GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir
Not a member yet
236 research outputs found
Sort by
PENGARUH KANDUNGAN SULFUR TERHADAP KONSTANTE KISI KRISTAL CuIn (Sx,Se1-x)2
PENGARUH KANDUNGAN SULFUR TERHADAP KONSTANTE KISI KRISTAL CuIn (Sx,Se1-x)2. Telah dilakukanpreparasi paduan bahan semikonduktor CuIn (Sx,Se1-x)2 yang dapat digunakan sebagai bahan target (CISS) denganteknik Bridgman. Target paduan CuIn (Sx,Se1-x)2 dibuat dari bahan Cu, In, Se dan S. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui pengaruh kanndungan sulfur terhadap konstante kisi kristal paduan CuIn (Sx,Se1-x)2. Karakterisasistruktur kristal dengan mengunakan XRD. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa struktur kristal CuIn (Sx,Se1-x)2dengan intensitas optimum terorientasi pada bidang (112), dengan sudut hamburan 2θ berturut-turut 26,90o, 27,27odan 27,64o untuk x = 0,2; 0,5 dan 0,8. Dari perhitungan nilai konstannte kisi kristal a dan c serta volume unit sel a 2cdari kristal CuIn(Sx,Se1-x)2 telah mengalami penurunan akibat pengaruh penambahan kandungan sulfur.Kata kunci : sulfur, paduan, bridgman, struktur kristal
PENGARUH NITRIDASI PLASMA TERHADAP KEKERASAN AISI 304 DAN BAJA KARBON RENDAH
PENGARUH NITRIDASI PLASMA TERHADAP KEKERASAN AISI 304 DAN BAJA KARBON RENDAH. Telahdilakukan nitridasi dengan teknik nitridasi plasma/ion untuk perlakuan permukaan AISI 304 dan baja karbon rendahsebagai material komponen mesin. Perlakuan permukaan dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas permukaankhususnya kekerasan. Untuk mencapai kondisi optimum dilakukan dengan memvariasi tekanan gas saat prosesnitridasi, sedangkan untuk mengetahui hasilnya dilakukan uji kekerasan, struktur mikro dan kandungan nitrogen.Hasil pengujian menunjukkan bahwa: kekerasan maksimum diperoleh pada tekanan 1,8 mbar yaitu 624,9 VHN atau2,98 kali kekerasan awal (210,3 VHN) untuk AISI 304 dan 581,6 VHN atau 3,07 kali kekerasan awal (142,9 VHN)untuk baja karbon rendah. Ketebalan lapisan nitrida logam sekitar 30 μm baik untuk AISI 304 maupun baja karbonrendah. Kandungan nitrogen setelah nitridasi 10,74% massa atau 30,32% atom untuk AISI 304 dan 6,81% massaatau 21,76% atom untuk baja karbon rendah.Kata Kunci : Nitridasi plasma/ion, AISI 304, baja karbon rendah, uji keras dan komposisi
PROSES DESORPSI LOGAM BERAT PADA SEDIMEN SUNGAI DAERAH MURIA DENGAN PELARUT ASAM
PROSES DESORPSI LOGAM BERAT PADA SEDIMEN SUNGAI DAERAH MURIA DENGAN PELARUT ASAM.Telah dilakukan proses desorpsi logam berat Cr, Cu, dan Fe pada sedimen sungai daerah Muria menggunakanpelarut asam. Proses desorpsi dilakukan pada sedimen sungai Kancilan, Balong, Suru, Dombang, dan Warengdengan cara ekstraksi padat-cair menggunakan pelarut asam HF + HNO3; HNO3 4N + HCl 0,7N, dan HCl 0,5N, padasuhu 150 oC, selama waktu 4 jam. Hasil proses desorpsi ditentukan menggunakan metode nyala spektrometriserapan atom pada kondisi optimum masing-masing unsur. Pada proses desorpsi menggunakan pelarut asam HF40% + HNO3 65%, diperoleh kadar Cr dan Fe tertinggi masing-masing pada sedimen sungai Balong dengan Crterdesorpsi 173,56 μg/g dan Fe 251,88 mg/g. Pada proses desorpsi Cu diperoleh kadar Cu tertinggi 96,24 μg/gpada sedimen sungai Suru menggunakan pelarut asam HNO3 4,0N + HCl 0,7. Validasi metode uji dilakukan denganSRM GBW 1645, dan GBW 07313 dengan perolehan kadar Cr, Cu dan Fe berada dalam sertifikat SRM.Kata kunci : proses desorpsi, logam berat, sedimen sungai, metode AAS
PENGARUH TEKANAN GAS ISIAN ARGON-ETANOL DAN ARGON-BROM TERHADAP UNJUK KERJA DETEKTOR GEIGER-MUELLER
PENGARUH TEKANAN GAS ISIAN ARGON-ETANOL DAN ARGON-BROM TERHADAP UNJUK KERJADETEKTOR GEIGER-MUELLER. Telah dilakukan penelitian pengaruh tekanan gas isian Ar-etanol dan Ar-Brterhadap unjuk kerja detektor Geiger-Mueller. Tabung detektor Geiger-Mueller terbuat dari bahan stainless steeldengan ukuran diameter tabung 1,6 cm, anoda terbuat dari bahan kawat tungsten dengan diameter 0,008 cm,panjang daerah aktif 10 cm dan tebal jendela yang mempunyai density thickness sekitar 0,39 g/cm2. Tekanan gasisian Ar-etanol divariasi masing-masing 7:1, 9:1, dan 19:1, sedang untuk Ar-Br perbandingan tekanannya 100:1,50:1 dan 33:1. Dari hasil pengujian terbaik diperoleh untuk perbandingan tekanan gas Ar-etanol sebesar 9:1dihasilkan panjang plateau 180 V, slope 9,60 %/100 V, resolving time τ = 6,725 μ detik dan tegangan operasi 1160V. Untuk gas Br sebagai gas pemadam dengan perbandingan tekanan 100:1 diperoleh panjang plateau 100 V, slope7,6 %/100 V, resolving time τ = 7,75 μ detik dan tegangan operasi 540 V. Pada penelitian ini umur detektor belumdapat diprediksi karena selama melakukan pengujian detektor masih memiliki plateau yang panjang dan bentukpulsanya belum mengalami discharge. Jumlah cacah yang dihasilkan detektor untuk gas isian Ar-etanol sebesar3,105 × 10 6 cacah, sedang untuk Ar-Br sebesar 1,102 × 10 7 cacah.Kata kunci : Detektor Geiger-Mueller, pemadam, plateau, slope dan resolving tim
PENAFSIRAN NILAI KETIDAKPASTIAN ANALISIS Fe, Ca, Zr, Ba, La, Ti DAN Ce DALAM CUPLIKAN SEDIMEN DENGAN METODA XRF
PENAFSIRAN NILAI KETIDAKPASTIAN ANALISIS Fe, Ca, Zr, Ba, La, Ti DAN Ce DALAM CUPLIKAN SEDIMENDENGAN METODA XRF. Telah dilakukan pengujian ketidakpastian untuk analisis Fe, Ca, Zr, Ba, La, Ti dan Cedalam cuplikan sedimen sungai Pancuran Wonosari. Nilai suatu hasil pengujian tidak akan bermakna tanpa disertaidengan perhitungan nilai ketidakpastian. Sebagai contoh telah disajikan perhitungan ketidakpastian analisis logamBa dalam makalah ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk memenuhi persyaratan akreditasi alat X-Ray Fluorescence(XRF) di laboratorium kimia analitik PTAPB – BATAN sesuai standar ISO/IEC 17025-2005. Hasil penafsiranketidakpastian pengukuran pada analisis logam Fe, Zr, Ba, La, Ce, Ti dan Ca menunjukkan bahwa, komponenketidakpastian berasal dari: tahapan preparasi sampel dan standar/pembanding, kemurnian bahan, statistikpencacahan sampel dan standar, serta kedapatulangan. Hasil analisis kuantitatif diketahui bahwa logam yangterkandung dalam sedimen sungai Pancuran di Wonosari adalah Fe = 7,290 %, Zr = 54,5 mg/kg, Ba = 1661,6 mg/kg,La = 22,9 mg/kg, Ce = 161,0 mg/kg, Ti = 3193,2 dan Ca = 7,816 %, sedangkan penafsiran ketidakpastian logam Fe,Zr, Ba, La, Ce, Ti dan Ca berturut-turut adalah ± 0,60 %, ± 4,5 mg/kg, ± 55 mg/kg, ± 1,4 mg/kg, 12,0 mg/kg, ± 208mg/kg dan ± 0,61 %.Kata kunci : Ketidakpastian, sedimen, XRF, ISO 17025-200
ANALISIS UNSUR TOKSIK DAN MAKRO-MIKRO NUTRIEN DALAM BAHAN MAKANAN DENGAN METODE ANALISIS AKTIVASI NEUTRON
ANALISIS UNSUR TOKSIK DAN MAKRO-MIKRO NUTRIEN DALAM BAHAN MAKANAN DENGAN METODEANALISIS AKTIVASI NEUTRON. Telah dilakukan penentuan kadar unsur toksik dan makro-mikro nutrien dalambahan makanan dengan menggunakan metode analisis aktivasi neutron (AAN). Jenis cuplikan bahan makanan yangditeliti meliputi sayuran, kacang-kacangan, bumbu dan rempah, tepung, daging dan ikan. Cuplikan dikumpulkan daripasar Serpong. Hasil analisis menunjukkan bahwa cuplikan bahan makanan mengandung makro nutrien dengankadar > 1000 mg/kg, seperti : K, Ca, Mg, Na dan Cl, mikronutrien dengan kadar antara 10 hingga < 1000 mg/kg: Fe,Mn, Zn, Se, Br, Rb, dan La, dan unsur toksik Co, Sb, Hg, As dan Cr dengan kadar kurang dari 5 mg/kg. KonsentrasiAs dalam ikan, beras dan Hg dalam cabai merah dan ikan telah melebihi baku mutu yang ditetapkan pemerintah.Konsentrasi Zn dalam beberapa cuplikan, telah melebihi nilai baku mutu. Batasan nilai ini perlu dipertimbangkan,mengingat rata-rata asupan harian Zn masih di bawah nilai yang direkomendasikan yaitu 15 mg/hari. Kekuranganunsur ini dapat mengganggu pertumbuhan dan metabolisme tubuh. Kadar Al dalam bahan makanan cukup tinggiantara 10 – 500 mg/kg, logam Al termasuk logam ringan yang bersifat toksik, sehingga keberadaannya perlumendapat perhatian. Evaluasi unsur-unsur dibandingkan terhadap nilai kecukupan kebutuhan harian RDA(Recommended Daily Acceptable). Dalam studi ini dijelaskan juga efek apabila kekurangan atau kelebihan asupanunsur tersebut bagi kesehatan.Kata kunci : makro-mikro nutrien, unsur toksik, bahan makanan, aktivasi neutro
ANALISIS STRUKTUR-MIKRO LAPISAN TIPIS NITRIDA BESI YANG TERNITRIDASI PADA PERMUKAAN MATERIAL KOMPONEN MESIN
ANALISIS STRUKTUR-MIKRO LAPISAN TIPIS NITRIDA BESI YANG TERNITRIDASI PADA PERMUKAANMATERIAL KOMPONEN MESIN. Pada penelitian ini telah dilakukan proses nitridasi ion material komponen mesin,yang terdiri dari pena piston dan ring piston. Nitridasi ion dari material komponen mesin tersebut dilakukan untukbeberapa variasi suhu nitridasi, waktu nitridasi dan tekanan gas nitrogen menggunakan lucutan pijar DC. Kekerasanoptimum dari cuplikan pena piston diperoleh pada suhu nitridasi 100 oC, waktu nitridasi 3 jam dan tekanan gasnitrogen 1,6 mbar, dan nilai kekerasannya meningkat sekitar enam kali terhadap cuplikan yang tidak ternitridasi;sedangkan kekerasan cuplikan cincin piston meningkat sekitar 2,6 kalinya pada kondisi suhu nitridasi 100 oC, waktunitridasi 3 jam dan tekanan gas nitrogen 1,2 mbar. Untuk mengamati struktur-mikro dan komposisi unsur dari lapisantipis nitrida besi yang terbentuk pada permukaan cuplikan digunakan SEM-EDAX, dan struktur fase lapisan nitridabesi dilakukan dengan menggunakan XRD. Berdasarkan hasil pengamatan diketahui bahwa lapisan senyawa yangterbentuk pada permukaan cuplikan mempunyai kandungan unsur nitrogen yang berbeda dan membentuk strukturfase g’-Fe4N, e-Fe3N dan z-Fe2N yang mempunyai sifat mekanik sangat baik.Kata kunci: struktur-mikro, lapisan tipis nitrida besi, komponen mesin, nitridasi ion
PENGARUH SUDUT KOLIMASI KOLIMATOR 2 TERHADAP RESOLUSI DAN INTENSITAS BERKAS DIFRAKTOMETER NEUTRON DN3
PENGARUH SUDUT KOLIMASI KOLIMATOR 2 TERHADAP RESOLUSI DAN INTENSITAS BERKASDIFRAKTOMETER NEUTRON DN3. Telah dilakukan studi efek perubahan sudut kolimasi kolimator 2 terhadapperforma difraktometer neutron serbuk DN3. Semakin besar sudut kolimasi kolimator 2 maka intensitas berkasterukur di detektor utama juga semakin tinggi. Sebaliknya resolusi peralatan menjadi semakin rendah pada suduthamburan rendah dan tinggi. Telah didiskusikan beberapa alternatif untuk meningkatkan kinerja peralatan DN3dengan mempertimbangkan kompromi antara resolusi dan intensitas seperti peningkatan kolimasi berkas danpemanfaatan sistem monokromator fokusing.Kata Kunci : difraktometer, intensitas, resolusi, TiO
ANALISIS RANCANGAN DAN PEMBUATAN REAKTOR SINTER KERNEL UO2
ANALISIS RANCANGAN DAN PEMBUATAN REAKTOR SINTER KERNEL UO2. Telah dilakukan analisisrancangan, perhitungan dan pembutan reaktor sinter kernel UO2 yang diawali modeling operasi reaktor sinter untukmendapatkan distribusi suhu dan tegangan (stress) pada reaktor tabung sehingga reaktor aman apabiladioperasikan pada suhu sekitar 1500oC sampai dengan 1600oC. Sintering kernel UO2 dilakukan dalam reaktor sinterpada suhu sekitar 1500oC (0,6-0,7 kali titik leleh kernel UO2), oleh karena itu reaktor sinter yang tersedia harus dapatberoperasi sekitar 1600oC. Untuk bisa menghasilkan suhu 1600oC diperlukan 8 elemen pemanas dengan spesifikasiMoly-D, Le: 170, D: 33, A: 25, I square R, 716-542-5511. Geometri reaktor sinter berbentuk tabung (pipa) diameterdalam,di = 8,0 cm dan diameter luar, do = 9 cm, volume reaktor sinter phi.di.L (L = panjang reaktor tabung). Modelmatematika untuk menghitung distribusi suhu dan stress pada reaktor sinter berbentuk tabung berupa persamaandiferensial d2T/dx2 = h.p/k.A.(T-Ts). Dimana T = suhu tabung, Ts = suhu lingkungan, h = koefisien perpindahanpanas konveksi alam, p = perimeter tabung dan k = konduktivitas bahan alumina. Reaktor sinter kernel UO2dilengkapi dengan gambar teknik komponen reaktor sinter, gambar sistem kelistrikan dan panel kontrol listrik untukmengontrol suhu dan tekanan operasi reaktor.Kata kunci : Rancang bangun, reaktor sinter, kernel UO
RANCANGBANGUN PROTOTIP DOSIMETER BERBASIS KALORIMETRI GRAFIT UNTUK PENGUKURAN DOSIS RADIASI ELEKTRON
RANCANGBANGUN PROTOTIP DOSIMETER BERBASIS KALORIMETRI GRAFIT UNTUK PENGUKURANDOSIS RADIASI ELEKTRON. Telah dilakukan rancangbangun prototip dosimeter berbasis kalorimetri grafit untukpengukuran dosis radiasi elektron pada energi elektron sampai dengan 300 keV dan dosis maksimum 60 kGy. Intigrafit berbentuk silinder dengan diameter dan ketebalan masing-masing 30 mm dan 2 mm, dikelilingi pelindung daribahan grafit yang sama. Dosimeter berbasis kalorimetri dilengkapi Styrofoam untuk isolator panas, sensor suhu dansistem instrumentasi berbasis mikrokontroler. Karakteristik dosimeter didapatkan dengan perhitungan dan simulasikomputer menggunakan perangkat lunak Penelope 2003 dan program ANSYS. Dosimeter berbasis kalorimetri grafitdirancang untuk memberikan hasil pengukuran dosis serap rata-rata dan dosis permukaan pada grafit secara waktunyata dan dapat bekerja seperti yang diharapkan. Dibandingkan dengan pengukuran dosis menggunakan dosimetercellulose tri acetate (CTA), didapatkan perbedaan relatif 18,9% dan 9,1% pada masing-masing percobaan denganvariasi energi dan perubahan arus berkas elektron dari mesin berkas elektron (MBE)