GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir
Not a member yet
    236 research outputs found

    PERANAN ISOLAT BAKTERIINDIGENOUS SEBAGAI AGEN BIOREMEDIASI PERAIRAN YANG TERKONTAMINASI URANIUM

    Get PDF
    Telah dilakukan penelitian peran isolat bakteri indigenous sebagai agen bioremediasi perairan yang terkontaminasi uranium. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji peranan Bacillus sp dan Pseudomonas sp yang diisolasi dari limbah uranium cair aktivitas rendah untuk dimanfaatkan sebagai agen bioremediasi radionuklida tersebut di lingkungan yang mencakup : efisiensi dan lokasi pengikatan uranium, perbandingan efisiensi pengikatannya dengan bakteri non indigenous serta pengaruh pemberian stimulan. Pengujian kemampuan pengurangan konsentrasi uranium dilakukan dengan penimbangan biomassa bakteri tersebut, sedangkan pengukuran konsentrasi uranium dilakukan menggunakan spektrofotometer. Penentuan letak pengikatan uranium oleh bakteri dilakukan dengan cara mensuspensikan pellet ke dalam aquadest steril. Penambahan stimulan asam asetat dilakukan dengan variasi konsentrasi 1, 2 dan 3 mM dan volume 1,5 ml; 3,5 ml; 5,5 ml dan 7,5 ml. Diperoleh hasil penelitian sebagai berikut : efisiensi pengurangan uranium untuk isolat bakteri indigenous yaitu Pseudomonas sp sebesar 84,99 % dan Bacillus sp efisiensinya sebesar 52,70 %; sedangkan untuk isolat bakteri non indigenous yaitu Pseudomonas aeruginosa sebesar 78,47 % dan Bacillus subtilis sebesar 45,22 %, setelah waktu inkubasi 54 jam. Lokasi pengikatan uranium yang dominan terdapat pada dinding sel. Penambahan stimulan asam asetat berpengaruh terhadap rentang waktu pencapaian fase pertumbuhan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa isolat Pseudomonas sp. dan Bacillus sp. indigenous yang diisolasi dari limbah uranium cair aktivitas rendah dapat berperan sebagai agen bioremediasi perairan yang terkontaminasi uranium sampai dengan konsentrasi 60 ppm, dengan rerata efisiensi pengikatan yang lebih tinggi dibandingkan bakteri non indigenous yaitu 52,70 % - 84,99 %. waktu inkubasi 54 jam. Penambahan stimulan asam asetat dapat meningkatkan efisiensinya menjadi 99,8 %.Kata Kunci : bakteri indigenous, uranium, bioremediasi, lingkunga

    PENENTUAN LOG AM B3 DALAM CUPLIKAN INDIKA TOR LINGKUNGAN (AIR, SEDIMEN, BIOTA KANGKUNG) TERESTRIAL MURIA

    Get PDF
    Telah dilakukan analisis dan evaluasikandungan logam B3 dalam air sungai. tumbuhan kangkung (Ipomea reptans poir) dan sedimensungai dari lima lokasi sampling sungai di daerah Semenanjung Muria dengan metoda AANInstrumental. Metode sampling. preparasi maupun analisis cuplikan mengikuti prosedur bakuanalisis lingkungan. Mengacu syarat baku mutu air golongan C maupun baku mutu air golongan D.cuplikan dari kelima lokasi sampling belum melampaui kadar Cd dan Co maksimum yang diijinkan.Korelasi antar variabel bebas lokasi danjenis indikator terhadap variabel terikat konsentrasi logamberat secara statistik ditunjukkan oleh nilai koefisien korelasi Pearson (r) dan diperoleh hasilinterpretasi tak berkorelasi (0.00 <r<0.200) sampai korelasi rendah (r<0.600). Korelasi antar jenisindikator menunjukkan bahwa air sungai mempunyai korelasi bermakna terhadap kangkung dalam hal kandungan logam Cd

    ADSORBSI HAFNIUM (Hf) DALAM RESIN PENUKAR ANION DOWEX-1X8 ADSORBTION OF HAFNIUM (Hf) IN DOWEX - 1X8 ANION EXCHANGE RESIN

    Get PDF
    Hafnium memiliki titik lebur yang tinggi dan kemampuan menyerap neutron per luas penampang 600 kali lebih besar dari Zr sehingga berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai salah satu bahan batang pengendali reaksi fisi nuklir. Berbagai metode pemurnian Hf dari Zr telah dikembangkan salah satunya adalah dengan menggunakan resin penukar ion. Pada penelitian ini digunakan umpan berbentuk sulfat dari hafnium murni dan hafnium-zirkonium campuran hasil proses pengolahan pasir zirkon. Umpan hafnium sulfat murni dibuat dengan melebur HfO2 SPEX dengan H2SO4 pekat pada suhu 3500C selama 30 menit sedang umpan campuran dibuat dengan melarutkan Zirkonium sulfate Zr(SO4)2.H2O hasil proses. Kedua umpan tersebut dibuat dalam suasana H2SO4 2,1 N. Umpan ini diadsorbsi pada resin anion Dowex - 1X8 secara batch kemudian kadar Hf di dalam cairan dianalisis menggunakan Analisis Aktivasi Neutron (AAN). Tujuan penelitian ini adalah untuk menyediakan data-data yang diperlukan pada simulasi dalam pemisahan Zr-Hf dengan Continuous Annular Chromatography (CAC). Diperoleh hasil analisis umpan campuran dari pengolahan pasir zirkon mengandung sekitar 3,59% Hf. Di dalam umpan mengandung anion Hf/Zr(SO4)3-2 yang dapat dipertukarkan dengan anion Cl- pada resin Dowex-1X8. Dipelajari pengaruh interaksi Hf dengan Zr, diperoleh data bahwa interaksi Hf dengan Zr pada konsentrasi rendah dapat diabaikan. Harga koefisien distribusi untuk hafnium-sulfat murni dan hafnium-zirkonium campuran hampir sama, artinya, adanya Zirkonium-sulfat di dalam larutan campuran tidak mempengaruhi kemampuan adsorpsi resin terhadap hafnium-sulfat. Koefisien distribusi Zr lebih besar daripada Hf berarti afinitas Zirkonium terhadap resin lebih besar daripada hafnium

    SIMULASI DESAIN PERISAI RADIASI MBE-LATEKS MENGGUNAKAN MCNP5

    Get PDF
    Telah dilakukan simulasi desain perisai radiasi MBE lateks 300 keV/20 mA menggunakan program MCNP5. Simulasi dilakukan untuk memperoleh data verifikasi desain perisai radiasi MBE lateks secara analitik. Dalam simulasi menggunakan program MCNP5 dibutuhkan masukan yang tepat agar memberikan hasil yang diharapkan. Masukan itu berupa bentuk dan intensitas sumber radiasi sinar X yang digunakan, bentuk geometri perisai radiasi dan komponen MBE lateks di dalam perisai, dan jenis bahan perisai dan komponen MBE lateks yang digunakan. Masukan tersebut kemudian dimodelkan menggunakan program VISED. Dalam simulasi ini sumber radiasi sinar X dimodelkan berbentuk segi empat tipis berada ditengah-tengah jendela Ti yang memancarkan radiasi secara isotropik. Selain itu komponen MBE lateks di dalam perisai dipandang sebagai pengganggu pancaran sumber radiasi X. Pengamatan intensitas teratenuasi dideteksi menggunakan 5 detektor titik talli (Tally) F5 yang diletakkan searah tebal perisai radiasi. Pengamatan distribusi sinar X pada perisai dideteksi dengan meletakkan banyak detektor pada permukaan bagian luar perisai. Dari hasil simulasi dan analisis data, diperoleh nilai tebal perisai Pb yang aman untuk menahan paparan radiasi MBE lateks 300 keV/20 mA yaitu > 2,5 cm. Di samping data tebal perisai, pada simulasi ini juga diperoleh nilai laju dosis pada berbagai permukaan perisai. Besar nilai laju dosis pada permukaan perisai bidang XZ sebesar 2,58 mrem/jam, dan pada permukaan perisai bidang YZ sebesar 2,88 mrem/jam. Perbedaan laju dosis ini disebabkan oleh pengaruh letak komponen MBE yang berada di dalam perisai radiasi sinar X

    PENGARUH INHIBITOR KAFEINA PADA LAJU KOROSI DAN STRUKTUR MIKRO BAJA KARBON KS01 DAN AISI 1045 DALAM MEDIA AIR LAUT

    Get PDF
    Sejumlah material sintetis digunakan sebagai inhibitor untuk mencegah korosi, tetapi kebanyakan inhibitor tersebut bersifat racun, maka digunakan bahan organik sebagai inhibitor korosi, yang tidak berbahaya dan ramah lingkungan. Penggunaan inhibitor dikenal sangat baik, diantara beberapa metode pengendalian dan pencegahan korosi. Pada penelitian ini digunakan senyawa kafeina sebagai inhibitor korosi. Senyawa ini dapat digunakan sebagai inhibitor korosi karena adanya gugus-gugus yang mengandung pasangan elektron bebas, yaitu gugus nitrogen. Pengujian laju korosi dilakukan di media air laut yang diambil dari daerah Utara Indramayu dengan variasi konsentrasi kafeina 0, 50, 100, 150, dan 200 ppm untuk mengetahui konsentrasi optimum kafeina dalam menginhibisi laju korosi baja karbon KS01 dan AISI 1045 yang merupakan material yang banyak digunakan pada sistem pendingin di industri. Laju korosi baja karbon KS01 tanpa penggunaan inhibitor lebih kecil, yaitu 25,07 mpy dibandingkan dengan laju korosi baja karbon AISI 1045 yaitu sebesar 45,82 mpy. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kafeina mampu menginhibisi laju korosi baja karbon KS01 dengan efisiensi optimum sebesar 64,38%, dan baja karbon AISI 1045 sebesar 66,63%. Konsentrasi optimum dari kafeina untuk menghibisi baja karbon AISI 1045 adalah 150 ppm dan untuk AISI KS01 adalah 100 ppm. Selain uji korosi dilakukan juga analisis struktur mikro dari kedua sampel di atas, sebelum dan sesudah diberi inhibitor

    KARAKTERISASI SIFAT OPTIK LAPISAN TIPIS ZnO:Al PADA SUBSTRAT GELAS UNTUK JENDELA SEL SURYA

    Get PDF
    KARAKTERISASI SIFAT OPTIK LAPISAN TIPIS ZnO:Al PADA SUBSTRAT GELAS UNTUK JENDELA SEL SURYA. Telah dilakukan karakterisasi sifat-sifat optik lapisan tipis ZnO:Al pada substrat gelas untuk jendela sel surya dengan metode sputtering. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh lapisan tipis ZnO:Al yang dapat digunakan sebagai bahan TCO (Transparent Conducting Oxide) untuk sel surya silikon amorf. Untuk mendapatkan lapisan tipis ZnO:Al dengan sifat optik optimum, proses deposisi dilakukan dengan beberapa variasi parameter, yaitu variasi konsentrasi campuran Al, suhu substrat, tekanan gas dan waktu deposisi. Berdasarkan hasil eksperimen yang telah dilakukan diperoleh hasil lapisan tipis ZnO:Al yang optimum pada kondisi suhu 450 oC, tekanan gas 6×10-2 torr dan lama waktu deposisi 1,5 jam. Dari pengukuran sifat-sifat optik (transmitansi) dengan UV-vis diperoleh hasil optimum pada suhu 450 oC. Pada kondisi ini transmitansinya sekitar (50-82) %, pada tekanan gas 6×10-2 torr sekitar (50-80) % dan pada waktu deposisi 1,5 jam sekitar (49-81) % yang semuanya pada posisi panjang gelombang (500-800) nm.. Untuk lapisan tipis ZnO diperoleh hasil transmitansi sekitar (78 - 80) % pada posisi panjang gelombang (500-800) nm. Hasil foto dengan SEM, untuk lapisan tipis ZnO diperoleh tebal lapisan sekitar 1,5 μm, morfologi permukaan dan butiran-butiran kecil terdistribusi secara homogen. Sedangkan untuk lapisan tipis ZnO:Al diperoleh tebal lapisan sekitar 1,3 μm dan morfologi permukaan yang terbentuk dengan butiran-butiran yang tidak seragam

    STUDI KRITIKALITAS VHTR PRISMATIK SEBAGAI FUNGSI RADIUS BAHAN BAKAR KOMPAK DAN KERNEL

    Get PDF
    Radius bahan bakar kompak dan kernel selama ini dibuat tetap pada nilai baku yang diadopsi oleh proyek reaktor suhu tinggi. Radius kompak bahan bakar ditetapkan 0,6225 cm dan radius kernel bahan bakar ditentukan 0,0250 cm. Dua parameter ini diinvestigasi karena sangat mempengaruhi performa moderasi neutron dalam teras VHTR. Efek radius kernel dan bahan bakar kompak dalam bahan bakar blok VHTR sebagai representasi dari teras aktif didiskusikan dalam makalah ini. Pengkayaan 235U sebesar 12% dan fraksi packing TRISO 0,29 dikerjakan di seluruh perhitungan dengan program transport Monte Carlo MCNPX dan pustaka data nuklir energi kontinu ENDF/B-VII pada suhu 1200K. Bahan bakar blok VHTR dimodelkan secara utuh dan presisi dengan kondisi batas reflektif. Hasil perhitungan memperlihatkan ketergantungan k∞ pada radius kernel berkurang seiring dengan berkurangnya radius bahan bakar kompak. Nilai k∞ hampir tidak bergantung pada radius kernel untuk radius bahan bakar kompak 0,4000 cm. Analisis menyimpulkan bahwa, kombinasi dua parameter ini adalah cara yang tepat untuk mendapatkan nilai faktor perlipatan neutron tak hingga yang diinginkan dari teras VHTR prismatik dengan fraksi packing dan pengkayaan bahan bakar yang spesifik

    OPTIMASI KONDISI PEMBUATAN ZIRCONIUM BASIC SULPHATE (ZBS) DARI ZIRCONIUM OXYCHLORIDE (ZOC).

    Get PDF
    Zirkonium merupakan bahan yang baik untuk dimanfaatkan dalam industri nuklir maupun industri non nuklir.Dalam industri nuklir, zirkonium adalah bahan yang strategis karena mempunyai tampang lintang absorpsi netron rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mencari kondisi optimum proses  pengendapan ZBS agar mendapatkan endapan ZBS yang terbanyak. Metode pembuatan ZBS yaitu dengan menambahkan larutan sulfat dari H2SO4 ke dalam larutan ZOC, dipanaskan dan diaduk dalam kurun waktu tertentu sampai terbentuk endapan ZBS. Endapan disaring dan dicuci untuk menghilangkan pengotor-pengotor seperti Fe, Ti, U dan Th. Umpan ZOC yang digunakan adalah hasil proses dari peleburan pasir zirkon yang berkadar 72 g Zr/L ditambah H2SO4 di dalam refluk yang dilengkapi dengan pengatur suhu sampai reaksi sempurna.. Diperoleh endapan putih ZBS berbentuk slurry, endapan dipisahkan dari filtrat dan disaring, filtrat dianalisis kandungan zirkoniumnya dengan XRF untuk setiap variabel proses. Kondisi optimum proses adalah pH = 1,3 konsentrasi umpan = 0,2 M ,suhu reaksi = 90 oC dan waktu pemanasan = 60 menit dan  konversi endapan ZBS =  94,35% -96,78 %

    CORROSION RESISTANCE IMPROVEMENT OF AISI 316L STAINLESS STEEL USING NITROGEN ION IMPLANTATION

    Get PDF
    The nitrogen ion implantation can be used to improve surface mechanical properties and corrosion resistance behavior of AISI 316L stainless steels by modifying the near-surface layers of these materials. In this study, an AISI 316L stainless steel plate was implanted with the optimum ion dose of 5 1016 ion/cm2 for ion energy variation of 60, 80 and 100 keV. Microhardness was measured by Vickers method, and the results of measurements clearly indicate an enhancement hardness behavior for nitrogen implanted layer. It is found that the implanted layer hardness was increased by a factor of 1.3 in comparison to that of the unimplanted samples. The increased hardness resulting from nitrogen ion implantation was attributed to the formation of an iron nitride phase. Microstructure, chemical composition and surface morphology studied using the technique of Scanning Electron Microscope (SEM) coupled with Energy Dispersive X-ray (EDX) and X-ray Diffraction (XRD). Analysis of SEM-EDX micrographs and XRD diffraction patterns indicate that the nitrogen implanted layer is composed of a metastable single phase which has properties very hard, good corrosion resistance behavior and wear resistance surface layers of stainless steel components. Effects of nitrogen ion implantation on the corrosion properties of AISI 316L stainless steels was evaluated using potentiostat PGS 201T. Corrosion properties of test results showed that there was a significant improvement in the corrosion resistance in the case of nitrogen implanted samples

    SEBARAN RADIOAKTIVITAS RADIONUKLIDA ALAM DAN FAKTOR AKUMULASINYA DALAM AIR, SEDIMEN DAN TANAMAN DI PERAIRAN SUNGAI DAN LAUT SURABAYA

    Get PDF
    SEBARAN RADIOAKTIVITAS RADIONUKLIDA ALAM DAN FAKTOR AKUMULASINYA DALAM AIR, SEDIMEN DAN TANAMAN DI PERAIRAN SUNGAI DAN LAUT SURABAYA. Telah dilakukan analisis radioaktivitas beberapa sampel di beberapa lokasi perairan Surabaya. Sampel untuk penelitian berupa air laut dan air sungai, sedimen permukaan dasar perairan dan eceng gondok. Lokasi pengambilan cuplikan di sungai dan laut pesisir Surabaya yang ditetapkan secara terpilih (bertujuan khusus) di lima (5) titik. Air diuapkan, sedimen dibersihkan, dikeringkan dan dihaluskan; eceng gondok diabukan pada 500 oC kemudian ditentukan paparan radioaktivitas α, β dan γ-nya. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa aktivitas cacah cuplikan lingkungan alam sangat rendah. Aktivitas gross β cuplikan air masih di bawah nilai ambang menurut Men KLH No. Kep.02/MENKLH/I/1988 sebesar 1000 mBq/L dan aktivitas α cuplikan air lebih tinggi dari batas ambang (100 mBq/L) dari SK Men KLH tersebut. Aktivitas paparan radiasi dalam cuplikan eceng gondok ternyata lebih tinggi daripada aktivitas cuplikan air dan sedimen yang menunjukkan adanya perpindahan radionuklida menurut jalur air-sedimen-biota dan terjadinya akumulasi radionuklida dalam organisme perairan. Hasil identifikasi radioisotop dengan teknik spektrometri-γ menunjukkan adanya 2 jenis radioisotop yang terdeteksi K-40 dan Tl-208 dalam beberapa cuplikan dan beberapa lokasi. Keberadaan radioisotop alam ini menunjukkan bahwa sampai saat pencuplikan dilakukan, perairan sungai dan pesisir Surabaya belum terkontaminasi oleh radionuklida buatan hasil fisi. Faktor distribusi FD pada umumnya < Faktor bioakumulasi FB

    221

    full texts

    236

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇