Jurnal Ilmu Keluarga & Konsumen
Not a member yet
388 research outputs found
Sort by
THE ROLE OF MORALLY RELEVANT THEORY OF MIND AND PARENTS\u27 EMOTIONAL EXPRESSION ON PROSOCIAL LYING CHILDREN AGED 7–9: Morally Relevant Theory of Mind, Ekspresi Emosi Orang Tua, dan Perilaku Bohong Prososial Anak
Prosocial lying refers to deceptive behavior performed for the benefit of others, which children may sometimes engage in to maintain positive relationships with peers and others. This research aims to identify the role of morally relevant theory of mind (MoToM) and parental emotional expression on prosocial lying behavior among children aged 7–9 years. The participants consisted of 66 parent-child pairs selected through the convenience sampling technique. The assessment of prosocial lying and MoToM was conducted through behavioral testing. Child participants (M=101.91 months; SD=8.36) were tested individually using the disappointing gift paradigm protocol and the MoToM. Meanwhile, parents were requested to respond to the SEFQ inventory. The results of the hierarchical logistic regression analysis revealed a significant relationship between MoToM and prosocial lying behavior, even after children\u27s age was statistically controlled (X2(2)=5.872, p<0.01). In contrast, no significant influence was observed concerning parental emotional expression and children\u27s prosocial lying behavior. This study highlighted insights on the relationship between MoToM and prosocial lying behavior, revealing that understanding MoToM is an influential factor in prosocial lying. Children should understand moral judgment and the impact of their behavior on others before engaging in prosocial lying
WILLINGNESS TO SHARE DATA PRIBADI DAN KAITANNYA DENGAN PENYALAHGUNAAN DATA KONSUMEN E-COMMERCE DI INDONESIA: PENDEKATAN MIXED METHODS: Willingness to Share Personal Data and Its Relationship with E-Commerce Consumer Data Misuse in Indonesia: A Mixed Methods Approach
Penyalahgunaan data pribadi menjadi salah satu masalah dalam berbelanja online (e-commerce), tetapi konsumen cenderung bersedia memberikan data pribadi melalui internet. Tujuan riset ini adalah untuk menganalisis pengaruh pengetahuan, persepsi risiko, dan kepercayaan terhadap willingness to share data pribadi. Riset ini menggunakan desain mixed methods. Data primer diambil melalui survei daring (324 responden) dan in-depth interview 6 responden. Data sekunder diperoleh dari desk study regulasi dan kebijakan privasi dalam e-commerce. Hasil riset menunjukkan meskipun responden memiliki tingkat pengetahuan, persepsi risiko, kepercayaan, dan willingness to share yang cukup, tetapi ada keterpaksaan dalam memberikan data pribadi. Hasil Structural Equation Modeling (SEM) menunjukkan variabel kepercayaan memiliki pengaruh langsung paling kuat terhadap willingness to share diikuti oleh pengetahuan. Persepsi risiko berpengaruh secara tidak langsung melalui kepercayaan terhadap willingness to share. Regulasi dan kebijakan privasi masih belum optimal melindungi data pribadi konsumen. Implikasi riset ini lain perlu penguatan sistem keamanan e-commerce, pengawasan yang ketat dari pemerintah terhadap e-commerce, serta menindak tegas kasus penyalahgunaan data
NILAI-NILAI KELUARGA, ADULT ATTACHMENT, MATING INTELLIGENCE, DAN PREFERENSI PEMILIHAN PASANGAN PADA DEWASA MUDA : Family Values, Adult Attachment, Mating Intelligence, and Preferences in Mate Selection of Young Adults
Ketidakcocokan dengan pasangan dalam sebuah perkawinan secara berkepanjangan akan memicu konflik yang dapat menggoyahkan keharmonisan pernikahan. Sebelum menikah, masing-masing calon pasangan seharusnya mengenali kebutuhan dan karakteristik pribadi dan calon pasangannya sehingga individu tersebut dapat menjadi versi terbaik bagi dirinya dan bertanggung jawab penuh atas pemenuhan kebutuhannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh nilai-nilai keluarga, kelekatan dewasa (adult attachment), dan kecerdasan memilih pasangan (mating intelligence) terhadap preferensi pemilihan pasangan pada dewasa muda. Penelitian dilakukan di Indonesia dengan melibatkan 250 dewasa muda yang dipilih menggunakan teknik voluntary sampling. Penyebaran kuesioner dilakukan secara daring menggunakan Google Forms yang disebarluaskan melalui media sosial terkini. Kemudian, data diolah dengan menggunakan uji deskriptif, uji beda, uji korelasi, dan analisis jalur. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kelekatan aman memediasi antara nilai-nilai keluarga dengan kecerdasan memilih pasangan. Kecerdasan memilih pasangan memediasi antara kelekatan aman dengan preferensi baik hati/dapat dipercaya. Kecerdasan memilih pasangan memediasi antara kelekatan aman dengan preferensi pendidikan/inteligensi. Kecerdasan memilih pasangan berpengaruh terhadap preferensi status/sumber daya. Kelekatan penghindaran berpengaruh terhadap preferensi baik hati/dapat dipercaya dan religiositas/suci. Nilai-nilai keluarga berpengaruh terhadap preferensi baik hati/dapat dipercaya, daya tarik/seksualitas, status/sumber daya, pendidikan/inteligensi, dan religiositas/suci
PROBLEMATIC SMARTPHONE USE IN ADOLESCENTS: PARENTAL STRUCTURE AND PARENTAL PSYCHOLOGICAL CONTROL AS PREDICTORS
The use of smartphones in adolescents can negatively impact their daily lives. When adolescents’ ability to control smartphone use is low, they could experience problematic smartphone use behavior (PSU). By internalizing control, parents play a crucial role in enhancing adolescents\u27 self-control on smartphone use. Based on the controlling component of parenting, there are two types of parental control: parental structure and parental psychological control. Previous studies have found a relationship between parental psychological control and PSU. However, studies investigating the relationship between parental structure and parental psychological control simultaneously with PSU are limited. This study is important since parents found practicing those two types of parental control simultaneously. Therefore, this study aimed to investigate the effect of parental structure and psychological control on adolescents\u27 problematic smartphone use. 219 adolescents aged 12-18 (M = 14.49 years) completed the Indonesian version of the Parental Structure Scale, Parental Psychological Control Scale, and Mobile Phone Problematic Use Scale questionnaires. Stepwise regression analysis shows that only parental psychological control predicts the increase of problematic smartphone use in adolescents. Our finding suggested that the type of parental control that emphasizes authority assertion, love withdrawal, and guilt induction is ineffective in decreasing problematic smartphone use in adolescents
PENGARUH MANAJEMEN STRES DAN STATUS PEKERJAAN IBU TERHADAP PENGASUHAN ANAK USIA SEKOLAH SAAT PANDEMI COVID-19
Pemerintah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan pembelajaran dari rumah (BDR) selama pandemi Covid-19 yang dapat mengakibatkan stres pada orang tua meningkat sehingga berdampak negatif terhadap pengasuhan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan pada pengasuhan serta manajemen stres yang terdiri dari sumber stres individu, sumber stres pengasuhan, strategi koping, dan stres berdasarkan pekerjaan ibu dan melakukan analisis pengaruh dari karakteristik keluarga, karakteristik anak, dan manajemen stres terhadap pengasuhan. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional study. Jumlah contoh pada penelitian ini sebanyak 47 ibu bekerja dan 53 ibu rumah tangga dengan status keluarga utuh serta memiliki anak yang masih belajar di tingkat sekolah dasar negeri. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan pada manajemen stres dan pengasuhan berdasarkan status pekerjaan ibu. Karakteristik keluarga berpengaruh positif signifikan terhadap pengasuhan. Semakin tinggi pendidikan orang tua serta penghasilan keluarga menyebabkan semakin baik kualitas pengasuhan. Sumber stres pengasuhan dan gejala stres berpengaruh langsung negatif signifikan terhadap pengasuhan. Sumber stres individu berpengaruh tidak langsung negatif signifikan terhadap pengasuhan. Hasil penelitian ini menunjukkan pentingnya orang tua mengelola sumber stres agar tidak melakukan pengasuhan yang negatif pada anak.The COVID-19 pandemic has become a challenge for parents which can increase stress levels and have a negative impact on parenting. This study aims to analyze differences in parenting and stress management consisting of individual sources of stress, sources of parenting stress, coping strategies, and stress based on the type of mother\u27s occupation and analyze the effect of family characteristics, child characteristics, and stress management on parenting. The research design used a cross-sectional study and involved a sample of 47 working mothers and 53 housewives who came from intact families and had children who were still studying at the state elementary school level. Based on the results of the study, there were no significant differences in all variables based on the type of mother\u27s occupation. Family characteristics have a significant positive effect on parenting. The higher the education of parents and family income, the higher the quality of parenting. Sources of parenting stress and symptoms of stress have a significant direct effect on parenting. Sources of individual stress have a significant indirect effect on parenting. Therefore, the higher the sources of stress and symptoms of stress, the lower the quality of parenting during the COVID-19 pandemic.
 
ANALISIS KONDISI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT SELAMA DAN PASCA PANDEMI COVID-19 (STUDI PADA KELUARGA PENERIMA PKH DI DESA PISANG KECAMATAN PATIANROWO): Analysis of Community Socio-Economic Conditions During and Post-Covid-19 Pandemic (Study on PKH Recipient Families in Pisang Village, Patianrowo District)
Kondisi sosial ekonomi masyarakat selama pandemi Covid-19 mengalami kesulitan terutama bagi keluarga tidak mampu. Pemerintah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi dampak pandemi Covid-19 demi keberlangsungan keluarga penerima bantuan. Namun terlepas dari itu, diperlukan pula peran dari masing-masing anggota keluarga untuk mempertahankan kelangsungan hidup. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai sosial ekonomi dan strategi bertahan hidup keluarga penerima PKH selama pandemi dan pasca pandemi Covid-19 di Desa Pisang, Kecamatan Patianrowo, Kabupaten Nganjuk. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi sosial ekonomi keluarga penerima PKH mengalami kesulitan di masa pandemi dengan hilangnya pekerjaan, pendapatan yang tidak menentu, dan pengeluaran yang meningkat. Pasca pandemi kehidupan sosial ekonomi keluarga penerima PKH berangsur membaik dengan berbagai usaha yang dilakukan oleh anggota keluarga sesuai status dan perannya. Kondisi sosial ekonomi tersebut mendorong implementasi strategi bertahan hidup yang berbeda baik ketika pandemi maupun pasca pandemi
IMPACT OF PANDEMIC COVID-19 ON CONSUMER PURCHASE INTENTION: EMPIRICAL STUDY FROM INDONESIA
The Covid-19 pandemic has caused an economic recession in many countries around the world. The economy has contracted with reduced customer demand due to the policy of large-scale social applications in Indonesia. This study aims to analyze consumer preferences from the demand-side side of several industrial sectors affected by the pandemic so that business players can develop strategies during the pandemic and post-Covid-19. The research was carried out on September 14-30, 2020, through an online survey of 722 respondents who live in the Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, and Bekasi areas. The results showed that in addition to basic needs, which occupy the first preference, consumers prefer to withhold their consumption of other commodity goods. According to the study findings, the transportation and tourism industry sectors are the weakest. The vehicle purchase subsector during the pandemic is also the lowest. Therefore, innovative policies are needed for businessmen or government policies to stimulate the automotive industry
PENGARUH KARAKTERISTIK REMAJA DAN KELUARGA, SERTA GAYA PENGASUHAN ORANG TUA TERHADAP KUALITAS HIDUP REMAJA DI WILAYAH PESISIR
Bonus demografi akan dihadapi dengan baik apabila terwujudnya optimalisasi pada pembangunan pemuda, namun hal tersebut menjadi tantangan khususnya bagi remaja di area pesisir yang memiliki faktor sosiodemografi yang lebih rentan dibandingkan remaja di area lainnya. Tujuan dari penelitian adalah menganalisis pengaruh karakteristik remaja, karakteristik keluarga, dan gaya pengasuhan terhadap kualitas hidup remaja di wilayah pesisir. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional study. Penelitian dilaksanakan di satu SMA dan SMK yang dipilih secara purposif di wilayah pesisir Cirebon Utara. Teknik penarikan sampel dilakukan dengan metode cluster random sampling dan didapatkan sampel sebanyak 195 remaja yang memiliki orang tua lengkap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya pengasuhan dan kualitas hidup remaja hampir separuhnya masuk dalam kategori rendah. Remaja laki-laki memiliki gaya pengasuhan lebih baik dibandingkan remaja perempuan. Namun, remaja perempuan merasakan kualitas hidup yang lebih baik dibandingkan remaja laki-laki. Remaja di SMA merasakan gaya pengasuhan yang lebih baik dibandingkan remaja di SMK. Hasil uji SEM menunjukkan bahwa gaya pengasuhan berpengaruh positif signifikan terhadap kualitas hidup remaja, sedangkan besar keluarga berpengaruh negatif signifikan terhadap kualitas hidup remaja. Implikasi penelitian ini adalah hasil temuan dapat memberikan masukan bagi pemangku kepentingan untuk melakukan optimalisasi kualitas hidup remaja di wilayah pesisir dengan lebih efektif
PROBLEMATIC INTERNET USE: EXAMINING PARENTS-ADOLESCENT COMMUNICATION AND SELF-CONTROL WITH STRESS LEVEL AS MEDIATOR
Although the internet can provide benefits and convenience for many users, it can lead to risky behaviors such as problematic internet use (PIU). This study investigates the relationship between parents-adolescent communication, self-control, and PIU mediated by stress levels. Data were collected from 233 Indonesian high school students selected using disproportionate stratified random sampling. The Parents-Adolescent Communication Scale, Brief Self-Control Scale, Depression Anxiety Stress Scale, and Problematic Internet Use in Adolescent were the scales used to measure the four variables. Descriptive analyses, difference test, Spearman correlations, structural equation modeling, and analysis of variance were used for data analysis purpose. The results show direct effects of openness in the parents-adolescent communication, self-control, and stress levels on PIU. Problems in parents-adolescent communication and self-control have an indirect effect on PIU as mediated by stress levels. These findings demonstrate the need for endeavors to urge adolescents to improve their self-control and manage stress levels to avoid PIU risk
KESEHATAN KEUANGAN RUMAH TANGGA DI ASIA TENGGARA: TELAAH CAKUPAN TERHADAP LITERATUR: Household Financial Wellness in Southeast Asia: A Scoping Review of the Literature
Kesehatan keuangan rumah tangga berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat. Penyusunan kebijakan peningkatan kesehatan keuangan harus berbasis empiris, tetapi penelitian kesehatan keuangan di Asia tenggara belum teridentifikasi. Telaah cakupan ini bertujuan untuk memeriksa literatur yang membahas kesehatan keuangan rumah tangga di negara Asia Tenggara. Penelitian ini menggunakan publikasi yang terbit pada tahun 1998 sampai 2021 dari basis data Scopus, Science Direct, Proquest, Emerald, Google Scholar, dan basis data perpustakaan dari tiga universitas terkemuka di Indonesia. Penyusunan protokol mengikuti PRISMA Scoping Reviews Checklist. Terdapat lima tahap penelitian, yaitu identifikasi pertanyaan penelitian, identifikasi studi yang relevan, proses seleksi terhadap studi, pemetaan data, dan penyusunan dan pelaporan hasil. Proses seleksi melibatkan dua orang reviewer independen. Pencarian literatur menghasilkan 4788 judul dan hanya 15 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil telaah cakupan menjelaskan konstruk kesehatan keuangan yang telah diteliti, pengukuran yang digunakan, dan faktor kesehatan keuangan yang meliputi faktor demografi, internal, dan eksternal. Penelitian ini merekomendasikan untuk mempertimbangkan variabel psikologis dan situasional lain untuk memeriksa anteseden dan konsekuensi kesehatan keuangan rumah tangga. Hasil penelitian ini berimplikasi pada pentingnya penelitian kesehatan keuangan untuk menyusun strategi peningkatan kesehatan keuangan