GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir
Not a member yet
236 research outputs found
Sort by
STUDI HUBUNGAN ANTARA SEBARAN DAN BEBAN PENCEMARAN RADIOAKTIVITAS SAMPEL LINGKUNGAN TERHADAP BAKU MUTU DAN DAYA TAMPUNG SUNGAI CODE YOGYAKARTA
STUDI HUBUNGAN ANTARA SEBARAN DAN BEBAN PENCEMARAN RADIOAKTIVITAS TERHADAP BAKUMUTU DAN DAYA TAMPUNG PADA SUNGAI CODE YOGYAKARTA. Telah dilakukan analisis hubunganantara sebaran dan beban pencemaran aktivitas gross b dan radionuklida alam dalam sampel air sertasedimen dari 11 stasiun-pengamatan sungai Code terhadap baku mutu dan daya tampung sungai CodeYogyakarta. Sampel konsentrat air dan serbuk sedimen kering-homogen lolos 100 mesh diukur gross b dengan detektor GM serta diidentifikasi radionuklida dengan spektrometer g (detektor HPGe dan softwareMaestro II). Data radioaktivitas dianalisis secara deskriptif dengan histogram untuk melihat polapenyebaran data. Data beban pencemaran, baku mutu dan daya tampung sungai Code dianalisis secaradeskriptif dengan diagram garis untuk melihat pola hubungan antara beban pencemaran dan dayatampung sungai. Hasil pengamatan sampel air dan sedimen di 11 stasiun-pengamatan menunjukkantelah terdeteksi radionuklida alam pemancar g : 210Pb, 212Pb, 214Pb, 226Ra, 208Tl, 214Bi, 228Ac, dan 40K.Berdasarkan hasil analisis yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa pola penyebaran aktivitas reratagross b dan g semakin meningkat dari hulu ke hilir sungai Code, baik pada sampel air maupun sampelsedimen. Hasil analisis beban pencemaran, baku mutu dan daya tampung aktivitas radionuklida 210Pb,212Pb, 226Ra dan 228Ac ditunjukkan beban pencemaran lebih kecil dari baku mutu air sungai menurutkeputusan Badan Pengawas Tenaga Nuklir 02/Ka-BAPETEN/V-99 tentang baku mutu radioaktivitas,berarti sungai Code masih memiliki daya tampung yang baik terhadap keempat radionuklida tersebut.Kata Kunci: Beban pencemaran, bakumutu, daya tampung, gross b , radionuklida alam
CONCEPT OF ELECTRON SOURCE BASED ON PULSED PLASMA DISCHARGE
CONCEPT OF ELECTRON SOURCE BASED ON PULSED PLASMA DISCHARGE. The lack of continuous electronbeam machine is electron current limitation and heating impact on target. So it is needed a new machine which will givehigher current in the pulsed mode operation. This paper offers on the possibility of pulsed plasma discharge as a pulseelectron source. By using simple equation, it can be achieved some interesting parameters such as plasma current,rise time etc. The result is useful as basic understanding in designing this machine
PENGARUH PENAMBAHAN SUATU ELEMEN REAKTIF PADA PERTUMBUHAN KERAK ALUMINA DALAM MATERIAL PADUAN SUHU TINGGI
PENGARUH PENAMBAHAN SUATU ELEMEN REAKTIF PADA PERTUMBUHAN KERAK ALUMINA DALAMMATERIAL PADUAN SUHU TINGGI. Material paduan suhu tinggi FeAl dan FeCrAl memperlihatkan tahan terhadapoksidasi pada suhu tinggi akibat terbentuknya kerak alumina pada permukaannya. Penambahan sedikit elemen reaktifpada paduan suhu tinggi tersebut telah memperlihatkan perbaikan yang cukup besar dalam sifat oksidasi suhu tinggi.Dalam makalah ini telah dibahas tentang pengaruh penambahan elemen reaktif yttrium terhadap pertumbuhan kerakprotektif alumina pada permukaan paduan suhu tinggi FeAl dan FeCrAl. Elemen reaktif yttrium ditambahkan padapermukaan cuplikan FeAl menggunakan teknik implantasi ion dengan dosis ion bervariasi pada orde 1015 ion/cm2 danenergi ion 100 keV, dan pada cuplikan FeCrAl dengan dosis 1017 ion/cm2 dan energi ion 85 keV. Uji oksidasi untukcuplikan FeAl dilakukan dalam media oksigen kering pada suhu 850 oC dengan beberapa kali siklus termal, dan untukcuplikan FeCrAl pada suhu 950 oC dan 1.100 oC, dan karakterisasi komposisi unsur dilakukan menggunakan teknikSEM-EDAX. Selain itu juga dibahas pengaruh penambahan elemen reaktif hafnium dan cerium pada material suhutinggi. Berdasarkan kajian ini diperoleh bahwa penambahan elemen reaktif pada permukaan material paduan suhutinggi FeAl dan FeCrAl mempengaruhi pertumbuhan kerak alumina dan meningkatkan ketahanannya terhadapoksidasi suhu tinggi rata-rata sekitar 160%
IMPLANTASI ION YTTRIUM UNTUK MENGHAMBAT LAJU OKSIDASI PADUAN TiAl PADA SUHU 800 °C
IMPLANTASI ION YTTRIUM UNTUK MENGHAMBAT LAJU OKSIDASI PADUAN TiAl PADA SUHU 800°C.Paduan TiAl merupakan material yang mempunyai potensi sangat besar sebagai material struktur pada temperaturmenengah (600 – 850 °C) untuk industri otomotif dan ruang angkasa, karena mempunyai densitas rendah (3,8 gr/cm3)dan kekuatan mekanik yang tinggi. Pada kisaran suhu ini terbentuk lapisan nonproteksi yang menyebabkan lajupertumbuhan oksida yang cepat. Peningkatan sifat ketahanan oksidasi suatu material memerlukan rekayasapermukaan karena oksidasi biasanya dimulai dari permukaan. Dalam penelitian ini telah dilakukan implantasi ionyttrium (Y) pada permukaan paduan TiAl untuk meningkatkan sifat ketahanan oksidasi paduan tersebut. Dari hasilpengamatan difraksi sinar X pada paduan TiAl menunjukkan bahwa implantasi ion Y menyebabkan terbentuk lapisanTi4Al43Y6 dan Y3Al2 serta lapisan oksida Y2O3, YTiO3 dan Y2TiO5 yang dapat menghambat difusi oksigen masuk kepermukaan paduan TiAl untuk membentuk lapisan oksida, sehingga mengurangi laju oksidasi paduan TiAl
REVIEW KLORINASI ZIRKON DIOKSIDA
REVIEW KLORINASI ZIRKON DIOKSIDA. Telah dilakukan review klorinasi zirkon dioksida menggunakan prosessemi catu dengan reaktor datar, reaktor tegak dan reaktor fluidisasi. Umpan yang digunakan zirkon dioksida buatanAldrich, pasir zirkon langsung dan pasir zirkon dalam bentuk briket. Dari hasil kajian didapatkan bahwa reaktor yangterbaik adalah reaktor tegak. Diperlukan modifikasi reaktor klorinasi dan sublimator untuk mendapatkan konversiyang lebih besar. Zirkonium tetraklorid hasil proses ternyata signifikan dengan zirkonium tetraklorid buatan Aldrich.Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mendapatkan hasil proses yang lebih baik
ANALISIS UNSUR Fe, Ca, Ti, Ba, Ce, Zr DAN La DALAM SEDIMEN LAUT DI SEMENANJUNG MURIA DENGAN METODE XRF
ANALISIS UNSUR Fe, Ca, Ti, Ba, Ce, Zr DAN La DALAM SEDIMEN LAUT DI SEMENANJUNG MURIA DENGANMETODE XRF. Telah dilakukan analisis unsur-unsur (Fe, Ca, Ti, Ba, Ce, Zr dan La) dalam cuplikan lingkungansedimen laut di semenanjung Muria dengan menggunakan metode spektrometer pendar sinar-X (XRF). Tujuanpenelitian untuk mengetahui sebaran unsur-unsur yang mengakomodasikan data lingkungan terkini dalam rangkamendukung ijin tapak dan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) Pusat Listrik Tenaga Nuklir (PLTN).Pengambilan cuplikan, preparasi maupun analisisnya mengacu pada prosedur analisis cuplikan lingkungan. Darihasil analisis diperoleh unsur mayor yang terkandung dalam sedimen untuk ke 7 lokasi sampling sedimen lautadalah Ca, Ti dan Fe dengan konsentrasi berturut-turut adalah (6,74 - 11,69 ) %; (0,74 - 6,89 ) % dan (0,45 -1,94 )%; sedangkan untuk unsur-unsur minor terdiri dari unsur Ba, Ce, Zr dan La dengan konsentrasi berturut-turut adalah(451,4 – 1331,6 ) mg/kg; (201,8 – 427,3) mg/kg; (192,3 – 338,5) mg/kg dan (171,7 – 298,4) mg/kg. Hasil uji statistikmenunjukkan bahwa lokasi sampling terpengaruh nyata terhadap konsentrasi untuk semua unsur, pada pengujiandengan taraf kepercayaan 9
PERAN METODE PERTANGGALAN RADIOMETRIS DI BIDANG ARKEOLOGI DAN GEOLOGI
PERAN METODE PERTANGGALAN RADIOMETRIS DI BIDANG ARKEOLOGI DAN GEOLOGI. Telah dilakukankajian tentang peranan metode pertanggalan radiokarbon pada bidang geologi dan arkeologi serta metodepertanggalan 210Pb di bidang geologi. Metode pertanggalan radiokarbon adalah metode pertanggalan dengan batasanumur maksimumnya adalah 45.000 tahun. Dalam kajian ini lebih ditinjau pada metode pertanggalan yangmenggunakan proses sintesis karbon radioaktif (14C) yang terkandung dalam cuplikan diubah menjadi benzena(14C6H6) lalu dicacah dengan pencacah kelip cair, dan pertanggalan 210Pb yaitu metode pertanggalan yang didasarkanpada pengukuran aktivitas 210Pb. Pertanggalan ini khusus diperuntukkan bagi cuplikan sedimen, dan batasan umurmaksimumnya adalah 150 tahun. Beberapa cuplikan lingkungan di sekitar situs arkeologi maupun geologi telahberhasil dilakukan analisis nilai umurnya dengan metode pertanggalan radiokarbon. Pertanggalan radiokarbon dapatjuga memberikan kontribusi sebagai data dukung penelitian tentang paleotsunami, sehingga dapat digunakan untukmemperkirakan kemungkinan kapan terjadinya tsunami di masa mendatang, sedangkan untuk metode pertanggalan210Pb telah dilakukan penelitian mengenai laju sedimentasi serta penelitian tentang keberadaan alga berbahaya(harmful algal bloom, HAB) di dalam cuplikan sedimen yang sangat membahayakan lingkungan dan telah diteliti padadaerah-daerah tertentu. Dari hasil kajian menunjukkan bahwa pertanggalan radiokarbon yang didasarkan pencacahan14C, pada masa yang akan datang para ahli pertanggalan radiokarbon kecenderungannya lebih memilih pertanggalanradiokarbon modern atau pertanggalan radiokarbon yang menggunakan alat spektrometer massa berbasis siklotron,disamping karena cuplikan yang dibutuhkan relatif jauh lebih kecil, juga hasil simpangan bakunya juga relatif lebihkecil
EVALUASI KECEPATAN TRANSPOR LOGAM DALAM AIR SUNGAI DI DAERAH MURIA
EVALUASI KECEPATAN TRANSPOR LOGAM DALAM AIR SUNGAI DI DAERAH MURIA. Telah dilakukanevaluasi kecepatan transpor logam Al, Mn, Cd, As, Cd dan Cr di perairan sungai daerah Muria. Kecepatan transporlogam dihitung berdasarkan hasil perkalian antara debit air sungai dengan konsentrasi logam di dalam badan air.Tujuan dari penelitian ini (1) mendapatkan data rona awal lingkungan sungai, (2) memprediksi kualitas air sungaiberdasarkan kecepatan transpor logam dan peranan pH air terhadap perpindahan logam ke dalam sedimen.Pengambilan sampel dipilih pada radius 2 - 5 km dari calon dibangunnya Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN)dan dilakukan pada musim penghujan. Berdasarkan indeks kecepatan transpor > 100 mg/dt, hasil evalusimenunjukkan bahwa kecepatan transpor logam sungai Wareng, Balong, Dombang, Kancilan dan Suru telahtercemar oleh logam Mn dan Hg. Sedangkan logam Cd telah mencemari Sungai Balong, Kancilan, dan Suru, logamAs mencemari air sungai Kancilan. Kecepatan transpor logam Mn terbesar pada sungai Kancilan 1392,5 mg/dt.Kecepatan transpor logam Cd dan Cr terbesar pada sungai Balong masing-masing sebesar 347,2 mg/dt dan 52,2mg/dt. Sedangkan kecepatan transpor logam As dan Hg terbesar didapat pada sungai Kancilan dengan masingmasing113,8 mg/dt dan 1334,9 mg/dt. Berdasarkan pengamatan pH air, fenomena logam Al, Mn, Cd, As Cr dan Hgdalam air sungai di daerah Muria akan cenderung berpindah ke dalam sedimen pada pH tinggi, sebaliknya pada pHyang rendah logam-logam akan tetap tinggal dan larut di dalam air
PENGARUH WAKTU OZONISASI TERHADAP PENURUNAN KADAR BOD, COD, TSS DAN FOSFAT PADA LIMBAH CAIR RUMAH SAKIT
PENGARUH WAKTU OZONISASI TERHADAP PENURUNAN KADAR BOD, COD, TSS DAN FOSFAT PADALIMBAH CAIR RUMAH SAKIT. Telah dilakukan penelitian pengaruh waktu ozonisasi terhadap penurunan kadarBOD, COD, TSS dan fosfat pada limbah cair rumah sakit. Tujuan penelitian adalah mempelajari pengaruhpenambahan kapur dan pemakaian oksidan ozon untuk menurunkan kadar BOD, COD, TSS dan fosfat pada limbahrumah sakit. Penambahan kapur dimaksudkan untuk menambah jumlah ion OH- sedangkan parameter waktuozonisasi dimaksudkan untuk menyempurnakan oksidasi senyawa-senyawa organik dalam limbah danpembentukan flok-flok. Dari penelitian yang dilakukan diperoleh hasil bahwa penambahan kapur yang optimumadalah 1,1% (berat) dan waktu ozonisasi 20 menit. Pada kondisi ini diperoleh kadar BOD = 18,88 mg/l; COD =25,68 mg/l, TSS = 80 mg/l dan fosfat = 1,52 mg/l. Kondisi tersebut sudah memenuhi standar baku mutu yangditetapkan, yaitu untuk BOD = 75 mg/l; COD = 100 mg/l, TSS = 100 mg/l dan fosfat = 2,0 mg/l
ANALISIS GEOMETRI ANODA DALAM OPTIMASI DESAIN SUMBER ION PENNING UNTUK SIKLOTRON
ANALISIS GEOMETRI ANODA DALAM OPTIMASI DESAIN SUMBER ION PENNING UNTUK SIKLOTRON.Dalam mempersiapkan desain detil dari sumber ion jenis Penning untuk siklotron produksi radioisotop PET, telahdilakukan analisis terhadap tiga bentuk geometri dari anoda sumber ion tersebut. Analisisnya menggunakan programPoisson Superfish untuk menentukan geometri anoda yang optimum. Tiga bentuk geometri dari dinding dalam anodayaitu: lurus, menyempit ke tengah dan menyempit di tengah telah dianalisis dan dibandingkan. Hasil dari analisismenunjukkan bahwa bentuk geometri menyempit di tengah merupakan bentuk yang diprediksikan mempunyaiintensitas plasma di daerah ekstraksi yang paling kuat. Efek adanya lobang ekstraksi menunjukkan penguranganintensitas plasma di daerah tersebut