Jurnal Ilmu Keluarga & Konsumen
Not a member yet
388 research outputs found
Sort by
KEMAMPUAN RESILIENSI: STUDI KASUS DARI PERSPEKTIF IBU TUNGGAL
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui resiliensi ibu single parent dalam mempertahankan hidup. Penelitian dilakukan terhadap 3 janda (1 cerai mati dan 2 cerai hidup, umur 44-70 tahun) melalui observasi dan wawancara dengan analisis reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan resiliensi ibu single perent secara keseluruhan rendah, dilihat dari masing-masing aspek. Namun subjek DAS memiliki resiliensi baik dibandingkan subjek RN dan SW, dikarenakan DAS berusia lanjut, berstatus singel parent cerai mati, sudah lama kehilangan dan sudah terbiasa hidup sendiri. Sedangkan subjek RN dan SW berstatus singel parent cerai hidup dan merasakan trauma saat menikah. Berdasarkan hasil penelitian, khususnya bagi single motherdengan adanya status dan kondisi yang baru, hal tersebut bukanlah sebuah alasan untuk menyerah menghadapi suatu masalah. Bagi masyarakat sekitar diharapkan lebih memperhatikan kondisi single mother, terlebih kepada single mother yang memiliki tingkat kesulitan ekonomi dan menanggung banyak beban. Tidak hanya itu, konselor juga memiliki peran penting meningkatkan resiliensi single mother agar dampak psikologis dalam menjalankan status baru sebagai single mother dapat diminimalkan.This study aims to determine the resilience of single parent mothers in life. The study was conducted on 3 widows (1 divorce alive and 2 death divorced, aged 44-70 years) through observation and interviews with data reduction analysis, data presentation and conclusion. The results showed that the overall resilience of single parent mothers was low, seen from each aspect. However, DAS subjects have good resilience compared to RN and SW subjects, because DAS is elderly, single parent status is divorced, has long lost and is used to living alone. Meanwhile, the subjects RN and SW were single parents, divorced and felt traumatized when they got married. Based on the results of the study, especially for single mothers with new statuses and conditions, this is not a reason to give up facing a problem. The surrounding community is expected to pay more attention to the condition of single mothers, especially single mothers who have a level of economic difficulty and bear a lot of burdens. Not only that, counselors also have an important role in increasing single mother resilience so that the psychological impact of carrying out a new status as a single mother can be minimized
KECEMASAN, EFIKASI DIRI AKADEMIK, MOTIVASI BELAJAR: ANALISIS JENIS KELAMIN PADA MAHASISWA SELAMA PANDEMI COVID-19
Di tahun 2021 pandemi Covid-19 kian melonjak tinggi sehingga pemerintah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang dapat mengakibatkan pembatasan interaksi sosial dan perubahan model pembelajaran yang menyebabkan terjadinya kecemasan pada mahasiswa. Riset ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan dan pengaruh tingkatan kecemasan, tingkatan efikasi diri akademik, serta motivasi belajar berlandaskan jenis kelamin. Riset ini menggunakan desain eksplanatori. Penelitian ini dilakukan selama 6 bulan dimulai dari bulan Juni 2021 sampai bulan November 2021 dibantu dengan kuesioner daring. Data dianalisis secara deskriptif dan inferensial dengan uji independent t-test dan Structural Equation Modelling (SEM) menggunakan fitur SPSS 25.0 serta Smart PLS 3.0. Hasil riset menunjukkan kalangan mahasiswa Laki-laki mengalami kecemasan yang lebih rendah dibandingkan kalangan perempuan. Sementara itu, efikasi diri akademik dan motivasi belajar tidak berbeda antara kalangan mahasiswa laki-laki dan perempuan. Hasil uji SEM menunjukkan bahwa motivasi belajar dipengaruhi oleh kecemasan melalui efikasi diri akademik baik pada kalangan laki-laki maupun perempuan. Hasil riset ini berimplikasi pada pentingnya upaya peningkatan efikasi diri akademik dan motivasi belajar untuk menurunkan kecemasan mahasiswa di masa pandemi Covid-19
PENGARUH DUKUNGAN MANTAN SUAMI, STRATEGI KOPING, DAN RELASI ORANG TUA-ANAK TERHADAP KEBAHAGIAAN KELUARGA TUNGGAL
Percerain mendatangkan berbagai perubahan yang berdampak pada kebahagiaan keluarga. Demi menciptakan kebahagiaan yang dapat membuat keluarga memiliki gambaran positif mengenai hidupnya, dibutuhkan dukungan, kemampuan mengatasi stres, serta kemampuan orang tua dan anak dalam menjalani relasi yang baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh karakteristik keluarga, karakteristik mantan suami, dukungan mantan suami, strategi koping, dan relasi orang tua-anak terhadap kebahagiaan keluarga tunggal. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional study. Pengambilan contoh dilakukan menggunakan non probability sampling dengan teknik voluntary sampling. Penelitian dilakukan kepada keluarga tunggal yang mengalami cerai hidup, mantan suami masih hidup, dan memiliki anak yang bertempat tinggal di Indonesia. Contoh dalam penelitian ini berjumlah 100 keluarga. Hasil penelitian menunjukkan pendapatan ibu berpengaruh negatif signifikan terhadap strategi koping, dukungan mantan suami berpengaruh positif signifikan terhadap relasi orang tua-anak, serta pendapatan ibu dan strategi koping berpengaruh positif signifikan terhadap kebahagiaan keluarga. Keluarga tunggal dapat bangkit dari krisis akibat perceraian dengan meningkatkan usaha untuk menambah pendapatan, dan menjaga komunikasi positif dengan mantan suami terkait dengan kerja sama dalam merawat anak. Mantan suami juga diharapkan untuk dapat meningkatkan kasih sayang serta tanggung jawabnya walaupun anak tinggal bersama ibunya
THE CREDIBILITY OF CONSUMER REVIEWS ON THREE E-COMMERCE IN INDONESIA: MIXED METHOD APPROACH
Online stores with more than 3000 reviews have made it difficult for consumers to find reviews that can be used as the main source of information to decide on a purchase. This research aims to investigate the credibility of reviews that consumers can be trusted. This research used mixed methods (quantitative and qualitative) through sequential explanation. In this quantitative study, 300 respondents were collected using a voluntary sampling technique, and 900 reviews from three e-commerce sites in Indonesia were selected purposely. The qualitative approach used in-depth interviews with three consumers and a selected seller using a purposive sampling technique. The data was processed by multiple linear regression and descriptive using SPSS 25.0 and Nvivo 12. Research results confirmed that the motivation to read reviews and consumer attitudes toward reviews significantly affect online purchasing decisions, but a third of consumers still rarely provide reviews. Furthermore, based on source credibility, E-WOM quality, and recommendation rating, in the three e-commerce sites, almost half of the reviews studied were hard to be trusted. Based on these findings, this research summarizes the policy implications for consumers and governments and suggests future research
MANAJEMEN SUMBER DAYA KELUARGA, KONFLIK KERJA-KELUARGA, DAN TUGAS KELUARGA
Keluarga dan pekerjaan menjadi dua hal penting dalam keseharian manusia yang perlu dikelola dengan baik untuk mencapai tugas dan tujuan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh manajemen sumber daya keluarga (MSDK) dan konflik kerja-keluarga terhadap pemenuhan tugas keluarga yang dilakukan oleh istri pada keluarga dengan suami-istri bekerja. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional pada 160 contoh dari keluarga dengan suami-istri bekerja yang dipilih melalui stratified non proportional random sampling di Kecamatan Bogor Barat dan Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor. Hasil penelitian menunjukkan konflik kerja-keluarga pada keluarga dengan istri yang bekerja >8 jam/hari lebih tinggi dibandingkan dengan istri yang bekerja ≤8 jam/hari. Sedangkan MSDK istri yang bekerja di sektor formal lebih tinggi dibandingkan istri yang bekerja di sektor informal. Uji regresi menunjukkan MSDK dan pendidikan istri memiliki pengaruh positif signifikan terhadap pemenuhan tugas keluarga. Penelitian ini menunjukkan pengaruh MSDK dan konflik kerja-keluarga terhadap tugas keluarga memiliki sumbangan yang lebih besar pada istri yang bekerja di sektor formal dibandingkan sektor informal. Sedangkan berdasarkan jam kerja, pengaruh MSDK dan konflik kerja-keluarga terhadap pemenuhan tugas keluarga lebih besar dicapai oleh istri yang bekerja ≤8 jam/hari.Keluarga dan pekerjaan menjadi dua hal penting dalam keseharian manusia yang perlu dikelola dengan baik untuk mencapai tugas dan tujuan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh manajemen sumber daya keluarga (MSDK) dan konflik kerja-keluarga terhadap pemenuhan tugas keluarga yang dilakukan oleh istri pada keluarga dengan suami istri bekerja. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional pada 160 contoh dari keluarga dengan suami istri bekerja yang dipilih melalui stratified non proportional random sampling di Kecamatan Bogor Barat dan Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor. Hasil penelitian menunjukkan konflik kerja-keluarga pada keluarga dengan istri yang bekerja >8 jam/hari lebih tinggi dibandingkan dengan istri yang bekerja ≤8 jam/hari. Sedangkan MSDK istri yang bekerja di sektor formal lebih tinggi dibandingkan istri yang bekerja di sektor informal. Uji regresi menunjukkan MSDK dan pendidikan istri memiliki pengaruh positif signifikan terhadap pemenuhan tugas keluarga. Penelitian ini menunjukkan pengaruh MSDK dan konflik kerja-keluarga terhadap tugas keluarga memiliki sumbangan yang lebih besar pada istri yang bekerja di sektor formal dibandingkan sektor informal. Sedangkan berdasarkan jam kerja, pengaruh MSDK dan konflik kerja-keluarga terhadap pemenuhan tugas keluarga lebih besar dicapai oleh istri yang bekerja ≤8 jam/hari
PENGARUH KARAKTERISTIK PEKERJA SOSIAL, PASANGAN, INTERAKSI SUAMI ISTRI, DAN KESEJAHTERAAN SUBJEKTIF TERHADAP KUALITAS PERKAWINAN PEKERJA SOSIAL
Jakarta memiliki 28.819 kader PKK sampai tingkat Rukun Tetangga (RT) dan 70.902 kelompok dasawisma sebagai role model keluarga sejahtera bagi masyarakat di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh karakteristik pekerja sosial dan pasangan, interaksi suami istri, dan kesejahteraan subjektif terhadap kualitas perkawinan pekerja sosial di Provinsi Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Contoh penelitian ini adalah pekerja sosial yang berprofesi sebagai kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) tingkat kelurahan pada 10 kecamatan di Jakarta Timur. Sebanyak 100 pekerja sosial yang terdiri atas kelompok lama menikah ≤10 tahun dan >10 tahun dipilih menggunakan teknik disproportional random sampling. Data dikumpulkan dengan metode self-report dan dianalisis dengan SPSS (Statistical Package for the Social Sciences) dan SmartPLS (partial least squares). Uji t menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan antara pendapatan keluarga, pendidikan, interaksi suami istri, kesejahteraan subjektif, dan kualitas perkawinan pada kedua kelompok lama menikah. Rata-rata indeks interaksi suami istri dan kualitas perkawinan lebih tinggi dari kesejahteraan subyektif. Pendidikan dan pendapatan keluarga berpengaruh secara signifikan terhadap interaksi suami istri. Kesejahteraan subjektif dan interaksi suami istri berpengaruh secara signifikan terhadap kualitas perkawinan. Interaksi suami istri melalui kesejahteraan subjektif berpengaruh secara tidak langsung terhadap kualitas perkawinan. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat pengaruh lama menikah terhadap kualitas perkawinan
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB PERCERAIAN PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI KABUPATEN BANYUMAS
Tingkat perceraian di Kabupaten Banyumas pada masa pandemi Covid-19 dan menuju new normal tercatat mengalami peningkatan sebesar 48 kasus. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi karakteristik dan faktor-faktor yang melatarbelakangi perceraian di masa pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional study. Objek penelitian berupa data kasus perceraian bulan Maret s.d Juni 2020. Jumlah sampel sebanyak 200 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Metode analisis data menggunakan distribusi frekuensi dengan nilai modus untuk menentukan kecenderungan data. Hasil penelitian menemukan bahwa secara umum penggugat perceraian merupakan perempuan yang memiliki karakteristik berusia muda, berpendidikan rendah, tidak bekerja, usia perkawinan kurang dari lima tahun, dan baru memiliki satu anak. Faktor yang melatarbelakangi pasangan suami istri bercerai karena faktor ekonomi. Lebih lanjut, program yang dapat dikembangkan berdasarkan hasil penelitian yaitu perlu ada sosialisasi yang intens tentang persiapan kehidupan berkeluarga bagi calon pasangan muda khususnya dalam aspek ekonomi. Hal ini dimaksudkan agar para pasangan muda yang ingin memulai berkeluarga dapat membangun ketahanan keluarga yang optimal sehingga mampu mencegah terjadinya perceraian.Tingkat perceraian di Kabupaten Banyumas pada masa pandemi Covid-19 dan menuju new normal tercatat mengalami peningkatan sebesar 48 kasus. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi karakteristik dan faktor-faktor yang melatarbelakangi perceraian di masa pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional study. Objek penelitian berupa data kasus perceraian bulan Maret s.d Juni 2020. Jumlah sampel sebanyak 200 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Metode analisis data menggunakan distribusi frekuensi dengan nilai modus untuk menentukan kecenderungan data. Hasil penelitian menemukan bahwa secara umum penggugat perceraian merupakan perempuan yang memiliki karakteristik berusia muda, berpendidikan rendah, tidak bekerja, usia perkawinan kurang dari lima tahun, dan baru memiliki satu anak. Faktor yang melatarbelakangi pasangan suami istri bercerai karena faktor ekonomi. Lebih lanjut, program yang dapat dikembangkan berdasarkan hasil penelitian yaitu perlu ada sosialisasi yang intens tentang persiapan kehidupan berkeluarga bagi calon pasangan muda khususnya dalam aspek ekonomi. Hal ini dimaksudkan agar para pasangan muda yang ingin memulai berkeluarga dapat membangun ketahanan keluarga yang optimal sehingga mampu mencegah terjadinya perceraian
EVALUASI PELAKSANAAN PENDIDIKAN KELUARGA PADA KAMPUNG KB DI KABUPATEN/KOTA PROVINSI SUMATRA BARAT
Pelaksanaan pendidikan keluarga pada Kampung KB di Kabupaten/Kota Provinsi Sumatra Barat untuk mengatasi masalah kependudukan belum pernah dievaluasi sejak dicanangkan tahun 2016. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan pendidikan keluarga pada Kampung KB di Kabupaten/Kota Provinsi Sumatra Barat. Penelitian ini menggunakan desain studi evaluatif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif di Kota Padang, Kota Padang Panjang, Kabupaten Pasaman Barat, dan Kota Solok yang dipilih secara purposif pada tahun 2018 pada periode bulan Juli hingga Oktober. Sumber data dalam penelitian ini meliputi OPD-KB Kab/Kota, PLKB, Ketua, Kader, dan seksi Kampung KB, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Ketua PKK dan 50 PUS yang ditentukan secara systematic random sampling pada masing-masing Kampung KB. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian: pertama, pembinaan dan penggerakkan pendidikan keluarga oleh pengelola program Kampung KB masih belum memperlihatkan posisi sentral dalam meningkatkan kesadaran dan kemampuan teknis keluarga. Kedua, sarana dan prasarana pendidikan keluarga pada setiap Kampung KB masih belum terealisasi dengan semestinya. Ketiga, langkah dan upaya strategis dari Pemerintah belum terlihat untuk pencapaian indikator program Kampung KB dalam pelaksanaan pendidikan keluarga. Keempat, PUS memiliki pengetahuan dan partisipasi pada setiap kegiatan dan program yang diselenggarakan oleh Kampung KB. Hasil penelitian ini merekomendasikan pentingnya komitmen dan sinergi pemerintah, pengelola, masyarakat, dan stakeholder dalam menyukseskan pendidikan keluarga pada Kampung KB
CONFIRMATORY FACTOR ANALYSIS PADA PENGUKURAN KEHARMONISAN KELUARGA (FHS-24)
Keharmonisan keluarga adalah ketahanan keluarga secara sosial psikologis, yang merupakan konsep penting sebagai penentu karakter anak dankepribadian positif anak. Namun, belum ditemukan publikasi validitas alat ukur keharmonisan keluarga di Indonesia. Hanya satu pengukuran keharmonisan keluarga dengan validitas dan reliabilitas yang telah dipublikasikan, yaitu FHS-24 (Family Harmony Scale) oleh Kavikondala et al. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi alat ukur keharmonisan keluarga FHS-24 pada responden keluarga di Indonesia. Desain penelitian ini adalah cross-sectional, yaitu penelitian yang melibatkan beberapa variabel dan melihat hubungan antar variabel. Analisis data penelitian menggunakan metode SEM (Structure Equation Models) dengan CFA (Confirmatory Fit Analysis). Jumlah responden adalah 308 suami istri yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Hasil yang diperoleh adalah pengukuran keharmonisan keluarga menggunakan skala keharmonisan keluarga FHS-24 merupakan model yang fit untuk digunakan pada keluarga di Indonesia. Hal tersebut dapat dilihat dari model structural (hubungan antar aspek menunjukkan angka yang valid) maupun model pengukuran (masing-masing pernyataan menunjukkan angka yang valid). Skala FHS-24 dapat digunakan untuk mengukur keharmonisan keluarga di Indonesia
WORKING MOTHER AND FAMILY ECONOMY RESILIENCE IN THE COVID-19 ERA: EVIDENCE FROM INDONESIA
Covid-19 pandemic, which occurred in early 2020, has resulted in more than 50 percent of households experiencing financial difficulties, especially those who rely on personal businesses. This study aims to analyze the effect of working mothers on family economic resilience during the Covid-19 pandemic. This study obtained the primary data by distributing questionnaires to 173 respondents using the purposive sampling technique. The approach used is quantitative with Ordinary Least Square (OLS) as the data analysis method. The dependent variable is family economic resilience, and the independent variable is female workers. The results showed that working women could support and contribute to their households in helping meet the daily needs of their families. Thus, working mothers have a positive effect on household economic resilience during the Covid-19 pandemic. For this reason, during the Covid-19 period, a wife\u27s role is needed to contribute to the family economy so that the family\u27s economic resilience remains stable. Furthermore, this research revealed the importance of the government\u27s roles and stakeholders to provide facilities such as working capital for women, availability of employment opportunities for women, and work regulations that support women in balancing their dual roles