GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir
Not a member yet
    236 research outputs found

    APLIKASI MESIN BERKAS ELEKTRON UNTUK PENGOLAHAN GAS BUANG

    Get PDF
    APLIKASI MESIN BERKAS ELEKTRON UNTUK PENGOLAHAN GAS BUANG. Emisi gas buang SO2 dan NOx keudara dari suatu aktivitas industri berat terutama dari pembakaran bahan bakar fosil seperti batubara dan minyak bumipada pembangkit listrik merupakan salah satu sumber utama polusi lingkungan. Polutan udara tersebut seringkaliberpindah tempat sampai ribuan kilometer dan menimbulkan masalah lingkungan di tempat lain, bahkan negara lain,oleh karena itu polusi udara tersebut menjadi masalah besar dunia. Pada saat ini beberapa negara telah menerapkanaturan pengendalian emisi yang lebih ketat untuk menyelesaikan masalah polusi udara. Pada saat ini pengolahan gasbuang dengan berkas elektron diketahui sebagai suatu metode pengendalian polusi yang menjanjikan denganbeberapa keunggulan antara lain dapat mengolah SO2 dan NOx secara serentak dengan tingkat efisiensi tinggi,merupakan proses kering, ramah lingkungan karena mengubah polutan menjadi pupuk pertanian dan lain sebagainya.Dalam makalah ini akan dibahas tentang Mesin Berkas Elektron dan aplikasinya untuk pengolahan gas buang PLTUbatubara

    KAJIAN SIFAT SERAP MINERAL MAGNETIT TERHADAP LIMBAH RADIOAKTIF URANIUM CAIR FASE AIR YANG DIGUNAKAN SEBAGAI BAHAN URUG

    Get PDF
    KAJIAN SIFAT SERAP MINERAL MAGNETIT TERHADAP LIMBAH RADIOAKTIF URANIUM CAIR FASA AIRYANG DIGUNAKAN SEBAGAI BAHAN URUG. Telah dilakukan percobaan penentuan kapasitas serap mineralmagnetit terhadap limbah uranium fase air. Percobaan ini dimaksudkan untuk mendapatkan data yang diperlukandalam suatu kegiatan penelitian bahan isi/urug pada penyimpanan limbah radioaktif. Percobaan dilakukan dengancara memvariasi ukuran butir mineral magnetit dan pH. Ukuran butir divariasi dari 10/20 – 100/120 mesh, sedangkanpH limbah divariasi dari 4 – 10. Dari hasil penelitian ini dapat ditarik kesimpulan yaitu hasil yang paling baik adalahmagnetit dengan ukuran butir 100/120 mesh, pH 7 mempunyai kecepatan perembesan 0,273 cm3/s, koefisienpermeabilitas 0,389 cm/s, porositas 17,21, faktor dekontaminasi 25,62, kapasitas serap 23,75 grek/g dan fraksiterserap 67,24 %

    PROGRAM KOMPUTER UNTUK MENGHITUNG AKTIVITAS CUPLIKAN SISTEM PENCACAH KAMAR PENGION MERLIN GERIN

    Get PDF
    PROGRAM KOMPUTER UNTUK MENGHITUNG AKTIVITAS CUPLIKAN SISTEM PENCACAH KAMAR PENGIONMERLIN GERIN. Telah disusun suatu program komputer untuk perhitungan aktivitas cuplikan sistem pencacahkamar pengion. Sistem pencacah kamar pengion Merlin Gerin yang digunakan laboratorium standardisasi bidangmetrologi radiasi P3KRBiN-BATAN, merupakan salah satu jenis peralatan ukur radiasi untuk pengukuran aktivitasberbagai macam radio nuklida. Untuk menampilkan data hasil pengukuran peralatan tersebut digunakan tampilandigital, tetapi pengambilan data hasil pengukurannya masih dilakukan secara manual sehingga ketelitian data yangdiperoleh sangat bergantung pada operatornya. Untuk meningkatkan kinerja sistem, telah dilakukan penambahanperangkat keras berupa komputer personal dan multimeter digital serta analisis, perancangan dan pembuatanprogram komputer. Komputer berfungsi pengambil data secara otomatis berdasarkan runtutan perintah yangdiberikan dan dilanjutkan dengan melakukan perhitungan menggunakan persamaan-persamaan yang telahditentukan dan yang terakhir melakukan pencetakan hasil. Program komputer dibuat menggunakan bahasapemrograman Delphi dan telah diuji coba langsung pada sistem. Perbandingan antara perhitungan oleh komputerdan perhitungan secara manual diperoleh hasil yang sama, sehingga dapat disimpulkan bahwa program komputertelah berfungsi sesuai dengan yang diharapkan dan unjuk kerja dari sistem pencacah telah dapat ditingkatkan

    PENGARUH KONSENTRASI BORON TERHADAP SIFAT LISTRIK LAPISAN TIPIS (a-Si:H:B)

    Get PDF
    PENGARUH KONSENTRASI BORON TERHADAP SIFAT LISTRIK LAPISAN TIPIS (a-Si:H:B). Telah dilakukan deposisibahan Si:B pada permukaan substrat kaca dengan teknik plasma sputtering DC. Deposisi dilakukan untuk beberapaparameter proses yang meliputi: waktu deposisi, tekanan gas dan suhu substrat dengan tujuan dapat diperolehlapisan tipis (a-Si:H:B) yang mempunyai konduktivitas yang memadai sebagai bahan sel surya. Target adalahbahan silikon yang telah dicampur boron dengan konsentrasi (0,1; 0,3; 0,5; 0,7) % berat. Variasi waktu deposisiadalah (0,5 - 2) jam, tekanan gas (1,1 ´ 10-1 - 1,4 ´ 10-1) Torr dan suhu substrat (150–300) oC, sedangkan gasreaktif hidrogen selama proses deposisi dibuat tetap sebesar 4 sccm. Pengukuran sifat listrik dilakukan denganprobe empat titik, konduktivitas dihitung dengan pendekatan rumus matematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwaresistansi terkecil sebesar R = 2,73 ´ 108 W, ini diperoleh pada kondisi percobaan, waktu deposisi 1,5 jam, tekanangas 1,4 ´ 10-1 Torr dan suhu substrat 200 oC. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa parameter proses di atasmerupakan parameter deposisi yang optimum untuk pembuatan lapisan tipis (a-Si:H:B)

    SEBARAN LOGAM BERAT DALAM IKAN, ALGAE, AIR DAN SEDIMEN LAUT DI SEMENANJUNG LEMAHABANG MURIA

    Get PDF
    SEBARAN LOGAM BERAT DALAM IKAN, ALGAE, AIR DAN SEDIMEN LAUT DI SEMENANJUNGLEMAHABANG MURIA. Telah dilakukan analisis logam berat pada ikan kerapu, algae, air dan sedimen laut darisemenanjung Muria Jepara dengan metoda analisis aktivasi neutron (AAN). Iradiasi cuplikan dilakukan selama 12jam dengan menggunakan fasilitas Lazy Susan dengan fluks neutron 0,585x1011 .n.cm-2.s-1. Pengukuran dilakukandengan cara komparatif untuk menghindari kesalahan karena parameter fluks netron. Dari hasil analisis terdapat 6unsur yang diperhatikan dengan menggunakan spektrometri gamma dengan detektor Ge(Li). Unsur-unsur tersebutyang terkandung dalam algae, ikan kerapu, air dan sedimen laut adalah Co, Sb, Sc, Fe, Cr dan Cd. Konsentrasiunsur yang tertinggi dalam sedimen adalah Fe = 65,625 ± 3,12 % dan unsur yang terendah adalah Co = 0,00256 ±0,00045 mg/g, konsentrasi yang ada di air laut. Metoda ini memberikan harga presisi dan akurasi relative < 10%untuk semua unsur

    PEMBUATAN ZIRKON TETRAKLORIDA DARI PASIR ZIRKON DENGAN PROSES KERING SECARA LANGSUNG

    Get PDF
    PEMBUATAN ZIRKON TETRAKLORIDA DARI PASIR ZIRKON DENGAN PROSES KERING SECARALANGSUNG. Logam zirkon diperlukan sebagai bahan struktur pada kelongsong bahan bakar reaktor nuklir, bejanatekan dan pipa maupun sebagai paduan logam zirkon yang mendukung industri nuklir dan nonnuklir. Pengolahanpasir zirkon dilakukan tiga tahapan proses yaitu tahap I : memisahkan antara unsur zirkonium dengan unsur silikon,diperoleh hasil ZrCl4 dan hasil samping SiCl4, tahap II : proses pemurnian ZrO2, dan tahap III : proses pembuatanlogam zirkon dari ZrO2. Pada tahap I ini ada dua proses yaitu proses basah dan proses kering. Pada proses keringada 3 cara, yaitu proses karbida, proses karbonitrit dan proses kering secara langsung. Dari ketiga cara proseskering tersebut ada perbedaan mendasar, yaitu tingkat suhu operasinya yang berakibat pada derajat konversiproses. Pada penelitian ini yang dilakukan adalah proses kering secara langsung karena suhunya paling rendah diantara proses kering lainnya. Metode yang digunakan dalam proses kering secara langsung ini adalah fixed bedchlorination. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh perbandingan pasir zirkon dengan karbon,pengaruh jumlah gas Cl2 dan pengaruh pembuatan umpan, terhadap konversi zirkon tetraklorida. Zirkon tetrakloridaadalah hasil antara dari pengolahan pasir zirkon menjadi zirkon ingot, yang dapat digunakan sebagai bahan dasarpembuatan ZrO2, dan atau logam zirkon. Sebagai bahan baku adalah pasir zirkon dengan kadar 45% berat Zr dankarbon dari calsined coke atau grafit, gas Cl2 serta sukrosa sebagai binder. Pasir zirkon dan karbon terlebih duludibentuk briket, baru kemudian dilakukan klorinasi pada suhu 950 oC dengan waktu 15 menit, tekanan 74 mmHg.Hasil klorinasi adalah ZrCl4 dan SiCl4. Dari penelitian ini diperoleh perbandingan berat umpan pasir zirkon : karbon :sukrosa adalah 73 : 22 : 5% berat, tekanan pembriketan 18 kN, kecepatan alir gas Cl2 4,4 l/menit, diperoleh konversiklorinasi sebesar 17%

    EVALUASI KADAR LOGAM BERAT DAN PESTISIDA PADA SAMPEL AIR SUNGAI BRIBIN GUNUNG KIDUL FUNGSI WAKTU DAN LOKASI SAMPLING (BAGIAN I)

    Get PDF
    EVALUASI KADAR LOGAM BERAT DAN PESTISIDA PADA SAMPEL AIR SUNGAI BRIBIN GUNUNG KIDULFUNGSI WAKTU DAN LOKASI SAMPLING (BAGIAN I). Telah dilakukan penentuan kandungan logam berat Ca,Mg, Mn, Fe, Hg, Cd, Cr, Co, senyawa karbofuran dan DDT dalam air dan sedimen di sungai bawah tanah BribinGunungkidul. Sampling dilakukan pada bulan Maret dan September 2004 di dua lokasi secara grab sample.Penentuan logam berat dengan metode Aktivasi Neutron (AAN), penentuan senyawa DDT dengan metodekromatogafi gas (GC) dan senyawa karbofuran dengan kromatografi cair kinerja tinggi (HPLC). Hasil analisis yangdiperoleh, sampel air mengandung logam Ca, Mg, Mn, Fe dan Hg, serta karbofuran. Sampel sedimen terdeteksiunsur-unsur Ca, Mg, Mn, Fe, Hg, Cd, Cr, Co dan senyawa karbofuran. Senyawa DDT tidak terdeteksi dalam airmaupun sedimen. Hasil perhitungan kadar beberapa unsur dan pestisida yang terdapat dalam sampel ditunjukkanpada musim penghujan lebih kecil musim kemarau untuk sampel air dan sebaliknya untuk sedimen, sedangpengaruh lokasi sampling tidak signifikan. Hasil analisis sampel air akan dibandingkan dengan baku mutu Air Gol Bpada SK Gub.DIY/1991 dan SK Keputusan MENKES RI Nomor 907/2002

    ANALISIS KESELAMATAN REAKTOR KARTINI BERDASAR KEJADIAN PEMICU YANG DIPOSTULASIKAN

    Get PDF
    ANALISIS KESELAMATAN REAKTOR KARTINI BERDASAR KEJADIAN PEMICU YANG DIPOSTULASIKAN.Berdasarkan analisis kejadian pemicu yang dipostulasikan maka ada 8 kejadian yang dipostulasikan (PostulatedInitiating Event) : seperti kehilangan catu daya listrik, kegagalan sistem scram, kehilangan aliran pendingin,kehilangan pendingin, kegagalan transfer cask, kejadian internal/eksternal dan kesalahan manusia. Dari 8 kejadiantersebut, hanya satu kejadian yang menyebabkan terlepasnya bahan radioaktif dari seluruh sistem bahan bakar kelingkungan yaitu kejadian gagalnya sistem pemindah bahan bakar (transfer cask). Urutan kejadiannya adalahtransfer cask jatuh di atas teras reaktor dan mengakibatkan seluruh kelongsong bahan bakar pecah lalu diikutidengan hilangya seluruh air tangki reaktor sehingga seluruh inti hasil belah gas yang ada di celah bahan bakar lepaske lingkungan. Analisis terlepasnya bahan radioaktif ke lingkungan menggunakan paket program dengan bahasaTurbo Pascal dan lama eksekusi 5 menit. Dari hasil analisis diperoleh bahwa dosis radiasi gamma yang diterimaoleh penduduk pada saat 2 jam setelah terjadi kecelakaan pada radius 33 meter adalah 25 rem dan dosis iodinadalah 300 rem berarti proses evakuasi sangat sederhana karena tidak melibatkan penduduk di sekitar kawasanP3TM

    KAJIAN PEMANFAATAN SLUDGE IPAL KOTA JOGJAKARTA SEBAGAI PUPUK ORGANIK YANG RAMAH LINGKUNGAN

    Get PDF
    KAJIAN PEMANFAATAN SLUDGE IPAL KOTA JOGJAKARTA SEBAGAI PUPUK ORGANIK YANG RAMAHLINGKUNGAN. Telah dilakukan pengkajian kemungkinan pemanfaatan sludge IPAL kota Yogyakarta sebagai pupukorganik ditinjau dari berbagai aspek antara lain kandungan unsur nutrien tanaman, logam berat dan dilakukan upayauntuk mematikan mikroba patogennya. Hasil pengkajian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahanpertimbangan untuk menganalisis dampak penggunaan sludge tersebut sebagai pupuk. Sampel sludge diambil dariInstalasi Pengolahan Air Limbah Kota Jogjakarta yang berlokasi di Bantul. Sampel sludge dikeringkan pada suhukamar, dihaluskan dan ditimbang sesuai keperluan jenis analisisnya. Untuk analisis unsur makro dilakukan denganmetode Analisis Pengaktifan Netron Cepat (APNC), sedangkan unsur mikro menggunakan Analisa PengaktifanNetron (APN). Pencacahan cuplikan menggunakan spektrometer gamma dengan detektor Ge(Li). Analisis logamberat Pb, Cd dan Hg dilakukan menggunakan AAS, sedangkan Sm, Th, Sb, Cr dan Co menggunakan APN.Sedangkan upaya untuk mematikan mikroba patogen dilakukan dengan irradiasi sampel menggunakan irradiatorCo-60 dengan variasi dosis 5, 10, 15, 20 dan 25 kGy. Pengamatan mikrobiologis dilakukan di LaboratoriumMikrobiologi, Fakultas Biologi UGM yang meliputi , bakteria total, Escheria coli, Streptococcus dan Salmonella. Darihasil analisis dapat diketahui bahwa kandungan unsur hara makro rerata yaitu N sebesar 4,10 ± 0,007 ppm, Psebesar 640,51 ± 14,34 ppm dan K sebesar 3,04 ± 0,06 ppm, sedangkan unsur mikro yang meliputi unsur Mg =79,31 ± 6,48 ppm, Zn = 599,8 ± 42,2 ppm, Cu = 16,13 ± 0,4 ppm, Ca = 117,6 ± 9,20 ppm dan Fe = 4,35 ± 0,18 %.Sedangkan kisaran kandungan logam berat yang meliputi Pb = 73,27 – 125,65 ppm, Cd = 1,44 – 2,59 ppm, Hg tidakterdeteksi. Selain itu, Sm = 0,04 –18,68 ppm, Th = 2,20 – 6,37 ppm; Sb = 1,06 – 76,37 ppm, Cr = 1,94 – 51,40 ppmdan Co = 0,57 – 84,03 ppm. Adapun populasi bakteri yang terbesar adalah Salmonella sp, kemudian Streptococcusdan yang terakhir Escheria coli. Dari hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa sludge IPAL kota Yogyakartadapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik dengan perlakuan khusus agar unsur Cu, Fe dan Zn tidak melebihi nilaikritis sehingga menghambat pertumbuhan tanaman, sedangkan kandungan berbagai logam berat masih dinilaicukup aman. Adapun dosis efektif untuk menekan populasi bateri total adalah 25 kGy, sedangkan untuk Salmonellasp sebesar 20 kGy dan Escheria coli adalah 15 kGy. Kandungan logam berat di dalam sludge yang tertinggi adalahtimbal (Pb) yaitu sebesar 125,65 pp

    SIMULASI PERJALANAN AMPLOP BERKAS AKSELERATOR ION ENERGI MEDIUM

    Get PDF
    SIMULASI PERJALANAN AMPLOP BERKAS AKSELERATOR ION ENERGI MEDIUM. Telah dilakukan simulasitranspor berkas ion energi menengah (tandem) dengan program partikel berkas optik laboratory versi 1.1.1. Berkasion yang dipercepat adalah ion hidrogen dan nitrogen, ke luar dari sumber ion SNICS dengan inisial jejari ke arah Xdan Y masing-masing 1 cm dan sudut emitansi ke arah horisontal dan vertikal masing-masing 16,4 p mm mRad.Simulasi dilakukan dua kali yaitu pada pemercepat energi rendah untuk ion negatif dan pada pemercepat energimenengah untuk ion positif. Untuk membatasi jejari amplop berkas pada hasil simulasi energi rendah digunakanprogram fitting dengan empat buah lensa einzel, dua buah magnet pembelok dan sebuah kuadrupol elektrostatis.Untuk lensa einzel pertama diperoleh panjang fokus 70 cm, medan magnet pembelok 3,378 kG, sudut pembelokan300, Untuk lensa einzel kedua diperoleh panjang fokus 24 cm, pembelokan beam dengan sudut 900, diperolehmedan magnet pembelok 3,89 kG dan diperoleh jejari kelengkungan 0,457 m. Setelah keluar, masuk lensa einzeldengan panjang fokus 30cm dan difokuskan oleh kuadrupol listrik dengan koefisien kuadrupol 54,25 dan –89,51 danpanjang elektroda 0,07m. Sebelum masuk ke tabung pemercepat, dilewatkan lensa einzel dengan panjang fokus26 cm. Untuk mempercepat ion positif pada simulasi transport berkas pada energi medium digunakan tabungakselerator dengan tegangan pemercepat –15 MV, kemudian berkas elektron dilewatkan pada magnet pembelokdan magnet kuadrupol. Traspor berkas dengan metode fitting mendapatkan pembelok magnet 150 dan kuat medanmagnet 3,997 kG. Sedangkan pada panjang elektrode kuadrupol magnet doblet 0,14 m didapatkan kuat medanmagnet 3,2 kG dan –3,4 kG

    221

    full texts

    236

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇