28611 research outputs found
Sort by
ANALISIS ASUHAN KEPERAWATAN PEMBERIAN TEKNIK RELAKSASI BENSON PADA IBU POST SECTIO CAESAREA DENGAN MASALAH NYERI AKUT DI RUMAH SAKIT ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH
EFEKTIFITAS SIMANTB (SISTEM INFORMASI PEMANTAUAN TB) BERBASIS ANDROID TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN TB PARU DI KABUPATEN ENDE NUSA TENGGARA TIMUR
Background: Tuberculosis (TB) is an infectious disease and becomes cause of death worldwide. One indicator of a TB control program is the success rate of treatment. Various factors are thought to hinder the success of TB treatment, including failure of therapy due to non-compliance as one of the main factors. Appropriate interventions are needed in monitoring and evaluating TB patient medication adherence using appropriate media that is easy to use and is accessible anytime and anywhere using mobile health technology.Objective: to analyze the effectiveness of SIMANTB based on android application on medication adherence in pulmonary TB patients.Methods: This research was a Research and Development (R&D) using a Pre-experimental design with a static group comparison approach conducted for 28 days (1 month). The sampling technique used was simple random sampling consisted of 30 respondents that were divided into two groups (intervention group and the control group). Research data was analyzed using Shapiro-Wilk and Mann-Whitney.Results: The SIMANTB application is very suitable for tuberculosis patients with a percentage of 93.06% and 93.75% for material eligibility. The use of SIMANTB based on android application shows that the application increases medication adherence in TB patients (p=0.004).Recommendation: The development of the Android-based SIMANTB application is expected to be a solution for health workers (doctors, nurses, TB officers) to support TB patients in monitoring and motivating their treatment so that they can increase the success rate of treatmen
PENERAPAN PIJAT BAYI TERHADAP PENURUNAN KADAR BILIRUBIN PADA BAYI DENGAN HIPERBILIRUBINEMIA DI RUANG NEONATAL RESIKO TINGGI RSDUP DR. KARIADI SEMARANG
Latar belakang : Hiperbilirubinemia merupakan salah satu kejadian yang sering terjadi pada bayi baru lahir. Jika tidak segera ditangani akan terjadi komplikasi kern ikterus. Prosedur penatalaksanaan hiperbilirubinemia di rumah sakit adalah fototerapi namun berpotensi menimbulkan efek samping. Terapi pijat bayi yang dilakukan dengan melibatkan orang tua sesuai konsep family centered care diharapkan mampu membantu menurunkan kadar bilirubin dan meningkatkan ekskresi bilirubin selama bayi mendapatkan fototerapi.Tujuan : Menganilisis penerapan terapi pijat bayi terhadap penurunan kadar bilirubin pada bayi hiperbilirubinemiaMetode : Analisis deskriptif yaitu studi kasus dengan jumlah subyek 3 bayi. Instrumen yang digunakan yaitu SPO pijat bayi. Terapi pijat bayi dilakukan 15-20 menit 2 kali sehari selama 2 hariHasil asuhan keperawatan : Hasil evaluasi evidence based nursing practice yang dilakukan pada ketiga klien kelolan yaitu terapi pijat bayi dapat disimpulkan efektif mampu membantu menurunkan kadar bilirubin serta frekuensi BAB mengalami peningkatan, warna feses kuning dan konsistensi lembekDiskusi : Pada studi kasus ini didapatkan 3 bayi mengalami peningkatan kadar bilirubin, warna feses pucat, dan diprogram fototerapi 1x24 jam kemudian diterapkan terapi pijat bayi yang memberikan efek secara biomekanikal, fisiologikal dan neurologikal diharapkan membantu menurunkan kadar bilirubin.Rekomendasi : Terapi pijat bayi mampu membantu menurunkan kadar bilirubin, diharapkan orang tua tetap melanjutkan terapi pijat bayi secara mandiri di ruma
ANALISIS PENERAPAN TEKNIK PROGRESSIVE MUSCLE RELAXATION UNTUK MENGATASI FATIGUE PADA PASIEN CHRONIC KIDNEY DISEASE (CKD) YANG MENJALANI HEMODIALISA
Latar belakang : Hemodialisa merupakan terapi yang diberikan pada pasien CKD dengan menggunakan alat dialyzer yang berfungsi sebagai filtrasi dan mengeluarkan zat sisa metabolisme tubuh. Fatigue merupakan efek samping yang dialami oleh banyak pasien yang menjalani dialysis jangka Panjang. Salah satu metode penanganan non farmakologi terhadap fatigue adalah progressive muscle relaxation (PMR). Tujuan : Studi kasus ini bertujuan untuk menganalisis inovatif keperawatan sebelum dan sesudah diberikan teknik Progressive Muscle Relaxation (PMR) terhadap tingkat fatigue pada pasien yang menjalani hemodialisaMetode : Jenis penelitian deskriptif dengan desain studi kasus (Care study). Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara (Interview) tersturuktur dengan menggunakan kuesioner FACIT fatigue scale. Intervensi PMR diberikan kepada 3 klien selama 15-20 menit, setiap klien mendapatkan intervensi PMR 2 kali dalam 1 minggu sesuai dengan jadwal hemodialisa. Hasil :. Hasil yang didapatkan bahwa sebelum diberikan intervensi PMR tingkat fatigue yang dialami 3 (Tiga) klien, yaitu Ny. N dan Ny. E mengalami fatigue sedang, lalu Ny. D mengalami fatigue berat. Sedangkan intervensi fatigue setelah pemberian PMR yaitu Ny. N dan Ny. E mengalami fatigue ringan dan Ny. D mengalami fatigue sedang. Maka dapat disimpulkan bahwa ada penurunan tingkat fatigue pada ketiga klien.Rekomendasi : Penerapan Progressive Muscle Relaxation sebagai intervensi untuk mengatasi fatigue pada pasien CKD yang menjalani hemodialisa sangat efektif. Karena, dapat menurunkan tingkat fatigue. diharapkan dapat mengembangkan instrument kuesioner FACIT fatigue scale sebagai alat ukur untuk menilai tingkat fatigue yang dialami pada pasien CKD saat menjalani hemodalis
HUBUNGAN PREEKLAMPSIA UMUR IBU DAN JENIS PERSALINAN DENGAN KEJADIAN PERDARAHAN POSTPARTUM DI RSUP DR.KARIADI SEMARANG
Jumlah kematian ibu maternal di Kota Semarang tahun 2021 sebanyak 21 kasus dari 22.030 kelahiran hidup atau sekitar 95,32/100.000 kelahiran hidup dengan penyebab kematian didominasi oleh perdarahan (14,29%), dan hipertensi (9,52%). Perdarahan postpartum disebabkan oleh empat faktor utama yang dikenal sebagai 4T, yaitu tone, trauma, tissue, dan thrombin. Penelitian dilakukan untuk mengetahui hubungan preeklampsia, umur ibu, dan jenis persalinan dengan kejadian perdarahan postpartum di RSUP Dr. Kariadi Semarang Tahun 2020-2022. Penelitian merupakan penelitian kuantitatif observasional analitik dengan retrospektif case control study. Penelitian dilakukan pada bulan Februari 2023 dengan total sampel adalah 100 sampel yang dibagi menjadi kelompok kasus (total sampling) dan kontrol (simple random sampling) dengan perbandingan jumlah 1:1 untuk tiap kelompok. Uji statistik menggunakan uji Chi-square dan Odds Ratio (OR).Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan preeklampsia dengan kejadian perdarahan postpartum (p-value=0,063; OR=0,347), terdapat hubungan antara umur ibu dengan kejadian perdarahan postpartum (p-value=0,011; OR=3,455), terdapat hubungan antara jenis persalinan dengan perdarahan postpartum (p-value=0,012; OR=2,923).Masyarakat dapat diharapkan berperan aktif dalam kegiatan kader posyandu dan pendampingan ANC. Tenaga Kesehatan dan institusi pendidikan juga perlu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan untuk membentuk tenaga kesehatan yang berkualitas melalui pelatihan yang bersertifikat
HUBUNGAN SANITASI DASAR RUMAH DAN KEPEMILIKAN JAMBAN DENGAN KEJADIAN DIARE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PURWOKERTO BARAT TAHUN 2023
Latar Belakang : Sanitasi dasar rumah yang buruk berisiko dalam penularan diare. Tahun 2022 kasus diare sebanyak 265 terdaftar dalam buku registrasi harian penyakit infeksi saluran pencernaan (PISP) di Puskesmas Purwokerto Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara sanitasi dasar rumah dan kepemilikan jamban dengan kejadian diare di wilayah kerja Puskesmas Purwokerto Barat. Metode : Variabel bebas adalah sarana air bersih, pengolahan air minum, saluran pembuangan air limbah, penanganan sampah dan kepemilikan jamban, serta variabel terikat berupa kejadian diare. Jenis penelitian observasional, pendekatan case control, dengan populasi dan sampel yang diteliti yaitu 60 sampel responden di wilayah kerja Puskesmas Purwokerto Barat dan 30 kasus yang terdaftar di buku PISP Puskesmas Purwokerto Barat. Hasil : Analisis uji Chi Square didapatkan variabel yang berhubungan dengan kejadian diare adalah sarana air bersih (p = 0.000 ; OR =11.000), penanganan sampah (p = 0.000 ; OR = 8.636) dan kepemilikan jamban (p = 0.001 ; OR = 21.455). Variabel yang tidak berhubungan dengan kejadian diare adalah pengolahan air minum (p = 1.000 ; OR = 2.034) dan saluran pembuangan air limbah (p = 0.496 ; OR = 1.800). Analisis uji Regresi Logistik Ganda didapatkan variabel berubungan yang dominan adalah sarana air bersih (p = 0.007 ; OR = 8.706). Simpulan : variabel berhubungan dengan kejadian diare adalah sarana air bersih, penanganan sampah dan kepemilikan jamban, variabel yang dominan adalah sarana air bersih. Saran : masyarakat menjaga kondisi sarana air bersih yang digunakan dengan melakukan perawatan sekitar sumur dan memperbaiki konstruksi sarana air bersih
KOMPARASI KADAR NITRAT AIR SUMUR GALI DEKAT SEPTICTANK DENGAN AIR SUMUR GALI DEKAT SUNGAI DI DESA KARANGANYAR KECAMATAN WADASLINTANG KABUPATEN WONOSOBO TAHUN 2023
Latar belakang pencemaran dalam perairan merupakan pencemaran paling berbahaya dan merupakan ancaman besar terhadap kehidupan makhluk hidup. Air yang digunakan untuk pengairan lahan pertanian di Jawa sekitar 85% mengandung nitrat dengan konsentrasi 54mg/L. Tujuan penelitian mengetahui komparasi kadar nitrat air sumur gali dekat septictank dan kadar nitrat air sumur gali dekat sungai di Desa Karanganyar Kecamatan Wadaslintang Kabupaten Wonosobo Tahun 2023. Metode Variabel bebas berupa sumur gali dekat sungai dan dekat septictank serta variabel terikat berupa kadar nitrat pada air sumur gali. Jenis penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 28 dengan masing-masing 14 sampel dekat septictank dan 14 sampel dekat sungai. Analisis data menggunakan uji Independent T Test. Hasil Kadar nitrat pada air sumur gali dekat septictank dengan kadar terendah 0,03 mg/L, kadar tertinggi 0,05 mg/L, dengan rata-rata kadar nitrat sebesar 0,04 mg/L. Kadar nitrat pada air sumur gali dekat sungai dengan kadar terendah 0,02 mg/L, kadar tertinggi 0,07 mg/L, dengan rata-rata kadar nitrat sebesar 0,047 mg/L. Uji statistik Independent T Test menunjukan nilai P > 0,05. Simpulan Tidak ada perbedaan kadar nitrat air sumur gali dekat septictank dengan air sumur gali dekat sungai. Saran melakukan pengurasan pada septictank dan melakukan pengolahan terlebih dahulu apabila air sumur gali digunakan sebagai sumber air minu
EFEKTIVITAS BERBAGAI MINYAK ATSIRI DI PASARAN SEBAGAI PENGUSIR NYAMUK AEDES AEGYPTI TAHUN 2023
Rerata kasus DBD ditemukan sebanyak 121.191 kasus setiap tahunnya dan saat ini CFR sebesar 0,69%. Pengendalian nyamuk dengan metode kimia yang umum dilakukan secara terus menerus akan berdampak buruk terhadap lingkungan, kesehatan manusia, dan dapat menyebabkan resistensi pada nyamuk. Penggantian bahan kimia yang ramah lingkungan dari tumbuhan seperti serai mengandung sitronela sebanyak 16,27% dan geraniol sebanyak 19,88%, selain serai tumbuhan lavender juga mengandung 35% alkohol berjenis linalool dan geraniol zat kimia lain seperti borneol dan kamfer serta bornil sebanyak 8-20% pada rosemary juga dapat menjadi bahan alami pengusir nyamuk. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan jenis penelitian True Experiment menggunakan desain The Posttest-Only Controlled Group Design. Jumlah nyamuk Aedes aegypti yang digunakan setiap perlakuan adalah 20 ekor, subjek penelitian dibagi menjadi 4 kelompok yaitu minyak atsiri serai wangi, lavender, rosemary dengan dosis 0,4 ppm dan kontrol sebanyak 3 kali replikasi. Pengamatan dilakukan selama 20 menit pada detik ke 30, menit ke- 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 15 dan 20. Hasil uji Anova Faktorial didapatkan nilai p ? 0,05, artinya terdapat perbedaan jumlah nyamuk Aedes aegypti yang terusir dari uap humidifier secara signifikan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah minyak atsiri serai wangi memiliki efektivitas yang lebih baik selama 20 menit pengamatan sebagai pengusir nyamuk Aedes aegypti
HUBUNGAN FAKTOR PRENATAL DAN INTRANATAL DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA NEONATORUM DI RST BHAKTI WIRA TAMTAMA SEMARANG
Indikator utama dalam menentukan kesehatan anak adalah angka kematian neonatal (AKN). Dari seluruh kematian neonatus, sebagian besar (79,1%) terjadi pada rentang usia 0-6 hari. Asfiksia menjadi penyebab pertama kematian neonatal di Kota Semarang. Asfiksia neonatorum merupakan suatu keadaan gagal nafas secara spontan dan terartur segera setelah lahir. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian observasional (tidak ada perlakuan yang diberikan) dan menggunakan pendekatan cross sectional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor prenatal dan intranatal dengan kejadian asfiksia neonatorum. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh bayi baru lahir di RST Bhakti Wira Tamtama Semarang periode Januari-Desember 2022. Metode pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel 295 data sekunder. Uji statistik menggunakan uji chi square.Hasil penelitian berdasarkan uji chi square menghasilkan nilai signifikansi usia ibu (? value=0,001), paritas (? value=0,001) PEB (? value=0,010), jenis persalinan (? value=0,001), KPD (? value=0,001), dan letak sungsang (? value=0,564). Simpulan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan antara usia ibu, paritas, PEB, jenis persalinan, dan KPD dengan kejadian asfiksia neonatorum, sedangkan letak sungsang terbukti tidak ada hubungan dengan kejadian asfiksia neonatorum.Dari hasil penelitian ini diharapkan ibu dapat membatasi kehamilan pada usia risiko tinggi dan ibu dengan paritas lebih dari 4 dengan mengikuti program keluarga berencana, kemudian menjaga kehamilan dengan ANC secara rutin untuk mengontrol tekanan darah ibu, mengurangi kemungkinan terjadinya KPD dan persalinan dengan tindakan. Sedangkan bagi tenaga kesehatan, diharapkan dapat digunakan sebagai bahan masukan dalam merencanakan dan melaksanakan promosi kesehatan mengenai faktor risiko asfiksia, sehingga dapat menurunkan angka terjadinya asfiksia pada bayi baru lahir
HUBUNGAN POLA ASUH DAN STIMULASI TERHADAP STATUS PERKEMBANGAN BALITA USIA 12-59 BULAN DI PUSKESMAS KARANGDORO KOTA SEMARANG
Permasalahan perkembangan balita dapat mengakibatkan terjadinya suatu penyimpangan yang berdampak pada turunnya kualitas kemampuan balita. Wilayah Puskesmas Karangdoro menduduki posisi tertinggi dengan masalah perkembangan balita terbanyak di Kota Semarang. Berdasarkan data Puskesmas Karangdoro bulan Januari-November 2022 sebanyak 101 balita mengalami gangguan masalah perkembangan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan pola asuh dan stimulasi terhadap status perkembangan balita usia 12-59 bulan di Puskesmas Karangdoro Kota Semarang.Penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional dengan populasi yaitu seluruh ibu yang memiliki balita usia 12-59 bulan di Wilayah Puskesmas Karangdoro Kota Semarang. Teknik pengambilan sampel menggunakan stratified random sampling sehingga di dapatkan sampel sejumlah 91. Pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner dan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP). Analisi data menggunakan koefisien kontingensi dan rank spearman.Hasil penelitian menunjukan karakteristik responden umur ibu dalam kategori dewasa sebanyak 63, pendidikan menengah 39, pekerjaan sebagai ibu rumah tangga 64, sosial ekonomi dalam kategori dibawah UMK 44 responden. Hasil analisis koefisien kontingensi menunjukan bahwa p-value 0,000, r=0,529 maka ada hubungan yang kuat antara pola asuh terhadap perkembangan balita usia 12-59 bulan. Hasil analisis rank speareman didapatkan bahwa p-value 0,000, r=0,896 maka ada hubungan yang sangat kuat antara stimulasi dengan status perkembangan balita usia 12-59 bulan di Puskesmas Karangdoro Kota Semarang.Berdasarkan penelitian ini diharapkan ibu dapat meningkatkan wawasan dan pengetahuan mengenai stimulasi terhadap perkembangan balita dan perlu upaya bersama tenaga kesehatan untuk memberikan pendidikan kesehatan mengenai perkembangan balita