Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang

repository.poltekkes-smg.ac.id
Not a member yet
    28611 research outputs found

    KUALITAS THROMBOCYTE CONCENTRATE YANG TIDAK MEMENUHI STANDAR PELULUSAN PRODUK DI UNIT DONOR DARAH PALANG MERAH INDONESIA KABUPATEN BANYUMAS PADA TAHUN 2022

    No full text
    Latar belakang: Thrombocyte Concentrate merupakan komponen terbanyak yang dibutuhkan setelah Packed Red Cell. Thrombocyte Concentrate didapat dari pengolahan Whole Blood dengan proses sentrifugasi bertahap. Keberhasilan transfusi TC sebagai terapi pengobatan sangat dipengaruhi oleh kualitas produk TC. Penilaian kualitas TC sebelum ditransfusikan yaitu melalui pengamatan visual secara langsung seperti ada tidaknya swirling, lipemik, dll. Buku Pedoman Cara Pembuatan Obat yang Baik diterbitkan oleh BPOM RI untuk menentukan kualitas produk darah.Tujuan Penelitian: Mengetahui kualitas TC yang tidak memenuhi standar pelulusan produk berdasarkan kriteria penampakan visual produk darah di UDD PMI Kabupaten Banyumas pada tahun 2022.Metode: Penelitian deskriptif kuantitatif ini menggunakan metode pendekatan cross sectional dengan menganalisa hasil observasi. Data penelitian merupakan data sekunder dari SIMDONDAR dan arsip data.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk TC yang tidak memenuhi standar pelulusan produk berdasarkan kriteria penampakan visual yaitu sebanyak 3,3% dari total produksi TC. Produk TC yang tidak lulus akibat terkontaminasi sel darah merah 38%, lipemik 38%, ikterus 18,9%, terkontaminasi bakteri 1,9%, agregasi 0,5%, swirling 2,7%.Kata Kunci: Kualitas Thrombocyte Concentrate, standar pelulusa

    GAMBARAN MASA SIMPAN 6 HARI THROMBOCYTE COSENTRAT (TC) TERHADAP JUMLAH TROMBOSIT

    No full text

    ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN POST HEMOROIDEKTOMI DENGAN FOKUS STUDI NYERI AKUT DI RS HARAPAN MAGELANG

    No full text
    Hemoroid adalah pelebaran dan inflamasi dari pleksus arteri-vena di saluran anus yang berfungsi sebagai katup untuk mencegah inkontinensia flatus dan cairan. Hemoroid merupakan penyakit yang sering dijumpai dan telah ada sejak zaman dahulu. Tujuan dari penelitian ini untuk menggambarkan penerapan asuhan keperawatan pada pasien post operasi hemoroid. Metode : Metode yang digunakan pada studi kasus ini adalah metode studi kasus. Studi kasus adalah rancangan penelitian yang mencakup pengkajian satu unit penelitian secara intensif misalnya satu klien, keluarga, kelompok, komunitas, atau institusi. Hasil : Hasil penelitian didapatkan adanya masalah nyeri akut pasca operasi hemoroid. Simpulan : Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3 kali kunjungan didapatkan data skala nyeri yang dirasakan menurun secara bertahap

    PROSEDUR PEMERIKSAAN RADIOGRAFI OS CALCANEUS DENGAN KLINIS FRAKTUR DI INSTALASI RADIOLOGI RS PKU MUHAMADIYAH YOGYAKARTA

    No full text
    INTISARIProsedur pemeriksaan radiografi Os Calcaneus dilakukan menggunakan proyeksi AP axial dan Lateral, untuk AP axial menggunakan penyudutan 40? cephalad. Akan tetapi, Prosedur pemeriksaan radiografi os calcaneus dengan klinis fraktur di instalasi radiologi RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta dilakukan menggunakan proyeksi AP axial (plantodorsal) dan lateral (Mediolateral), dengan proyeksi AP Axial menggunakan penyudutan 25? ke arah cephalad. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui prosedur Pemeriksaan Radiografi Os Calcaneus dengan klinis fraktur dan menganalisis alasan pada pemeriksaan radiografi os calcaneus proyeksi AP axial dengan klinis fraktur menggunakan arah sinar disudutkan 25? kearah cephalad.Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Observasi dilaksanakan padatanggal 20 November 2021, Wawancara dilaksanakan pada tanggal 26 Juli 2022. Pengambilan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara mendalam, serta dokumentasi. Penelitian ini mengambil lokasi di instalasi radiologi RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta pada bulan November 2022 dengan menggunakan empat tahap analisis data yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemeriksaan radiografi os calcaneus dengan klinis fraktur di instalasi radiologi RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta dilakukan menggunakan proyeksi AP axial (plantodorsal) dengan penyudutan 25? ke arah cephalad dan lateral (mediolateral). pemeriksaan radiografi os calcaneus dengan klinis fraktur pada proyeksi AP axial (plantodorsal) dengan penyudutan 25? kearah cephalad alasanya yaitu agar nail yang dipasang tampak tidak memanjang. Sebaiknya pada proyeksiAP axial, disudutkan 40? agar dapat memberikan hasil radiograf yang lebih informatif. Karena dapat menunjukkan seluruh Os calcaneus, penggunaan penyudutan 40? cephalad agar dapat menampilkan dengan jelas pada talocalcaneus joint.Prosedur pemeriksaan radiografi calcaneus pada klinis fraktur di Instalasi Radiologi RS PKU Muhammadiyah proyeksi AP axial (Planrodorsal) dan lateral (mediolateral), dengan Central Ray proyeksi AP axial membentuk sudut 25? kearah cephalad terhadap kaset. Penyudutan sebesar 25? cephalad pada pemeriksaan os calcaneus dengan klinis fraktur di Instalasi radiologi RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta agar pen atau nail yang dipasang tampak tidak mengalami pemanjangan ukuran, hasil radiografnya sudah dapat menegakkan diagnosis permintaan dokter karena sudah menampakkan anatomi seperti tuberositas, suntentaculum tali, dan processus trochlear

    PROSEDUR PEMERIKSAAN COLON IN LOOP DENGAN KLINIS TUMOR SIGMOID DI INSTALASI RADIOLOGI RSUD HJ ANNA LASMANAH BANJARNEGARA

    No full text
    Prosedur pemeriksaan radiografi colon in loop dengan klinis tumorsigmoid di Instalasi Radiologi RSUD Hj Anna Lasmanah Banjarnegaramenggunakan proyeksi AP, Lateral, LPO, dan tanpa post evakuasi. Tujuanpenelitian ini adalah untuk mengetahui prosedur pemeriksaan colon in loopdengan klinis tumor sigmoid, alasan digunakan proyeksi AP, Lateral, dan LPO,dan alasan tidak dilakukan post evakuasi.Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekan studikasus. Metode pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dandokumentasi. Subyek penelitian adalah 3 radiografer, 1 dokter pengirim, dan 1pasien.Hasil penelitian menunjukan bahwa prosedur pemeriksaan colon in loopdengan klinis tumor sigmoid di Instalasi Radiologi RSUD Hj Anna Lasmanahhanya menggunakan proyeksi AP, Lateral, dan LPO, tanpa post evakuasi.Alasannya karena dengan menggunakan proyeksi AP sudah dapat melihatanatomi colon secara keseluruhan, proyeksi lateral untuk melihat lokasi tumordengan lebih jelas yang tidak bisa dilihat oleh proyeksi lain, proyeksi LPO untukmelihat fleksura lienalis dan fleksura hepatica. Alasan tidak dilakukan postevakuasi karena sesuai dengan permintaan dokter radiolog, selain itu keadaanpasien yang tidak memungkinkan untuk turun dari bed. Kesimpulan daripemeriksaan colon in loop dengan klinis tumor sigmoid. Penggunaan proyeksiAP dan lateral karena proyeksi tersebut merupakan proyeksi dasar pemeriksaan,dan proyeksi LPO bertujuan untuk melihat fleksura lienalis dan fleksura hepatica.Alasan tidak dilakukan foto post evakuasi karena dokter meminta dan kondisipasien tidak memungkinkan untuk turun dari bed

    PROSEDUR PEMERIKSAAN MRI BRAIN KONTRAS PADA KASUS EPILEPSI DI INSTALASI RADIOLOGI RSUP DR SARDJITO YOGYAKARTA

    No full text
    Prosedur pemeriksaan MRI brain kontras pada kasus epilepsi di Instalasi Radiologi RSUP Dr Sardjito Yogyakarta menggunakan pemilihan beberapa sekuen yaitu T1W, T2W, 3D FLAIR, diffusion weighted imaging (DWI) dan 3D T1 SPACE post kontras. Sekuen ini digunakan untuk menegakkan diagnosa epilepsi. pemilihan sekuen di RSUP Dr Sardjito sudah sesuai dengan buku dan jurnal tetapi ada penambahan pulsa sekuen 3D T1 SPACE pada fase post kontras. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosedur pemeriksaan MRI brain pada klinis epilepsi serta untuk mengetahui alasan penambahan sekuen 3D T1 SPACE pada fase post kontras tersebut.Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian adalah citra MRI dari tiga pasien MRI brain kontras dengan klinis epilepsi di RSUP Dr Sardjito Yogyakarta.. Responden dalam penelitian ini antara lain 2 orang radiografer, 1 orang dokter spesialis radiologi, dan 1 orang dokter pengirim. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik triangulasi data. Analisis data dengan tahapan transkrip data, reduksi data, penyajian data dan dilakukan pembahasan dan penarikan kesimpulan.Prosedur pemeriksaan MRI brain kontras pada kasus epilepsi ini menggunakan sekuen T1W, T2W, 3D FLAIR, DWI dan 3D T1 SPACE post kontras. Alasan penggunaan sekuen 3D T1 SPACE pada fase post kontras yaitu menghasilkan kualitas citra irisan tipis atau isotropic dengan resolusi tinggi yang bisa direkonstruksi dengan plane berbeda untuk melihat adanya curiga infeksi atau lesi yang menyebabkan terpicunya epilepsi serta media kontras untuk melihat pembuluh darah jika alirannya tidak normal maka gambaran akan lebih terang

    ASUHAN KEPERAWATAN GANGGUAN MOBILITAS FISIK PADA PASIEN POST PARTUM DENGAN OPERASI SECTIO CAESAREA HARI KE-1 DI RSUD DR. H. SOWONDO KENDAL

    No full text
    AbstrakLatar Belakang: Persalinan dengan tindakan operasi sectio caesarea dalam 30 tahun belakangan meningkat dengan pesat. Angka persalinan dengan menggunakan metode sectio caesarea ini telah meningkat di seluruh dunia dan melebihi batas 10% - 15% yang direkomendasikan oleh World Health Organization (WHO). Persalinan dengan sectio caesar ini dapat mengakibatkan resiko terjadinya infeksi dan infeksi merupakan salah satu penyebab kematian pada ibu. Upaya yang dapat dilakukan untuk memperkecil terjadinya resiko infeksi atau mencegah terjadinya suatu komplikasi adalah dengan melakukan mobilisasi dini, Mobilisasi dini merupakan suatu faktor yang menonjol dalam mempercepat pemulihan pasca bedah dan dapat mencegah komplikasi yang mungkin timbul pasca bedah.Tujuan: Karya Tulis Ilmiah ini bertujuan untuk menggambarkan implementasi mobilisasi dini pada pasien post partum dengan operasi sectio caesarea yang mengalami gangguan mobilitas fisik.Metode: Metode yang digunakan adalah studi kasus yang menggunakan pendekatan proses keperawaran dengan memfokuskan pada salah satu masalah penting dalam kasus yang dipilih yaitu Asuhan Keperawatan Gangguan Mobilitas Fisik Pada Pasien Post Partum Dengan Operasi Sectio Caesarea. Sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah 2 ibu post partum dengan sectio caesarea dengan masalah gangguan mobilitas fisik. Hasil: Setelah dilakukan implementasi keperawatan pada kedua pasien, didapatkan hasil mobilisasi pasien meningkat ditandai dengan pasien dapat duduk di tepi tempat tidur, pasien dapat turun dari tempat tidur, serta pasien dapat berjalan ke kamar mandi sehingga masalah mobilisasi pasien teratasi

    LOW IMPACT AEROBIC TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH DAN SIRKULASI PERIFER PADA KLIEN DIABETES MELITUS TIPE II

    No full text
    Latar Belakang: Aktivitas fisik yang dilakukan seperti Low Impact Aerobic pada pasien diabetes melitus tipe II dapat meningkatkan sensitivitas resitensi insulin untuk mengobtimalisasi fungsi insulin. Tujuan Penelitian: Mengetahui Low Impact Aerobic Terhadap Kadar Glukosa Darah Dan Sirkulasi Perifer Pada Klien Diabetes Melitus Tipe II. Metode: Desain penelitian adalah true eksperimental dengan pre-test and post-test control group design. Jumlah sampel 36 orang terdiri dari 12 kelompok intervensi 1, 12 orang intervensi kelompok intervensi 2 dan 12 orang kelompok kontrol. Teknik sampling adalah simple random sampling. Analisis menggunakan wilxocon dan kruskal wallish pada ? < 5%. Hasil Penelitian: Menunjukkan bahwa rata-rata nilai kadar gula darah sewaktu setelah diberikan intervensi low impact Aerobic mengalami penurunan 57 mg/dl dengan nilai p= 0,004. Rata-rata nilai sirkulasi perifer nilai ABI setelah diberikan intervensi Low Impact Aerobic mengalami peningkatan 0,09 mmHg dengan nilai p = 0,002. Rata-rata nilai sirkulasi perifer nilai CRT setelah diberikan intervensi Low Impact Aerobic mengalami penurunan peningkatan 0,67 mmHg dengan nilai p = 0,011. Kesimpulan: Low Impact Aerobic berpengaruh dalam menurunkan kadar glukosa darah dan meningkatkan sirkulasi perifer

    4

    full texts

    28,611

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    repository.poltekkes-smg.ac.id
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇