Jurnal Ilmu Keluarga & Konsumen
Not a member yet
388 research outputs found
Sort by
PERAN AYAH DALAM PENGASUHAN: STUDI PADA KELUARGA PEKERJA MIGRAN PEREMPUAN (PMP) DI KABUPATEN SUKABUMI
Indonesia merupakan salah satu negara pengirim Pekerja Migran Perempuan (PMP) terbesar di Asia Tenggara. Ibu yang memutuskan untuk menjadi PMP akan menyebabkan terjadinya perubahan peran dan fungsi ayah khususnya dalam aspek pengasuhan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang peran pengasuhan ayah di keluarga PMP. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus melalui teknik wawancara terbuka yang dilakukan kepada 3 orang ayah yang dipilih secara purposif. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa ayah mampu bertukar peran dengan ibu untuk menjadi pengasuh anak usia dini. Hal ini menepis banyak pendapat bahwa ayah tidak mampu mengasuh anak yang masih berusia dini. Keterampilan pengasuhan merupakan suatu keterampilan yang dapat dipelajari seiring dengan berjalannya waktu, bukan keterampilan yang selama ini sering dianggap sebagai tugas bawaan atau kodrati. Hasil dari penelitian ini memperlihatkan bahwa peran gender merupakan sesuatu yang dapat dipertukarkan dan lebih cair terutama dalam keluarga pekerja migran perempuan. Meskipun demikian, idealisasi konstruksi gender tradisional pun masih cukup kuat. PMP masih dimaknai sebagai pencari nafkah sekunder meskipun sebetulnya mereka yang menjadi pencari nafkah utama. Penelitian ini diharapkan dapat berimplikasi kepada pengembangan materi pengasuhan bagi anak usia dini, terutama yang berhubungan dengan konsep pembinaan dan pembentukan karakter dalam diri seorang anak
PENGARUH PENGALAMAN HUKUMAN FISIK DAN JENIS KELAMIN TERHADAP MITOS DAN INTENSI PENGGUNAAN HUKUMAN FISIK PADA REMAJA
Banyak orang tua memercayai hukuman fisik tepat digunakan sebagai strategi yang efektif untuk mendisiplinkan anak sehingga membuat siklus penerapan hukuman fisik tidak terputus pada generasi selanjutnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengalaman menerima hukuman fisik dan perbedaan jenis kelamin terhadap penerimaan mitos dan intensi menggunakan hukuman fisik pada remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik purposive sampling yang melibatkan 123 remaja berusia 13-17 tahun dengan status sosial ekonomi menengah ke bawah dan berdomisili di Jawa Barat. Pengalaman hukuman fisik diukur menggunakan Parent-Child Conflict Tactic Scale (CTSPC) dan penerimaan mitos hukuman fisik diukur menggunakan Corporal Punishment Myth Scale (CPMS). Uji analisis jalur menunjukkan bahwa perbedaan jenis kelamin secara signifikan (β=-5,306; p<0,05) berpengaruh pada penerimaan mitos hukuman fisik dengan hasil remaja laki-laki memiliki penerimaan mitos hukuman fisik yang lebih tinggi dibandingkan remaja perempuan. Sedangkan pengalaman hukuman fisik tidak memengaruhi penerimaan mitos hukuman fisik pada remaja. Hasil analisis jalur juga menunjukkan bahwa mitos hukuman fisik berpengaruh terhadap intensi penggunaan hukuman fisik. Hasil penelitian dapat digunakan untuk memahami alasan tidak terputusnya siklus hukuman fisik dan dapat membantu praktisi dalam pembuatan modul parenting terkait strategi disiplin.Banyak orang tua memercayai hukuman fisik tepat digunakan sebagai strategi yang efektif untuk mendisiplinkan anak sehingga membuat siklus penerapan hukuman fisik tidak terputus pada generasi selanjutnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengalaman menerima hukuman fisik dan perbedaan jenis kelamin terhadap penerimaan mitos dan intensi menggunakan hukuman fisik pada remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik purposive sampling yang melibatkan 123 remaja berusia 13-17 tahun dengan status sosial ekonomi menengah ke bawah dan berdomisili di Jawa Barat. Pengalaman hukuman fisik diukur menggunakan Parent-Child Conflict Tactic Scale (CTSPC) dan penerimaan mitos hukuman fisik diukur menggunakan Corporal Punishment Myth Scale (CPMS). Uji analisis jalur menunjukkan bahwa perbedaan jenis kelamin secara signifikan (β=-5,306; p<0,05) berpengaruh pada penerimaan mitos hukuman fisik dengan hasil remaja laki-laki memiliki penerimaan mitos hukuman fisik yang lebih tinggi dibandingkan remaja perempuan. Sedangkan pengalaman hukuman fisik tidak memengaruhi penerimaan mitos hukuman fisik pada remaja. Hasil analisis jalur juga menunjukkan bahwa mitos hukuman fisik berpengaruh terhadap intensi penggunaan hukuman fisik. Hasil penelitian dapat digunakan untuk memahami alasan tidak terputusnya siklus hukuman fisik dan dapat membantu praktisi dalam pembuatan modul parenting terkait strategi disiplin
APAKAH KONSUMEN RESTO HOTEL MENGETAHUI ISU FOOD WASTE?
Konsep prasmanan pada restoran hotel merupakan salah satu faktor penyebab timbulnya food waste, hal ini didasarkan karena adanya perbedaan preferensi konsumen dalam menentukan jenis dan porsi makanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik dan pengetahuan objektif konsumen resto hotel terhadap isu food waste. Penelitian ini menggunakan pendekatan eksploratori kuantitatif dengan desain cross sectional study. Penelitian ini melibatkan 363 mahasiswa dan pekerja yang pernah mengunjungi restoran hotel berkonsep prasmanan yang dipilih menggunakan teknik snowball sampling. Lokasi penelitian dilakukan di Hotel Amaris, Kota Bandung. Sampel limbah dan komposisi makanan diambil dengan menggunakan metode pengumpulan dan analisis berdasarkan SNI 1903964-1994. Kuesioner dalam bentuk Google Form didiseminasi melalui WhatsApp Group. Selanjutnya, data penelitian dianalisis secara deskriptif menggunakan tabulasi dan grafik. Hasil kajian menunjukkan, hanya sebagian responden yang mengetahui isu food waste. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar pertimbangan pihak pemangku kebijakan serta penelitian lanjutan dalam meningkatkan pengetahuan terkait food waste kepada konsumen untuk mencegah timbulnya food waste di resto hotel.Konsep prasmanan pada restoran hotel merupakan salah satu faktor penyebab timbulnya food waste, hal ini didasarkan karena adanya perbedaan preferensi konsumen dalam menentukan jenis dan porsi makanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik dan pengetahuan objektif konsumen resto hotel terhadap isu food waste. Penelitian ini menggunakan pendekatan eksploratori kuantitatif dengan desain cross sectional study. Penelitian ini melibatkan 363 mahasiswa dan pekerja yang pernah mengunjungi restoran hotel berkonsep prasmanan yang dipilih menggunakan teknik snowball sampling. Lokasi penelitian dilakukan di Hotel Amaris, Kota Bandung. Sampel limbah dan komposisi makanan diambil dengan menggunakan metode pengumpulan dan analisis berdasarkan SNI 1903964-1994. Kuesioner dalam bentuk Google Form didiseminasi melalui WhatsApp Group. Selanjutnya, data penelitian dianalisis secara deskriptif menggunakan tabulasi dan grafik. Hasil kajian menunjukkan, hanya sebagian responden yang mengetahui isu food waste. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar pertimbangan pihak pemangku kebijakan serta penelitian lanjutan dalam meningkatkan pengetahuan terkait food waste kepada konsumen untuk mencegah timbulnya food waste di resto hotel
PERAN GENDER ORANG TUA-REMAJA DALAM FUNGSI KELUARGA DAN KESEJAHTERAAN SUBJEKTIF REMAJA
Kemitraan orang tua dan keberfungsian keluarga merupakan faktor dominan dalam memengaruhi kesejahteraan subjektif remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan peran gender orang tua-remaja dalam fungsi keluarga dan kesejahteraan subjektif remaja antara remaja laki-laki dan perempuan; dan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kesejahteraan subjektif remaja. Desain penelitian menggunakan cross sectional study melalui metode pengumpulan data non-probability voluntary sampling dengan analisis data menggunakan Structural Equation Modelling (SEM). Jumlah contoh penelitian sebanyak 277 keluarga yang mempunyai remaja bersekolah di SMP negeri di Kota Bogor dan tinggal bersama kedua orang tuanya. Hasil Independent T-Test menunjukkan bahwa peran gender orang tua-remaja dalam pelaksanaan aktivitas fungsi keluarga pada remaja perempuan lebih baik daripada remaja laki-laki, sedangkan tingkat kesejahteraan subjektif pada kedua kelompok remaja tidak berbeda signifikan. Variabel laten karakteristik remaja memengaruhi kesejahteraan subjektif remaja baik secara langsung maupun tidak langsung melalui peran gender orang tua-remaja. Variabel laten karakteristik keluarga juga memengaruhi kesejahteraan subjektif remaja secara tidak langsung melalui peran gender orang tua-remaja. Terakhir, variabel laten peran gender orang tua-remaja berpengaruh secara langsung terhadap kesejahteraan subjektif remaja. Dengan demikian, orang tua diharapkan mampu menjalankan fungsi keluarga pada remaja tanpa bias gender sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan subjektif remaja.Fulfillment of the eight family functions through parent’s gender roles optimalization helps improve adolescents’ subjective well-being. The main objective of the study was to analyze the factors that influence adolescent’s subjective well-being using Structural Equation Modelling (SEM). The design of this study was a cross sectional study with data collection method was a voluntary non-probability sampling. The sample in this study were 277 adolescents from public middle school in Bogor City who live with their parents, consisting of 94 boys and 183 girls. The result showed that there was significantly difference in parent’s gender roles of the eight family functions between boys and girls. However, there was no significantly difference in subjective well-being between boys and girls. SEM Model showed that children\u27s characteristics latent variables influence adolescent’s subjective well-being directly and indirectly through parent’s gender roles. The latent variables of family characteristics also influence adolescent’s subjective well-being indirectly through parent’s gender roles. Finally, the latent variable of parent’s gender roles had a direct effect on adolescent’s subjective well-being. Therefore, parents are expectedly capable to formulate strategies to fulfill the intensity of activities and maximizing equal distribution of roles in the eight family functions for boys and girls without gender bias
FAKTOR-FAKTOR OBJEKTIF DAN SUBJEKTIF YANG MEMPREDIKSI MINDFUL PARENTING PADA IBU DI INDONESIA
Studi terdahulu menemukan sejumlah faktor yang memengaruhi mindful parenting secara terpisah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor objektif dan subjektif terhadap mindful parenting pada ibu di Indonesia. Kognisi pengasuhan dalam penelitian ini terdiri atas kognisi pengasuhan positif yang diwakili oleh rasa kompeten pengasuhan dan kognisi pengasuhan negatif yang diwakili oleh atribusi berpusat pada orang tua. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Penelitian ini melibatkan 171 ibu yang memiliki anak usia 3-12 tahun dan dipilih melalui teknik insidental sampling. Berdasarkan analisis regresi berganda, didapatkan hasil bahwa kognisi pengasuhan yang positif dalam bentuk rasa kompeten pengasuhan dan kognisi pengasuhan negatif dalam bentuk atribusi berpusat pada orang tua dapat memprediksi mindful parenting pada ibu di Indonesia. Sementara itu, faktor-faktor objektif yang meliputi usia ibu, tingkat pendidikan, dan pengetahuan tentang pengasuhan efektif ditemukan tidak berpengaruh signifikan terhadap mindful parenting. Hal ini mengindikasikan bahwa pembentukan kognisi pengasuhan yang positif dan menghindari kognisi pengasuhan yang negatif dapat meningkatkan keterampilan mindful parenting. Untuk itu, orang-orang di sekeliling ibu juga diharapkan dapat memberikan dukungan bagi para ibu agar merasa kompeten di dalam mengasuh anak.Studi terdahulu menemukan sejumlah faktor yang memengaruhi mindful parenting secara terpisah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor objektif dan subjektif terhadap mindful parenting pada ibu di Indonesia. Kognisi pengasuhan dalam penelitian ini terdiri atas kognisi pengasuhan positif yang diwakili oleh rasa kompeten pengasuhan dan kognisi pengasuhan negatif yang diwakili oleh atribusi berpusat pada orang tua. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Penelitian ini melibatkan 171 ibu yang memiliki anak usia 3-12 tahun dan dipilih melalui teknik insidental sampling. Berdasarkan analisis regresi berganda, didapatkan hasil bahwa kognisi pengasuhan yang positif dalam bentuk rasa kompeten pengasuhan dan kognisi pengasuhan negatif dalam bentuk atribusi berpusat pada orang tua dapat memprediksi mindful parenting pada ibu di Indonesia. Sementara itu, faktor-faktor objektif yang meliputi usia ibu, tingkat pendidikan, dan pengetahuan tentang pengasuhan efektif ditemukan tidak berpengaruh signifikan terhadap mindful parenting. Hal ini mengindikasikan bahwa pembentukan kognisi pengasuhan yang positif dan menghindari kognisi pengasuhan yang negatif dapat meningkatkan keterampilan mindful parenting. Untuk itu, orang-orang di sekeliling ibu juga diharapkan dapat memberikan dukungan bagi para ibu agar merasa kompeten di dalam mengasuh anak
INVESTIGASI ONLINE RESILIENCE REMAJA: EKSPLANASI PERANAN KARAKTERISTIK REMAJA, KARAKTERISTIK KELUARGA, KELEKATAN REMAJA-ORANG TUA, REGULASI EMOSI, DAN HUBUNGAN PERSAHABATAN
Penggunaan media sosial telah membawa sejumlah masalah bagi remaja seperti perundungan siber maupun pengalaman tidak nyaman lainnya sehingga remaja membutuhkan sebuah kemampuan untuk menghadapinya, yaitu online resilience. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh karakteristik remaja, karakteristik keluarga, kelekatan remaja-orang tua, regulasi emosi, dan hubungan persahabatan terhadap online resilience pada remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan desain eksplanatori dengan melibatkan 224 remaja pengguna media sosial usia 15–18 tahun yang tinggal bersama orang tua lengkap dan tinggal di Kota Bogor. Teknik penarikan contoh yang digunakan adalah purposive sampling. Data diperoleh dengan pelaporan diri melalui kuesioner daring dan dianalisis dengan uji regresi linear berganda. Hasil menunjukkan bahwa lebih dari separuh remaja memiliki kelekatan dengan ayah kategori rendah (53,1%) dan kelekatan dengan ibu kategori sedang (51,3%). Sementara itu, lebih dari separuh remaja (61,2%) memiliki regulasi emosi penilaian ulang kategori sedang dan lebih dari sepertiga remaja (38,8%) memiliki regulasi emosi penekanan emosi kategori rendah. Selanjutnya, lebih dari separuh remaja memiliki hubungan teman sebaya kategori tinggi (68,3%) dan online resilience kategori sedang (57,1%). Hasil uji regresi (R2=0,394) menunjukkan bahwa jenis kelamin remaja, pendapatan per kapita, regulasi emosi penilaian ulang, dan hubungan persahabatan berpengaruh terhadap online resilience remaja. Implikasi hasil penelitian terhadap cara peningkatan online resilience dibahas lebih lanjut dalam artikel ini
MEMBANGUN KELUARGA HARMONIS MELALUI CINTA DAN SPIRITUALITAS PADA PASANGAN SUAMI ISTRI DI PROVINSI JAWA TIMUR
Keharmonisan keluarga merupakan tujuan dari setiap pernikahan yang dapat dicapai dengan adanya usaha dari pasangan suami istri untuk saling mencintai dan mengembangkan perilaku spiritual dalam kehidupan berkeluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran spiritualitas sebagai variabel moderator yang mampu memperkuat hubungan antara cinta dan keharmonisan keluarga. Data diperoleh dari 410 pasangan suami istri (205 suami dan 205 istri) di tujuh kota (Malang, Surabaya, Pasuruan, Jember, Blitar, Batu, dan Jombang) yang ada di Provinsi Jawa Timur. Data diperoleh melalui alat ukur The Family Harmony Scale, The Triangular of Love Scale, dan Daily Spiritual Experience Scale. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif dan regresi. Hasil analisis menunjukkan bahwa cinta berpengaruh signifikan terhadap keharmonisan keluarga (β=0,625 p<0,01), dan spiritualitas mampu menjadi variabel yang memperkuat hubungan antara cinta dengan keharmonisan keluarga (β=0,688 p<0,01). Hasil penelitian ini berimplikasi bahwa memupuk perasaan cinta pada pasangan suami istri dapat mewujudkan keharmonisan dan untuk memperkuat hubungan tersebut maka pasangan perlu mengembangkan spiritualitas dalam kehidupan sehari-hari
THE SOCIOECONOMIC CONDITIONS OF ONLINE TAXI DRIVER FAMILIES DURING THE COVID-19 PANDEMIC IN JAKARTA GREATER AREA
The Covid-19 pandemic affects almost all aspects of human life, from the education, transportation, political and economic sectors. Online taxi drivers are the informal sector that has been economically impacted by a decline in income. This study aims to determine the impact of the Covid-19 pandemic on the socio-economic aspects of the resilience of online taxi drivers since the implementation of Large-Scale Social Restrictions (LSSR) as regulated in Governor Special Capital Region Regulation of Jakarta No. 33/2020. The regulation made them experience a decrease in the number of passengers, thus affecting their income. This study uses a qualitative model with a case study design. Data collection was carried out by focus group discussions and in-depth interviews with a total of 4 informants obtained from purposive sampling, then analyzed using content analysis. They experienced a significant decrease in income of up to 60-70 percent per day, compared to before the pandemic. The decline in income and recommendations for social distancing affect the socio-economic aspects of family resilience from online taxi drivers as informal sectors. Therefore, they must look for other income alternatives. Therefore, they need various alternative jobs and assistance
PERAN DUKUNGAN SOSIAL DAN INTERAKSI IBU-ANAK DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN SUBJEKTIF REMAJA PADA KELUARGA ORANG TUA BEKERJA
Tingkat kesejahteraan subjektif remaja dapat digunakan untuk mengidentifikasi masalah remaja sejak dini dan membuat tindakan preventif agar terbentuk remaja yang berkualitas. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh karakteristik remaja, karakteristik keluarga, dukungan sosial, dan interaksi ibu-anak terhadap kesejahteraan subjektif remaja pada keluarga orang tua bekerja. Tempat penelitian dipilih secara purposive, yaitu Kota Depok dan desain yang digunakan adalah cross sectional study. Responden peneilitian, yaitu remaja berusia 12-18 tahun dari keluarga utuh dengan orang tua bekerja, berjumlah 120 terdiri atas 61 laki-laki dan 59 perempuan. Penarikan responden menggunakan metode disproportional stratified random sampling di lima SMP dan SMA di Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok. Data penelitian dikumpulkan melalui self-report menggunakan kuesioner. Dukungan sosial terdiri dari dukungan instrumental, informasi, interaksi social, dan harga diri. Hasil uji beda menunjukkan bahwa dukungan sosial dimensi instrumental pada responden perempuan dan laki-laki memiliki perbedaan signifikan, sedangkan pada interaksi ibu-anak dan kesejahteraan subjektif remaja tidak ada perbedaan signifikan. Hasil uji PLS menunjukkan bahwa dukungan sosial dan interaksi ibu-anak berpengaruh langsung terhadap kesejahteraan subjektif remaja. Untuk itu orang tua hendaknya menyiapkan dukungan sosial yang sesuai bagi remaja dan membangun interaksi yang baik dengan anak diantara kesibukannya bekerja
TEKANAN EKONOMI, INTERAKSI ORANG TUA-REMAJA, DAN PERKEMBANGAN SOSIAL EMOSI REMAJA
Capaian perkembangan sosial emosi sangat penting bagi remaja dalam kehidupan bermasyarakat. Capaian perkembangan sosial emosi dapat dipengaruhi oleh kualitas interaksi orang tua-remaja dan tekanan ekonomi keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tekanan ekonomi dan interaksi orang tua-remaja terhadap perkembangan sosial emosi remaja pada keluarga yang tinggal di Rusunawa Jatinegara Barat. Contoh penelitian yakni keluarga yang memiliki anak remaja dengan rentang usia 13 sampai 18 tahun dengan teknik penarikan contoh secara disproportional random sampling berjumlah 120 keluarga terdiri dari 60 keluarga dengan anak remaja laki-laki dan 60 keluarga remaja perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tekanan ekonomi objektif, lebih dari separuh ayah remaja laki-laki dan remaja perempuan memilki status pekerjaan tidak tetap. Rataan indeks tekanan ekonomi subjektif keluarga remaja laki-laki sebesar 31,92 dan keluarga remaja perempuan sebesar 33,70. Dimensi penerimaan ibu dan ayah memiliki rataan skor tertinggi pada interaksi orang tua-remaja. Dimensi ekspresi emosi dan ekspresi sosial memiliki rataan skor tertinggi pada perkembangan sosial emosi remaja. Pendapatan perkapita keluarga dan dimensi penerimaan ayah interaksi ayah-remaja berbeda antara keluarga remaja laki-laki dan perempuan. Hasil uji model pengaruh membuktikan bahwa usia remaja dan interaksi ibu-remaja berpengaruh langsung positif pada perkembangan sosial emosi remaja; sementara tekanan ekonomi objektif berpengaruh tidak langsung negatif terhadap perkembangan sosial emosi remaja melalui interaksi ibu-remaja