sampel nasi megono semua sampel makanan hasil pemeriksaanya di atas standart yang ditetapkan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penerapan hygiene sanitasi makanan pada lima pedagang nasi megono sudah memenuhi syarat. Lima sampel nasi megono yang diperiksa semua sampel yang negatif. Saran yang dapat diberikan kepada pedagang nasi megono di wilayah kerja Puskesmas Bendan Kota Pekalongan untuk selalu menjaga kebersihan tempat pengolahan makananan dan bagi penjamah diadakan pelatihan tentang pengolahan makanan dan minuman, serta diharapkan bagi pedagang nasi megono untuk tidak menyimpan sisa makanan

    ASUHAN KEPERAWATAN GANGGUAN MOBILITAS FIISK PADA PASIEN STROKE NON HEMORAGIK DI RSUD KARDINAH KOTA TEGAL

    No full text
    Latar belakang: Stroke non hemoragik terjadi ketika suplai darah ke bagian otak tiba-tiba terganggu oleh thrombus, ketika pembuluh darah mengalami rupture, darah meluber ke dalam ruang di sekitar neuron. Pasien stroke yang mengalami masalah pada neuromuskuloskeletal dapat berpengaruh terhadap kemampuan mobilitas pasien. Dampak gangguan mobilitas fisik pada pasien stroke seperti disfungsi neurologi berupa kelemahan pada anggota gerak. Perawat dapat melakukan intervensi terapi latihan ROM, upaya tersebut dapat meningkatkan kekuatan otot, dan meningkatkan pergerakan ekstermitas.Tujuan: Menggambarkan hasil asuhan keperawatan gangguan mobilitas fisik pada pasien stroke non hemoragik di RSUD Kardinah Kota Tegal.Metoda: Metode menggunakan studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan. Penelitian dilakukan selama minimal 3 hari perawatan di ruang Lavender Atas kepada 2 pasien stroke non hemoragik dengan masalah keperawatan gangguan mobilitas fisik.Hasil: Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 hari mencakup latihan ROM dan terapi pemberian obat neuroprotektor didapatkan hasil evaluasi keluhan kelemahan anggota gerak menurun dan terjadi peningkatan kekuatan otot dari 3 menjadi 4 pada kedua pasien. Diharapkan pasien dan keluarga pasien dapat melakukan tindakan ROM di rumah untuk mengatasi kelemahan anggota gerak pasien

    ASUHAN KEPERAWATAN GANGGUAN MOBILITAS FISIK PADA PASIEN STROKE NON HEMORAGIK RSUD KARDINAH KOTA TEGAL

    No full text
    ASUHAN KEPERAWATAN GANGGUAN MOBILITAS FISIK PADA NY.N DAN NY.S DENGAN STROKE NON HEMORAGIK DI RSUD KARDINAH KOTA TEGALSalsabila Ayu Wulandari1, Fatchurozzak Himawan21Mahasiswa Program Studi DIII Keperawatan Tegal2Dosen Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes SemarangEmail: [email protected] belakang: Stroke merupakan penyebab kematian kedua di dunia, seseorang yang menderita stroke akan memiliki masalah pada neuromuskuloskeletal sehingga dapat berpengaruh terhadap kemampuan mobilitasnya. Keadaan stroke dapat diatasi dengan tindakan ROM. Tindakan ini mempunyai tujuan untuk proses rehabilitasi yang berguna untuk mencegah terjadinya kecacatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang asuhan keperawatan pada pasien stroke non hemoragik meliputi: pengkajian, intervensi, diagnosa, implementasi dan evaluasi terhadap 2 pasien. Proses pengumpulan data pasien dilakukan dengan metode wawancara, observasi, dan pemeriksaan fisik. Hasil: Pada pengkajian kedua pasien mengalami kelemahan otot, pasien 1 didapatkan skor MMT ekstremitas tangan kanan 2 dan kaki kanan 3. Sedangkan pada pasien 2 didapatkan skor MMT pada ekstremitas tangan dan kaki kanan 3. Diagnosa yang diangkat adalah gangguan mobilitas fisik, setelah dilakukan tindakan keperawatan Range Of Motion (ROM) pasif selama 3 hari didapatkan hasil evaluasi dari kedua pasien adalah teratasi sebagian

    ASUHAN KEPERAWATAN NYERI AKUT PADA PASIEN GASTRITIS DI RSUD DR. SOESELO KABUPATEN TEGAL

    No full text
    Latar Belakang : Gastritis adalah suatu tahap peradangan mukosa lambung yang bersifat akut, kronik, diffus, atau lokal. Bahaya penyakit gastritis jika dibiarkan terus menerus akan merusak fungsi lambung dan dapat meningkatkan resiko terkena kanker lambung hingga menyebabkan kematian. Gastritis menimbulkan masalah nyeri akut. Ketika pasien mengalami nyeri, perlu diberikan tindakan keperawatan untuk mengurangi rasa nyeri pada pasien. Berbagai tindakan yang dapat dilakukan perawat untuk mengurangi rasa nyeri mencakup tindakan farmakologi dan non farmakologi. Tindakan non farmakologi seperti relaksasi napas dalam dan distraksi mendengarkan murotal Al-Quran. Pemberian obat analgetik.sebagai tindakan farmakologi.Tujuan : Karya tulis ini bertujuan menggambarkan asuhan keperawatan nyeri akut pada pasien gastritis di RSUD dr. Soeselo Kabupaten TegalMetoda : Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan. Asuhan keperawatan diberikan pada dua pasien gastritis di RSUD dr. Soeselo Kabupaten Tegal. Metode pengambilan data dengan cara wawancara, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang, instrumen pengambilan data menggunakan format asuhan keperawatan dan lembar observasiHasil : Setelah dilakukan asuhan keperawatan mencakup tindakan farmakologis dan nonfarmakologis selama 3x24 jam didapatkan hasil penurunan skala nyeri pada ke dua pasien

    4

    full texts

    28,611

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    repository.poltekkes-smg.ac.id
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇