GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir
Not a member yet
    236 research outputs found

    PREPARATION AND CHARACTERIZATION OF TRANSPARENT CONDUCTIVE ZnO THIN FILMS BY DC MAGNETRON SPUTTERING

    Get PDF
    PREPARATION AND CHARACTERIZATION OF TRANSPARENT CONDUCTIVE ZnO THIN FILMS BY DC MAGNETRON SPUTTERING. Transparent and conductive aluminium-doped zinc oxide thin films have been prepared by dc magnetron sputtering using targets composed of ZnO and Al2O3. Polycrystalline ZnO:Al films were deposited onto a heated glass substrate. The surface morphology and crystalline structure, as well as optical and electrical properties of the deposited films were found to depend directly on substrate temperature. From optical and electrical analysis were observed that the optical transmittance and conductivity of the ZnO:Al transparent conductive oxide films increased when deposition temperature was raised from 200 to 400 oC. Films grown on 300 oC substrates showed a high conductivity value of 0.2 x 102 -1cm-1 and a visible transmission of about 85%. The growth temperatures of 300 oC, aluminium doping levels of 0.9 wt.% were preferable to achieve ZnO:Al films with optical and structural qualities as required for solar cell applications

    IDENTIFIKASI OZON DAN APLIKASINYA SEBAGAI DESINFEKTAN

    Get PDF
    IDENTIFIKASI OZON DAN APLIKASINYA SEBAGAI DESINFEKTAN. Telah dilakukan identifikasi ozon dan aplikasinya sebagai desinfektan. Ozon dibuat dari udara dan gas oksigen yang dihasilkan dari alat ozoniser. Untuk mengidentifikasi ozon digunakan metode spektrofotometri pada panjang gelombang maksimum 252 nm, waktu kestabilan 20-25 menit, sedang untuk menghitung ozon secara kuantitatif digunakan pembanding larutan iodium (I2) karena mol I2 sebanding dengan mol ozon. Ozon ini kemudian dikontakkan dengan sampel air sumur yang tercemar bakteri E-coli dan ternyata hasilnya sangat efektif untuk membunuh bakteri E-coli tersebut

    PEMANTAUAN RADIOAKTIVITAS DAN LOGAM BERAT DALAM TANAH DAN RUMPUT DI RENCANA LOKASI PEMBANGUNAN PLTN MURIA

    No full text
    Radioaktivitas tanah dan rumputdiukur dengan menggunakan alat cacah gross a dengan detektor znS. alat cacah gross fJ dengandetektor Geiger Muller (GM). spektrometer rdengan detektor Ge(Li). sedangkan konsentrasi logamherat di dalam tanah dan rumput di Lemahabang Muria telah ditentukan dengan metoda analisisaktivasi neutron (AAN). Tujuan utama pemantauan ini dilakukan untuk mengetahui radioaktivitasgross a; fJ dan radionuklida pemancar 1. serta logam berat dalam tanah dan rumput yangmengakomodasikan data lingkungan terkini dalam rangka mendukung izin tapak Analisis MengenaiDampak Lingkungan (AMDAL) PLTN. Hasil identijikasi radionuklida alam pemancar r denganteknik spektrometri r menunjukkan ada 7jenis radionuklida Pb-2l 0 (46,5 ke V). Ra-226 (186.5 ke V)Pb-212 (238,7 ke V). Pb-214 (395.9 ke V). TI-208 (583.2 ke V). Ac-228 (911,1 ke V) dan K-40 (1460,7keV). Radioaktivitas pemancar r tertinggi dalam tanah adalah K-40 terukur dengan konsentrasi208,73 Bq/kg dan terendah adalah Pb-210 dengan konsentrasi 17.58 Bq/kg. Dari analisis denganmetoda AAN diperoleh logam berat yang terkandung dalam tanah adalah Sc. Sb, Co dan Fe. Kadar tertinggi adalah logam berat dalam tanah Fe 4.046±0.105

    KARAKTERISTIK DIAMETER AEROSOL LURUHAN THORON DENGAN IMPAKTOR BERTINGKAT

    Get PDF
    Telah dikembangkan penelitian tentang Thoron dan luruhannya. Pada penelitianini telah dilakukan pengukuran diameter aerosol luruhan Thoron dalam ruang tertutup denganperlakuan chamber tertutup dan terbuka. Pengukuran diameter aerosol luruhan Thoron dilakukanmenggunakan impaktor Andersen 13 tingkat dengan laju alir 3 liter permenit. Setiap tingkatimpaktor dicacah dengan spektrometri gamma HP-Ge pada energi 238.6 keV (isotop Pb-2I2). Hasilstudi menunjukkan bahwa ikatan aerosol luruhan Thoron terdistribusi bimodal dengan ActivityMedian Aerodynamic Diameter (AMAD) adalah (0. I :t 0.004) j.lm fraksi 36% dan (7.0 :t 5.6) j.lmfraksi 6% dengan perlakuan chamber tertutup dan AMAD (0.1 :t 0.006) j.lm fraksi 39% dan (4.0 :t3.0) j.lm fraksi 8% dengan perlakuan chamber terbuka

    KAJIAN PENGURANGAN S02 DAN NOx DARI GAS BUANG HASIL PEMBAKARAN DENGAN AKSELERATOR

    Get PDF
    Emisi gas nitrogen oksida dan sulfur oksida merupakan salah satu sumberpencemaran dan kerusakan lingkungan. Gas-gas tersebut disebut gas asam, dapat menyebabkanhujan asam, efek rumah kaca secara tidak langsung, merusakkan hutan, menghancurkan hasilpanen, merusakkan lahan pertanian dan kehidupan hewan, korosi bangunan dan menimbulkanmasalah-masalah kesehatan. Pengurangan gas berbahaya dalam gas hasil pembakaran banyakdilakukan dengan penyerapan gas SOl, dikombinasi dengan proses pencegahan terjadinya gas NOxmelalui pembakaran ulang gas NOx atau reduksi gas hasil pembakaran baik secara katalitik maupuntidak Cara tersebut menimbulkan banyak limbah cairo Cara baru yang tidak menimbulkan limbahcair dan dapat menghilangkan NOx dan SO2 secara simultan dapat dilakukan dengan iradiasimenggunakan berkas elektron. Gas Hasil Pembakaran diiradiasi menghasilkan senyawa radikalyang memicu reaksi NOx menjadi asam nitrat dan SOl menjadi asam sulfat yang apabila direaksikandengan ammoniak menghasilkan ammonium sulfat dan ammonium nitrat. Kedua hasil sampingdapat digunakan sebagai pup uk tanaman. Dengan proses baru ini biaya investasi lebih besar tetapibiaya opeasional menjadi murah dan dihasilkan produks samping sehingga biaya keseluruha

    KARAKTERISTIK DIAMETER AEROSOL LURUHAN THORON DENGAN IMP AKTOR BERTINGKA T

    Get PDF
    Telah dikembangkan penelitian tentang Thoron dan luruhannya. Pada penelitianini telah dilakukan pengukuran diameter aerosol luruhan Thoron dalam ruang tertutup denganperlakuan chamber tertutup dan terbuka. Pengukuran diameter aerosol luruhan Thoron dilakukanmenggunakan impaktor Andersen 13 tingkat dengan laju alir 3 liter permenit. Setiap tingkatimpaktor dicacah dengan spektrometri gamma HP-Ge pada energi 238.6 keV (isotop Pb-2I2). Hasilstudi menunjukkan bahwa ikatan aerosol luruhan Thoron terdistribusi bimodal dengan ActivityMedian Aerodynamic Diameter (AMAD) adalah (0. I :t 0.004) j.lm fraksi 36% dan (7.0 :t 5.6) j.lmfraksi 6% dengan perlakuan chamber tertutup dan AMAD (0.1 :t 0.006) j.lm fraksi 39% dan (4.0±3.0) j.lm fraksi 8% dengan perlakuan chamber terbuka

    ANALISIS URANIUM DAN THORIUM DALAM SEDIMEN LAUT DAN SUNGAI DI SEKITAR CALON TAPAK PLTN LEMAHABANG

    Get PDF
    Penentuan uranium dan thorium telah dilakukan denganmetoda analisis aktivasi neutron (AAN) dalam cuplikan sedimen laut dan sungai. Cuplikan diiradiasiselama 12 jam menggunakan neutron termal denganfluks neutron O,58x101/n.cm'2der' fasilitasLazy Susan di reaktor riset Kartini. Uranium dan Thorium kemudian ditentukan berdasarkan reaksi2J8U(n.r)2J9Npdan 2J2Th(n.r)2JJpa.Uranium diidentifikasi melalui tenaga puncak 228,2 keY dari2J9Npdan Th melalui tenaga puncak 312 dan 300 keY dari wPa. Presisi dan akurasi diukurmenggunakan cuplikan uji kualitas sedimen sungai SRM-1645 dan pasir monasit NBL nO-A.Metoda ini memberikan harga presisi (9-17) % dan akurasi relatif (6-12) % untuk kandunganthorium (1,162-10.4) mg/kg dan kandungan uranium (0.414-1.24) mg/kg. Hasil konsentrasi U dan Thdalam sedimen sungai dan laut masing masing (0,224- 2,703) mg/kg dan (0.694- 3,212) mg/kg

    EKSTRAKSI KONSENTRAT NEODIMIUM MEMAKAI TRI OKTIL AMIN THE EXTRACTION OF NEODYMIUM CONCENTRATES USING TRI OCTYL AMINE

    Get PDF
    Telah dilakukan ekstraksi konsentrat Nd hasil olah pasir monasit. Tujuan penelitian ini memisahkan Nd dari pengotornya : Y, Ce dan La. Sebagai fasa air adalah konsentrat Nd(OH)3 dalam HNO3 dan sebagai ekstraktan atau fasa organik adalah tri oktil amin (TOA) dalam kerosen. Variabel yang diteliti konsentrasi HNO3, konsentrasi umpan, konsentrasi TOA dalam kerosen, waktu pengadukan dan kecepatan pengadukan. Dari hasil penelitian optimasi proses ekstraksi neodimium dari konsentrat Nd(OH)3 hasil olah pasir monasit dengan ekstraktan TOA, diperoleh kesimpulan sebagai berikut: konsentrasi HNO3 yang optimum 2M, konsentrasi umpan 5 gram/10 mL, konsentrasi TOA dalam kerosen 6 %, waktu pengadukan yang optimum 15 menit, kecepatan pengadukan 200 rpm. Pada kondisi ini diperoleh Kd Nd = 0,56; efisiensi ekstraksi Nd = 35,70%; FP Nd-La = ≈6,48; FP Nd-Ce = 3,72 dan FP Nd-Y = 1,38.Kata kunci : ekstraksi, tri oktil amin (TOA), neodimium

    MONITORING LOGAM BERAT DALAM IKAN LAUT DAN AIR TAWAR DAN EVALUASI NUTRISI DARI KONSUMSI IKAN

    Get PDF
    Ikan adalah bahan makanan sumber mineral. Serapan logam berat pada ikan dapat berasal dari air, sedimen maupun pakan ikan. Telah dilakukan monitoring mineral dan kontaminan dalam ikan untuk evaluasi nutrisi dan keamanan pangan, menggunakan teknik analisis aktivasi neutron. Jenis ikan laut dianalisis adalah ikan kembung (Rastrelliger faughni ) ikan tongkol (Acanthocybium solandri), ikan tengiri (Authis thazard) dan ikan air tawar adalah ikan nila (Oreochromis niloticus), ikan mas (Cyprinus carpio), ikan bawal (Colossoma macropomum), yang disampling dari 6 pasar di Jakarta Utara. Hasil monitoring menunjukkan bahwa, mineral esensial yang terkandung dalam ikan adalah Fe, K, Na, Zn, Ca, Mg, dan Se. Konsentrasi Ca dan Se dalam ikan air laut lebih tinggi dibandingkan dalam ikan air tawar. Konsentrasi unsur esensial lainnya bervariasi tergantung jenis ikan. Konsentrasi logam berat As dalam ikan laut 3 kali lebih tinggi dari ikan air tawar. Logam Hg dan Cr terdeteksi dalam semua jenis ikan diamati. Dari evaluasi kecukupan nutrisi, dengan asumsi konsumsi ikan 86,68 gr/hari, untuk laki-laki umur 19 - 30 tahun, dan mengacu data dari Institute of Medicine USA, maka asupan Ca : 2,5 - 6,3; Cl : 1,5 - 3,3; Fe : 11,5 - 26,9; Na : 1,5 - 4,1; K : 3,4 - 6,7 dan Zn 3,9 - 7,2 % dari nilai yang direkomendasikan. Asupan Cr melebihi dari nilai yang direkomendasikan, sedangkan As dan Hg tidak direkomendasikan ada dalam bahan pangan. Pada kenyataannya logam tersebut terkandung di dalam ikan diteliti, tetapi konsentrasinya masih di bawah nilai baku mutu yang dikeluarkan oleh BPOM

    UJI INTERKOMPARASI METODE AAN DAN XRF UNTUK ANALISIS SAMPEL SEDIMEN IAEA INTER COMPARISON TEST OF NAA AND XRF METHOD FOR IAEA SEDIMENT SAMPLE ANALYSIS

    Get PDF
    Laboratorium Pusat Teknologi Nuklir Bahan dan Radiometri mengikuti kegiatan interkomparasi IAEA tahun 2011. Sampel uji yaitu sedimen dengan kode IAEA 457. Metode uji meliputi Analisis Aktivasi Neutron (AAN) dan X-Ray Fluorescence (XRF). Dilakukan perbandingan metode AAN dan XRF untuk mengevaluasi kinerja masing-masing metode dan mengetahui kesesuaian kedua metode tersebut dalam analisis unsur pada sampel interkomparasi IAEA. Evaluasi kinerja masing-masing metode dilakukan dengan uji akurasi dan perhitungan z-score sedangkan kesesuaian metode diuji dengan uji t-berpasangan. Hasil analisis sampel menggunakan AAN diidentifikasi enam unsur Al, Fe, Cr, Co, Mn dan Zn sedangkan XRF diidentifikasi delapan unsur Al, Fe, Cr, Co, Cu, Mn, Pb dan Zn. Hasil uji akurasi pada AAN, unsur Al dan Fe kurang memuaskan sedangkan pada XRF unsur Co memiliki hasil yang kurang baik. Hasil perhitungan z-score, hampir semua unsur memberikan hasil yang memuaskan kecuali Al menggunakan metode AAN. Uji t-berpasangan yang dilakukan pada hasil analisis sedimen menggunakan AAN dan XRF memberikan hasil t-hitung < t-tabel, artinya tidak ada perbedaan hasil analisis antara kedua metode. Hasil tersebut menunjukkan bahwa metode AAN dan XRF dapat saling melengkapi untuk analisis unsur pada sampel IAEA 457. Secara umum, kedua hasil analisis unsur menunjukkan kesesuaian yang baik sehingga memperkuat validitas hasil analisis sampel interkomparasi IAEA

    221

    full texts

    236

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇