Jurnal Ilmu Keluarga & Konsumen
Not a member yet
388 research outputs found
Sort by
DINAMIKA PSIKOLOGIS KESEIMBANGAN KERJA KELUARGA BAGI WANITA KARIER SAAT PANDEMI: Psychological State of Work-Family Balance for Women in the Pandemic
Masa pandemi telah membawa banyak perubahan dari sisi kehidupan sosial, profesional, dan personal wanita karier yang menarik untuk diteliti dalam sudut pandang psikologi. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengalaman wanita karier terkait dengan keseimbangan kerja keluarga kurun waktu pandemi Covid-19 antara tahun 2021-2022. Metode kualitatif fenomenologi dan analisis tematik diterapkan pada penelitian ini. Pengambilan data menggunakan teknik wawancara mendalam serta kuesioner terbuka. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 51 pekerja wanita yang mengisi kuesioner terbuka dan ditindaklanjuti dengan wawancara semi terstruktur pada empat partisipan dengan kriteria yang sama. Partisipan berusia antara 18 dan 44 tahun, menikah, memiliki anak yang masih bersekolah, dan bekerja di perusahaan swasta atau publik. Temuan studi ini berfokus pada dinamika yang muncul pada wanita karier. Selama masa pandemi, wanita karier memiliki tiga faktor internal yang terkait dengan keseimbangan kerja-keluarga, yaitu motivasi, emosi, dan konflik internal. Guna meminimalisir hal tersebut, wanita karier membutuhkan faktor eksternal yang terdiri dari hubungan interpersonal yang baik dan dukungan kerja materi maupun non-materi. Implikasi penelitian ini berada pada level keluarga dan organisasi
ANALISIS RIWAYAT PENGASUHAN PADA TINGKAT POSTTRAUMATIC GROWTH BERBEDA PADA DEWASA MUDA SETELAH TERINFEKSI COVID-19: Analysis of Parenting History on Different Levels of Posttraumatic Growth in Young Adult After Covid-19 Infection
Pandemi Covid-19 memberikan ancaman serius bagi kondisi kesehatan mental pada kelompok dewasa muda, dalam hal ini riwayat pengasuhan diyakini mampu menjelaskan apakah seseorang jadi terpuruk atau justru bertumbuh menjadi pribadi lebih baik, setelah menghadapi situasi krisis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis riwayat pengasuhan ditinjau dari tingkat posttraumatic growth (PTG) pada dewasa muda setelah terinfeksi Covid-19. Desain mixed method digunakan dengan melakukan pengisian kuisioner Posttraumatic Growth Inventory (PTGI) α=0,971 dan wawancara semi terstruktur terkait riwayat pengasuhan. Diperoleh 204 responden yang berpartisipasi mengisi kuisioner, untuk selanjutnya dipilih masing-masing 4 responden dengan skor PTG relatif tinggi dan rendah untuk diwawancarai lebih lanjut. Hasil analisis deskriptif menemukan bahwa responden rata-rata memiliki skor total PTG yang tinggi (M = 77,02; SD = 15,87). Dari lima dimensi PTG, apresiasi hidup menunjukkan skor paling tinggi (M = 81,09; SD = 17,05) dialami oleh para responden setelah terinfeksi Covid-19 dibandingkan dimensi lainnya. Hasil analisis data kualitatif menggunakan Nvivo-12 mengindikasikan bahwa terdapat pola riwayat pengasuhan yang cenderung berbeda dihayati oleh kelompok responden dengan PTG tinggi dan rendah. Temuan ini dapat menjadi rujukan dalam praktek pengasuhan anak untuk menciptakan individu yang lebih tangguh di masa dewasa
DETERMINAN PERILAKU BERISIKO PADA REMAJA DARI PERSPEKTIF EKOLOGI: Determinants of Risk Behavior in Adolescents from an Ecological Perspective
Masa remaja menjadi periode kritis dalam perkembangan manusia sebab remaja sering terlibat perilaku berisiko yang membahayakan kondisi psikososialnya. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh kecerdasan emosional, kelekatan orang tua, pengalaman hubungan pacaran, dan media sosial terhadap perilaku berisiko pada remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional study. Pengambilan data dilakukan secara online melalui Google Form dengan teknik voluntary response sampling. Analisis data menggunakan uji deskriptif dan structural equation modeling (SEM). Subjek penelitian sebanyak 204 orang dengan kriteria remaja usia 14─19 tahun, memiliki orang tua lengkap, dan sedang menjalani hubungan romantis dengan lawan jenis. Hasil uji SEM menunjukkan kecerdasan emosional, kelekatan orang tua, dan penggunaan media sosial yang berpengaruh negatif signifikan terhadap perilaku berisiko remaja sebesar 64,8 persen. Hasil pengaruh tidak langsung menunjukkan kelekatan orang tua yang dimediasi kecerdasan emosional memiliki persentase lebih tinggi sebesar 15 persen dalam menurunkan perilaku berisiko, sedangkan pengalaman hubungan pacaran tidak berpengaruh terhadap perilaku berisiko remaja
KETAHANAN KELUARGA DALAM MENGHADAPI KEGUNCANGAN EKONOMI SELAMA PANDEMI: Family Strength in the Face of Economic Shocks During the Pandemic
Pandemi Covid-19 memiliki dampak ekonomi yang sangat besar karena memaksa masyarakat untuk mengurangi aktivitas luar rumah secara signifikan sehingga mengubah banyak tatanan kehidupan. Keluarga dengan ketahanan yang baik menjadi elemen utama menghadapi guncangan ekonomi selama pandemi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis ketahanan keluarga menghadapi guncangan ekonomi selama pandemi. Metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi. Hasilnya menunjukkan bahwa komitmen orang tua terhadap pendidikan serta peran spiritualitas meningkatkan keterampilan adaptasi keluarga terhadap tekanan sehingga mampu membentuk strategi ketahanan keluarga selama pandemi. Dinamika ketahanan keluarga yang seharusnya menjadi pertahanan utama ketika pandemi tidak berfungsi secara optimal karena keguncangan ekonomi sehingga berdampak besar pada aspek fisik, psikologis, dan sosial. Ketahanan aspek sosial melahirkan ketahanan pada aspek psikologis. Upaya meningkatkan ketahanan keluarga dengan mengoptimalkan fungsi dan peran keluarga serta perlunya sosialisasi ketahanan keluarga yang diadakan institusi atau komunitas. Penelitian ini merekomendasikan perlunya kebijakan dari pemerintah untuk menggalakkan penguatan ketahanan keluarga
THE PRACTICE OF EIGHT FAMILY FUNCTIONS: DIFFERENCES BETWEEN RURAL AND URBAN AGING FAMILIES IN INDONESIA
The family is essential in improving the older adults’ quality of life, where the family\u27s role can be reflected in the eight family function practices: 1) Religious; 2) Sociocultural; 3) Love; 4) Protection; 5) Reproductive; 6) Socio-education; 7) Economic; and 8) Environmental. This study aimed to determine the differences in family function practices among aging families in rural and urban areas. Data were analyzed using Cross-Tabulation with the Chi-Square and Independent T-test from a sample of 12,391 aging families in the 2019 Program Accountability Performance Survey. The results of the Independent T-test p<0.001 indicate a significant difference in implementing each family function between aging families in urban and rural areas. Despite both regions\u27 low index scores for eight family function practices, aging families in the urban area practice slightly better than aging families in the rural. The characteristics that distinguished the implementation of family functions in urban and rural areas were educational and economic factors. In aging families, economic and love functions are most commonly performed in rural and urban areas, whereas reproductive and educational functions are the least performed. This research suggests intensively socializing about the eight family functions and educating on the importance of reproductive and educational functions in improving the quality of life in aging families
PERSEPSI DAN MAKNA PEMBAHARUAN JANJI PERKAWINAN TERHADAP KEUTUHAN PERKAWINAN OLEH PASUTRI KATOLIK: Perception and Meaning of Renewal of Marriage Promises towards the Integrity of Marriage by Catholic Couples
Situasi dan perkembangan zaman menggiring manusia pada nilai-nilai duniawi. Perkawinan Katolik dan keutuhan keluarga Katolik dihadapkan pada tantangan yang sama. Pembaharuan janji perkawinan adalah salah satu jalan untuk membendung tantangan zaman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan persepsi dan makna pembaharuan janji perkawinan oleh pasutri Katolik. Metode yang dipakai adalah metode kualitatif deskriptif. Desain penelitian yakni pendekatan fenomenologi. Penelitian dilakukan di Paroki St. Maria dari Fatima Kesatrian Malang, Provinsi Jawa Timur. Waktu penelitian Juli sampai Desember 2022. Dalam penelitian ini, kami mengambil 15 pasutri sebagai sumber utama atau informan kunci dengan klasifikasi usia perkawinan 1-5 tahun, 6-20 tahun dan 20-an tahun ke atas. Prosedur pengumpulan data yakni wawancara dan bentuk wawancara yakni semi terstruktur. Teknik analisis data terdiri dari tiga tahap yakni membaca data, organisasi data dan menentukan tema. Kesimpulan, pembaharuan janji perkawinan lahir dari kesadaran pasangan suami istri akan makna terdalam dari Sakramen Perkawinan. Pembaharuan perkawinan sarana untuk memelihara dan merawat janji nikah dan komitmen satu sama lain dalam hidup perkawinan. Dengan demikian, makna pembaharuan janji perkawinan adalah agar semakin saling percaya, total dalam menjalankan hidup bersama, saling melengkapi dan bertanggung jawab terhadap pilihan dan setia pada janji nikah serta menghidupkan kembali cinta Kristus kepada gereja-Nya yang tercermin dalam hubungan suami dan istri
PERAN KELUARGA DAN TOLERANSI AMBIGUITAS PADA EFIKASI DIRI PENGAMBILAN KEPUTUSAN KARIER MAHASISWA: The Role of The Family and Tolerance of Ambiguity towards Career Decision Self-Efficacy in Students
Pengaruh keluarga serta toleransi ambiguitas berperan dalam membentuk keyakinan diri mahasiswa dalam pengambilan keputusan karier. Penelitian ini bertujuan mengetahui peran keluarga dan toleransi ambiguitas pada keyakinan diri mahasiswa dalam memutuskan karier. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional. Subjek penelitian berjumlah 157 mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang yang diambil dengan teknik sampling accidental. Pengambilan data dilakukan menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan dengan uji regresi. Hasil analisis menemukan bahwa peran keluarga dan toleransi ambiguitas berpengaruh terhadap keyakinan diri penentuan pilihan karier mahasiswa. Toleransi ambiguitas berpengaruh lebih besar terhadap keyakinan diri dalam memutuskan karier mahasiswa dibanding peran keluarga. Implikasi penelitian ini yaitu mahasiswa dapat berpikir positif dalam menilai perubahan dunia kerja saat ini, menerima perubahan, mencari kejelasan hal-hal yang ambigu, memantau permintaan pasar tenaga kerja, dan mengembangkan kompetensi diri sesuai dengan demand pasar. Orang tua dapat membantu mahasiswa dengan cara berbagi informasi tentang perkerjaan dan memberikan dukungan emosional dan finansial dalam pengembangan diri mahasiswa
FAMILY RITUALS AND PROBLEMATIC SMARTPHONE USE IN ADOLESCENTS
Family factors have been identified as potential protective or risk factors for problematic smartphone use in adolescents, yet studies on family rituals as one of the important family factors are scarce. Therefore, this study investigates the relationship between family rituals and problematic smartphone use in adolescents. Family rituals were measured using the Family Ritual Questionnaire (FRQ), and problematic smartphone use was measured using the Mobile Phone Problematic Use Scale (MPPUS). Both measurements were validated in the Indonesian version. Using a cross-sectional approach, we applied a convenience sampling method. Two hundred and twelve adolescents aged 12-18 (girls= 113, boys= 98; Mean age= 14.56, SD= 1.41) participated in this study. The data was analyzed using Spearman’s rho correlation analysis. The results show no significant correlation between family rituals and problematic smartphone use in adolescents (r = 0.01; p > 0.05). Further investigation involving family communication as a mediating variable is strongly recommended
KEPUASAN AKSEPTOR TERHADAP PELAYANAN PEMASANGAN KONTRASEPSI IMPLAN DI PROVINSI BANTEN PASCA PANDEMI COVID-19
Provinsi Banten merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang sangat terdampak oleh pandemi Covid-19. Dampak tersebut diantaranya adalah pelayanan program keluarga berencana pada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan akseptor terhadap pelayanan pemasangan kontrasepsi implan di Provinsi Banten pasca pandemi Covid-19. Desain penelitian menggunakan cross-sectional study. Pengumpulan data dilaksanakan pada bulan Mei Tahun 2022 di Kota Cilegon dan Kota Serang, Provinsi Banten, dengan mempertimbangkan banyaknya jumlah calon akseptor kontrasepsi implan yang akan dilayani pada waktu pelaksanaan penelitian. Data diperoleh melalui wawancara menggunakan kuesioner terstruktur. Analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif dan customer satisfaction index (CSI). Hasil Penelitian menunjukan bahwa 7 dari 10 responden sudah merasa puas terhadap pelayanan pemasangan kontrasepsi implan di Provinsi Banten. CSI dari dimensi keandalan paling rendah dibandingkan dimensi lainnya, disebabkan variabel tentang petugas keluarga berencana (PLKB/Kader KB) dan pemberi layanan (dokter/bidan) dianggap belum maksimal dalam memberikan penjelasan terkait keuntungan dan kerugian (efek samping) penggunaan kontrasepsi implan sebelum pelayanan. Berdasarkan temuan tersebut, petugas keluarga berencana maupun pemberi layanan perlu memberikan komunikasi, informasi dan edukasi secara menyeluruh pada akseptor sebelum pelayanan pemasangan kontrasepsi implan
PENGARUH TIPOLOGI KELUARGA DAN LINGKUNGAN RAMAH KELUARGA TERHADAP RESILIENSI DEWASA AWAL PADA MASA PANDEMI COVID-19: Effect of Family Typology and Family-Friendly Environment on Early Adult Resilience During Covid-19 Pandemic
Keluarga dan lingkungan keluarga yang mendukung dalam menghadapi berbagai kesulitan dan krisis dibutuhkan dewasa awal agar memiliki resiliensi yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tipologi keluarga regeneratif, tipologi keluarga ritmik, dan lingkungan ramah keluarga terhadap resiliensi dewasa awal. Sebanyak 520 dewasa awal dilibatkan dalam penelitian melalui teknik simple random sampling yang terdiri dari 200 laki-laki (38,5%) dan 320 perempuan (61,5%). Hasil analisis Structural Equation Modelling menunjukkan bahwa semakin tinggi tipologi keluarga regeneratif, tipologi keluarga ritmik, dan lingkungan ramah keluarga maka secara signifikan akan meningkatkan resiliensi dewasa awal. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh indikator-indikator yang menunjukkan aktivitas yang paling berkontribusi dalam meningkatkan tipologi keluarga, lingkungan ramah keluarga, dan resiliensi. Aktivitas yang meningkatkan keimanan, rasa hormat, kepedulian, interaksi, dan toleransi merupakan prediktor utama yang mampu meningkatkan tipologi keluarga, lingkungan ramah keluarga, dan resiliensi. Hasil ini dapat menjadi referensi bagi individu khususnya dewasa awal, keluarga, serta pemerintah dan lembaga yang bergerak dalam program ketahanan, kesejahteraan, dan kualitas keluarga. Referensi ini berguna untuk meningkatkan kemampuan keluarga dalam mengantisipasi kesulitan dan krisis keluarga di masa mendatang