GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir
Not a member yet
    236 research outputs found

    ANALISIS DOSIS GAMMA RSG-GAS DENGAN TERAS SILISIDA KERAPATAN 4,8 gU/cm3 MENGGUNAKAN MCNP

    Get PDF
    Analisis Dosis Gamma RSG-GAS DENGAN Teras Silisida KERAPATAN 4,8 gU/cm3 MENGGUNAKAN MCNP. Rencana penggantian jenis elemen bakar RSG-GAS dari bahan bakar dengan kerapatan 2,96 gU/cm3 ke 4,8 gU/cm3 perlu disertai dengan analisis keselamatan radiasinya. Paket program MCNP-5 telah digunakan untuk perhitungan dosis gamma di RSG-GAS yang dimuati elemen bakar dengan kerapatan 4,8 gU/cm3. Sumber gamma dalam reaktor meliputi gamma tangkapan radiatif, gamma hasil pembelahan spontan dan gamma peluruhan dari hasil pembelahan dan hasil aktivasi. Paket program ORIGEN-2.1 digunakan untuk menghitung komposisi nuklida seiring dengan beroperasinya reaktor sehingga kuat sumber gamma tangkapan dan sumber gamma peluruhan dapat ditentukan, sedangkan kuat sumber gamma hasil pembelahan spontan ditentukan oleh daya reaktor dan pembangkitan gamma dalam proses pembelahan U-235,  dengan asumsi reaktor beroperasi pada daya 30 MWt. dalam waktu 46,6 hari. Dosis terhitung tertinggi  di balai eksperimen 4,07×10-3 μSv/jam masih jauh di bawah ambang dosis eksternal yang ditentukan untuk pekerja radiasi, yaitu 25 μSv/jam. Dosis tertinggi di balai operasi reaktor dalam keadaan operasi normal 19,98 μSv/jam. Walaupun masih belum melampaui, tetapi dosis terhitung ini mendekati nilai batas maksimum dosis untuk pekerja radiasi. Disimpulkan bahwa dengan menggunakan elemen bakar berkerapatan 4,8 gU/cm3 dosis radiasi masih dalam keadaan aman. Kata kunci: Sumber radiasi, ORIGEN-2.1, dosis radiasi, RSG-GAS, MCNP-

    PEMBUATAN DAN ANALISIS EXCITER GENERATOR RF UNTUK SIKLOTRON PROTON DECY-13

    Get PDF
    PEMBUATAN DAN ANALISIS EXCITER GENERATOR RF UNTUK SIKLOTRON PROTON DECY-13.Telah dilakukan analisis dan pembuatan exciter generator RF untuk siklotron proton 13MeV. Generator RFakan digunakan sebagai sumber tegangan pemercepat bolak-balik siklotron DECY-13 rancangan PTAPBBATAN.Berdasarkan dokumen rancangan dasar yang telah dibuat siklotron Decy-13 akan menggunakanmedan magnet 1,275 Tesla, sehingga frekuensi generator RF bila menggunakan harmonik keempat adalah77,667 MHz. Salah satu teknik pembangkitan sinyal radio frekuensi untuk siklotron yang saat inidikembangkan di dunia adalah dengan teknik Direct Digital Synthesizer (DDS).Teknologi DDS adalah sirkuit arsitektur inovatif yang memungkinkan manipulasi frekuensi dengan cepatdan tepat pada keluarannya dan sepenuhnya di bawah kontrol digital. Prototip exciter generator RF yangtelah dibuat menggunakan DDS tipe AD9851 buatan Analog Device dengan frekuensi dasar 30 MHz. dandikendalikan oleh mikrokontroler ATmega16. Untuk menghindari timbulnya frekuensi yang tidak diharapkanpada keluarannya, keluaran DDS dilewatkan rangkaian band pass filter pasif. Hasil pengujian menunjukkanbahwa rentang frekuensi keluaran exciter adalah 2 MHz dengan frekuensi tengah 77,667 MHz. dan stopband -3dB. Sedangkan keluaran daya RF 10 Watt memerlukan catu daya + 12 V dengan arus 2,9 A.Meskipun prototip sudah berhasil dibuat dan hasilnya sesuai yang diharapkan, tetapi masih perludisempurnakan.Kata kunci: Exciter, generator RF, band pass filter, siklotro

    APLIKASI KLINIK RENOGRAF IR-03 UNTUK RUMAHSAKIT: TEKNOLOGI DAN ANALISIS BIAYA

    Get PDF
    APLIKASI KLINIK RENOGRAF IR-03 UNTUK RUMAHSAKIT: TEKNOLOGI DAN ANALISIS BIAYA. TeknikRenografi menggunakan Alat Renograf adalah salah satu modalitas pemeriksaan fungsi ginjal selain denganpemeriksaan laboratorium dan teknik Sinar-X. Renograf IR-03 untuk pemeriksaan fungsi ginjal hasil rancangbangunBATAN telah dikonstruksi dan menjalani uji laboratorium di PRPN-BATAN Serpong dan uji klinis di RSUPDR.Sardjito Jogyakarta. Biaya yang berkaitan dengan pemakaian klinik Alat Renograf di rumahsakit telah dianalisisyang terdiri dari komponen nilai radiofarmaka dan nilai investasi alat Renograf. Perhitungan biaya radiofarmakahippuran 131Iodine per tahun dengan estimasi jumlah pasien 2000 orang sebesar Rp. 30 juta, Total Direct Costadalah Rp. 212,5 juta dan biaya modal satu Alat Renograf sebesar Rp. 250 juta. Nilai Titik Impas (Break EventPoint) Investasi satu Alat Renograf adalah 1194 (0,597%) atau setara Rp. 209,475 juta, dengan biaya per proseduradalah Rp. 85.000,-. Harga ini tergantung pada beberapa variable terutama volume (kapasitas pelayanan pasien).Perhitungan analisis Cash-Flow untuk melihat seberapa jauh investasi tersebut menarik dan memberi prospek kemasa depan menunjukkan nilai Rate of Return yang diperoleh yaitu ROR ( i*) adalah 22,6%, jauh diatas suku bungasimpanan Bank saat ini yaitu <10%. Perhitungan analisa Payback Period menunjukkan nilai 1,818 tahun, sangatprospektif secara ekonomi.Kata kunci : Analisis biaya, renograf diagnostik, diseminasi produ

    SELEKSI MIKROBA METANOGENIK MENGGUNAKAN IRRADIASI GAMMA UNTUK PENINGKATAN EFISIENSI PROSES DIGESTI ANAEROB PEMBENTUKAN BIOGAS

    Get PDF
    SELEKSI MIKROBA METANOGENIK MENGGUNAKAN IRRADIASI GAMMA UNTUK PENINGKATAN EFISIENSIPROSES DIGESTI AN-AEROB PEMBENTUKAN BIOGAS. Seleksi mikroba metanogenik menggunakan irradiasigamma sebagai upaya peningkatan efisiensi proses pembentukan biogas telah dilakukan. Tujuan dari penelitian ini,untuk mendapatkan isolat mikroba metanogenik yang mempunyai konstanta pertumbuhan spesifik (μ) tinggisehingga diharapkan dapat diaplikasikan untuk peningkatan efisiensi produksi biogas pada proses digesti anaerobdari kotoran ternak. Sebagai sumber mikroba digunakan sludge yang diambil dari dalam tangki digester instalasibiogas konvensional di dusun Marangan, Bokoharjo, Prambanan, Sleman. Adapun irradiasi dilakukan menggunakanIrradiator Gamma C0-60 dengan variasi dosis 0-25 kGy. Isolasi mikroba dilakukan dalam media pertumbuhan yangmengandung 30% rumen cair dalam suasana anaerob dengan penambahan campuran gas 80% H2 dan 20% CO2.Pengamatan pertumbuhan koloni dilakukan menggunakan sinar ultra violet (UV) gelombang panjang, sedangkanpertumbuhan mikroba ditentukan berdasarkan hasil analisis spektrofotometri dan penentuan gas metanmenggunakan gas kromatografi. Dari hasil penelitian ini didapatkan 4 isolat mikroba metanogenik (RB10, RB15,RB20 dan RB25) yang tumbuh pada perlakukan irradiasi dengan dosis 10-25 kGy. Dari hasil identifikasi dapatdiketahui bahwa isolat mikroba RB10 dan RB25 merupakan anggota dari genus Methanobacterium sedangkan isolatRB15 dan RB20 masing-masing termasuk genus Methanosarcina dan Methanospirillum. Nilai konstantapertumbuhan spesifik (μ) dari keempat isolat berkisar antara 0,022 – 0,031. Sedangkan efisiensi pembentukan gasmetan untuk masing-masing isolat berkisar antara 53.4%. - 67.6%. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa isolatRB25 terpilih sebagai isolat yang memiliki konstanta pertumbuhan spesifik (μ) tertinggi yaitu 0,031 dan efisiensiproduksi gas metannya 67,6 %.Kata Kunci : biogas, irradiasi gamma, mikrob

    KONTAMINASI AWAL DAN DEKONTAMINASI BAKTERI PATOGEN PADA JEROAN SAPI DENGAN IRADIASI GAMMA

    Get PDF
    KONTAMINASI AWAL DAN DEKONTAMINASI BAKTERI PATOGEN PADA JEROAN SAPI DENGAN IRADIASIGAMMA. Telah dilakukan penelitian mengenai kontaminasi awal serta dekontaminasi bakteri patogen dengan iradiasigamma pada jeroan sapi seperti hati, babat dan paru. Bakteri patogen yang digunakan adalah Salmonella typhimurium,Escherichia coli 0157, Escherichia coli polyvalen dan Vibrio cholerae yang diinokulasikan ke dalam jeroansapi. Parameter yang diukur adalah jumlah total bakteri aerob, total bakteri koli, E. coli, Staphylococcus spp danisolasi Salmonella. Pada perlakuan dekontaminasi bakteri patogen, parameter yang diukur adalah jumlah kolonibakteri yang masih hidup setelah diiradiasi pada dosis 0; 0,1; 0,2; 0,3 dan 0,4 kGy di IRPASENA dengan laju dosis1,149 kGy/jam. Hasil penelitian menunjukkan kontaminasi awal total bakteri aerob pada jeroan sapi berkisar antara8,85 x 105 dan 1,08 x 108 cfu/g, sedangkan bakteri koli berkisar antara 2,70 x 106 dan 3,23 x 107 cfu/g. Total bakteriE. coli berkisar antara 8,55 x 105 dan 2,60 x 107 cfu/g. Sedangkan total Staphylococcus spp berkisar antara 1,6 x 105dan 4,10 x 107 cfu/g. Tidak ditemukan Salmonella pada semua contoh yang diteliti, akan tetapi E. coli ditemukanpada semua contoh yang diteliti. Pada jeroan sapi, bakteri E. coli 0157 merupakan bakteri yang paling peka terhadapiradiasi, sedangkan V. cholerae merupakan bakteri yang paling tahan terhadap iradiasi.Kata kunci: Iradiasi, jeroan sapi, bakteri patogen, kontaminasi awal

    PENENTUAN KONDISI OPTIMUM DALAM PENANDAAN LIGAN EDTMP DENGAN RADIOISOTOP 170Tm

    Get PDF
    PENENTUAN KONDISI OPTIMUM DALAM PENANDAAN LIGAN EDTMP DENGAN RADIOISOTOP 170Tm.Tulium-170 (170Tm) merupakan salah satu radioisotop yang dapat digunakan untuk terapi paliatif karena merupakanpemancar-b yang memiliki T1/2 = 128,4 hari dan Eb (maksimum) sebesar 0,968 MeV. Radioisotop 170Tm selain pemancar-b juga memancarkan sinar-g dengan energi sebesar 84 keV (3,26%) yang dapat dimanfaatkan untuk penyidikan(imaging) selama terapi berlangsung. Ligan etilendiamintetrametilen fosfonat (EDTMP) dapat ditandai denganradioisotop 170Tm sebagai radiofarmaka alternatif untuk penghilang rasa sakit (paliatif) akibat metastase kanker ketulang menggantikan 89SrCl2. Telah dilakukan penentuan kondisi optimum dalam penandaan ligan EDTMP denganradioisotop 170Tm berdasarkan variasi beberapa parameter yang berpengaruh dalam reaksi penandaan, yaitu jumlahligan EDTMP, pH penandaan dan waktu inkubasi. Senyawa bertanda 170Tm-EDTMP yang diperoleh ditentukanefisiensi penandaan melalui pemeriksaan kemurnian radiokimianya dengan cara kromatografi kertas danelektroforesis kertas. Kondisi optimum penandaan diperoleh pada pH 7 dengan jumlah ligan EDTMP sebanyak 2 mgdan waktu inkubasi selama 15 menit pada temperatur kamar. Kompleks yang terbentuk memberikan efisiensipenandaan maksimum sebesar 99,23 ± 0,27%. Berdasarkan hasil yang diperoleh, ligan EDTMP dapat ditandaidengan radioisotop 170Tm dengan efisiensi penandaan yang tinggi (di atas 95%).Kata kunci : radioisotop, tulium-170 (170Tm), etilendiamintetrametilen fosfonat (EDTMP), paliatif

    KINETIKA PELARUTAN ITRIUM HIDROKSIDA DALAM HCl

    Get PDF
    KINETIKA PELARUTAN ITRIUM HIDROKSIDA DALAM HCl. Telah dilakukan penelitian pelarutan konsentratlogam tanah jarang hidroksida dari pasir senotim dalam HCl. Kandungan Itrium hidroksida yang paling banyak dalamkonsentrat logam tanah jarang hidroksida hasil olah pasir senotim. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui konstantekecepatan reaksi pelarutan itrium hidroksida dalam HCl. Parameter yang diteliti adalah suhu reaksi dan konsentrasiY (Y0) dalam konsentrat logam tanah jarang hidroksida sebagai umpan. Dari data hubungan waktu dengankonsentrasi Y dalam HCl (Y) pada berbagai variasi suhu dan konsentrasi dapat disimpulkan bahwa konstantakecepatan reaksi sangat dipengaruhi suhu dan konsentrasi pereaksi. Reaksi pelarutan keseluruhan Itrium hidroksidadalam konsentrat logam tanah jarang hidroksida hasil olah pasir senotim memakai HCl merupakan reaksi orde dua.Hubungan konstanta kecepatan orde dua (k) dengan suhu (1/T) merupakan fungsi eksponensial sehinggapersamaan Arhenius menjadi k = 0,8954e-87,7658/RT dan dapat dinyatakan juga dalam bentuk garis lurus - ln k =(1055,6/T) + 2,6088 dengan koefisien korelasi 0,8954 Dari hasi perhitungan diperoleh harga energi aktivasi sebesar87,762584 kkal/mol.0K. Hubungan konstanta kecepatan orde dua dengan konsentrasi merupakan fungsipolinomial k = -4,10-5(Y0)2 + 0,0032 (Y0) – 0,0194 dengan koefisien korelasi = A = 0,9807

    REACTIVITY INSERTION ACCIDENT ANALYSIS OF KARTINI REACTOR

    Get PDF
    REACTIVITY INSERTION ACCIDENT ANALYSIS OF KARTINI REACTOR. A transient analysis of reactivity insertionaccident of Kartini reactor during start up from the minimum critical condition has been performed to estimate the effect onthe fuel temperature increase. Two cases of reactivity insertion limits had been assumed in this study i.e. the reactivityinsertions were limited by the actuation of overpower trip system (110 %) for the 1st case and by manual scram when thecontrol rod reached the 100 % UP position, assuming the overpower trip system was failed to function for the 2nd case.Adiabatic condition was assumed in this study, to get the most severe condition. The result shows that based on theassumed power level of trip setting for the 1st case, the total reactivity insertion was 0.82 ,correspondingtothereactorperiodofabout2sandcausingthemaximumfueltemperatureincreaseofaround11oCorthemaximumfueltemperatureof45oC.Forthe2ndcasethetotalreactivityinsertionatthetrippointwas1.367, corresponding to the reactorperiod of about 2 s and causing the maximum fuel temperature increase of around 11 oC or the maximum fuel temperature of45 oC. For the 2nd case the total reactivity insertion at the trip point was 1.367 , resulting in the maximum fuel temperatureincrease of about 103 oC or maximum fuel temperatur of around 137 oC which is still far below the defined design limit of1115 oC for transient condition and 700 oC for steady state as well. This result concludes that by limiting the available coreexcess of reactivity at reasonably low, it could prevent the fuel from possible of undergoing an excessive temperatureincrease, during the postulated reactivity insertion accident.Keywords: Transient analysis, reactivity insertion, accident, reactor kartini, fuel temperature

    VALIDASI METODE AANC UNTUK PENGUJIAN UNSUR Mn, Mg DAN Cr PADA CUPLIKAN SEDIMEN DI SUNGAI GAJAHWONG

    Get PDF
    VALIDASI METODE AANC UNTUK PENGUJIAN UNSUR Mn, Mg DAN Cr PADA CUPLIKAN SEDIMEN SUNGAIGAJAHWONG. Telah dilakukan validasi unsur Mn, Mg dan Cr menggunakan metoda AANC. Sebagai standardigunakan SRM NBS 8704 (Bufallo River Sediment), dengan kondisi operasi generator neutron optimum padategangan pemercepat 110 kV. Kalibrasi energi dan nomer salur dengan sumber standar diperoleh persamaan y =1,034x + 151,21. Dari hasil analisis kualitatif menunjukkan puncak Cr dan Mn terjadi penimbrungan (interferensi),sehingga hanya unsur Mg yang dapat dianalisis. Hasil analisis kandungan unsur Mg (SRM) diperoleh harga presisi =95,53 % dan akurasi = 94,88%, sedangkan harga rerata ketidakpastian diperluas untuk berbagai lokasi = 0,233 ± 0,012. Hasil analisis kandungan Mg pada berbagai lokasi di sepanjang sungai Gajahwong berkisar antara 85,41 -103,55 ppm. Bila dibandingkan dengan penelitian sebelumnya menunjukkan kandungan unsur Fe, Al dan Si jauhlebih tinggi dibanding kandungan Mg

    PENGARUH PENAMBAHAN ALIRAN DARI BAWAH KE ATAS (BOTTOM-UP) TERHADAP KARAKTERISTIK PENDINGINAN TERAS REAKTOR TRIGA 2000 BANDUNG

    Get PDF
    PENGARUH PENAMBAHAN ALIRAN DARI BAWAH KE ATAS (BOTTOM-UP) TERHADAP KARAKTERISTIKPENDINGINAN TERAS REAKTOR TRIGA 2000 BANDUNG. Panas yang dihasilkan dari reaksi fisi akan menaikkantemperatur dinding elemen bakar. Oleh karena itu fluida kerja yang berfungsi sebagai pendingin primer dalam tankireaktor harus dapat memindahkan panas dengan baik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbandinganunjuk kerja sistem pendinginan reaktor nuklir berbahan bakar silinder melalui perpindahan panas konveksi alamiahdengan sistem pendinginan yang dilakukan secara konveksi paksa. Pendinginan konveksi paksa dilakukan dengancara menyemprotkan fluida pendingin dari bawah teras reaktor. Hasilnya menunjukkan bahwa unjuk kerjapendinginan konveksi dengan tambahan sprayer lebih baik jika dibandingkan dengan pendinginan konveksi alamiah.Hal ini ditunjukkan melalui temperatur maksimum pendingin di bagian atas teras sebelum ada penyemprot(pendinginan konveksi alamiah) 88,55 oC, setelah ditambah penyemprot (pendinginan konveksi paksa) turunmenjadi 47,35 oC. Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa dengan penambahan penyemprot yang dipasang dibawah teras reaktor akan dapat memperbaiki pendinginan di dalam kanalnya dan dapat mengurangi timbulnyagelembung.Kata kunci: pendinginan, primer, konveksi, alamiah, paksa, teras reaktor

    221

    full texts

    236

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇