28611 research outputs found
Sort by
ASUHAN KEPERAWATAN POST SECTIO CAESAREA PADA NY. D DENGANPOST PARTUM BLUES DENGAN MASALAH KOPING TIDAK EFEKTIFDI RUMAH SAKIT HARAPAN MAGELANG
Latar belakang : Post partum blues adalah gangguan psikologis yang menyertaisuatu persalinan ditandai dengan perasaan cemas, khawatir, sedih, murung,menyalahkan diri, tidak percaya diri akan kemampuan mengurus bayinya. Faktorpenyebab post partum blues terdiri dari faktor internal dan eksternal. Jika masalahtidak tertangani dengan segera, maka akan berlanjut menjadi post partum depresidan post partum syndrome. Tujuan karya tulis ilmiah ini adalah untukmenggambarkan pemberian asuhan keperawatan pada ibu post sectio caesareadengan post partum blues dengan masalah koping tidak efektif.Metode : Metode yang digunakan dalam asuhan keperawatan ini adalah metodedeskriptif dengan pendekatan studi kasus pada satu klien yaitu Ny. D, pasien postoperasi sectio caesarea dengan post partum blues dengan masalah koping tidakefektif di Rumah Sakit Harapan Magelang.Hasil : Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3x24 jam diperoleh hasilstatus koping pada klien meningkat sesuai dengan kriteria hasil.Simpulan : Masalah pada klien dapat teratasi setelah diberikan intervensikeperawatan dengan promosi koping, pemberian dukungan pengambilankeputusan, dan pendidkan kesehatan
TEKNIK DEEP BACK MASSAGE TERHADAP NYERI PERSALINAN KALA I DI BALAI KESEHATAN MASYARAKAT IBU DAN ANAK KARTINI
Nyeri kontraksi persalinan merupakan hal yang biasa dialami oleh ibu bersalin. Berbagai upaya dilakukan untuk mengurangi nyeri persalinan. . Salah satunya adalah massage dengan teknik deep back massage . Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah pengaruh teknik deep back massage terhadap pengurangan nyeri persalinan kala I Penelitian ini dilakukan di Balai Kesehatan Masyarakat Ibu dan Anak Kartini tahun 2023. Jenis dan desain penelitian adalah Quasi experiment dengan pendekatan one group pre test-post test with control group design. Sampel adalah semua ibu inpartu kala I yang mempunyai keluhan nyeri persalinan Pengambilan sampel menggunakan Accidental Sampling, jumlah sampel adalah 40 responden yang terdiri dari 20 responden kelompok kontrol diberi asuhan persalinan dan 20 responden kelompok perlakuan diberi teknik deep back massage. Hasil penelitian sesuai hasil uji statistik dengan menggunakan uji Paired T Test, didapatkan skor rata-rata (mean) nyeri persalinan kala I sebelum dilakukan teknik deep back massage adalah 7,25, sedangkan setelah dilakukan adalah 5,60, nilai signifikan p value = 0,000, oleh karena p value lebih kecil dari 0,050 maka H0 ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa teknik deep back massage berpengaruh terhadap pengurangan nyeri persalinan kala I di Balai Kesehatan Masyarakat Ibu dan Anak Kartini
PENGARUH GENDIS (GENCAR SENAM DISMENOREA) TERHADAP PENURUNAN NYERI MENSTRUASI SEBAGAI UPAYA SELF-CARE DISMENOREA PADA REMAJA
Latar belakang : Di Indonesia prevalensi dismenorea sebanyak 112.657 orang (69,35%), dimana 54,89% menderita dismenorea primer dan 9,36% menderita dismenorea sekunder (Meinawati & Malatuzzulfa, 2021). Dismenorea merupakan gangguan fisik pada saat menstruasi yang diakibatkan karena produksi hormonal tidak seimbang sehingga menyebabkan nyeri hebat dan kram yang parah pada daerah perut bawah dan pinggang (Nurwana et al., 2017). Salah satu cara untuk mengatasi dismenorea sebagai bentuk teknik relaksasi yaitu dengan senam dismenorea.Tujuan : Untuk Mengetahui pengaruh Gendis (Gencar Senam Dismenorea) terhadap penurunan nyeri menstruasi sebagai upaya self-care dismenorea pada remaja.Metode : Jenis penelitian ini quasy experimental dengan rancangan pre-post test control-group design. Populasi penelitian adalah santriwati di Pondok Pesantren Kyai Galang Sewu Kota Semarang berusia 20 - 24 tahun yang mengalami dismenorea dan dengan siklus menstruasi teratur. Teknik pengambilan sampel dengan total sampling sebanyak 54 santriwati yang kemudian dibagi menjadi 2 kelompok (kelompok eksperimen dan kontrol). Instrumen penelitian menggunakan pengukuran skala Numeric Rating Scale (NRS) dan Standar Operasional Prosedur (SOP) senam dismenorea. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat, yaitu uji Wilcoxon dan Mann-Whitney.Hasil penelitian : Ada pengaruh Gendis (Gencar Senam Dismenore) terhadap penurunan nyeri menstruasi sebagai upaya self-care dismenorea pada remaja (santriwati) dengan p value sebesar 0,002
LITERATURE REVIEW: FAKTOR EKSTERNAL YANG MEMPENGARUHI SISA MAKANAN PASIEN DI RUMAH SAKIT DITINJAU DARI ASPEK PENAMPILAN DAN RASA
Pada umumnya, sisa makanan pasien berkaitan dengan sistem produksi makanan sehingga dapat menjadi indikator bagi tingkat kualitas penyelenggaraan makanan di rumah sakit. Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa faktor eksternal yang paling mempengaruhi sisa makanan pasien berasal dari aspek penampilan dan rasa makanan. Hospital patient plate waste generally associates with food production system therefore it can be the main indicator of hospital food service system. The previous research conducted that the external factors affecting patient plate waste the most come from appearance and flavour aspect
POTENSI PENGGUNAAN GEL SARANG LEBAH (TRIGONA SP) DALAM PROSES PENYEMBUHAN PERIODONTITIS (PENELITIAN HEWAN COBA WISTAR)
Latar Belakang : Periodontitis merupakan penyakit lanjutan dari gingivitis yang tidak dirawat yang berakibat pada rusaknya jaringan periodontal yang meliputi gingiva, tulang alveolar dan sementum yang ditandai dengan pembentukan poket. Periodontitis dapat ditangani dengan memberikan terapi dengan pemberian obat-obatan antibiotika dan anti-inflamasi. Sarang lebah (Trigona Sp) memiliki kandungan flavonoid, asam fenolik dan esternya, yang berperan sebagai zat anti-inflamasi Tujuan : Untuk membuktikan bahwa gel sarang lebah (Trigona Sp) sebagai bahan alternatif berpengaruh terhadap perubahan kondisi klinis pada periodontitis di tikus wistarMetode : Jenis penelitian true eksperimen dan rancangan menggunakan posttest only with control group design. Terdiri dari kelompok intervensi gel sarang lebah (trigona sp) 10%, kelompok kontrol positif povidone iodine 10% dan aquades. Observasi dilakukan selama 7 hari. Variabel yang diteliti adalah inflamasi gingiva menggunakan gingival indeks dan poket periodontal. Hasil : Penelitian ini menunjukkan adanya perubahan inflamasi pada tikus wistar yang mengalami periodontitis, berdasarkan hasil uji tidak berpasangan kelompok gel sarang lebah (p=0.001), povidone iodine (p=0.002) dan aquades (p=0.003) memiliki perbedaan yang bermakna. Sedangkan untuk perubahan poket periodontal, berdasarkan hasil uji tidak berpasangan kelompok gel sarang lebah (p=0.009), povidone iodine (p=0.001) dan aquades (p=0.001) sehingga ada perbedaan yang bermakna pada masing-masing kelompok perlakuan.Simpulan : Pemberian gel ekstrak sarang lebah (Trigona Sp) 10% terbukti efektif dan berpengaruh terhadap perubahan kondisi klinis pada periodontitis di tikus wistar
PENERAPAN HEAD MASSAGE TERHADAP KEJADIAN HEMODIALYSIS RELATED HEADACHE PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DENGAN HEMODIALISIS DI RSD K.R.M.T WONGSONEGORO KOTA SEMARANG
Latar Belakang: Hemodialisis pada pasien GGK menimbulkan komplikasi terjadinya hemodialysis related headache (HRH) yang terjadi setelah jam kedua HD. Hal ini ditandai dengan keluhan nyeri kepala yang jika tidak diatasi berdampak pada fenomena serebrovaskular dan menurunkan kualitas hidup pasien. Terapi nonfarmakologi dengan head massage menggunakan minyak aromaterapi zaitun dapat menurunkan HRH.Tujuan: Menerapkan asuhan keperawatan dengan Head Massage terhadap kejadian HRH pada pasien GGK dengan HD sebagai bentuk implementasi terapeutik yang efektif.Metode: Kualitatif deskriptif pada 3 subjek GGK dengan HD. Instrumen menggunakan Numeric Rating Scale untuk mengukur HRH. Head massage dilakukan di awal jam kedua HD dan diulang awal jam ketiga HD selama 10 menit dalam 2 sesi HD.Hasil asuhan keperawatan: Masalah keperawatan yaitu nyeri akut berhubungan dengan agen pencedera fisik terkait efek prosedur HD. Intervensi yaitu head massage. Hasil evaluasi pasien pertama pada jam kedua HD skala nyeri menurun dari 4 (sedang) ke 3 (ringan) dan jam ketiga HD skala 2 (ringan). Pasien kedua pada jam kedua HD skala nyeri menurun dari 4 (sedang) ke 3 (ringan) dan jam ketiga HD skala 2 (ringan). Pasien ketiga pada jam kedua HD skala nyeri menurun dari 5 (sedang) ke 4 (sedang) dan jam ketiga sesi HD skala 3 (ringan).Diskusi: HRH dapat diatasi dengan melakukan head massage sebagai bentuk implementasi keperawatan terapeutik.Rekomendasi: Head massage mampu menurunkan HRH yang dapat diaplikasikan pada pasien GGK dengan dilaksanakan pada awal jam kedua dan jam ketiga sesi HD selama dua pertemuan. Head massage mudah dilakukan dan memberikan kenyamanan ketika menjalani HD
INOVASI HEATED ELECTRIC FOOT BATH BASIN UNTUK MENURUNKAN TEKANAN DARAH DAN MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP PADA PASIEN HIPERTENSI
Latar Belakang Penyakit Hipertensi merupakan pemicu mencapai 6, 7% dari populasi kematian pada seluruh usia di Indonesia . Berdasarkan data WHO (Word Health Organisation), saat ini terdapat sekitar 972 juta orang atau 26,4% orang di dunia menderita hipertensi, dan kemungkinan angka ini akan terus meningkat menjadi 29,2% pada tahun 2025. Penderita hipertensi berjumlah 972,333 juta jiwa berada di negara maju, sedangkan sisanya berjumlah 639 juta jiwa berada di negara berkembang, termasuk Indonesia Tujuan Mengembangkan Heated Electric Foot Bath Basin untuk menurunkan tekanan darah dan meningkatkan kualitas hidup pada pasien hipertensi. Metode jenis penelitian ini adalah R&D (Research and Development) . Adapun rancangan penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif, dengan menggunakan disain Quasi Experimental Design dengan rancangan pretest - posttest randomised control group design. Penelitian ini dilakukan bulan Mei sampai dengan Juni 2022 di Puskesmas Pageruyung Kabupaten Kendal. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode Stratifikasi Random sampling. Hasil Ada pengaruh Heated electric foot bath basin terhadap penurunan tekanan darah sistolik dari 157,67 menjadi 147, 17 mmHg ( p = 0,000), dan tekanan darah diastolik dari 93,10 menjadi 90,40 mmHg ( p =0,000) pada pasien hipertensi. Ada pengaruh Heated Electric Foot Bath Basin terhadap kualitas hidup pada pasien hipertensi, dimana pada kelompok intervensi memiliki kualitas hidup yang lebih baik dengan skor 53,03 (p = 0,005) dibandingkan dengan kelompok kontrol dengan skor 43,73 (p = 0,000 ) atau dengan kategori cukup. pasien sebesar 1,251 yang termasuk dalam large effect sizeKesimpulan melakukan rendanm kaki menggunakana Heated Electric Foot Bath Basin dengan memodifikasi alat dengan cara menambahkan alat ELCB dengan suhu 400 C selama 30 menit dapat menurunkan tekanan darah dan meningkatkan kualitas hidup pada pasien hipertensi dengan nilai efect size 1,251