Jurnal Ilmu Keluarga & Konsumen
Not a member yet
    388 research outputs found

    PERSEPSI RISIKO, FINANCIAL SELF-EFFICACY DAN MINAT INVESTASI EMAS PADA GENERASI Z: Risk Perception, Financial Self-Efficacy, and Interest in Gold Investment among Gen-Z

    No full text
    Emas merupakan produk investasi berisiko rendah, namun keputusan berinvestasi emas dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti persepsi risiko dan financial self-efficacy. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh karakteristik responden, persepsi risiko, financial self-efficacy, dan minat investasi emas pada generasi Z di Indonesia. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori, penelitian ini melibatkan 188 responden berusia 17-26 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi risiko memiliki pengaruh negatif terhadap minat investasi emas, sementara jumlah tanggungan dan usia berpengaruh positif terhadap minat investasi emas. Selain itu, hasil analisis regresi menunjukkan bahwa faktor usia dan jumlah tanggungan dapat meningkatkan minat investasi emas secara signifikan. Implikasi teoritis dari penelitian ini adalah meningkatkan pemahaman tentang faktor psikologis yang memengaruhi keputusan investasi, khususnya pada generasi Z. Secara praktis, temuan ini memberikan informasi penting bagi lembaga keuangan untuk lebih fokus pada pengurangan persepsi risiko yang dapat menghalangi minat investasi. Program edukasi yang mengedukasi masyarakat tentang risiko dan potensi keuntungan investasi emas dapat membantu meningkatkan partisipasi generasi Z dalam investasi emas. Penelitian selanjutnya disarankan untuk memperhatikan pengaruh variabel eksternal, seperti budaya, sosialisasi keuangan dari keluarga, serta pengaruh media terhadap keputusan investasi generasi Z, agar dapat memperkaya pemahaman tentang faktor-faktor yang memengaruhi perilaku investasi di kalangan generasi muda

    GRATITUDE DAN SOCIAL SUPPORT SUAMI SEBAGAI PREDIKTOR PARENTING STRESS PADA IBU YANG MEMILIKI ANAK AUTISM SPECTRUM DISORDER (ASD): Gratitude and Husband\u27s Social Support as Predictors of Parenting Stress in Mothers of Children with Autism Spectrum Disorder (ASD)

    No full text
    Ibu yang mengasuh anak dengan Autism Spectrum Disorder (ASD) dihadapkan dengan tuntutan dan tanggung jawab yang lebih berat dibanding mengasuh anak typical, karena memunculkan interaksi yang kompleks, seperti kesulitan memahami isyarat verbal dan nonverbal serta keterbatasan ekspresi emosional anak. Hal ini dapat meningkatkan tingginya parenting stress. Penelitian ini bertujuan mendapatkan data empiris untuk mengetahui apakah gratitude dan social support suami dapat memprediksi parenting stress pada ibu dengan anak ASD. Partisipan terdiri dari 103 ibu dengan anak ASD berusia 6-12 tahun, memiliki surat keterangan diagnosa dari dokter atau psikolog, tinggal serumah dengan suami, yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan Parental Stress Scale (PSS), Gratitude Questionnaire-6 (GQ-6), dan skala social support suami. Hasil analisis menunjukkan bahwa social support suami memprediksi parenting stress ibu secara signifikan sedangkan efek gratitude tidak signifikan secara statistik. Secara umum, model dapat menjelaskan  11.30% varians dari parenting stress. Temuan ini memberikan dampak praktis bagi strategi pengasuhan anak ASD dengan tujuan meminimalisir parenting stress pada ibu yang umumnya merupakan caregiver utama.   Kata kunci: ASD, gratitude, ibu, parenting stress, social support suamiIbu yang mengasuh anak dengan Gangguan Spektrum Autisme (GSA) dihadapkan pada tuntutan dan tanggung jawab yang lebih kompleks dibandingkan dengan pengasuhan anak yang berkembang secara umum maupun anak dengan kebutuhan khusus lainnya. Penelitian ini bertujuan memperoleh data empiris untuk mengetahui apakah rasa syukur dan dukungan sosial suami memprediksi terjadinya stres pengasuhan pada ibu yang memiliki anak dengan GSA. Partisipan berjumlah 103 ibu dengan anak GSA berusia 6–12 tahun, memiliki surat keterangan diagnosis GSA dari dokter atau psikolog, tinggal serumah dengan suami, dan dipilih dengan teknik purposive sampling. Data penelitian dikumpulkan menggunakan Parental Stress Scale (PSS), Gratitude Questionnaire-6 (GQ-6), dan skala dukungan sosial suami. Hasil analisis regresi linear berganda menunjukkan bahwa model regresi secara simultan signifikan (F=7,479, p<0,05). Namun, secara parsial, rasa syukur tidak secara signifikan memprediksi stres pengasuhan (B=-0,072, SE=0,059, p=0,225), sedangkan dukungan sosial suami memprediksi stres pengasuhan secara signifikan (B=-0,059, SE=0,021, p=0,006). Temuan ini memiliki implikasi praktis bagi pengembangan strategi pengasuhan anak dengan GSA, khususnya dalam upaya mengurangi stres pengasuhan pada ibu sebagai pengasuh utama

    FAMILY FINANCIAL SOCIALIZATION AND GEN Z\u27S FINANCIAL BEHAVIOR: MEDIATING ROLE OF FINANCIAL SELF-EFFICACY : Sosialisasi Keuangan Keluarga dan Perilaku Keuangan Gen Z: Peran Mediasi Efikasi Diri Keuangan

    No full text
    Generation Z often faces challenges in managing personal finances due to consumptive behavior and the convenience of digital transactions. This study investigates the influence of family financial socialization on the financial behavior of Generation Z, with financial self-efficacy serving as a mediating variable. A total of 418 college students born in 1997 or later (maximum age 28) participated in the study, which employed a quantitative approach and a convenience sampling technique—a non-probability method based on participant availability and willingness. Data were collected via an online survey and analyzed using structural equation modeling (SEM). The findings indicated that family financial socialization significantly and positively influenced financial behavior. Furthermore, financial self-efficacy was proven to partially mediate this relationship, suggesting that family influences were transmitted both directly and indirectly through the development of financial confidence. These results emphasize the critical role of parents as early financial educators and role models in fostering responsible financial habits. This study contributes to the literature by highlighting the mediating role of financial self-efficacy in the link between financial socialization and financial behavior among young adults

    PERAN KESEPIAN DALAM MEMEDIASI MATTERING TO FAMILY DAN SELF-ESTEEM PADA DEWASA EMERGING ADULTHOOD DI INDONESIA: The Role of Loneliness in Mediating Mattering to Family and Self-Esteem in Emerging Adulthood in Indonesia

    No full text
    Masa emerging adulthood ditandai dengan eksplorasi identitas serta berbagai transisi kehidupan yang signifikan, di mana self-esteem berperan penting dalam mendukung kondisi mental dan emosional individu. Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran kesepian sebagai mediator dalam hubungan antara mattering to family dan self-esteem pada individu di masa perkembangan emerging adulthood di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif non-eksperimental dengan pendekatan cross-sectional. Partisipan penelitian berjumlah 119 individu berusia 18–25 tahun yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui tiga instrumen: The Mattering Index, UCLA Loneliness Scale Version 3, dan Rosenberg Self-Esteem Scale. Analisis data dilakukan dengan model mediasi menggunakan SPSS versi 22 dan Macro-PROCESS. Temuan penelitian menunjukkan bahwa mattering to family memengaruhi self-esteem secara positif, dengan kesepian sepenuhnya memediasi hubungan ini. Skor mattering to family yang lebih tinggi dikaitkan dengan tingkat kesepian yang lebih rendah, yang selanjutnya memprediksi self-esteem yang lebih tinggi, demikian pula sebaliknya. Temuan ini menegaskan pentingnya peran keluarga dalam meningkatkan harga diri individu di masa emerging adulthood. Oleh karena itu, diperlukan intervensi berbasis keluarga untuk mengurangi kesepian dan meningkatkan self-esteem pada individu dalam tahap perkembangan ini

    VALIDATING THE INTERPERSONAL MINDFULNESS IN PARENTING (IM-P) SCALE FOR PARENTS IN INDONESIA: Validasi Alat Ukur Interpersonal Mindfulness in Parenting (IM-P) pada Orang Tua di Indonesia

    No full text
    The concept of mindful parenting, derived from the broader framework of mindfulness, has gained increasing recognition in Indonesian parenting practices over recent years. However, the Interpersonal Mindfulness in Parenting (IM-P) instrument, which possesses strong psychometric properties, has not yet been available in Bahasa. The purpose of this study is to adapt the IM-P instrument into a valid and reliable Indonesian version. The IM-P was translated and adapted into Indonesian, involving a sample of 735 parents (M = 36.63; SD = 7.354) with children aged 3 to 17 years. Using a random sampling procedure, the first sample (n = 367) was used for Exploratory Factor Analysis (EFA), while the second sample (n = 368) was used for Confirmatory Factor Analysis (CFA). The study revealed that the Indonesian version of the IM-P consists of 20 items and 4 dimensions: Emotional Awareness of Self and Child, Self-Regulation in Parenting, Non-judgmental and Compassion for Child, and Non-judgmental and Compassion for Self. Overall, the IM-P Indonesia demonstrated good reliability. Additionally, the IM-P Indonesia showed a significant negative correlation with parenting stress, except for the dimension of Non-judgmental and Compassion for Self. These findings suggest that the IM-P is a valid and reliable measure for use within the Indonesian population

    DOES ENVIRONMENTALLY FRIENDLY AND HALAL PRODUCTS IMPACT MUSLIM CONSUMERS PURCHASE INTENTION? EVIDENCE IN DKI JAKARTA: Apakah Produk Ramah Lingkungan dan Halal Mempengaruhi Niat Beli Konsumen Muslim? Bukti Empiris dari DKI Jakarta

    No full text
    The limited availability of environmentally friendly halal products in Indonesia highlights the need to examine factors that shape consumer purchase intentions. This study investigates key determinants influencing Muslims’ purchase intention toward products that meet both halal and environmental standards. Using data from 215 Muslim consumers in DKI Jakarta, collected through online and offline purposive sampling, the analysis was conducted with SEM-PLS. The results show that halal green awareness and attitude influence purchase intentions. Meanwhile, halal labels, eco-labels, environmental knowledge, and religiosity affect halal green awareness and attitudes. In this study, piety is also found to influence religiosity. Overall, the findings indicate that halal labels, eco-labels, environmental knowledge, piety, and religiosity shape halal green awareness and attitudes, which in turn influence Muslims’ purchase intentions toward environmentally friendly halal products in DKI Jakarta. Future research may incorporate variables such as price, product quality, and digital media influence to provide a more comprehensive understanding of consumer behavior in this context

    PERAN MEDIASI KELEKATAN REMAJA DAN ORANG TUA PADA HUBUNGAN ROMANTIS ORANG TUA DAN KESULITAN REGULASI EMOSI REMAJA: The Mediating Role of Parent–Adolescent Attachment in the Relationship Between Parents’ Romantic Relationship and Adolescents’ Emotion Regulation Difficulties

    No full text
    Perilaku agresif di kalangan remaja, yang disebabkan oleh kesulitan dalam mengendalikan emosi, menjadi masalah yang memerlukan perhatian serius. Penelitian kuantitatif non-eksperimental ini bertujuan untuk menganalisis apakah kelekatan remaja dan orang tua berperan sebagai mediator pada hubungan romantis orang tua dan kesulitan regulasi emosi remaja. Penelitian ini melibatkan 216 remaja berusia 12 hingga 21 tahun (M = 18,43; SD = 2,80), dengan sebagian besar peserta berjenis kelamin perempuan (78,24%), yang tinggal bersama kedua orang tua mereka setidaknya selama enam bulan terakhir. Partisipasi dilakukan melalui metode daring maupun luring. Hasil analisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) menunjukkan bahwa model kelekatan remaja dan orang tua sebagai mediator pada hubungan romantis orang tua dan kesulitan regulasi emosi memiliki kecocokan yang baik. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa persepsi remaja terhadap hubungan romantis orang tua berperan dalam membentuk kelekatan remaja dan orang tua, yang kemudian memprediksi tingkat kesulitan regulasi emosi mereka. Hasil penelitian ini memiliki implikasi praktis sebagai acuan dalam merancang program pengasuhan yang memprioritaskan komunikasi terbuka melalui peningkatan kualitas hubungan suami istri dan penguatan kelekatan remaja dan orang tua, sehingga dapat membantu mencegah munculnya kesulitan regulasi emosi pada remaja

    MODEL POLA ASUH REMAJA BERDASARKAN NILAI BUDAYA DAN KUALITAS PERKAWINAN ORANG TUA: Adolescents\u27 Parenting Model Based on Cultural Values and the Quality of Parents\u27 Marriage

    No full text
    Orang tua mengalami kesulitan dalam mengasuh anak, terutama saat anak telah memasuki usia remaja. Pola asuh yang kurang optimal akan berdampak buruk pada kualitas tumbuh kembang anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh nilai budaya dan kualitas perkawinan terhadap pola asuh orang tua bagi remaja di wilayah Jabodetabek. Dengan melibatkan 505 remaja sebagai responden, penelitian ini menggunakan metode survei dengan instrumen self-report untuk mengumpulkan data tentang karakteristik keluarga, nilai budaya, kualitas perkawinan, dan pola asuh. Analisis data dilakukan dengan menggunakan statistik deskriptif dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai budaya berpengaruh signifikan terhadap pola asuh, di mana semakin tinggi nilai budaya yang dijunjung tinggi maka semakin baik pula kualitas pola asuh yang diberikan. Selain itu, kualitas perkawinan juga terbukti berpengaruh signifikan terhadap pola asuh, dengan orang tua yang memiliki hubungan perkawinan yang harmonis cenderung menerapkan pola asuh yang lebih positif. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan nilai budaya dan kualitas perkawinan sebagai salah satu strategi untuk meningkatkan kualitas pola asuh dan mendukung tumbuh kembang remaja yang optimal. Berdasarkan temuan ini, disarankan agar program pemberdayaan keluarga difokuskan pada keterampilan mengasuh anak dan mencakup penguatan nilai-nilai budaya serta peningkatan kualitas hubungan suami-istri. Intervensi berbasis masyarakat dan kebijakan publik yang mendukung keharmonisan keluarga dapat menjadi strategi pencegahan untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan remaja yang optimal.Pola asuh yang dilakukan orang tua terhadap remaja berdampak pada kualitas tumbuh kembang anak, termasuk pada masa remaja. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh nilai budaya dan kualitas perkawinan terhadap pola asuh remaja di wilayah Jabodetabek. Penelitian ini melibatkan 505 remaja sebagai responden yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan instrumen self-report untuk mengumpulkan data mengenai karakteristik keluarga, nilai budaya, kualitas perkawinan, dan pola asuh. Analisis data dilakukan untuk mengetahui tingkat nilai budaya dan kualitas perkawinan, kecenderungan pola asuh, serta untuk menguji hipotesis melalui uji regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai budaya berpengaruh signifikan terhadap pola asuh. Semakin tinggi nilai budaya, semakin baik pula kualitas pola asuh yang diberikan. Selain itu, kualitas perkawinan juga terbukti berpengaruh signifikan terhadap pola asuh. Orang tua dengan hubungan perkawinan yang harmonis cenderung menerapkan pola asuh yang lebih positif. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan nilai budaya dan kualitas perkawinan sebagai strategi untuk meningkatkan kualitas pola asuh dan mendukung tumbuh kembang remaja secara optimal. Berdasarkan hasil tersebut, disarankan agar program pemberdayaan keluarga difokuskan pada keterampilan pengasuhan anak, penguatan nilai budaya, dan peningkatan kualitas hubungan suami-istri. Intervensi berbasis masyarakat dapat menjadi strategi pencegahan untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan remaja yang optimal

    DIFFERENCES IN PARENTING BETWEEN FATHER AND MOTHER, PARENTING STRESS, AND RISK FACTORS OF PARENTING TOWARD SCHOOL-AGED CHILDREN IN JAKARTA COASTAL AREA: Perbedaan Pola Asuh Ayah dan Ibu, Stres Pengasuhan, dan Faktor Risiko Pola Asuh terhadap Anak Usia Sekolah di Wilayah Pesisir Jakarta

    No full text
    Parenting is a fundamental aspect that plays a crucial role in a child\u27s development, but in practice, various factors influence the quality of parenting. Accordingly, the objective of this study was to analyze the factors that affect parenting practice and parenting stress between father and mother. This study employed a quantitative method utilizing a cross-sectional research design. There were 99 pairs of parents (99 fathers and 99 mothers) with children aged 9-12 years involved who had been selected using convenient sampling method . The respondents were guided to fill-in questionnaire using a structured instrument. The data were analyzed with different t-test and correlation test.The findings revealed that half of fathers and mothers have applied parenting practice properly and majority of them experienced very low level of parenting stress. There were no significant differences in parenting practices between father and mother. However mother tend to practice asih better, while father  practice asah and asuh more higher than mother.  Different result was reported for pleasure dimension in parenting stress. Correlation test discovered that higher mother education will increase parenting quality of mother. Meanwhile, working mother and mother with higher income were associated with decreasing level of stress dimension.Pengasuhan adalah aspek fundamental yang memainkan peran penting dalam perkembangan anak. Namun, dalam praktiknya, berbagai faktor memengaruhi kualitas pengasuhan. Dengan demikian, tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi praktik pengasuhan dan stres pengasuhan. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Muara Angke, daerah pesisir di Provinsi Jakarta dipilih secara sengaja sebagai lokasi penelitian. Sekitar 99 pasang orang tua (99 ayah dan 99 ibu) dengan anak-anak berusia 9-12 tahun, yang setuju untuk berpartisipasi, dipilih menggunakan convenient sampling dan diwawancarai menggunakan instrumen terstruktur. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa setengah dari ayah dan ibu telah menerapkan praktik pengasuhan dengan benar dan mayoritas dari mereka mengalami tingkat stres pengasuhan yang sangat rendah. Tidak ada perbedaan yang signifikan dalam praktik pengasuhan antara ayah dan ibu. Hasil yang berbeda dilaporkan untuk dimensi kesenangan. Uji korelasi menemukan bahwa pendidikan ibu yang lebih tinggi akan meningkatkan kualitas pengasuhan ibu. Sementara itu, ibu yang bekerja dan ibu dengan pendapatan yang lebih tinggi dikaitkan dengan penurunan tingkat dimensi stres

    PHISHING AWARENESS AND SECURITY CONCERNS: ANALYZING THE ROLE OF ANTI-PHISHING KNOWLEDGE AND INTERNET EXPERIENCE IN ONLINE BANKING USERS: Kesadaran akan Phishing dan Masalah Keamanan: Menganalisis Peran Pengetahuan Anti-Phishing dan Pengalaman Internet pada Pengguna Perbankan Online

    No full text
    Phishing has become Indonesia\u27s most prevalent cybercrime from 2017 to 2022, primarily due to the collection of users\u27 personal information. The purpose of this study is to examine how security concerns are impacted by social engineering, internet experience, anti-phishing expertise, and phishing awareness. The Technology Threat Avoidance Theory (TTAT) model lends credence to this study. A quantitative methodology was employed, conducted through online surveys. To enrich the discussion, six of these respondents participated in in-depth interviews as a complementary approach. Data analysis was performed using LISREL 8.80 and SPSS 26. The findings demonstrated that internet experience and anti-phishing knowledge significantly increased phishing awareness. Furthermore, security concerns were significantly impacted by anti-phishing expertise. The results of further analysis revealed that social engineering had no significant effect on phishing awareness. In addition, Internet experience did not significantly affect security concerns. Based on the research results, user understanding can be enhanced by creating educational media that can be disseminated via social media

    282

    full texts

    388

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Ilmu Keluarga & Konsumen
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇