28611 research outputs found
Sort by
PENERAPAN AROMATERAPI LAVENDER TERHADAP KUALITAS TIDUR PASIEN HIPERTENSI DI RSUD DR. GONDO SUWARSO UNGARAN
Background: The increase in cases of hypertension causes an increase in premature death worldwide. Increased blood pressure is related to sleep quality where people with hypertension often have difficulty resting and sleeping and often wake up in the early hours of the morning. Non-pharmacological therapy is a therapy that does not have a long-term impact, so one of the effective non-pharmacological therapies to improve sleep quality is lavender aromatherapy. Lavender aromatherapy contains several active ingredients such as linalol acetate which can improve sleep quality.Objective: To determine the impact of lavender aromatherapy on the sleep quality of hypertensive patients at dr Gondo Suwarno Ungaran Hospital.Method: This paper uses a descriptive method, which focuses on one of the nursing problems that is analyzed in a simple manner carried out on 3 patients using the PQSI (Pittsburgh Sleep Quality Index) questionnaire and lavender essential oil given as many as 3 drops on gauze at a distance of 5-10 cm. for 15 minutes for 3 days.Nursing care outcomes: The application of lavender aromatherapy to 3 hypertensive patients with problems with sleep pattern disturbances showed that there was an improvement in sleep quality after being given lavender aromatherapy.Discussion: Lavender aromatherapy contains linanol when inhaled it can be converted into electrical impulses which when it reaches the limbic system will increase alpha waves thus increasing the feeling of relaxation which will reduce stimulus to the reticular activation system (RAS) thereby increasing alertness and wakefulness; the increase in RAS is then taken over and lowered by the BSR (bulbar synchronizing region) so that you can sleep as expected which can improve sleep quality.Recommendation: Lavender aromatherapy can be applied to hypertensive patients who experience sleep pattern disturbances
FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGGUNAAN IUD PASCA PLASENTA DI RSUD HJ. ANNA LASMANAH BANJARNEGARA
Pelayanan KB dengan pemasangan IUD (Intra Uterine Device) pasca plasenta merupakan program primadona dalam penyelenggaraan pelayanan KB (Keluarga Berencana). Capaian peserta KB IUD aktif di Kabupaten Banjarnegara tahun 2020 baru mencapai 11,8%. Tahun 2021 BKKBN menargetkan Pelayanan KB Pasca persalinan 35%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Penggunaan IUD Pasca Plasenta Di RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara.Penelitian ini dilakukan dengan mengambil data sekunder dari dokumen register ibu bersalin. Jenis penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan/ desain kasus-kontrol. Variabel yang diteliti meliputi umur, jarak tempat tinggal, pekerjaan, jumlah anak hidup, jenis persalinan dan jenis pembiayaan. Populasi pada penelitian ini adalah ibu bersalin yang menggunakan IUD Pasca Plasenta sebanyak 241 orang. Besar sampel untuk rancangan case control ini sebanyak 100 sampel. Pengolahan data statistik dengan menggunakan SPSS dan analisis data menggunakan Chi-Square.Penelitian ini menunjukan hasil pengujian statistik pada variabel-variabel yang diteliti yaitu: umur (?-value =1,000 > 0,05), jarak tempat tinggal (?-value = 0,032 0,05), jumlah anak hidup (?-value = 0,176 > 0,05), jenis persalianan (?-value = 0,000 0,05).Kesimpulan : tidak ada hubungan umur ibu, pekerjaan ibu, jumlah anak hidup ibu, jenis pembiayaan ibu dengan penggunaan IUD pasca plasenta. Ada hubungan jarak tempat tinggal ibu dan jenis persalianan ibu dengan penggunaan IUD pasca plasenta.Saran untuk Puskesmas/bidan desa mengintensifkan kegiatan P4K (Program Perencanaan persalinan dan Pencegahan Komplikasi) bagi ibu hamil, berupa edukasi dini dan berulang sehingga ibu hamil tersebut bersedia mengikuti program IUD pasca plasenta
HUBUNGAN FASILITAS SANITASI DAN HYGIENE PENJAMAH DENGAN KANDUNGAN ESCHERICHIA COLI PADA JAJANAN MINUMAN ES KUWUT DI KECAMATAN PURBALINGGA TAHUN 2023
Latar Belakang, Keracunan pangan sebagian besar disebabkan karena mengkonsumsi pangan yang telah tercemar, studi pendahuluan menyebutkan bahwa minuman merupakan jajanan yang paling beresiko tercemar Escherichia Coli. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan fasiltas sanitasi dan hygiene penjamah dengan kandungan E. coli pada jajanan minuman es kuwut di Kecamatan Purbalingga. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh penjual es kuwut yang berada di kecamatan Purbalingga yang berjumlah 13. Teknik pengambilan sampel ini menggunakan teknik total population. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar checklist dan uji laboratorium E. coli. Hasil penelitian diperoleh bahwa fasilitas sanitasi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kandungan E. coli (p=0,40 ), sedangkan hygiene penjamah tidak memiliki pengaruh yang signifikan dengan kandungan E. coli (p=0,248). Simpulan terdapat hubungan antara fasilitas sanitasi dengan kandungan E. coli dan tidak terdapat hubungan antara hygiene penjamah dengan adanya E. coli. Diharapkan bagi penjual meningkatkan hygiene sanitasi pangan, dan bagi Dinas Kesehatan untuk mengadakan pengawasan dan penyuluhan mengenai hygiene penjama
PENDIDIKAN KESEHATAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DENGAN MEDIA BUKU SAKU TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN KEPATUHAN KONSUMSI TABLET FE
Proporsi anemia kehamilan di Indonesia meningkat menjadi 48,9%, di mana Jawa Tengah memiliki kejadian anemia ibu hamil sebesar 43,5%. Defisiensi zat besi sering kali menjadi penyebab kejadian anemia pada ibu hamil. Pemberian informasi melalui pendidikan kesehatan anemia ibu hamil diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan kepatuhan ibu hamil dalam mengonsumsi tablet Fe. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan anemia ibu hamil dengan media buku saku terhadap peningkatan pengetahuan, sikap, dan kepatuhan konsumsi tablet Fe di Desa Tlogopucang, di mana desa tersebut memiliki kasus anemia sebanyak 43 jiwa atau 5,6%.Jenis penelitian ini menggunakan pre eksperimental dengan rancangan one group pretest and posttest. Populasi pada penelitian ini adalah ibu hamil trimester I dan III dengan jumlah 36 responden. Pengambilan sampel dengan total sampling. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner dan buku saku. Pengambilan data dilakukan dengan pretest dan posttest dalam kurun waktu satu hari. Uji statistik menggunakan uji Mc Nemar.Hasil penelitian menunjukkan pendidikan kesehatan anemia dengan media buku saku berpengaruh terhadap pengetahuan, sikap, dan kepatuhan ibu hamil dengan nilai sig skor prepost test pengetahuan yaitu 0,00
PERBEDAAN INFORMASI ANATOMI CT SCAN THORAX LUNG WINDOW PADA NILAI WINDOW WIDTH KASUS TUBERKULOSIS
Pengaturan Window Width yang digunakan pada CT Scan Thorax Kasus Tuberkulosis berbeda beda. Pengaturan Window Width pada Pesawat Thosibha Activion 16 Slice adalah 1600 HU yang digunakan di RSUD Kota Prabumulih, sedangkan menurut teori Window Width adalah rentang nilai 1000 HU sampai dengan 2000 HU. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perbedaan informasi anatomi CT Scan Thorax Lung Window pada Variasi Nilai Window Width Kasus Tuberkulosis serta nilai Window Width yang lebih baik dalam menghasilkan informasi anatomi CT Scan Thorax Kasus Tuberkulosis. Penelitian dilakukan dengan experiment terhadap 10 pasien yang melakukan pemeriksaan CT Scan Thorax dengan kasus Tuberkulosis dengan Window Width 1600 HU. Hasil citra di rekonstruksi dengan nilai Window Width 1100 HU, 1200 HU, 1300 HU,1400 HU,1500 HU, 1600 HU, 1700 HU dan 1800 HU. Hasil citra kemudian diberikan kepada kedua observer untuk dilakukan penilaian terhadap informasi anatomi CT Scan Thorax Kasus Tuberkulosis dengan kriteria anatomi yang tampak yaitu Parencym Paru, Bercak Infiltrat, Arteri Pulmonalis, Aorta, Trachea, Bronkus, Esophagus serta dinding dada. Standart kappa diperoleh hasil 0.631 dengan p value 0.001 dan data kemudian dianalisis secara ststistik dengan menggunakan freidman testdengan taraf signifikasi p < 0.05. Pengolahan data memperlihatkan bahwa ada perbedaan informasi Anatomi Ct Scan thorax Lung window pada Kasus Tuberkulosis dengan p value < 0.05 dan nilai mean rank tertinggi dengan nilai 6.09 pada Window Width 1500 HU
ANALISIS PENERAPAN PROGRESSIVE MUSCLE RELAXATION (PMR) TERHADAP PENURUNAN NYERI PADA ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN CA MAMMAE DI RSUP DR. KARIADI SEMARANG
Latar Belakang: Kasus baru dan kematian ca mammae dari tahun ke tahun semakin meningkat. Pasien ca mammae mengalami masalah utama yaitu nyeri kronis. Nyeri kronis adalah pengalaman sensorik atau emosinal yang berkaitan dengan kerusakan jaringan aktual atau fungsional, dengan onset mendadak atau lambat dan berintensitas ringan hingga berat dan konstan yang berlangsung lebih dari 3 bulan. Untuk mengatasi nyeri ca mammae dengan teknik progressive muscle relaxation (PMR). Teknik ini lebih efektif diterapkan karena merupakan gabungan dari terapi relaksasi nafas dikombinasikan dengan merelaksasikan otot bagian tertentu melalui gerakan mengencangkan dan melemaskan otot-otot pada satu waktu untuk memberikan perasaan relaksasi secara fisik. Relaksasi ini tidak memerlukan imajinasi, tidak ada efek samping, mudah dilakukan, membuat tubuh dan pikiran terasa tenang dan rileks.Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh terapi non farmakologi progressive muscle relaxation (PMR) terhadap nyeri pada pasien ca mammae di RSUP Dr. Kariadi Semarang.Metode: Desain studi kasus dengan metode deskriptif. Pengambilan sampel dengan nonprobability sampling technique. Responden yang digunakan adalah 3 pasien ca mammae dengan masalah nyeri kronis yang dilakukan intervensi selama 3 hari selama 15-20 menit dan menggunakan pengukuran skala nyeri Visual Analogue Scale (VAS).Hasil: Pada pasien 1 (Ny. S) sebelum dilakukan progressive muscle relaxation (PMR) skala nyeri 5, setelah dilakukan intervensi skala nyeri menjadi 3. Pasien 2 (Ny. O) sebelum dilakukan progressive muscle relaxation (PMR) skala nyeri 6, setelah dilakukan intervensi skala nyeri menjadi 4. Pasien 3 (Ny. P) sebelum dilakukan progressive muscle relaxation (PMR) skala nyeri 5, setelah dilakukan intervensi skala nyeri menjadi 3.Kesimpulan: Progressive muscle relaxation (PMR) berpengaruh menurunkan skala nyeri pada pasien ca mammae
EFEKTIFITAS INTERVENSI SWEDISH MASSSAGE DAN AKUPRESUR TERHADAP PASIEN HIPERTENSI GRADE I
PENERAPAN TERAPI MINYAK ESSENSIAL LAVENDER DENGAN CARA INHALASI UNTUK MENGURANGI NYERI KANULA AV FISTULA PADA PASIEN HEMODIALISA DI RUANG HD RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH
Background :Chronic kidney failure (CKD) or chronic kidney disease (CKD) is a progressive disorder, kidney function that cannot be recovered where the body's ability to maintain metabolic balance and fluid and electrolyte balance fails, resulting in uremia (retention of urea and other nitrogenous wastes in the blood) CKD patients can survive with renal replacement therapy, including hemodialysis, peritoneal dialysis or kidney transplantation. Based on the observation results, it was found that patients with CKD or Chronic Kidney Disease tend to experience acute pain during AV Fistula puncture during hemodialysis.Purpose : Analyzing the nursing care of chronic kidney failure (CKD) patients undergoing hemodialysis by measuring the pain scale using the (NRS) Numeric Rating Scale after administration of lavender oil therapy.Method : Descriptive analysis is a case study with 3 subjects. The instrument used is (NRS) Numerical Rating Scale. The intervention given was giving lavender oil therapy by inhalation for 5 minutes before hemodialysis.Results of nursing care: The nursing problem found was acute pain at the time of inserting the AV fistula needle. With the intervention given, namely lavender oil therapy. The results of the measurement (NRS) Numeric Rating Scale, namely 3 clients experienced moderate pain with scores of 5 and 4. Thus the authors conclude that the application of lavender oil therapy can reduce the pain scale in CRF patients undergoing hemodialysis.Discussion :The author uses the (NRS) Numeric Rating Scale to measure the client's pain scale after administering lavender oil.Recommendation :The use of the (NRS) Numeric Rating Scale as a measurement of a client's pain scale while undergoing hemodialysis is very effective, because it can assess the pain scale. It is expected to be able to develop a Numeric Rating Scale (NRS) instrument as a measure of the pain scale of CRF or Chronic Kidney Disease clients undergoing hemodialysis
PENERAPAN TERAPI BACK RUB MASSAGE PADA ANAK SULIT TIDUR DI RUANG ANAK RSUD DR. H YULIDDIN AWAY TAPAKTUAN (ACEH SELATAN)
Latar Belakang : Saat anak dirawat di rumah sakit anak biasanya merasa tidak nyamandikarenakan takut untuk beradaptasi dengan lingkungan rumah sakit, dan trauma yangdidapatkan dari tindakan-tindakan saat perawatan sehingga kadang anak menjadi waswasdansulittidur.Masalahtidurdapatmengganggupertumbuhananak,menyebabkanfungsi kekebalan tubuh rentan, dan mengganggu regulasi sistem endokrin.Tujuan : Mengetahui keefektifan dalam penerapan Back rub massage untuk mengurangisulit tidur pada anak, melakukan asuhan keperawatan untuk memenuhi kebutuhan tidurpada anak sulit tidur sehingga dapat memperbaiki pola tidur anak saat dihospitalisasi. Metode : Desain studi kasus dengan penelitian deskriptif berdasarkan kriteria inklusi daneklusi, jumlah responden 3 orang, observasi kualitas tidur menggunakan SDSC (SleepDisturbance Scare For Children), teknik Back rub massage dilakukan sebanyak 3 kalisehari pada jam 10-15 WIB dan dilakukan pada hari rawatan 2 - 4.Hasil Asuhan Keperawatan : Sebelum dilakukan tindakan Back rub massage dariketiga klien mengatakan sulit tidur dan didukung oleh hasil observasi anak menunjukkanadanya tanda-tanda sulit tidur seperti kongjutiva merah, sering menguap selain itu jugadidapatkan data hasil kuesioner pada An.Z menunjukkan hasil 10, An. I menunjukkanhasil 11, An. R menunjukan hasil 11 dan setelah dilakukan tindakan Back rub massagemenunjukkan adanya peningkatan tidur hal ini didukung oleh respon dari orang tua klien yang mengatakan anaknya sudah bisa tidur lebih nyenyak, dan dari hasil observasi menunjukkan tidak ada tanda-tanda sulit tidur serta hasil kuesioner menunjukan nilai nolyang artinya tidak ada kesulitan tidur Rekomendasi :tindakan Back rub message ini bisa diterapkan kepada anak sulit tidurselain menggunakan tindakan farmakolog