GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir
Not a member yet
    236 research outputs found

    DESAIN KOLIMATOR TIPE TABUNG UNTUK PENYEDIAAN BERKAS RADIOGRAFI DENGAN SUMBER GENERATOR NETRON

    Get PDF
    DESAIN KOLIMATOR TIPE TABUNG UNTUK PENYEDIAAN BERKAS RADIOGRAFI DENGAN SUMBERGENERATOR NETRON. Telah dilakukan desain kolimator untuk penyediaan berkas radiografi netron dengansumber generator netron. Kolimator ini berguna untuk mendapatkan fluks netron termal yang optimal dengan pengotorradiasi (netron epitermal dan gamma) yang sekecil-kecilnya. Proses desain dilakukan dengan melakukan simulasimenggunakan Monte Carlo N-Particle (MCNP) code untuk menghitung tally berupa fluks netron dan laju dosisekuivalen. Desain kolimator yang dipilih adalah jenis tabung yang tersusun dari material moderator parafin, reflektorgrafit, dan kolimator wall alumunium. Parameter optimasi desain adalah panjang kolimator 4 - 8 cm, dengan interval 1cm, jenis bahan moderator (parafin, grafit, berilium, dan air), jenis beam filter adalah timbal, dan material apertureadalah boron atau kadmium. Kriteria penerimaan adalah fluks netron termal 103 - 106 n.cm-2.s-1, n/γ ratio > 106n.cm-2.mR-1 dan Cd ratio > 2. Untuk keselamatan lingkungan digunakan parafin sebagai biological shielding dan timbalsebagai casing. Dari hasil perhitungan optimasi desain dapat diperoleh bahwa kolimator dengan sumber generatornuetron menghasilkan keluaran fluks netron termal 4.67 + 0.5981 x 103 n.cm-2.s-1, rasio netron-gamma (n/γ) ≥ (1.56 +0,000111).106 n.cm–2 mR-1 dan laju dosis ekuivalen pada jarak 10 cm dari permukaan fasilitas adalah 0,0378 - 0,0521mR/jam

    PEMISAHAN Ce DAN Nd MENGGUNAKAN RESIN DOWEX 50W-X8 MELALUI PROSES PERTUKARAN ION

    Get PDF
    PEMISAHAN Ce DAN Nd MENGGUNAKAN RESIN DOWEX 50W-X8 MELALUI PROSES PERTUKARAN ION.Telah dilakukan penelitian pemisahan Ce dan Nd menggunakan kolom penukar ion yang berisi resin Dowex 50W-X8ukuran 100 – 200 mesh dan eluen EDTA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberhasilan proses pemisahanCe dan Nd menggunakan kolom penukar ion. Pemisahan ini dilakukan dengan menggunakan kolom gelasberdiameter 0,4 cm, panjang 95 cm, umpan campuran Ce dan Nd pada pada kecepatan alir EDTA 0,05 ml/menit. Eluatditampung secara fraksional setiap 5 ml kemudian dianalisis menggunakan spektrometer pendar sinar-X. Dari hasilpenelitian diperoleh nilai kapasitas resin Dowex 50W-X8 = 5,28 mgrek/g, resolusi Ce-Nd = 1,47, dan faktor pemisahanCe-Nd = 5,16 pada perbandingan umpan Ce dan Nd = 20 : 1

    LAPISAN TIPIS ZnO SUSUNAN LARIK SEBAGAI SENSOR GAS

    Get PDF
    LAPISAN TIPIS ZnO SUSUNAN LARIK SEBAGAI SENSOR GAS. Telah dibuat sensor gas dari bahan lapisan tipisZnO dengan sistem larik menggunakan teknik D-C sputtering. Tujuan dari pembuatan sistem larik ini adalah untukmenyederhanakan sistem, memperkecil konsumsi daya dan untuk memperkecil tahanan lapisan tipis yang terbentuk.Untuk maksud tersebut sistem pemanas dibuat dari lapisan tipis emas dengan sistem larik dan ditumbuhkan padasalah satu sisi substrat alumina (Al2O3), sedangkan sistem elektroda dari lapisan tipis emas juga dalam bentuk sistemlarik ditumbuhkan pada sisi yang lainnya. Selanjutnya lapisan tipis ZnO ditumbuhkan di atas elektroda menggunakanteknik sputtering. Dari hasil pengujian sistem pemanas dari tegangan baterai 1,5 volt hingga 9 volt diperoleh hasiltemperatur sebesar 295 0C yang merupakan temperatur operasi sensor dicapai pada tegangan 4,5 volt, sedangkanuntuk tegangan pemanas 9 volt, lapisan tipis pemanas mengelupas (rusak). Dari pengujian respon sensor untukberbagai gas uji juga diperoleh hasil bahwa dengan sistem larik ternyata resistansinya juga semakin kecil, sebagaicontoh resistansi untuk sistem satu larik sebesar 150 MΩ sedangkan resistansi untuk sistem 3 larik sebesar 39 MΩ.Berdasar uji sensitivitas sensor juga diperoleh hasil bahwa dengan jumlah larik yang lebih banyak ternyata sensorlebih sensitif. Dari hasil analisis struktur mikro menggunakan SEM teramati bahwa lapisan tipis ZnO yang terbentukterdistribuasi secara merata pada permukaan substrat sedang ketebalan lapisan tipis dalam order 1,4 μm. Darianalisa unsur menggunakan EDX teramati bahwa lapisan yang terbentuk betul-betul senyawa ZnO dengan komposisiZn = 80, 34 % massa dan O = 19,66 % massa. Dari analisa struktur kristal menggunakan XRD teramati bahwa lapisantipis ZnO yang terbentuk merupakan polikristal dengan bidang-bidang kristal (110), (022), (101), (141), (211), (002)dan (301

    RANCANGAN SISTEM PENYEMPROT PLASMA UNTUK PEMBUATAN SEL BAHAN BAKAR OKSIDA PADAT : STUDI PEMANASAN PARTIKEL YSZ DALAM PLASMA JET

    Get PDF
    RANCANGAN SISTEM PENYEMPROT PLASMA UNTUK PEMBUATAN SEL BAHAN BAKAR OKSIDA PADAT: STUDI PEMANASAN PARTIKEL YSZ DALAM PLASMA JET. Salah satu metode pembuatan elektrolit YSZ padaSOFC adalah dengan penyemprot plasma. Sistem ini memanaskan partikel sehingga meleleh dan mendorong partikeltersebut sampai di target dan membentuk lapisan. Makalah ini menyajikan studi pemanasan partikel YSZ dalamplasma jet. Dengan model sederhana dapat ditunjukkan waktu yang diperlukan untuk melelehkan serbuk partikel YSZdengan ukuran butir 50 μm sekitar 12.10-4 detik

    KAJIAN PEMANFAATAN MINERAL LOKAL (BENTONIT, KAOLIN DAN FELDSPAR) UNTUK PENGUNGKUNGAN RADIONUKLIDA URANIUM DALAM LIMBAH LUMPUR

    No full text
    KAJIAN PEMANFAATAN MINERAL LOKAL (BENTONIT, KAOLIN DAN FELDSPAR) UNTUK UNTUKPENGUNGKUNGAN RADIONUKLIDA URANIUM DALAM LIMBAH LUMPUR. Telah dilakukan penelitian untukmengkaji keefektifan campuran bentonit, kaolin, feldspar, dalam pengungkungan limbah lumpur. Secara eksperimentalpenelitian merupakan studi awal pemakaian bentonit, koalin, feldspar sebagai bahan aditif pengungkungan limbahlumpur. Percobaan dilakukan dengan mencampurkan limbah lumpur (2,5; 5; 7,5; 10; 12,5 dan 15 %) dari berat totaladonan limbah lumpur dengan bentonit, kaolin, feldspar, dan dilakukan pemanasan pada suhu 800, 900 dan 1000 oC.Pada kondisi proses tersebut fraksi uranium yang terkungkung dapat dipertahankan pada harga uji tekan dan uji lindiyang masih memenuhi standart aman (baku mutu) air limbah. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa denganpenambahan bentonit, kaolin, dan feldspar sebagai aditif dalam pembentukan monolit blok akan mengurangi kadarpelindian limbah lumpur dalam media pelindian

    KARAKTERISASI SIFAT OPTIK LAPISAN TIPIS a-Si:H:B UNTUK BAHAN SEL SURYA

    Get PDF
    KARAKTERISASI SIFAT OPTIK LAPISAN TIPIS a-Si:H:B UNTUK BAHAN SEL SURYA. Telah dideposisikanlapisan tipis a-Si:H:B pada substrat kaca dengan menggunakan teknik plasma sputtering DC. Deposisi dilakukanuntuk beberapa parameter proses yang meliputi: waktu deposisi, tekanan gas dan suhu substrat dengan tujuan dapatdiperoleh beberapa lapisan tipis a-Si:H:B yang mempunyai sifat optik yang sesuai untuk bahan sel surya. Variasiwaktu deposisi (0,5 s/d 2 jam), tekanan gas (1,1 s.d 1,4×10-1 torr) dan suhu substrat (150 s.d 300 oC), sedangkanaliran gas reaktif hidrogen ditetapkan sebesar 4 sccm. Target dari bahan silikon yang telah dicampur boron dengankonsentrasi (0,1, 0,3, 0,50, 0,7) % berat. Dari analisa sifat optik menggunakan spektrofotometer UV-Vis diperolehtransmitansi optik maksimum 47 % yang diperoleh pada panjang gelombang 700 nm. Koefisien serapan dan lebarenergi gap untuk lapisan tipis a-Si:H:B masing-masing sebesar 3,49×104 m-1 dan 1,77 eV

    PEMBUATAN LAPISAN TIPIS SnO2 DENGAN METODE SPUTTERING DC UNTUK SENSOR GAS CO

    Get PDF
    PEMBUATAN LAPISAN TIPIS SnO2 DENGAN METODE SPUTTERING DC UNTUK SENSOR GAS CO. Telahdilakukan pembuatan lapisan tipis SnO2 dengan metode sputtering DC untuk gas CO. Pembuatan lapisan tipis SnO2dilakukan dengan parameter sputtering pada tegangan elektroda 2 kV, arus 10 mA, tekanan vakum 5 × 10-2 torr, waktudeposisi 30 menit, 60 menit dan 120 menit pada suhu substrat 250 0C, sedangkan gas sputtering adalah gas argon.Hasil eksperimen menunjukkan bahwa lapisan tipis SnO2 yang dideposisi dengan parameter sputtering : tegangan 2kV, arus 10 mA, tekanan 5 × 10-2 Torr, waktu 120 menit dan suhu 250 °C mempunyai sensitivitas optimun 23 % untukmendeteksi gas CO pada konsentrasi 106,25 ppm. Kemudian dari hasil analisis unsur lapisan SnO2 pada kondisioptimum menggunakan SEM–EDS diperoleh Sn sebesar 31,73%, O sebesar 67,37 % atom

    STUDI OPERASI RESIN PENUKAR ION DALAM SISTEM PURIFIKASI AIR PRIMER PWR

    Get PDF
    STUDI OPERASI RESIN PENUKAR ION DALAM SISTEM PURIFIKASI AIR PRIMER PWR. Telah dilakukan studioperasi resin penukar ion dalam sistem purifikasi air primer PWR. Air pendingin reaktor yang pada awalnya sesuaidengan persyaratan setelah pengoperasian reaktor sering kualitasnya berubah, sehingga harus dimurnikan. Unsurunsurpengotor dalam air primer PWR diidentifikasi sebagai penyebab pengotor seperti korosi, pelepasan produk fisi(Cs137, Sr90, Co60,C14, Tc99), dan pelepasan kembali unsur oleh resin penukar ion. Air yang sudah tidak sesuai denganpersyaratan reaktor kemudian dilakukan pemurnian mengunakan resin penukar ion. Resin-resin ini digunakan untukmenghilangkan kotoran yang tidak diinginkan, seperti material-material radioaktif atau pencemaran yang lain yangdapat secara potensial merugikan peralatan atau merusak bahan bakar reaktor. Resin-resin penukar ion yangdirekomendasikan digunakan dalam reaktor PWR (komersial) untuk purifikasi adalah sebagai berikut: penukarpenukarkation : Resin IRC-50, Resin 200-H, dan Resin 650-C, penukar-penukar anion : Resin A-550 dan Resin 900-OH, dan penukar campuran : Resin 21H (ECODEX P-202-H). Resin penukar ion tersebut adalah termasuk polimerorganik sintetis yang mempunyai matriks/network yang berupa polistiren (PS) dan pengikat silangnya divinil benzen(DVB). Resin polistiren – divinilbenzen (PSDVB) mempunyai sifat-sifat yang menguntungkan sebagai penukar ionseperti kapasitas penukaran yang baik, selektif, ukuran partikel dengan ukuran tertentu, kestabilan resin tinggi padaberbagai pH, laju pertukaran ion yang cepat, dan limbah yang dihasilkan relatif kecil

    PENENTUAN KADAR Cu, Fe, Zn DALAM TANAH, TANAMAN TEH, DAUN TEH DAN MINUMAN TEH

    Get PDF
    PENENTUAN KADAR Cu, Fe, Zn DALAM TANAH, TANAMAN TEH, DAUN TEH DAN MINUMAN TEH. Salah satupenyebab kerusakan kualitas tanah adalah terjadinya pencemaran Cu Fe danZn sehingga langsung maupun tidaklangsung dapat menimbulkan pencemaran tanaman yang tumbuh diatasnya antara lain tanaman teh yang selama inidigunakan masyarakat secara luas sebagai bahan pembuatan minuman teh. Pengambilan sampel tanah, akartanaman teh, daun teh, dan minuman teh dilakukan pada bulan Juni 2005 di kecamatan Keparakan, Temanggung,Jawa Tengah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar Cu Fe dan Zn di dalam tanah , akar tanamanteh, daun teh serta minuman teh. Penelitian dilakukan dengan cara sampel didigesti dengan asam nitrat pekat sampaidiperoleh larutan yang jernih kemudian diencerkan dengan akuabides sampai 10 ml. Penentuan kadar unsur Cu, Fe,dan Zn menggunakan alat AAS. Diperoleh hasil kadar rata rata Cu Fe dan Zn di dalamtanah dalam 0,155 ± 0,005ppm, 127,16 ± 2,65 ppm, dan 0,68 ± 0,02 ppm, di dalam tanah luar 0,355 ± 0,025 ppm, 360,59 ± 13,17 ppm dan 0,78± 0.01 ppm, di dalam akar tanaman teh 0,241 ± 0,098 ppm, 13,16 ± 1,34 ppm dan 2,64 ± 0,06 ppm, di dalam daun teh0,211 ± 0,013 ppm, 3,35 ± 0,886 ppm, dan 0,795 ± 0,016 ppm serta di dalam minuman teh 0,142 ± 0,086 ppm, 6,11 ±0,35 ppm dan 0,66 ± 0,02 ppm

    KAJIAN PENGGUNAAN OKSIDAN OZON PADA PENGOLAHAN LIMBAH CAIR INDUSTRI UDANG

    Get PDF
    KAJIAN PENGGUNAAN OKSIDAN OZON PADA PENGOLAHAN LIMBAH CAIR INDUSTRI UDANG. Telahdilakukan kajian penggunaan ozon pada pengolahan limbah cair industri udang. Tujuan penelitian ini adalah mengkajipengaruh penggunaan oksidan ozon untuk menurunkan BOD, COD dan TSS dalam limbah cair industri udang.Volume limbah untuk setiap perlakuan sebanyak 500 ml, diozonisasi selama 10 menit, dengan variasi pH limbah : 7, 8,9, 10 dan 11 dengan cara pemberian kapur tohor. Dengan pH yang optimal kemudian digunakan untuk perlakuanberikutnya, yaitu variasi waktu pemberian ozon : 0, 5, 10, 15, 20, dan 25 menit. Dari percobaan diperoleh data bahwakondisi yang optimal adalah pada pH = 9 dan waktu ozonisasi 20 menit. Pada kondisi ini diperoleh kadar ketigapencemar sebagai berikut : BOD = 41 mg/l, COD = 54 mg/l, dan TSS = 25 mg/l. Ketiga parameter pencemar tersebutsudah memenuhi ketentuan standat baku mutu limbah cair industri udang menurut Keputusan Menteri NegaraLingkungan Hidup No. Kep. 51/MENLH/10/1995 dan Keputusan Gubenur DIY No. Kep. 281/KPTS/ 1998, sebagaipersyaratan limbah golongan III

    221

    full texts

    236

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇