GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir
Not a member yet
236 research outputs found
Sort by
STUDI STATUS TEKNIK PENGAYAAN D2O
Telah dilakukan studi status teknik pengayaan air berat baik yang telah dilakukan di Indonesia maupun di dunia.Proses pembuatan air berat yang sudah diteliti meliputi distilasi air, distilasi hidrogen, pemisahan dengan laser,elektrolisa dan pertukaran isotop. Pertukaran isotop sendiri dapat menggunakan pasangan bahan kimia seperti airhidrogensulfit, ammonium-hidrogen, aminomethan-hidrogen, dan air- hidrogen. Untuk proses pertukaran isotop adayang dijalankan pada satu panas (mono thermal) atau dua panas (bithermal). Negara produsen terbesar air beratadalah Kanada. Negara-negara yang sudah mempunyai pabrik air berat adalah Amerika Serikat, Norwegia danIndia. Proses yang banyak digunakan untuk produksi air berat adalah pertukatan isotop Girdler-Sulphide (G-S),distilasi dan elektrolisa, yang masing-masing mempunyai kekurangan dan keunggulannya sendiri. Penelitian yangsudah dilaksanakan di Batan Yogyakarta bertujuan untuk melihat karakteristik pemisahan air berat, meliputi distilasi,eletrolisa dan pertukaran isotop. Beberapa peratalan sudah berdiri adalah distilasi 3 buah dengan kolom pirek tinggi2 m, stainless steel tinggi 3 m dan baja 6 m. Peralatan elektrolisa yang ada adalah 50 buah sel elektrolisa, dan unitpertukaran isotop dengan katalisator Ni-Cr2O3 dan Pt-Carbon. Peralatan tersebut dalam keadaan yang belum siapdioperasika
UJI FUNGSI SISTEM NITRIDASI ION UNTUK PERLAKUAN PERMUKAAN
UJI FUNGSI SISTEM NITRIDASI ION UNTUK PERLAKUAN PERMUKAAN. Telah dilakukan uji fungsi sistemnitridasi ion untuk perlakuan permukaan. Uji fungsi bertujuan untuk mengetahui kinerja sistem nitridasi ion yang telahdirancang bangun untuk meningkatkan kekerasan permukaan logam. Dalam uji fungsi dilakukan uji kevakuman,penggunaan sistem nitridasi ion untuk nitridasi cuplikan (baja poros) dan karakterisasi cuplikan hasil nitridasi. Hasil ujikevakuman menunjukkan bahwa kevakuman dengan tabung reaktor plasma dan tanpa tabung reaktor plasma tidakmenunjukkan perbedaan yang signifikan yaitu 3,7 x 10-2 mbar dan 3 x 10-2 mbar sehingga kebocoran yang terjadicukup kecil. Uji penggunaan sistem nitridasi ion menunjukkan bahwa: nitridasi dengan campuran gas N2 dan H2 dapatmengoptimalkan proses nitridasi sehingga diperoleh kekerasan yang lebih tinggi dibanding pada proses nitridasidengan gas N2 yaitu 868,5 KHN dengan kekerasan 4,05 kali kekerasan sebelum dinitridasi, sedangkan dengan gas N2didapatkan kekerasan 523,5 KHN. Pengamatan kedalaman difusi nitrogen dengan pengujian kekerasan penampangmelintang dan struktur mikro mendekati sama terbukti bahwa pengukuran kekerasan melintang pada kedalaman 110mm hampir sama dengan material induk, sedangkan pada pengamatan struktur mikro perubahan butir terjadi sampaipada kedalaman 95 mm. Dengan hasil ini sistem nitridasi ion dapat berfungsi dengan baik untuk proses nitridasisehingga dapat meningkatkan kekerasan permukaan
KAJIAN KINETIKA KIMIA MODEL MATEMATIK REDUKSI KADMIUM MELALUI LAJU REAKSI, KONSTANTE DAN ORDE REAKSI DALAM PROSES ELEKTROKIMIA
KAJIAN KINETIKA KIMIA MODEL MATEMATIK REDUKSI KADMIUM MELALUI LAJUREAKSI, KONSTANTE DAN ORDE REAKSI DALAM PROSES ELEKTROKIMIA. Telah dilakukankajian reduksi kadmium dengan elektrokimia dipengaruhi oleh waktu proses, konsentrasi, kuat arus danjenis plat elektroda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model matematik reduksi kadmium melaluikecepatan reaksi, konstante laju reaksi dan orde reaksi dipengaruhi oleh waktu proses, konsentrasi, kuatarus dan jenis plat elektroda. Hasil kajian menunjukkan bahwa waktu proses dengan menggunakan platelektroda tembaga adalah selama 30 menit dan plat elektroda aluminium selama 20 menit. Kuat arus yangdigunakan dalam proses elektrokimia ini hanya 0,8 amper dan konsentrasi yang digunakan sebesar 5,23mg/l, jenis plat elektroda Al yang paling baik digunakan untuk reduksi kadmium dalam limbah danefisiensi reduksi yaitu 98 %
PENGARUH HNO3 DAN TINGKAT EKSTRAKSI PADA PENINGKATAN Ce DALAM KONSENTRAT CERI HIDROKSIDA MEMAKAI TBP
PENGARUH HNO3 DAN TINGKAT EKSTRAKSI PADA PENINGKATAN Ce DALAM KONSENTRAT CERIHIDROKSIDA MEMAKAI TBP. Telah dilakukan ekstraksi konsentrat Ce(OH)4 hasil olah pasir monasit. Ceri hidroksidadilarutkan dalam asam nitrat sebagai fase air dan tri butil fosfat (TBP) sebagai ekstraktan atau fase organik. Ekstraksidilakukan secara bertingkat dan striping dilakukan tiga kali memakai air dan asam oksalat 5%. Parameter yang ditelitiadalah keasaman dan jumlah tingkat ekstraksi. Efisiensi ekstraksi Ce dan faktor pisah (FP) Ce-Th terbesar diperolehpada ekstraksi bertingkat 500 gram Ce(OH)4 dalam 5.000 ml HNO3 7 M memakai 15% TBP–kerosen. Ekstraksidilakukan selama 15 menit dengan kecepatan pengadukan 150 rpm dan striping dilakukan 3 kali memakai air danasam oksalat 5 %, jumlah tingkat ekstraksi II. Berat FS yang diperoleh pada ekstraksi II = 115,4589 gram dan beratfase striping (FS) pada ekstraksi II = 103,3786 gram. Kadar Ce rata-rata pada ekstraksi I = 82,95% (kadar awal Ce =50,79%,) Th = 3,83%, La = 0% dan Nd = 0,1% dan kadar Ce pada ekstraksi II = 73,92%, Th = 4,55%, La= 1,48%, Nd= 0,41%. Efisiensi Ce pada ekstraksi I = 39,98%, efisiensi Ce pada ekstraksi II = 29,34%, Kd Ce pada ekstraksi I =0,6661, Kd Ce pada ekstraksi II = 0,9583. Pada ekstraksi I FP Ce – Th = 6,4670, FP. Ce – La = mendekati ∞ dan FPCe – Nd = 80,2530 pada ekstraksi II FP Ce – Th = 8,2816, FP Ce – La = 31,9333 dan FP Ce – Nd = 22,9808
EVALUASI DAN PERKEMBANGAN PEMBUATAN BAHAN BAKAR KERNEL UO2 DI PTAPB-BATAN YOGYAKARTA
EVALUASI DAN PERKEMBANGAN PEMBUATAN BAHAN BAKAR KERNEL UO2 DI PTAPBBATANYOGYAKARTA Telah dilakukan evaluasi pembuatan bahan bakar kernel UO2 sertaperkembangannya di Bidang Kimia dan Teknologi Proses Bahan (BKTPB) – PTAPB - BATAN Yogyakarta.Pembuatan kernel UO2 telah dilakukan dengan metode gelasi internal maupun eksternal. Metode gelasiinternal dilakukan dengan cara kombinasi proses KEMA-HKFA (Keuringvan Electrotecnische Materialenat Arnhem-Hkernforchungsanlage) maupun dengan proses ORNL (Oak Ridge National Laboratory),sedangkan metode gelasi eksternal dilakukan dengan proses emulsifikasi NUKEM (Nuclear Chemie undMetalurgie Gmbh). Dengan metode gelasi internal, telah dilakukan berbagai optimasi kondisi prosesnya.Hasil sementara menunjukkan bahwa proses yang paling baik adalah proses ORNL menggunakan mediagelasi TCE (tricloro etilena). Dengan metode gelasi eksternal, telah diperoleh beberapa kondisi optimum,namun masih perlu dilakukan optimasi lebih lanjut. Untuk memilih metode gelasi internal atau eksternaltergantung pada kemudahan proses, murah secara ekonomi serta yang memberikan hasil terbaik.Pemilihan metode belum bisa diputuskan karena belum semua variabel proses dioptimasi. Penelitianmengenai pelapisan kernel UO2 menggunakan silikon karbida (SiC) maupun pirokarbon (PyC) barumerupakan tahap awal, sehingga masih diperlukan optimasi berbagai variabel prosesnya. Penelitianpembuatan kernel UO2 di BKTPB – BATAN Yogyakarta direncanakan untuk pembuatan inti elemen bakarbentuk bola untuk HTR (High Temperature Reactor) dan dikembangkan sebagai bahan awal prosespembuatan pelet (proses SGMP = Sol-Gel Microsphere Pelletization) untuk PHWR (Pressurized HeavyWater Reactor)
PENGARUH OZONISASI TERHADAP DO, BOD DAN PERTUMBUHAN BAKTERI DI DALAM LIMBAH CAIR INDUSTRI PENYAMAKAN KULIT
PENGARUH OZONISASI TERHADAP DO, BOD DAN PERTUMBUHAN BAKTERI DI DALAM LIMBAH CAIRINDUSTRI PENYAMAKAN KULIT. Telah dilakukan penelitian pengaruh ozonisasi terhadap desolved oxygen (DO),biological oxygen demand (BOD) dan pertumbuhan bakteri di dalam limbah cair industri penyamakan kulit. Penelitianini bertujuan untuk mempelajari pengaruh ozonisasai terhadap proses dekomposisi senyawa organik di dalam limbahini, dengan indikator penurunan BOD, kenaikan DO dan pertumbuhan bakteri dekomposer. Ozonisasi dilakukandengan variasi waktu 0, 15, 30, 45, 60, 75, 90, 105, 120, 135, 150, 165, 180, 195 dan 210 menit. Masing-masingsampel limbah yang telah diozonisasi disimpan dalam tabung reaksi steril untuk isolasi bakteri dan sebagian lagidisimpan di dalam botol lain untuk dilakukan pengukuran BOD dan DO. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwaozonisasi dengan debit 16,243x10-3 mg/detik selama 3,0 jam dapat menurunkan BOD sebesar 19,61 %, dan ozonisasiselama 3,5 jam mampu meningkatkan DO sebesar 82,5%,. Selain itu, dengan ozonisasi selama 3,0 jam juga mampumengurangi pertumbuhan jenis bakteri sebesar 80 %
DEPOSISI LAPISAN TIPIS ZnO:Al PADA SUBSTRAT ALUMINA UNTUK BAHAN SENSOR GAS
DEPOSISI LAPISAN TIPIS ZnO:Al PADA SUBSTRAT ALUMINA UNTUK BAHAN SENSOR GAS. Telah dilakukandeposisi lapisan tipis ZnO:Al pada substrat alumina menggunakan teknik DC Sputtering untuk aplikasi sensor gas.Deposisi lapisan tipis ZnO:Al dilakukan dengan parameter proses sputtering tegangan elektroda DC sebesar 2.2 kV,arus 10 mA dan suhu substrat 250oC, waktu deposisi divariasi 30 - 150 menit dengan interval 30 menit dan tekanandivariasi masing-masing : 1 ´ 10-2 atm, 2 ´ 10-2 atm, 3 ´ 10-2 atm, 4 ´ 10-2 atm dan 5 ´ 10-2 atm. Dari hasilkarakterisasi diperoleh nilai resistansi terendah sebesar 64 kΩ diperoleh pada kondisi waktu deposisi 90 menit dantekanan operasi 4 ´ 10-2 atm. Hasil pengukuran sensitivitas menunjukkan bahwa sensor gas dari bahan ZnO:Almempunyai sensitivitas tertinggi terhadap gas sensor C2H5OH sebesar 24%, untuk gas NH3 sebesar 19,77% danuntuk gas SO2 sebesar 17,53% pada 141,54 konsentrasi/volume
PRINSIP DASAR TEKNOLOGI OKSIDASI MAJU : TEKNOLOGI HIBRIDA OZON DENGAN TITANIA
PRINSIP DASAR TEKNOLOGI OKSIDASI MAJU:TEKNOLOGI HIBRID OZON DENGAN TITANIA. Salah satumasalah dalam kesehatan lingkungan adalah limbah cair organik yang berasal dari berbagai sumber pencemaran.Teknologi yang ramah lingkungan untuk degradasi limbah organik adalah ozon. Ozon ini dihasilkan melalui teknologilucutan plasma, tetapi kemampuannya terbatas. Oleh karena itu diperlukan teknologi baru yang ramah lingkunganyang mempunyai kemampuan lebih kuat. Teknologi baru ini disebut teknik oksidasi maju. Teknologi oksidasi majumerupakan gabungan antara teknologi ozonisasi, peroksida, sinar UV dan fotokatalis. Dalam makalah ini dikenalkanprinsip dasar hibrid antara ozon dengan fotokatalis semikonduktor titania. Kemampuan pendegradasian limbah cairorganik lebih kuat karena adanya radikal baru yang dihasilkan reaksi pasangan hole dan elektron dari fotokatalisatortitania dengan air atau oksigen. Selanjutnya radikal baru ini akan mendegradasi limbah cair tersebut. Teknologi inidigunakan untuk mendegradasi fenol
DEPOSISI LAPISAN TIPIS (CdS) TIPE-N DI ATAS LAPISAN TIPIS (CuInSe2) TIPE-P SEBAGAI PENYANGGA UNTUK SEL SURYA CIS
DEPOSISI LAPISAN TIPIS (CdS) TIPE-N DI ATAS LAPISAN TIPIS (CuInSe2) TIPE-P SEBAGAI PENYANGGAUNTUK SEL SURYA CIS. Telah dilakukan deposisi lapisan tipis (CdS) tipe-N di atas lapisan tipis (CuInSe2) tipe-Ppada substrat kaca, yaitu bagian dari komponen untuk sel surya CIS dengan teknik DC sputtering. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui pengaruh deposisi lapisan tipis CdS di atas lapisan tipis CuInSe2 terhadap tipe konduksi.Untuk mendapatkan lapisan tipis CdS yang optimal, maka telah dilakukan variasi parameter sputtering yaitu waktudeposisi 30; 60; 90 dan 120 menit, tekanan gas 1,1 ´ 10-1; 1,2 ´ 10-1; 1,3x10-1dan 1,4 ´ 10-1 Torr, yang lain dibuattetap yaitu suhu substrat 200 oC, tegangan 3 kV dan arus 40 mA. Pengukuran resistansi dan tipe konduksi digunakanprobe empat titik, Dari hasil pengukuran diperoleh bahwa nilai resistansi terendah R = 5,14 kW, pada kondisi waktudeposisi 60 menit, tekanan gas 1,3 ´ 10-1 Torr, suhu 200 oC, tegangan 3 kV dan arus 40 mA, kemudian tipekonduksinya adalah tipe-N. Struktur kristal lapisan terorientasi pada bidang (103), (004) dan (200) untuk penumbuhankristal CuInSe2, dan pada bidang (100),(110) dan (220) untuk penumbuhan kristal CdS. Hasil pengamatan strukturmikro dengan SEM diperoleh butiran-butiran yang terdistribusi cukup homogen, untuk lapisan CuInSe2 mempunyaiketebalan lapisan 1,0 mm dan lapisan CdS mempunyai ketebalan 0,6 mm
PENGARUH PENGGUNAAN OKSIDAN OZON DALAM PENGEMAS PLASTIK POLIETILEN UNTUK MENYIMPAN BUAH APEL MANALAGI (malus sylvestris M)
PENGARUH PENGGUNAAN OKSIDAN OZON DALAM PENGEMAS PLASTIK POLIETILEN UNTUK MENYIMPANBUAH APEL MANALAGI (malus sylvestris M). Telah dilakukan penelitian pengaruh penggunaan oksidan ozondalam pengemas plastik polietilen untuk menyimpan buah apel manalagi (malus sylvestris M). Sebelum dilakukanpenelitian, buah apel dipilih dahulu yang bentuk dan ukuran yang relatif sama, kemudian dimasukkan dalampengemas plastik polietilen dengan tebal 3 dan 5 mm dan dilakukan proses ozonisasi dari 0, 20, 40 dan 60 detik.Pengamatan sampel dilakukan setiap 7, 14 dan 21 hari. Parameter yang diamati adalah tekstur buah, warna, aromadan kesukaan panelis terhadap hasil penelitian. Dari penelitian ini diperoleh hasil yang optimal adalah denganketebalan plastik 3 mm dan waktu ozonisasi 60 detik. Pada kondisi ini buah apel masih relatif baik dan masih disukaipanelis