28611 research outputs found
Sort by
PENERAPAN TERAPI MEWARNAI DALAM MENGURANGI KECEMASAN AKIBAT HOSPITALISASI PADA ANAK USIA PRASEKOLAH DI RUANG FLAMBOYAN RSUD DR. DORIS SYLVANUS PALANGKA RAYA
ABSTRAKPENERAPAN TERAPI MEWARNAI DALAM MENGURANGI KECEMASANAKIBAT HOSPITALISASI PADA ANAK USIA PRASEKOLAH DI RUANG FLAMBOYAN RSUD DR. DORIS SYLVANUS PALANGKA RAYALatar belakang: Hospitalisasi merupakan suatu proses yang mengharuskan anak untuk tinggal di rumah sakit, menjalani terapi ataupun perawatan hingga pulih dan pulang kembali ke rumah. Terapi yang dapat digunakan untuk menurunkan kecemasan hospitalisasi pada anak prasekolah yaitu mewarnai gambar. Terapi mewarnai gambar adalah salah satu terapi yang sesuai dengan prinsip rumah sakit, dimana secara psikologis mewarnai dapat membantu anak dalam mengekspresikan perasaan cemas, takut, sedih tertekan, dan emosi Tujuan: Penulisan karya ilmiah akhir ners ini untuk menerapkan hasil penelitian Evidence Based Practice Nursing (EBNP) tentang terapi bermain merwarnai pada anak usia prasekolah sehingga dapat menurunkan tingkat kecemasan anak akibat hospitalisasiMetode: Metode yang digunakan yaitu studi kasus dengan terapi bermain mewarnai kepada 3 anak, dilakukan sebanyak satu kali dalam satu hari selama 15- 30 menit dan dievaluasi menggunakan Facial Image Scale (FIS) pada pertemuan pertama dan terakhir. Hasil: Evaluasi akhir pada penerapan terapi inovasi bermain mewarnai menunjukan adanya penurunan kecemasan hospitalisasi pada anak yangdidapatkan hasil kategori wajah anak menunjukan gambar skor ke 2 (tidak cemas). Kesimpulan pada hasil asuhan keperawatan penerapan yaitu penerapan terapi bermain mewarnai pada anak usia prasekolah dapat membantu menurunkan kecemasan hospitalisasi
KOMPARASI JUMLAH LARVA NYAMUK AEDES SP.PADA PEMASANGAN LARVITRAP BERATRAKTAN DI DALAM DAN LUAR RUMAH DI KELURAHAN KASEPUHANKECAMATAN BATANG KABUPATEN BATANG
Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) menjadi masalah kesehatan masyarakat dunia, Indonesia sebagai salah satu negara endemis DBD. Berdasarkan Data Dinas Kesehatan Kabupaten Batang tahun 2021 daerah yang dikategorikan endemis DBD yaitu Kelurahan Kasepuhan yang termasuk dalam wilayah Puskesmas Batang 4. DBD penyebab virus dengue yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Upaya pengendalian perlu dilakukan untuk mengurangi jumlah kepadatan nyamuk penyebab penyakit DBD salah satunya dengan metode fisik. Tujuan penelitian adalah mengetahui dan menganalisis perbedaan jumlah larva nyamuk Aedes sp. pada pemasangan larvitrap beratraktan di dalam dan di luar rumah.Jenis penelitian ini adalah True eksperiment dengan desain penelitian Posttest Only Design, yaitu memberi perlakuan pada sampel kemudian diamati untuk mengetahui perbedaan jumlah larva nyamuk Aedes sp. pada larvitrap beratraktan yang dipasang di dalam dan luar rumah. Pemasangan dilakukan di 22 rumah dengan total larvitrap berjumlah 88 buah. Larvitrap dilihat pada hari ke 6 untuk mengetahui keberadaan larva, kemudian dihitung jumlah larva nyamuk yang tertangkap dan mengidentifikasi jenis spesies serta dilakukan uji statistikT-test Independent. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah larva nyamuk yang terperangkap pada larvitrap di dalam rumah selama 2 siklus yaitu sebanyak 351 ekor dan di luar rumah 474 ekor, dengan jenis larva Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Hasil uji statistik T-test Independent nilai Sig (0.392) > ? (0.05) sehingga H0 diterima artinya tidak ada perbedaan yang signifikan terhadap jumlah larva nyamuk antara di dalam dan di luar rumah.Kesimpulan penilitian ini adalah tidak ada perbedaan antara jumlah larva di dalam dan luar rumah, sehingga perlu dilakukan pengendalian yang tepat untuk mengurangi keberadaan larva dan nyamuk. Saran diharapkan kepada masyarakat untuk peduli menjaga kebersihan lingkungan sekitar rumah dan tidak menggantungkan pakaian di sembarang tempat. Selain itu, masyarakat juga bisa menggunakan larvitrap untuk memerangkap larva nyamuk
PROSEDUR PEMERIKSAAN RADIOGRAFI PELVIS PADA KASUS FRAKTUR MULTIPEL DI INSTALASI RADIOLOGI RSUD DR. MOEWARDI
Menurut Lampignano & Kendric (2018), pemeriksaan radiografi pelvis pada kasus fraktur multipel menggunakan proyeksi Antero Posterior (AP), AP Bilateral Frogleg, AP Axial Outlet, AP Axial Inlet, serta RPO (Right Posterior Oblique) dan LPO (Left Posterior Oblique). Pemeriksaan radiografi pelvis pada kasus fraktur multipel di Instalasi Radiologi RSUD Dr. Moewardi menggunakan proyeksi AP, Inlet, Outlet, Alar view, dan Obturator view (RPO dan LPO). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui prosedur pemeriksaan radiografi pelvis serta mengetahui alasan pemeriksaan radiografi pelvis pada kasus fraktur multipel menggunakan proyeksi AP, Inlet, Outlet, Alar view, dan Obturator view.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Observasi dilakukan pada bulan Desember 2021 dan wawancara dilakukan pada bulan Mei-Juni 2022 di Instalasi Radiologi RSUD Dr. Moewardi. Subjek penelitian yaitu tiga radiografer, satu dokter spesialis radiologi, dan satu dokter pengirim. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan wawancara, dan dokumentasi. Analisa data yang digunakan adalah interaktif model.Hasil dari penelitian menunjukkan prosedur pemeriksaan radiografi pelvis pada kasus fraktur multipel di Instalasi Radiologi RSUD Dr. Moewardi menggunakan proyeksi AP, Inlet, Outlet, Alar view, dan Obturator view. Alasannya yaitu untuk memperlihatkan kondisi fraktur dari sisi lain selain antero posterior, jika hanya menggunakan proyeksi AP tidak cukup untuk menampakkan keseluruhan fraktur pelvis dengan jelas. Kelima proyeksi tersebut digunakan untuk menilai kondisi keseluruhan fraktur yang ada di pelvis
EFEKTIVITAS METODE PERMAINAN CELEMEK ORGAN REPRODUKSI TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP PENCEGAHAN USIA PERNIKAHAN DINI
EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA L.) TERHADAP PERBAIKAN STATUS ANEMIA PADA REMAJA PUTRI ANEMIA(KAJIAN KADAR HEMOGLOBIN, HEMATOKRIT, FERRITIN, DAN JUMLAH ERITROSIT)
Latar Belakang: Masa remaja merupakan masa pertumbuhan dan perkembangan cepat kedua setelah masa bayi dan balita. Anemia merupakan salah satu masalah gizi di dunia. Setiap remaja putri memilik risiko terjadi anemia zat besi karena kurangnya asupan zat besi dalam tubuh. Tujuan: Membuktikan pengaruh pemberian Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera L.) sebagai suplementasi dalam peningkatan kadar hemoglobin, hematokrit, ferritin dan jumlah eritrosit pada remaja putri anemia.Metode Penelitian: Desain penelitian quasi experiment (pretest and posttest with control group design). Populasi pada penelitian ini yaitu remaja putri anemia dengan kadar hemoglobi
DETERMINAN PEMBERIAN SUSU FORMULA SEBAGAIMAKANAN PRELAKTEAL PADA ANAK USIA 0-23 BULAN:ANALISIS SURVEI DEMOGRAFI DAN KESEHATANINDONESIA TAHUN 2017
POTENSI OBAT KUMUR EKSTRAK KULIT JERUK NIPIS (CITRUS AURANTIFOLIA) SEBAGAI SEDIAAN NON FARMAKOLOGIS UNTUK MENGHAMBAT BAKTERI PENYEBAB KARIES (STUDI LABORATORIUM)
Latar Belakang : Karies gigi merupakan suatu penyakit jaringan keras gigi yang menyerang email, dentin, dan sementum yang ditandai dengan adanya demineralisasi jaringan keras gigi. Bakteri Streptococcus mutans sendiri merupakan salah satu bakteri yang ditemukan dan hidup dalam rongga mulut. Salah satu penyakit infeksi akibat adanya proses penghilangan mineral akibat bakteri di permukaan gigi disebut dengan karies. Alternatif pilihan sebagai upaya penyelesaian masalah dalam menghambat bakteri penyebab karies yaitu dengan menggunakan obat kumur herbal. Salah satunya yaitu kulit jeruk nipis. Kulit jeruk nipis mempunyai potensi dalam menghambat bakteri streptococcus mutans yang ditunjukkan dengan terbentuknya zona hambatan, yang terbentuk terhadap bakteri streptococcus mutans.Tujuan : Membuat sediaan obat kumur ekstrak kulit jeruk nipis (Citrus Aurantifolia) yang layak dan efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri streptococcus mutans. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian true eksperiment with post test only control group design. Desain ini dipilih karena dikelompokkan menjadi kelompok perlakuan dan kontrol. Intervensi yang diberikan berupa obat kumur ekstrak kulit jeruk nipis dengan konsentrasi 15%, 25% dan 50% sedangkan pemberian Formula Obat Kumur Racikan Laboratorium Biomedik FK UNISSULA merupakan kelompok control.Hasil : Berdasarkan grafik rata-rata daya hambat dalam waktu 24 jam konsentrasi obat kumur ekstrak kulit jeruk nipis terendah yaitu 15% = 8,83 mm, zona hambat tertinggi adalah pada konsentrasi 50%= 10,50 mm, konsentrasi 25%= 9,80 mm, kelompok kontrol Formula Obat Kumur Racikan Laboratorium Biomedik FK UNISSULA = 10,13 mm. Simpulan : Obat kumur ekstrak kulit jeruk nipis layak dan efektif dalam menghambat bakteri streptococcus mutans penyebab karies
MODEL AUGMENTED REALITY BOOK SEBAGAI MEDIA EDUKASI DALAM MENINGKATKAN PERILAKU PEMELIHARAAN KESEHATAN GIGI BAGI ORANG TUA SERTA STATUS KEBERSIHAN GIGI ANAK USIA PRA SEKOLAH
Augmented reality adalah sebuah teknologi yang relatif baru. Konsep konten pada penelitian ini adalah dengan menggabungkan ARdan buku ilustrasi anak-anak. Konten ini nantinya dapat discan/dipindai oleh aplikasi AR dan menampilkan bentuk model 3D. Konten yang disajikan berupa ilustrasi buku dan model 3D yang dapat menampilkan bagian rongga mulut. Jenis penelitian ini yaitu mix method dengan desain penelitian R&D. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa TK Pelangi dan TK Al-Manar Kota Cirebon. Sampel yang digunakan berjumlah 40 anak yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu siswa TK Pelangi sebagai kelompok intervensi sebanyak 20 anak dan siswa TK AL- Manar sebagai kelompok kontrol sebanyak 20 anak yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, serta guru berjumlah 4 orang dan orangtua yang mengikuti jumlah anak. Analisis data dilakukan dengan analisis univariat, bivariat dan multivariat. Hasil penelitian menunjukkan model augmented reality book sebagai media edukasi efektif meningkatkan pengetahuan, sikap dan tindakan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut pada anak usia pra sekolah serta efektif dalam menurunkan skor plak pada anak dibandingkan dengan kelompok kontrol. Terbukti nilai pvalue pengetahuan (0.001), sikap (0.002), tindakan (0.001), skor plak (0.001). Model augmented reality book sebagai media edukasi efektif meningkatkan pengetahuan, sikap dan tindakan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut pada ibu dibandingkan dengan kelompok kontrol. Terbukti nilai p-value pengetahuan (0.001), sikap (0.002), tindakan (0.001). Model augmented reality book sebagai media edukasi efektif meningkatkan pengetahuan, sikap dan tindakan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut pada guru dibandingkan dengan kelompok kontrol. Terbukti nilai p-value pengetahuan (0.001), sikap (0.001), tindakan (0.002)
PROSEDUR PEMERIKSAAN RADIOGRAFI VERTEBRA LUMBOSAKRAL DENGAN KLINIS LOW BACK PAIN (LBP)
Low Back Pain (LBP) merupakan salah satu kelainan yang sering ditemukan pada kolumna vertebralis adalah nyeri pinggang bawah atau disebut dengan Low Back Pain (LBP). Bagian vertebrae yang sering menyebabkan nyeri pinggang bawah adalah segmen lumbal 4 dan 5. Pemeriksaan radiografi vertebra lumbosakral dengan klinis LBP menggunakan proyeksi AP, Lateral, dan bisa ditambahkan proyeksi Oblik (RPO dan LPO). Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui prosedur pemeriksaan radiografi vertebra lumbosakral dengan klinis LBP dan mengetahui informasi diagnostik yang dihasilkan pada pemeriksaan radiografi vertebra lumbosakral klinis LBP secara case series.Jenis penelitian menggunakan kualitatif deskriptif dan desain penelitian menggunakan study case series review dengan pendekatan case series. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2020 hingga akhir bulan Juli 2021. Pengambilan artikel penelitian dilakukan dengan mencari data pada Repository Poltekkes Kemenkes Semarang, kemudian dilakukan analisis dengan cara membandingkan isi artikel repository yang diperoleh dengan literatur yang ada .Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa proyeksi yang digunakan pada pemeriksaaan radiografi vertebra lumbosacral klinis LBP yaitu AP supine dengan kedua lutut difleksikan, AP erect dan Lateral. Informasi diagnostic yang dihasilkan pada pemeriksaan radiografi lumbo sacral klinis LBP dapat terlihat Lipping atau penebalan tulang, trabekulasi tulang normal, dan discus intervertebralis normal sedangkan pada proyeksi lateral dapat terlihat adanya spondylolisthesis, scoliosis dan fraktur
PENGARUH PERMAINAN KOLASE PADA PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS ANAK PRASEKOLAH
Latar Belakang: Angka kejadian gangguan motorik halus pada anak pra sekolah di Indonesia perlu penanggulangan yang tepat, karena dapat menyebabkan perkembangan anak menjadi terhambat. Salah satu kegiatan yang dapat merangsang perkembangan motoric hhalus adalah dengan permainan kolase. Kolase merupakan permainan gambar yang disusun melalui kepingan berwarna dengan alat dan bahan tertentu. Tujuan : Peneliti ingin mengembangkan kemampuan motorik halus dengan permainan kolase. Diharapkan dengan permainan kolases mampu meningkatkan motoric halus anakprasekolah.Metode Penelitian: Jenis penelitian ini menggunakan pre experiment dengan pendekatan one group pretest posttest design. Populasi pada penelitian 25 anak TK A Muslimat NU. Dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling.Hasil : Terdapat Pengaruh yang signifikan dari permainan kolase terhadap peningkatan perkembangan motorik halus pada anak usia prasekolah. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji wilcoxon p-value0,000, p value z tabel maka H0 ditolak dan Ha diterima