Jurnal Ilmu Keluarga & Konsumen
Not a member yet
388 research outputs found
Sort by
CONSUMER COMPLAINT BEHAVIOUR IN INDONESIA: ROLE OF KNOWLEDGE AND SELF-CONFIDENCE
Complaint behavior is a person\u27s response to dissatisfaction with the goods or services used. Complaints are feedback from customers that tend to be negative towards the company. Self-confidence can be interpreted as one aspect of personality in the form of belief in one’s abilities so that others do not influence him, can act according to his will, are happy, optimistic, relatively tolerant, and responsible. This study generally aims to analyze the effect of knowledge and self-confidence on complaints in Indonesia. The study used a cross-sectional study design. The samples were married or employee consumers aged between 17 to 60 years determined by multi-stage random sampling. The number of samples in this study was 2.100 respondents. This study used descriptive analysis, independent t-test, and SEM using Linear Structural Relationship (LISREL) 8.72. The findings of this study indicate that the knowledge and respondents\u27 complaint behavior are relatively low, whereas self-confidence was in the moderate category. Knowledge had a significant effect on complaint behavior but insignificant on self-confidence. Other results also indicate that self-confidence had no significant effect on complaint behavior
ANALISIS KONTEKS WILAYAH TERHADAP PERCERAIAN DI PROVINSI JAWA TIMUR
Kajian terhadap terjadinya perceraian lebih banyak dilihat dari faktor individual dan rumah tangga dan kurang banyak dikaji dari aspek konteks wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konteks wilayah dengan menganalisis kecenderungan dan sebaran spasial tingkat perceraian di Jawa Timur tahun 2012-2020 dan menganalisis hubungan antara faktor sosial ekonomi wilayah dengan tingkat perceraian di Jawa Timur. Data yang digunakan dalam penelitian adalah data sekunder dari publikasi Badan Pusat Statistik. Analisis kecenderungan dan persebaran tingkat perceraian di Jawa Timur dilakukan secara deskriptif dan menggunakan indeks Hoover. Sementara itu, analisis hubungan antara tingkat perceraian dengan faktor sosial ekonomi wilayah menggunakan uji korelasi Pearson. Penelitian ini menemukan adanya peningkatan tingkat perceraian di Jawa Timur dari tahun 2012-2020 dengan persebaran tingkat perceraian yang tidak merata dan cenderung terkonsentrasi di wilayah tertentu. Hal tersebut tercermin dari semakin meningkatnya indeks Hoover. Faktor konteks wilayah di Jawa Timur yang berhubungan signifikan dengan tingkat perceraian adalah rata-rata lama sekolah dan persentase penduduk miskin. Perceraian memiliki korelasi positif dengan rata-rata lama sekolah dan sementara memiliki korelasi negatif dengan persentase penduduk miskin. Penelitian ini merekomendasikan cara mengurangi tingkat perceraian di Jawa Timur, yaitu tidak hanya dilakukan dengan memperbaiki tingkat pendidikan dan kemakmuran penduduk, tetapi juga memperbaiki kualitas pendidikan dan mendorong dekonsentrasi pendidikan dan kemakmuran
THE ROLE OF TRUST AND FORGIVENESS IN MARITAL INTIMACY ON HUSBANDS OR WIVES OF DUAL-EARNER COUPLES IN SURABAYA
Intimacy is very important in determining the longevity of a marriage. In East Java, Surabaya is the fourth city with the highest number of divorces, with 4938 couples deciding to divorce in 2016 (JPNN, 2017). This study aimed to analyze the role of trust and forgiveness towards marital intimacy in dual-earner husbands or wives in Surabaya. This study used a quantitative research design. Populations in this study were working individuals with a working spouse (including part-time and freelance), living in Surabaya, and still engaged in marital relationships. The study sample consisted of 107 subjects selected using the convenience sampling technique. Data collection was obtained through an online questionnaire on Google Forms. Data analysis was carried out using multiple linear regression tests on the JASP (Jeffreys’s Amazing Statistics Program) program. The results showed that trust and forgiveness played a significant role in marital intimacy in dual-earner husbands or wives (F(2,104) = 48,46; p<0,001). Only trust had a significant effect on marital intimacy (t = 7,375; p<0,001) whereas forgiveness had no significant effect on marital intimacy (t = 1,394; p > 0,05)
CHILD-REARING BARRIERS AND SOCIAL SUPPORT OF MIGRANT FAMILIES : A CASE STUDY OF INDONESIAN MOTHERS LIVING IN SEOUL, SOUTH KOREA
An increasing number of Indonesian families migrate to South Korea with different social and cultural aspects emerge the challenges in child-rearing. This study examines two purposes related to child-rearing barriers and social support of migrant families by utilizing qualitative research with a case study design. In-depth interviews and observation carried out data collection during August-November 2021 involving six (6) Indonesian migrant mothers living in Seoul using purposive sampling. Mothers were chosen as informants by considering them as the primary caregiver for children. Regarding the first purpose, this study identified internal and external barriers in child-rearing. In addition, three themes related to social support are analyzed, including instrumental support in tangible and service assistance, emotional support related to social adjustment support, and informational support to access services for children. The resources of support systems come from spouses and parents, Indonesian and Korean friends/colleagues, social institutions, and social media networks. Therefore, there is a need for comprehensive social interventions to strengthen social support for migrant families
PENGARUH GAYA PENGASUHAN ORANG TUA, IDENTITAS MORAL, DAN PEMISAHAN MORAL REMAJA TERHADAP PERILAKU CYBERBULLYING REMAJA
Peningkatan jumlah pengguna internet di Indonesia menjadi peluang terjadinya perilaku cyberbullying di kalangan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaya pengasuhan, identitas moral, dan pemisahan moral terhadap perilaku cyberbullying pada remaja. Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional karena data yang dikumpulkan dan diteliti berada dalam satu waktu sehingga tidak berkelanjutan. Penelitian ini melibatkan 120 siswa SMA (usia 13-18 tahun) di Kota Bogor yang dipilih secara voluntary sampling. Data dianalisis menggunakan SPSS dan Smart Partial Least Square (PLS). Hasil uji PLS menunjukkan bahwa perilaku cyberbullying remaja dipengaruhi secara langsung positif oleh gaya pengasuhan penolakan ibu dan pemisahan moral remaja. Tingginya pengasuhan penolakan yang dilakukan oleh ibu dan pemisahan moral remaja yang juga tinggi akan mendorong remaja untuk melakukan perilaku cyberbullying kepada orang lain. Karakteristik keluarga yaitu lama pendidikan ibu dan status pekerjaan ibu berpengaruh secara signifikan terhadap gaya pengasuhan penolakan ibu. Karakteristik remaja yaitu usia remaja berpengaruh secara signifikan terhadap identitas moral remaja. Gaya pengasuhan penolakan ibu secara langsung positif memengaruhi pemisahan moral remaja. Identitas moral remaja secara negatif memengaruhi pemisahan moral
WORK-FAMILY CONFLICT GURU PEREMPUAN DI TENGAH ADAT DAN BUDAYA BALI
Penelitian ini bertujuan untuk melihat faktor penyebab terjadinya konflik kerja-keluarga yang terjadi pada perempuan, dengan profesi guru juga tuntutan menjadi masyarakat di komunitas adat Bali yang menjunjung tinggi kegiatan di tempat peribadatan atau disebut juga dengan awig-awig. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Penelitian ini berlokasi di Desa Tenganan, Dusun Pengringsingan, Karangasem-Bali, jumlah informan sebanyak 3 orang guru yang lahir, menikah dan bekerja di dusun tersebut. Hasil penelitian ini memaparkan bahwa faktor penyebab terjadinya konflik bukan hanya instrinsik tetapi juga lingkungan sosial. Berdasarkan temuan penelitian ini, dapat ditemukan bahwa perempuan Bali yang berprofesi guru mampu membagi tugas dan tanggung jawab dengan adanya peran lainnya sebagai ibu rumah tangga dan peran di lingkungan masyarakat Bali. Faktor time-based conflict menunjukkan pengaruh besar pada peran ganda perempuan dan beban tugas yang berlebihan pada perempuan Bali karena beberapa tugas dan peran terjadi pada waktu bersamaan dan wajib dilakukan. Sehingga perempuan Bali khususnya profesi guru harus mampu membagi waktu prioritas dengan stabil.This study aims to look at the factors that cause work-family conflicts that occur in women, with the teaching profession as well as the demands of being a community in Balinese traditional communities who uphold activities in places of worship or also called awig-awig. This study uses a descriptive qualitative approach. This research is located in Tenganan Village, Pengringsingan Hamlet, Karangasem-Bali, the number of informants is 3 teachers who were born, married and worked in the village. The results of this study explain that the factors that cause conflict are not only intrinsic but also the social environment. Based on the findings of this study, it can be found that Balinese women who are teachers are able to share tasks and responsibilities with other roles as housewives and roles in Balinese society. The time-based conflict factor shows a major influence on women\u27s dual roles and excessive workload on Balinese women because several tasks and roles occur at the same time and must be carried out. So that Balinese women, especially the teaching profession, must be able to divide priority time in a stable manner
ONLINE SHOPPING: ANALYSIS OF THE INFLUENCE OF ETHNOCENTRISM ON PURCHASE INTENTION IN LOCAL COSMETICS
The rapid development of E-Commerce in the current digital era offers various available products and provides greater opportunities for consumers to choose and determine which products to buy. The purpose of this study was to analyze the demographic segmentation of local cosmetic products online consumers and the effect of ethnocentrism on purchase intention in local cosmetics through online shopping. The sampling technique used was non-probability sampling with a convenience sampling method. This study involved a sample of 210 respondents, dominated by women in the age range of 17-24 years, college graduates, unmarried, and have jobs as employees with an income of IDR 5,000,000 – IDR 10,000,000 per month. The research was using the SEM-LISREL analysis tool. The results showed that the ethnocentrism variable had a positive and significant effect on consumer purchase intention. The variables of cultural openness, patriotism, conservatism, and collectivism have a positive and significant effect on ethnocentrism and have a significant indirect effect on purchase intention in local cosmetics through ethnocentrism as an intervening variable. A strategy that can be applied by the company to increase purchase intention of local cosmetics through ethnocentrism is to educate consumers related to Indonesian cultural heritage which is applied to local cosmetics
PERAN PENGASUHAN KONTROL PSIKOLOGIS DAN OTONOMI EMOSIONAL DALAM PEMBENTUKAN IDENTITAS REMAJA
Pembentukan identitas remaja dipengaruhi oleh berbagai faktor salah satunya yaitu peranan pengasuhan orang tua dan otonomi emosional remaja. Penelitian ini bertujuan menganalisis peranan dari pengasuhan kontrol psikologis dan otonomi emosional terhadap pembentukan identitas. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Partisipan merupakan 480 remaja di Surabaya yang berusia 12-21 yang diperoleh dengan metode quota sampling. Alat ukur Utrecht-Management of Identity Commitments Scale versi Indonesia, Psychological Control Scale-Youth Self-Report, dan Emotional Autonomy Scale digunakan untuk mengukur pembentukan identitas, pengasuhan kontrol psikologis, dan otonomi emosional. Analisis data dilakukan dengan menggunakan regresi ganda dan regresi hierarki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengasuhan kontrol psikologis ibu dapat memprediksi eksplorasi mendalam, pengasuhan kontrol psikologis ayah dapat memprediksi peninjauan kembali komitmen, dan otonomi emosional dapat memprediksi rendahnya komitmen. Selain itu, ditemukan otonomi emosional tidak dapat berperan sebagai moderator antara pengasuhan kontrol psikologis dengan pembentukan identitas. Temuan ini mengindikasikan bahwa pengasuhan kontrol psikologis dan otonomi emosional memiliki peranan yang berbeda dalam pembentukan identitas yang sesuai dengan konteks di Indonesia
PENGARUH DEMOGRAFI KELUARGA DALAM PENGASUHAN PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN JIWA ANAK USIA DINI
Keluarga merupakan sekolah utama bagi anak untuk tumbuh berdasarkan fitrah masing-masing sehingga apa pun yang terjadi di keluarga tentunya memberikan pengaruh terhadap perkembangan anak usia dini. Studi ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dan melihat perbedaan dari status ekonomi, tempat tinggal, dan keterlibatan orang tua di program Bina Keluarga Balita (BKB) terhadap pengasuhan, pertumbuhan, dan perkembangan jiwa anak usia dini. Metode dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan sumber data sekunder. Sebanyak 3.894 orang Ibu menjadi responden pada Survei Kinerja dan Akuntabilitas Program (SKAP) 2019 Provinsi Jawa Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status ekonomi dan keterlibatan orang tua dalam program BKB berpengaruh signifikan terhadap pengasuhan, pertumbuhan, dan perkembangan jiwa anak usia dini. Selain itu, ada perbedaan signifikan antara status ekonomi orang tua yang tinggi, sedang, dan rendah. Hasil lainnya juga menunjukkan bahwa ada perbedaan signifikan antara mereka yang mengikuti program BKB dan tidak. Hasil penelitian secara umum memperkuat bahwa diperlukan fondasi yang kuat pada keluarga baik dari sisi ekonomi maupun dari segi partisipasi orang tua dalam kegiatan pembinaan dan kemasyarakatan
PENGARUH KELEKATAN REMAJA-ORANGTUA, HARGA DIRI, DAN KONTROL DIRI TERHADAP PENGGUNAAN INTERNET BERMASALAH PADA REMAJA
Perkembangan teknologi, termasuk internet mengalami kemajuan yang pesat. Namun, keberadaan internet dapat berdampak positif dan negatif ketika penggunaannya tidak tepat, atau disebut penggunaan internet bermasalah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh langsung dan tidak langsung kelekatan remaja-orang tua, harga diri, dan kontrol diri terhadap penggunaan internet bermasalah. Penelitian ini melibatkan sebanyak 250 remaja di Kabupaten Bogor. Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini adalah Adolescent Attachment Questionnaire (AAQ), Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES), kontrol diri singkat versi Indonesia (operasionalisasi De Ridder), dan Generalized Problematic Internet Use Scale 2 (GPIUS 2). Analisis data menggunakan uji deskriptif dan Structural equation modeling (SEM) menggunakan smartPLS. Penelitian ini hanya menemukan satu variabel yang berpengaruh langsung terhadap penggunaan internet bermasalah yaitu kontrol diri dengan pengaruh negatif signifikan. Penelitian ini menemukan kelekatan remaja-orang tua berpengaruh langsung positif signifikan terhadap harga diri dan kontrol diri, sedangkan harga diri berpengaruh langsung positif signifikan terhadap kontrol diri. Hasil penelitian juga menunjukkan terdapat pengaruh tidak langsung positif signifikan dari kelekatan remaja-orang tua terhadap kontrol diri. Kelekatan remaja-orang tua dan harga diri berpengaruh tidak langsung negatif secara signifikan terhadap penggunaan internet bermasalah