Jurnal Ilmu Keluarga & Konsumen
Not a member yet
388 research outputs found
Sort by
CONSUMER PURCHASING BEHAVIOR OF ONLINE FOOD DELIVERY (OFD) APPLICATION USER: Perilaku Pembelian Konsumen Pengguna Aplikasi Online Food Delivery (OFD)
The high demand for food access with applications creates competition between food delivery companies. The purpose of this research is to identify and to analyze promotion differences, price value, social influence, perceived usefulness, ease of use, customer experience, restaurant search, choice of food variants, consumer buying behavior, and continuous purchase intention. The research was conducted on consumers who used Gofood, Grabfood, and Shopeefood applications at least once in the last three months, with 400 respondents aged over 15 years. Data collection was carried out using an online questionnaire. Analysis was carried out by descriptive analysis, ANOVA and SWOT tests. The results showed that there were differences in the variables of social influence, perceived usefulness, ease of use, restaurant search, food choice variants, consumer buying behavior, and intention to continue with Gofood, Grabfood, and Shopeefood applications. Shopeefood earns a lower average than Grabfood and Gofood. Strategies can be carried out by taking advantage of busy consumers to create dependence on OFD applications by meeting consumer expectations by providing promos
PERAN DIFERENSIASI DIRI TERHADAP PEMAAFAN PADA EMERGING ADULT DALAM KONFLIK ORANG TUA-ANAK : The Role of Differentiation of Self on Emerging Adult Forgiveness in Parent-Child Conflict
Konflik orang tua-anak merupakan fenomena normatif dari tahapan perkembangan yang harus dilalui, tetapi di saat yang bersamaan dapat menimbulkan luka yang dalam bagi emerging adult sehingga resolusi konflik yang adaptif menjadi hal yang penting. Beberapa penelitian sebelumnya menunjukkan peranan diferensiasi diri dalam pemaafan, hanya saja masih sangat minim di Indonesia dan lebih banyak berfokus pada hubungan romantis sehingga membuat penelitian ini bertujuan untuk melihat peran masing-masing dimensi diferensiasi diri terhadap pemaafan pada emerging adult dalam konflik orang tua-anak. Penelitian ini dilakukan terhadap emerging adult dengan menggunakan alat ukur Differentiation of Self Inventory-Short Form (DSI-SF) yang mengukur tiga dimensi, yaitu emotional distancing, relational sensitivity, dan maintaining identity, serta The Decisional Forgiveness Scale (DFS) dan The Emotional Forgiveness Scale (EFS). Analisis regresi berganda terhadap 235 partisipan (MUsia=21,13; SD=2,19) yang diperoleh melalui teknik convenience sampling menunjukkan bahwa dimensi emotional distancing memiliki peran yang signifikan terhadap pemaafan, baik bagi decisional forgiveness (R2=0,06) maupun emotional forgiveness (R2=0,15), tetapi tidak signifikan pada kedua dimensi lainnya. Selain itu, emotional distancing ditemukan memiliki kontribusi yang lebih besar terhadap emotional forgiveness (β=-0,34, p<0,05) dibandingkan decisional forgiveness (β=-0,24, p<0,05). Hasil ini menunjukkan bahwa kemampuan untuk menjaga kedekatan emosional dan fisik dengan orang tua sekalipun berkonflik berperan dalam pemaafan
THE ROLE OF IMAGINATIVE PLAY AND INHIBITORY CONTROL TOWARDS PROSOCIAL BEHAVIOR IN PRESCHOOL CHILDREN: Peran Permainan Imajinatif dan Kontrol Inhibisi pada Perilaku Prososial Anak Usia Prasekolah
Preschool age is a crucial period to foster children\u27s prosocial behavior using imaginative play. This study aims to determine the relationship between imaginative play and prosocial behavior, with inhibitory control as a moderator. The instruments used are the Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ) dimensions of prosocial behavior, the Child Imagination Questionnaire (CIQ), and Head-Toes-Knees-Shoulders Task. Participants were preschool children aged 3–6 years (n = 75). Parents and teachers of children are also involved in administering the data. The results show that there are differences in the assessment results between teachers and parents. The teachers\u27 assessment result shows a significant relationship between imaginative play and prosocial behavior [(75)=0.501, p<0.05, r2=0.251, one-tailed], and inhibitory control moderate the relationship between imaginative play and prosocial behavior (R2=0.4831, p=0.000). However, the correlation among the three variables was found to be non-significant in the parents’ assessment. Inhibitory control also does not moderate the relationship between imaginative play and prosocial behavior. The different results between teachers\u27 and parents\u27 assessments are explained further in this paper
PERAN RESILIENSI DAN KESEJAHTERAAN SUBJEKTIF DALAM MEMPREDIKSI KEBIJAKSANAAN IRT PENUH WAKTU YANG MENGALAMI PARENTAL BURNOUT: Wisdom of Full-Time Housewives Experiencing Parental Burnout: Resilience and Subjective Well-Being of Mothers as Predictors
Penelitian menunjukkan bahwa ibu rumah tangga (IRT) penuh waktu di Indonesia sering mengalami parental burnout akibat rutinitas yang berulang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis peran resiliensi dan kesejahteraan subjektif ibu terhadap kebijaksanaan pada IRT penuh waktu yang mengalami parental burnout. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan teknik purposive sampling, melibatkan 347 IRT penuh waktu yang mengalami parental burnout. Partisipan terdiri dari IRT penuh waktu yang masih dalam ikatan pernikahan dan memiliki setidaknya satu anak di bawah usia 18 tahun. Instrumen pengukuran yang digunakan meliputi Brief Self-Assessed Wisdom Scale untuk mengukur kebijaksanaan, Connor-Davidson Resilience Scale untuk mengukur resiliensi, dan Subjective Well-Being for Mother untuk mengukur kesejahteraan subjektif ibu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resiliensi dan kesejahteraan subjektif ibu memiliki pengaruh signifikan terhadap kebijaksanaan pada IRT penuh waktu yang mengalami parental burnout. Implikasi dari penelitian ini menekankan pentingnya meningkatkan resiliensi dan kesejahteraan subjektif ibu untuk meningkatkan kebijaksanaan pada IRT yang mengalami parental burnout
ONLINE GAMING BAHAVIOR AMONG JUNIOR HIGH SCHOOL STUDENTS: THE ROLE OF PARENTAL CONTROL, FEAR OF MISSING OUT (FOMO), AND SELF-CONTROL: Perilaku Bermain Game Online pada Siswa SMP: Peran Kontrol Orang Tua, Fear of Missing Out (FOMO), dan Kontrol Diri
This fast-paced digitalization era has made online gaming as one of internet content that often accessed by adolescent. This study aims to analyze the influence of parental control, FOMO, and self-control towards adolescents’ online gaming behavior. For about 200 of 7th grade students from one of selected junior high school in Banyumas Regency were participated in this study. The location and sample of this study were chosen using purposive sampling technique by criteria students aged 12-14years and come from intact family. Data were collected by self-report through filling out a questionnaire. Majority of adolescents had parental control practice and self-control in moderate level, while FOMO and online gaming behavior were categorized in low level. Boys and girls were reported to have significant difference of self-control and online gaming behavior. Boys were discovered to have a higher level of self-control and online gaming behavior than girls. It also discovered that parental control and FOMO significantly influence the level of self-control. This self-control finally influences the level of adolescent’s online gaming behavior. Parents should understand how important their role is to prevent online gaming addiction among adolescents
PERTUKARAN BARANG-JASA, KUALITAS HUBUNGAN KELUARGA, DAN KUALITAS HIDUP KELUARGA SANDWICH: Exchange of Goods and Services, Quality of Family Relationships, and Sandwich Family Quality of Life
Keluarga yang hidup dengan tiga generasi (keluarga sandwich) menunjukkan adanya pertukaran bantuan berupa barang dan jasa antargenerasi yang mempererat hubungan keluarga sehingga dapat memengaruhi kualitas hidup keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pertukaran barang-jasa dan kualitas hubungan keluarga terhadap kualitas hidup keluarga sandwich. Desain penelitian cross-sectional study. Lokasi penelitian di Kota Bogor yang dipilih secara purposive. Penelitian dilakukan pada tipe keluarga sandwich yaitu keluarga dengan tiga generasi yang terdiri atas suami-istri (G2), anak (G3), dan lansia (G1). Keluarga dalam penelitian merupakan keluarga dengan sosial ekonomi menengah ke bawah. Responden adalah istri (G2) yang menjawab pertanyaan terkait kondisi G1, G2, dan G3. Jumlah contoh adalah 140 keluarga yang dipilih secara purposive. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data penelitian menggunakan Structural Equation Modelling (SEM)-PLS. Hasil menunjukkan bahwa pertukaran barang-jasa, kualitas hubungan keluarga, dan kualitas hidup keluarga sandwich termasuk dalam kategori sedang. Hasil analisis SEM-PLS menunjukkan bahwa kualitas hidup keluarga sandwich dipengaruhi langsung oleh pertukaran barang-jasa dan kualitas hubungan keluarga. Keluarga dapat memastikan proses interaksi yang baik di dalam keluarga untuk menunjang pertukaran barang-jasa dalam mewujudkan kualitas hidup keluarga
THE ROLE OF SOCIALIZATION IN FORMING SUSTAINABLE CONSUMPTION BEHAVIOR IN SCHOOL-AGE CHILDREN: Peran Sosialisasi dalam Pembentukan Perilaku Konsumsi Berkelanjutan pada Anak Usia Sekolah
Sustainable consumption behavior, namely making decisions that ensure the environment will not be damaged by SDG\u27s goal 12. This research explores the relationship between respondent characteristics and sustainable consumption behavior and the influence of teacher socialization, parental socialization, and social media on consumption and sustainability values. This research was conducted cross-sectionally on 218 elementary school students using cluster random sampling. The data was processed using SPSS 25 and Smart-PLS 3. The results showed that sustainable consumption behavior among male students tended to be better and also tended to be better among children who had working mothers. The results of the SEM analysis showed a significant influence of parental socialization on sustainable consumption behavior. In addition, a significant positive indirect effect was found between teacher socialization, parental socialization, and social media exposure on sustainable consumption behavior through consumption values. Therefore, parents need to provide positive socialization to children regarding consumption values to encourage sustainable consumption behavior in children
EXPLAINING CHILDREN ON YOUTUBE: THE CASE OF INDONESIAN SUBSCRIBER BEHAVIORAL INTENTION ON KIDZ YOUTUBE CHANNEL : Kajian Anak pada YouTube: Kasus Minat Subscriber Indonesia di Channel Youtube Kidz
Understanding children\u27s behavior and intentions to subscribe to YouTube channels are important for production companies and parents. This study analyzed factors influencing children’s behavioral intention to subscribe to YouTube channels using UTAUT 2 model and SEM-PLS analysis. The samples were 100 kids aged 7 to 12 who live in the Greater Jakarta area. Data were collected through an online questionnaire. The results showed that habit and social influence significantly influenced children’s behavioral intention to use Kidz YouTube Channel. Children’s behavioral intention to use Kidz YouTube Channel significantly influenced children’s usage behavior. Moreover, children’s usage behavior significantly influenced their intention to subscribe to Kidz\u27s YouTube Channel. The study indicated that children’s decision to subscribe to YouTube channels was simple and relied on their habits and social influence. Therefore, parents need to supervise children’s activities on YouTube. Meanwhile, the content creator company could optimize a routine schedule for uploading a new video based on selected themes and also needs to increase parents’ awareness of the safety of their program
FAKTOR YANG MEMENGARUHI KESEJAHTERAAN KELUARGA PEKERJA MIGRAN PEREMPUAN DI KABUPATEN LOMBOK TIMUR: Women\u27s Economic Contribution, Family Interaction, Social Support, and Family Welfare of Women Migrant Workers
Migrasi internasional menyebabkan terjadinya perubahan peran dalam keluarga yang berdampak pada kesejahteraan yang dirasakan keluarga pekerja migran perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kontribusi ekonomi perempuan, interaksi keluarga, dan dukungan sosial terhadap kesejahteraan keluarga pekerja migran perempuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan struktural fungsional dengan desain studi kuantitatif. Pengambilan contoh dilakukan menggunakan non-probability sampling yaitu menggunakan teknik purposive sampling dengan metode snowball. Penelitian ini dilakukan kepada 120 keluarga pekerja migran perempuan yang berada di Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Pengambilan data dilakukan dengan bantuan kuesioner. Analisis data menggunakan program Statistical Package For Social Science (SPSS) dan perangkat lunak Smart Partial Least Squares (PLS). Hasil uji pengaruh menunjukkan dukungan sosial berpengaruh langsung terhadap kesejahteraan keluarga. Dukungan sosial terbesar yang diterima suami berasal dari teman/tetangga yang merupakan salah satu dari lingkungan terdekat suami. Temuan ini mengindikasikan bahwa dukungan sosial memiliki pengaruh yang besar terhadap kesejahteraan yang dirasakan keluarga pekerja migran perempuan
HARAPAN ORANG TUA, EFIKASI DIRI AKADEMIK, DAN DAMPAKNYA TERHADAP MOTIVASI AKADEMIK SISWA SMA: Parental Expectation, Academic Self-Efficacy and Its Impact on High School Student Academic Motivation
Fenomena tingginya angka putus sekolah pada jenjang SMA di wilayah perdesaan yang merupakan salah satu bukti adanya kesenjangan pendidikan di wilayah perdesaan dan perkotaan dapat disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya adalah kurangnya motivasi akademik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh harapan orang tua dan efikasi diri akademik terhadap motivasi akademik siswa SMA di wilayah perdesaan. Penelitian dilakukan terhadap 100 siswa dari tiga SMA di Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Sampel penelitian terdiri dari 59 siswa perempuan dan 41 siswa laki-laki. Pengumpulan data dilakukan menggunakan teknik self-administered. Analisis data menggunakan uji beda dan regresi linear berganda. Hasil uji beda membuktikan bahwa efikasi diri akademik, harapan orang tua, dan motivasi akademik siswa perempuan lebih besar daripada siswa laki-laki. Berdasarkan hasil uji regresi, diketahui bahwa harapan orang tua dimensi kedewasaan diri dan efikasi diri akademik yang tinggi berperan dalam meningkatkan motivasi akademik siswa. Harapan orang tua dimensi prestasi akademik yang tinggi dapat menurunkan motivasi akademik siswa. Harapan orang tua yang terlalu tinggi pada prestasi akademik anak dapat menyebabkan motivasi akademik menjadi rendah karena anak merasa tertekan. Hasil penellitian ini berimplikasi kepada pentingnya harapan orang tua yang sesuai dengan harapan siswa serta peningkatan efikasi diri akademik untuk meningkatkan motivasi akademik siswa