Jurnal Ilmu Keluarga & Konsumen
Not a member yet
    388 research outputs found

    TEKANAN EKONOMI, COPING EKONOMI, DUKUNGAN SOSIAL, DAN KESEJAHTERAAN PEREMPUAN KEPALA KELUARGA

    Get PDF
    Keluarga yang dikepalai perempuan rentan terhadap kemiskinan yang tak lain disebabkan oleh faktor pendapatan yang rendah dan lingkungan yang tidak mendukung. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dan diteliti secara kuantitatif yang bertujuan untuk menganalisis pengaruh tekanan ekonomi, coping ekonomi, dan dukungan sosial terhadap kesejahteraan perempuan kepala keluarga. Penelitian ini melibatkan 100 perempuan yang bercerai dan memiliki anak di Jawa Barat dengan menggunakan non-probability voluntary sampling. Berdasarkan hasil penelitian, rata-rata usia responden adalah 39 tahun dan lama menjanda adalah 4 tahun. Sebagian besar responden memiliki pekerjaan tidak tetap dengan pendapatan di bawah garis upah minimum provinsi. Lebih dari setengah (66,0%) responden memiliki rasio aset lebih sedikit daripada utang dan semua (100,0%) responden memiliki utang. Variabel tekanan ekonomi, coping ekonomi, dukungan sosial, dan kesejahteraan berada pada kategori sedang. Karakteristik seperti pekerjaan dan lama menjanda berpengaruh positif dan negatif signifikan terhadap kesejahteraan subjektif. Coping ekonomi berpengaruh negatif signifikan terhadap kesejahteraan subjektif. Dukungan sosial juga berpengaruh positif siginifikan terhadap kesejahteraan subjektif. Pekerjaan dan rentang lama menjanda menjadi faktor yang dapat memengaruhi tingkat kesejahteraan keluarga. Kesejahteraan pun dapat diperoleh jika perempuan kepala keluarga tidak memiliki utang. Semakin sedikit coping ekonomi yang dilakukan oleh perempuan kepala keluarga, serta semakin banyak dukungan sosial yang didapatkan akan meningkatkan tingkat kesejahteraannya

    PENGARUH INOVASI EDUKASI GIZI MASYARAKAT BERBASIS SOCIAL MEDIA MARKETING TERHADAP PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING

    Get PDF
    Pandemi Covid-19 menghambat program pencegahan dan pengentasan stunting sehingga dibutuhkan sarana yang mempermudah edukasi gizi di masa pandemi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji inovasi edukasi gizi masyarakat berbasis social media marketing pada Youtube, Facebook, Instagram, TikTok, dan Twitter serta mengukur pengaruhnya terhadap perubahan kognitif, afektif, dan perilaku. Desain penelitian menggunakan pendekatan kuasi eksperimental dengan desain one group pre-test dan post-test. Penelitian dilaksanakan pada Bulan September hingga Desember 2021. Responden berjumlah 89 orang yang tersebar pada lima media sosial. Data dianalisis dengan uji beda paired t-test. Secara keseluruhan untuk semua media sosial, terjadi peningkatan pengetahuan sebesar 13,88 poin, sikap sebesar 2,30 poin dan perilaku sebesar 5,81 poin. Pada ketiga variabel, dengan menjumlahkan delta perubahan, media sosial paling tinggi kenaikannya adalah TikTok (36,75), diikuti dengan Instagram (22,29), Twitter (20,25), Youtube (16,66) dan Facebook (12,61). Berdasarkan uji beda paired t-test, terdapat perbedaan signifikan pada pengetahuan, sikap, dan perilaku. Media sosial yang paling menghasilkan perubahan pengetahuan sasaran adalah TikTok, sedangkan perubahan sikap dan perilaku sasaran paling efektif melalui media sosial Instagram. Implikasi dari penelitian ini adalah hasil temuan dapat digunakan oleh stakeholder untuk melakukan promosi pencegahan dan pengentasan masalah stunting dengan lebih efektif dan berdampak luas

    MENYELISIK ISU PERLINDUNGAN KONSUMEN PADA KLAUSULA EKSONERASI DI SEKTOR JASA KEUANGAN DAN RETAIL DENGAN PENDEKATAN MIXED METHODS

    Get PDF
    Sepanjang tahun 2021, Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) telah menerima 2.113 pengaduan dari sektor jasa keuangan dan 427 dari sektor retail yang mana permasalahan terkait klausula eksonerasi adalah salah satu masalah yang sering diadukan oleh konsumen. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh pengetahuan dan sikap terhadap perilaku terkait klausula eksonerasi, dan mengeksplorasi peran Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) dalam pengawasan klausula eksonerasi. Penelitian ini menggunakan metode campuran sekuensial yang mengombinasikan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Survei dilakukan terhadap 170 responden yang dipilih secara sukarela. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa pengetahuan, sikap, dan perilaku terkait klausula eksonerasi masih kurang.  Hanya pengetahuan yang berpengaruh signifikan terhadap sikap konsumen. Kemudian, hasil wawancara mendalam menyimpulkan bahwa peran BPSK masih belum efektif dan cenderung pasif dalam mengawasi pencantuman klausula eksonerasi. Hal ini disebabkan belum adanya petunjuk teknis dan petunjuk pelaksanaan yang jelas terkait pelaksanaan pengawasan pencantuman klausula eksonerasi. Oleh karena itu, diperlukan satu lembaga khusus dengan wewenang memeriksa, memvalidasi, dan mensertifikasi klausula baku sebelum diberlakukan kepada konsumen

    POLA ASUH DAN PERUNDUNGAN: TIGA LEVEL META ANALISIS

    Get PDF
    Perundungan berdampak pada kesehatan mental siswa yang menjadi korban. Penelitian-penelitian yang telah dilakukan menunjukkan korelasi pola asuh dengan perundungan. Telaah lebih lanjut menunjukkan adanya perbedaan hasil antara penelitian-penelitian tersebut. Tujuan dari penelitian metaanalisis ini untuk menguji asosiasi pola asuh (demokratis, permisif, dan ototriter) dengan perundungan berdasarkan hasil-hasil korelasional antara pola asuh dan perundungan yang telah dilakukan oleh peneliti. Laporan penelitian yang digunakan adalah penelitian yang terbit antara 2010 sampai dengan 2019 dari data base Taylor and Francis, ProQuest, ScienceDirect, dan Portal Garuda. Berdasarkan diagram PRISMA, dari 233 penelitian diperoleh 18 data sekunder dengan karakteristik sampel yaitu siswa dan mahasiswa. Pola asuh demokratis dengan perilaku perundungan ditemukan tidak berkorelasi (Zr= -0,0970 dengan CI: -0,204 – 0,01; p>0,05) dan menunjukkan bias publikasi yang tinggi (fail-safe N= 16), sedangkan pola asuh otoriter dan perundungan berkorelasi positif (Zr= 0,280 dengan CI:0,195 – 0,365; p < 0,01) dan menunjukkan bias publikasi yang rendah (fail-safe N= 1536). Pola asuh permisif dengan perundungan juga menunjukkan korelasi positif (Zr= 0,223 dengan CI: 0,060 – 0,387; p < 0,01) dan menunjukkan bias publikasi yang rendah (fail-safe N= 171). Tingkat pendidikan sebagai variabel moderator bagi pola asuh demokratis dengan perundungan

    STRES PENGASUHAN, PENILAIAN IBU TERHADAP COVID-19, DAN PENGASUHAN SUPORTIF

    Get PDF
    Ibu, sebagai pengasuh utama anak, dapat mengalami stres pengasuhan yang kemudian berdampak pada menurunnya pengasuhan yang suportif kepada anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penilaian negatif ibu mengenai Covid-19 terhadap hubungan antara stres pengasuhan dengan pengasuhan suportif. Desain penelitian ini adalah crossectional, dengan pendekatan penelitian kuantitatif. Populasi penelitian ini merupakan ibu yang memiliki anak berusia 2-18 tahun. Dengan teknik convenience sampling, diperoleh responden ibu sebanyak 272 orang, yang berusia 21-54 tahun (M=38,49, SD=6,59). Pengambilan data dilakukan menggunakan platform kuesioner online. Analisis regresi linear menunjukkan bahwa stres pengasuhan berpengaruh negatif terhadap pengasuhan suportif. Uji moderasi dengan Hayes PROCESS menunjukkan bahwa penilaian ibu mengenai dampak Covid-19 dalam pemenuhan kebutuhan dapat memperkuat hubungan negatif antara stres pengasuhan dan pengasuhan suportif pada kadar yang rendah, sedang, maupun tinggi. Dengan demikian, stres pengasuhan yang dialami ibu berdampak pada rendahnya pengasuhan suportif pada anak, dan pengasuhan suportif ibu akan lebih rendah apabila ibu menilai dirinya kesulitan memenuhi kebutuhan keluarga akibat pandemi. Berdasarkan hasil penelitian ini, diperlukan tindakan preventif untuk mencegah peningkatan stres pengasuhan ibu serta untuk mempertahankan penilaian positif ibu terhadap Covid-19 sebagai upaya meningkatkan pengasuhan yang suportif

    PENGARUH ALOKASI WAKTU IBU DAN NILAI EKONOMI AKTIVITAS IBU RUMAH TANGGA TERHADAP KEBAHAGIAAN IBU

    Get PDF
    Pekerjaan rumah tangga merupakan fondasi dalam membangun kesejahteraan keluarga, namun aktivitas ibu rumah tangga belum dianggap penting. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh alokasi waktu ibu rumah tangga dan nilai ekonomi ibu rumah tangga terhadap tingkat kebahagiaan ibu. Penelitian ini menggunakan teori struktural fungsional. Penelitian menggunakan desain cross-sectional melalui wawancara online sebagai cara pengambilan data primer. Contoh penelitian berjumlah 99 responden yang dipilih secara purposif di SDN Sukasari Kota Bogor dengan kriteria ibu yang tidak bekerja, keadaan keluarga lengkap (ayah, ibu, dan anak), dan memiliki anak berusia 11-12 tahun. Alokasi waktu ibu ditemukan paling besar pada aktivitas domestik dan paling rendah pada aktivitas waktu luang. Pada penelitian ini, tingkat kebahagiaan ibu termasuk pada kategori tinggi. Hasil regresi menunjukkan bahwa alokasi waktu domestik dan alokasi waktu luang (leisure) berpengaruh terhadap tingkat kebahagiaan. Hal ini menunjukkan bahwa bantuan dari pasangan akan berpengaruh terhadap tingkat kebahagiaan ibu

    CONSUMER ATTITUDE AND SATISFACTION BY ONLINE APPLICATION FOR READY-TO-EAT FOOD DELIVERY SERVICE IN JABODETABEK

    Get PDF
    The COVID-19 pandemic has made public consumption dynamic, supported by increasingly sophisticated technologies such as GoFood and GrabFood. The purpose of this study is to analyze the purchasing decision process, attitudes, consumer satisfaction and test whether there are significant differences in attitudes and satisfaction between GoFood and GrabFood customers. The design of this study was a cross section with one data collection, and the analysis used was qualitative and quantitative. The number of samples used in this study were 100 respondents from the Slovin method, then each region was divided based on the Sampling Quota. Descriptive analysis tool is used for the consumer purchasing decision process. Fishbein Multiattribute Analysis is used to analyze consumer attitudes and consumer satisfaction in this study using the Consumer Satisfaction Index (CSI) analysis. The use of nonparametric Mann-Whitney for the difference test. The results of the study show that there are five purchasing decision processes, the value of attitudes towards consumers of the GrabFood and GoFood applications with 193.88 and 193.86 points, respectively. The attitudes and satisfaction of GoFood and GrabFood consumers were not significantly different, and consumers were considered satisfied with the GoFood and GrabFood CSI scores of 79.24% and 78.16%, respectively

    THE INFLUENCE OF RELIGIOSITY, ECONOMIC PRESSURE, FINANCIAL MANAGEMENT, AND STRESS LEVELS TOWARDS FAMILY QUALITY OF LIFE DURING COVID-19 PANDEMIC IN INDONESIA

    Get PDF
    An increased number of coronavirus cases infection has resulted in instability of household, which has an impact on family quality of life (QoL), and the facts during Covid-19 pandemic are contrary to the structural-functional theory, which emphasizes system stability and balance. This study aims to analyze the effect of religiosity, economic pressure, stress levels, and family management on family QoL during the Covid-19 pandemic and to analyze family typology based on stress levels, economic pressure, and family QoL. This study uses a quantitative approach and voluntary sampling method with 270 respondents selected based on criteria of working mothers or homemakers with working husbands. The higher frequency of religiosity and the smaller the economic pressure, the lower risk of high-stress levels. The high-stress levels and economic pressure decrease the family QoL, but the QoL increase if the family can carry out good financial management. Increasing the frequency of religiosity would improve family QoL by reducing stress levels. The typology is dominated by economic pressure and low QoL, while the typology of stress level and balanced QoL is dominated by the best type (low-stress levels, high QoL) and both low types. Reduced economic pressure, improved financial management, and stress management are important to preserve or improve QoL

    KEPUASAN PERNIKAHAN PADA ISTRI GENERASI MILENIAL DI SEPULUH TAHUN AWAL PERNIKAHAN

    Get PDF
    Berdasarkan tahapan perkembangan, masa sekarang merupakan masa yang ideal bagi generasi milenial untuk membangun rumah tangga. Namun, kenyataannya semakin banyak generasi milenial yang memutuskan untuk menunda menikah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji wanita bekerja generasi milenial yang memutuskan untuk menikah. Penelitian ini menggunakan emergent mixed method sequential explanatory design. Emergent mixed method adalah desain penelitian mixed method yang tidak direncanakan sejak awal. Peneliti terlebih dahulu melakukan penelitian kuantitatif, selanjutnya dilakukan penelitian kualitatif karena pada fase kuantitatif diperoleh temuan yang signifikan untuk didalami lebih lanjut.  Partisipan pada Studi 1 terdiri atas 123 ibu bekerja, sedangkan 5 ibu bekerja menjadi partisipan pada Studi 2. Karakteristik partisipan penelitian ini adalah istri generasi milenial yang bekerja dan sedang menjalani 10 tahun awal masa pernikahan. Hasil temuan pada Studi 2 tidak sejalan dengan temuan Studi 1, atau terjadi discordance. Pada Studi 2 didapatkan temuan yang berbeda dengan hasil penelitian yang didapatkan di Negara Barat. Lebih lanjut, terdapat hal unik khas Indonesia berupa nilai religius yang dijadikan pegangan oleh para partisipan untuk menjaga keutuhan dan kelanggengan rumah tangga. Selain itu, keterlibatan pasangan untuk mengasuh anak mendatangkan kepuasan dan kebahagiaan kepada para partisipan dalam menjalani pernikahannya

    SOCIODEMOGRAPHIC FACTORS ASSOCIATED WITH PARENTING STRESS DURING COVID-19 PANDEMIC

    Get PDF
    The Covid-19 pandemic is a phenomenon that mental health scholars have not fully understood, which might adversely affect parenting. Previous studies have found that sociodemographic factors influence parenting stress in non-pandemic conditions. However, no study has discussed parenting stress during the Covid-19 pandemic. Therefore, the present study investigates the sociodemographic factors influencing parenting stress during the Covid-19 pandemic. Using a cross-sectional approach, we applied convenience sampling using online platforms to recruit the participants. Seven hundred ninety parents aged 20-57 participated in this study (mothers = 740, fathers = 50). The validated Indonesian version of the Parenting Stress Scale was administered online to measure parenting stress. The results identified that mothers experienced parenting stress more than fathers (t(788) = -2.83; p = 0.005; d = -3.28; 95% CI [-5.55; -1.00]).  Furthermore, it revealed that financial condition was the only predictor of the parenting stress experienced by fathers (β = 0.39, p = 0.02). Apart from the financial condition, working status (β = -0.08, p = 0.04), educational background (β =-0.10, p = 0.02), and marital status (β = 0.13, p = 0.00) also predicted the level of parenting stress in mothers. Several sociodemographic variables associated with maternal parenting stress indicate the necessity of interventions to promote mothers\u27 mental health, who are more prone to parenting stress than fathers

    282

    full texts

    388

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Ilmu Keluarga & Konsumen
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇